Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH JUMLAH SUDU IMPPELLER TERHADAP KINERJA POMPA SENTRIFUGAL Rahmat Laode; Muhammad Syafrun; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impeller adalah sebuah komponen kipas pada pompa sentrifugal yang berfungsi mengubah tekan yang renda majadi tekanan yang lebih tinggi sehingga dapat memompa air dan impeller mempunyai sudu yang berbeda – beda jumlah sudunya, adapun rumusan masalah yang diangkat oleh penulis yaitu bagaimana pengaruh varisasi jumlah sudu impeller terhadap debit yang di hasilkan pompa, serta bagaimana pengaruh jumlah sudu impeller terhadapat kecepatan aliran, bagaiamana pengaruh jumlah sudu impeller terhadap efesiensi pompa adapun tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh jumlah sudu impeller terhadap debit yang di hasilkan pompa, serta menganalisis pengaruh jumlah sudu impeller terhadap keceptan aliran yang di hasilkan pompa, dan menganalisi pengaruh jumlah sudu terhadap efesiensi pada pompa. Pengujian dilakukan dengan variasi jumlah sudu yaitu 4,6 dan 8 dengan 2 jenis sudu yaitu miring dan lurus. Hasil analisis untuk debit yang di hasilkan pada jenis sudu miring dengan jumlah sudu 4 mendapatkan nilai (0,000233), sudu 6 dengan nilai (0,00025) dan sudu 8 dengan nilai (0,000266) sedangkan pada impeller jenis sudu lurus pada jumlah sudu 4 mendapatkan nilai (0,000226), sudu 6 dengan nilai (0,000236) dan sudu 8 dengan nilai (0,000246). Untuk hasil analisis pada kecepatan aliran yang dihasilkan pada jenis impeller sudu miring pada sudu 4 dengan nilai (1,15), sudu 6 dengan nilai (1,24) dan sudu 8 dengan nilai (1.32) sedangkan pada impeller jenis lurus pada sudu 4 mendapatkan nilai (1,12) sudu 6 dengan nilai (1,17) dan pada sudu 8 dengan nilai (1,22), dan hasil analisis pada efesiensi pompa pada jenis impeller sudu miring dihasilkan sudu 4 dengan nilai (12,01), untuk sudu 6 dengan nilai (16,27) dan untuk sudu 8 mendapat nilai (19,6), sedangkan impeller jenis sudu lurus pada sudu 4 mendapat nilai (9,97), pada sudu 6 mendapat nilai (13,04) dan pada sudu 8 mendapat nilai (16,31). Kemiringan sudu sangat berpengaruh pada kinerja pompa.
MODIFIKASI MESIN SPINNER PENIRIS MINYAK DENGAN MENAMBAHKAN TIMER DIGITAL Jamaluddin Jamaluddin; Muh Wahyu Asyfan; Andi Haslinah
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 21 No. 01 (2026): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v21i01.528

Abstract

The oil spinner machine is a device that works based on the principle of centrifugal force to reduce the oil content in fried products. The use of conventional spinner machines still has weaknesses, especially in terms of drainage time settings, which are not yet automatically controlled, making them less efficient and consistent. Therefore, this study aims to modify the oil spinner machine by adding a digital timer system to improve time efficiency and spinning performance. The research methods used include the design, manufacture, assembly, and testing stages of the machine. The machine was modified by adding a digital timer as a spinning time control system integrated with an electric motor. Testing was conducted using fish floss with varying weights of 500 grams, 1000 grams, and 1500 grams. The parameters observed included the drying time and the weight of the material before and after the drying process. The test results showed that the addition of a digital timer was able to control the drying time automatically and consistently. The average drainage time for a capacity of 500 grams was 6 minutes and 10 seconds with a final weight of 375 grams, a capacity of 1000 grams for 9 minutes and 30 seconds with a final weight of 750 grams, and a capacity of 1500 grams for 13 minutes and 15 seconds with a final weight of 1010 grams. This shows that the modified spinner machine is capable of effectively reducing oil content and improving the efficiency of the draining process. Thus, it can be concluded that modifying the oil draining spinner machine by adding a digital timer improves performance, ease of operation, and time efficiency, making it suitable for use in households and small to medium-sized businesses.
Analisa Pengaruh Kecepatan Potong Mesin Bubut Terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Baja ST 60 Menggunakan Pahat Karbida Hammada Abbas; Jamaluddin Jamaluddin; Muhammad Ariyanto; Agapito Gaio
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 19 No. 01 (2024): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v19i01.151

Abstract

Proses pemesinan yang menggunakan mesin bubut ialah salah satu alternatif digunakan di dalam penelitian ini berorientasi pengerjaan bubut pada proses produksi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan potong mesin bubut terhadap tingkat kekasaran permukaan baja ST 60 dengan menggunakan pahat karbida dan perbedaan tingkat kekasaran permukaan baja ST 60 akibat kecepatan potong dan kedalaman sayatan pahat karbida. Metode penelitian yang digunakan pada pengujian kekasaran permukaan baja ST 60 dengan menggunakan sebuah alat Surface Tester Merk Mutitoy dengan meletakkan alat surface tester ke permukaan pada sampel di ukur sepanjang 50 mm serta menentukan kecepatan potong pada mesin bubut dengan menghitung rpm dan diameter benda kerja. Hasil pengujian pada pengaruh pada kecepatan potong pada tingkat kekasaran di bagian permukaan pada baja ST 60 pada tiga spesimen bahwasannya pahat karbida memiliki kekuatan dan ketahanan relatif rendah pada kecepatan potong yang kecil dari segi rpm, kecepatan sayatan dan penghasilan geram, dan mengalami perbedaan pada tingkat kekasaran yang pada kecepatan potong 50,4127 nilai rata-rata kekasaran permukaan bahan uji satu Ra=6,297 Rq=7,455 Rz=29,817; sedangkan kecepatan potong (v) 73,6801 nilai rata-ratanya adalah Ra=2,051 Rq=2,4946 Rz=11,032 dan pada kecepatan potong 104,7033 dengan nilai rata-ratanya Ra=2,392 Rq=2,8823 Rz=12. Hasil pada penelitian yang dijalankan dapat menyimpulkan semakin tinggi kecepatan yang dibutuhkan pada bubutan material ST-60 nilai angka pada kekasaran hasil bubutan yang diperoleh mengecil.
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT ALAM BERBAHAN PELEPAH LONTAR Andi Haslinah; Jamaluddin Jamaluddin; Firmansyah Firmansyah; Muhammad Restu Abady
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 20 No. 02 (2025): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v20i02.263

Abstract

Serat alam banyak dikembangkan sebagai material komposit, Keunggulan serat dimanfaatkan sebagai reinforcement komposit, antara lain adalah ringan, kuat, ramah lingkungan, dan ekonomis. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui nilai kekuatan tarik setiap variasi komposit serat pelepah lontar.dan mengetahui karakteristik mekanik komposit terhadap uji tarik pada material. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisa, kekuatan tarik, regangan, modulus elastisitas, yang terdiri dari empat tahapan, tahapan pertama melakukan pengambilan pelepah lontar dan perendaman, tahapan kedua proses pengambilan serat pelepah lontar, tahapan ketiga proses pencetakan specimen.dan tahapan keempat melakukan pengujian specimen dan pengambilan data penelitian. Hasil yang diperoleh dari analisa kekuatan tarik komposit serat alam berbahan pelepah lontar, hasil pengujian dalam penelitian ini dengan variasi sejajar sumbu 0o, di anyam 45o,melintang 90o, maka diperoleh nilai rata-rata dimana variasi sejajar sumbu 0o dengan kekuatan 42,41 N/mm2, variasi di anyam 45o dengan kekuatan 10,906 N/mm2, variasi melintang 90o dengan kekuatan 6,633 N/mm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi sudut penguat secara signifikan mempengaruhi kinerja material. Material dengan orientasi penguat pada sudut 0° menunjukkan kekuatan tarik dan modulus elastisitas tertinggi, sedangkan orientasi pada sudut 45° dan 90° menghasilkan penurunan yang signifikan. Penurunan ini mengindikasikan bahwa distribusi tegangan dalam material tidak merata pada sudut tersebut, yang mempengaruhi ketahanan material terhadap gaya tarik dan deformasi. Kesimpulan dalam penelitian ini untuk mengetahui sifat mekanik komposit serat pelepah lontar setelah dilakukan uji tarik dengan tiga kali pengujian spesimen dalam satu variasi. serta memberikan wawasan bagi pengembangan material komposit untuk berbagai aplikasi industri
Rancang Bangun Mesin Pencacah Limbah Botol Kaca Menggunakan Sensor Sortir Kaca Dengan Sistem Penghancur Hammer Shredder Jamaluddin; Suhardi Hafid; Nur Ilman Sahid; Muh. Arifin Bahta
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Botol kaca merupakan material yang sangat getas, hal inilah yang menyebabkan proses pemesinan botol kaca sangat terbatas sehingga banyak limbah botol kaca yang terbuang sia-sia. Padahal jika diproses lebih jauh (recycle), limbah botol kaca tersebut dapat menjadi barang yang memiliki nilai tambah dan dapat diperjualbelikan seperti lampu hias, asbak, media tanam hidroponik. Sebelum dilakukan perancangan, terlebih dahulu dilakukan observasi mengenai jenis dan ukuran botol serta jenis-jenis mata pencacah untuk kaca. Selain itu, dilakukan studi literatur mengenai elemen mesin yang dibutuhkan untuk merancang alat ini. Setelah diketahui elemen mesin yang akan digunakan, alat yang akan dirancang digambar terlebih dahulu sehingga dimensi alat dapat diketahui. Percobaan alat dilakukan setelah perancangan. Jika alat masih belum bekerja secara optimal akan dilakukan perencanaan kembali. Dari perencanaan dan pendekatan perhitungan yang dilakukan, putaran perencanaan 2800 rpm dihasilkan daya motor sebesar 370W sehingga digunakan motor dengan daya 0,5 HP, menggunakan sistem transmisi belt dan pulley dengan perbandingan pulley 2:1 diameter pulley penggerak 3”, pulley yang digerakkan 6” dan belt yang digunakan adalah belt dengan tipe A dengan panjang belt 1380 mm. Setelah dilakukan percobaan menggunakan botol kaca, membutuhkan waktu ±5 detik.
Rancang Bangun Mesin Pengiris Bawang Merah Dengan Kapasitas 76,1 Kg/Jam Saripuddin M; Jamaluddin; Nursadikin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman rendah yang tumbuh tegak dengan tinggi dapat mencapai 15-50cm. dalam pengolahan mesin pertanian, banyak permesinan yang digunakan , diantaranya mesin pengiris bawang merah. Cara kerja mesin pengiris bawang merah ini yaitu rotor berpisau yang berputar sebagai pemotong bawang dengan penggerak motor listrik dengan daya 0,25 HP, 200W dengan puran motor listrik sebesar 2850 rpm. Sabuk yang digunakan tipe K-26 yang dipasangkan pada dua bual pulley berukuran 2” dan 6” dengan rasio 3:1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu pengirisan bawang merah dan besar kapasitas hasil hasil kerja mesin . metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan melakukan percobaan secara langsung.parameter yang diteliti pada penelitian ini yaitu mengukur lama waktu pengirisan bawang merah dan besar kapasitas kerja mesin. Hasil kerja mesin pengiris banwang merah dengan penggerak motor listrik dengan daya 0,25HP sebesar 76,1 kg/jam. Waktu yang digunakan dalam proses pengirisan 1 kg bawang merah sekitar ±47 detik, dengan berat bahan tertinggal sebesar 0,02 kg dengan dengan persentase 2% per kg.
PEMBUATAN ALAT PENGUKURAN MODULUS ELASTISITAS PADA PENGUJIAN BAHAN Saiul Adha; Muh. Syahid; Jamaluddin; Musrawati
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modulus elastisitas adalah besaran yang dapat diukur dari benda padat dengan nilai perbandingan antara tegangan tarik dengan regangan tarik. Pengukuran untuk memperoleh nilai Modulus Elastisitas suatu bahan telah banyak dilakukan. Salah satu bahan yang sangat lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah aluminium. Karena sifat khasnya yang ringan namun kuat, tahan beban dan tahan karat. Aluminium banyak digunakan sebagai komponen transportasi, bangunan dan jembatan, alat pertukangan, hingga perabotan rumah tangga. Metode pengumpulan data yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian ini adalah Studi Literatur dan Studi perancangan alat penelitian. Setelah alat selesai dilakukan pengujian pada bahan aluminium. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah pembuatan alat modulus elastisitas yang dapat digunakan praktikum. Dan Setelah melakukan pengujian dapat disimpulkan bahwa semakin tipis ketebalan suatu logam semakin peka ke efektivitasnya dan semakan tebal suatu logam maka semakin kecil ke elastisitasnya. Setelah dilakukan pengujian alat dengan massa yang berbeda-beda mulai dari 10 gram sampai dengan 250 gram menggunakan bahan aluminium. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa massa yang digunakan dari berat 30 gram sampai dengan 100 gram memiliki tingkat error yang kecil. jadi Ketika pengukuran alat modulus elastis pada bahan aluminium yang paling adalah masa beban 80 gram.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT UJI BALANCE MASSA Ruslan; A. Suriadi; Saripuddin Muddin; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan berat massa tidak bisa jika hanya dengan mengira-mengira karena itu perlu dicari titik keseimbangannya. Balance adalah interaksi yang kompleks dari sistem sensor (Vestibular, Visual, proprioseptif). tujuan penelitian membuat alat uji balance massa untuk mempermudah kegiatan praktikum mekanika terpakai. metode penelitian digunakan adalah observasi dan literatur seperti melihat langsung alat yang sudah ada dan menggambil referensi dari buku. Prosedur kerja alat yaitu menentukan posisi sudut dengan panjang garis gaya. Metode pengujian yaitu diketahui sudut 240, nilai rata-rata bola baja 164,75 g maka mendapatkan hasil nilai X = 0,1352 dan Y = 0,0956. Kesimpulan alat ini dapat berfungsi dengan baik dan sudah sesuai dengan konsep Praktikum Mekanika Terpakai.
MODIFIKASI ALAT PEMINDAH BAHAN DENGAN KAPASITAS 3 TON Sahrul Siompu; Heri; Jamaluddin; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pemindah bahan (material handling equipment) adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan muatan ke tempat tertentu, misalnya pada departemen pabrik, atau tempat penumpukan bahan, lokasi konstruksi, tempat penyimpanan, pembongkaran muatan dan sebagainya. Mesin pemindah bahan hanya memindahkan muatan dalam jumlah tertentu serta jarak tertentu dengan perpindahan bahan ke arah vertikal, horizontal atau kombinasi keduanya. Metode yang digunakakan dalam penelitian ini, meliputi pengumpulan data, analisa data, metode perancangan, prosedural kerja alat, gambar rancangan dan flowchart rancangan penelitian untuk menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol-simbol grafis. Hasil yang didapat dari perancangan ini adalah Ukuran alat: lebar 150 cm tinggi 250 cm. Hasil yang diperoleh dari modifikasi alat pemindah bahan dengan kapasitas 3 ton . Hasil pengujian alat dapat disimpulakan bahwa alat ini bekerja beradasrkan gaya angkat dan gaya berat yang terjadi antara alat dengan bahan yang digunakan dalam percobaan ini. Adapun rata-rata hasil yang diperoleh dari ketiga percobaan ittu selama waktu 10 menit adalah tingkat efektivitas 36% dan tingkat produktivitas secara kuantitas adalah 64%.
ANALISIS PENGARUH VARIASI PERLAKUAN PANAS TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA ST 60 Edi; Muh Iqbal; Musrawati; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perlakuan panas terhadap nilai kekerasan baja ST 60 dan struktur mikro pada baja ST 60. Lokasi Penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Universitas Muslim Indonesia. Jln. Urip Sumuharjo Km. 05, Panaikang, Kec.Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Proses perlakuan panas dapat mempengaruhi nilai kekerasan dan struktur mikro baja ST 60. Nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada temperatur 1000?C dengan waktu tahan 30 menit dan oli sebagai media pendingin dengan nilai kekerasan sebesar 53,764 HRA. Nilai kekerasan terendah didapatkan pada temperatur 800?C dengan waktu tahan 30 menit dan oli sebagai media pendingin dengan nilai kekerasan sebesar 53,588 HRA sedangkan Nilai kekerasan awal spesimen uji tanpa perlakuan panas sebesar 52,235 HRA dan nilai kekerasan mengalamani peningkatan pada specimen yang diberikan perlakuan panas. Pada pengamatan struktur mikro tiap-tiap spesimen hasil quenching menggunakan media pendingin oli, terdapat perbedaan struktur penyusunan partikel-partikelnya, dimana dengan metode quenching menggunakan media oli akan mengakibatkan perbedaan kerapatan ikatan antara partikel yang akan mempengaruhi nilai kekerasan dan foto struktur mikro. Hal itu dapat dilihat dari masing -masing gambar hasil pengamatan metallography dengan nilai kekerasan tertinggi pada temperature 1000?C yaitu 53,764 HRA dengan struktur mikro yang dihasilkan yaitu fasa martensit.