Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMBUATAN ALAT UJI POMPA SENTRIFUGAL SERI PARALEL Jamaluddin; Syahrir Habiba; Eliseu Correia; Zulkifli
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa adalah alat yang digunakan untuk mangalirkan fluida melalui pipa. Alat uji pompa sentrifugal dibuat untuk melihat karakteristik dari pompa sentrifugal dengan sistem seri dan paralel. Parameter yang diambil dari percobaan terdiri dari : tekanan pada pompa, debit, kecepatan aliran, head, daya input, daya output dan efisiensi pompa. Hasil dari percobaan pada penelitian pompa sentrifugal dengan sistem seri bukaan katup 90? didapatkan nilai efisiensinya sebesar 98,94 % dengan nilai kapasitas 0,0000783 m³/s Sedangkan pada sistem paralel didapatkan nilai efisiensinya sebesar 98,75 % dengan nilai kapasitas 0,000139 m³/s. Sehingga dari hasil perhitungan performansi pompa baik dari efisiensi serta kapasitas aliran yang diperoleh nilai menujukan performa pompa siap digunakan sebagai alat praktik pada laboratorium.
MODIFIKASI ALAT UJI MOLDING PRESS PRODUK EDIBLE FILM Saripuddin Muddin; Jamaluddin; Muhammad Asri
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edible film adalah bahan pengemas produk pangan yang bersifat biodegradble. Perkembangan baru pembuatan edible film mengarah pada sumber biopolimer yang dapat diperbaharui.. kebutuhan pada alat uji molding press produk edible film sangat berperan penting bagi industri makanan dan minuman kshusunya dalam pembuatan plastik ramah lingkungan oleh karena itu kebutuhan alat uji molding press perlu diperhatikan dan dikembangkan secara baik.Dalam penelitian ini untuk mengembangakn alat compression molding produk edible film dan mengetahui perbandingan hasil pengujian spesimen edile film berdasarkan standar karakteristik edible film. Adapun metode penelitian pertama-tama observasi untuk mecari informasi dan data berkaitan dengan alat compression molding. Selanjutnya studi literature adalah untuk mendapatkan referensi dan teori pendukung yang dapat digunakan untuk menyeselesaikan masalah. Setelah itu data diperoleh dilakukan tahap modifikasi alat dan pengujian hasil.Hasil yang diperoleh pada modifikasi alat uji molding press produk edible film yaitu penambahan motor listrik sebagai penekan, pengaturan suhu otomatis dan pemanas molding press yang lebih stabil. Dilakukan perhitungan analisa kekuatan struktur rangka safety factory,simulasi Displscment dan simulasi stress. pada perhitungan torsi motor mendapatkan hasil 4.435 Nm, mendapatkan hasil pengujian tarik edible film 1,0562 Mpa, pengujian elongasi mendapatkan 8, 11% dan ketebalan 0.14 Mm dengan tekanan yang diberikan 20 Psi dengan suhu 120 ?C selama 30 menit
ANALISIS EFISIENSI BOILER MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR CANGKANG SAWIT DAN BATUBARA Fadhli Rahman; Suhardi Hafid; Jamaluddin; Muh Shulhan Priyatno; Irfan Jabir
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa sebagai bahan bakar alternatif yang idealnya berasal dari energi yang bisa di perbarui salah satunya limbah kelapa sawit. Limbah yang dimaksud adalah cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar boiler ialah media cangkang dari kelapa sawit itu sendiri. Maka dari itu cangkang sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar boiler, untuk meminimalisir penggunaan energi fosil.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif, sebagaimana tujuan dari penelitian kuantitaif adalah untuk mengembangkan model matematis dengan cara melakukan pengukuran. Dalam penelitian ini banyak dilakukan pengukuran dan pengambilan data dan diolah sesuai model matematis. Cangkang Sawit 512?C - 32?C 480?C Batubara 512?-34?C 478?C Jadi diperlukan 420.003 Kj/Kg energi panas untuk meningkatkan suhu 416,67 Kg/jam cangkang sawit dari suhu 32?C ke suhu 512?C batubara memerlukan energi panas yang cukup besar untuk sampai ke suhu 512 ?C, dengan perubahan suhu sebesar 478 ?C. Dimana boiler dengan nilai efisiensi yang tinggi dihasilkan oleh boiler dengan jenis bahan bakar batubara dengan nilai efisiensi 88,7%. Batubara memerlukan jumlah energi panas yang besar untuk menaikkan suhu boiler dari 34?C ke suhu 512?C, dengan jumlah kebutuhan energi panas 2.489.543 Kj/Kg dengan kalori yang dihasilkan sebesar 595.000.777 Kcal/kg. HHV dan LHV tertinggi dihasilkan dari uji coba perbandingan panas boiler, HHV yang dihasilkan dari bahan bakar batubara sebesar 223.067,824 Kj/Kg dengan LHV sebesar 221.937,789 Kj/Kg
MODIFIKASI MESIN PENCETAK PAKAN AYAM DENGAN SISTEM PENGGERAK MOTOR LISTRIK Asriadi Haros; Muh. Alfaizal Agus; Saripuddin Muddin; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memodifikasi mesin pencetak pakan ayam berbasis motor listrik sebagai solusi terhadap permasalahan efisiensi dan kapasitas produksi pada proses pencetakan pakan secara manual. Mesin dirancang menggunakan motor listrik berdaya 0,5 HP (373 Watt) sebagai penggerak utama, dengan sistem transmisi berupa pulley dan v-belt serta komponen pencetak berupa screw dan cetakan (die). Metodologi penelitian mencakup studi literatur, perancangan teknis, fabrikasi, dan uji performa mesin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin pencetak pakan berbasis motor listrik mampu menghasilkan rata-rata 12,67 kg/jam pakan ayam, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan mesin manual yang hanya menghasilkan sekitar 6,5 kg/jam. Selain peningkatan kapasitas produksi, penggunaan komponen lokal menjadikan mesin ini ekonomis dan mudah dirawat. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi tepat guna dengan penggerak motor listrik dapat mendukung kemandirian peternak skala kecil hingga menengah dalam produksi pakan ternak.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA ST 60 Muh. Syaifullah R; Muh. Yusuf; Jamaluddin; Fadhli Rahman
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan dan inovasi dalam pengembangan material baru atau peningkatan material yang sudah ada. Sifat material umumnya diklasifikasikan menjadi sifat mekanik, sifat fisik, sifat kimiawi. Sifat mekanik secara umum ditentukan melalui pengujian destruktif (destructive test) dari sampel material pada kondisi pembebanan yang terkontrol. Dalam Penelitian ini, akan membandingkan pengaruh perlakuan panas terhadap kekuatan tarik dan mempelajari respon tegangan dan regangan terhadap Baja ST 60. Spesimen yang digunakan yaitu material poros baja dengan ukuran diameter 25,4 mm dengan perlakuan panas 800oC, 900oC, 1000 oC, 1100oC dan 1200oC. Hasil uji tarik rata-rata temperature 800oC memiliki nilai tertinggi dalam tingkat nilai kekuatan tarik yaitu 604,900 MPa, sedangkan 900oC memiliki kekuatan tarik rata rata 603,542 MPa, 1000oC dengan nilai 598,653 MPa, 1100oC yaitu dengan nilai 537,538 MPa, dan 1200oC dengan nilai 476,967 MPa. Sedangkan Hasil perhitungan regangan di peroleh hasil rata rata pada spesimen temperature 800 oC memiliki nilai regangan 25,64667, pada temperature 900oC nilai regangan meningkat dengan nilai 31,36, pada temperature 1000oC memiliki nilai tertinggi dari hasil regangan spesimen lainnya yaitu dengan nilai 32,80667, pada temperature 1100oC dan 1200oC mengalami penurunan nilai regangan yaitu 30,94 dan 31,26667.Berdasarkan percobaan dapat diartikan hasil uji tarik rata rata mengalami penurunan kekuatan tarik berdasarkan nilai suhu perlakuan panas. Untuk nilai persentase regangan pada temperature 1000 oC memiliki nilai dengan persentase tertinggi dengan nilai rata rata 32,80667. Sedangkan pada temperature 800 oC memiliki persentase nilai terendah yaitu dengan nilai 25,64667 Hal ini dapat disebabkan dari beberapa faktor yaitu faktor suhu/temperature pemanasan yang diberikan pada spesimen itu sendiri atau pada kondisi permukaan spesimen. Selain itu faktor yang dapat mempengaruhi nilai regangan yaitu dari struktur mikro material karena struktur butir, orientasi kristal, dan keberadaan fasa atau inklusi dalam material dapat mempengaruhi bagaimana material berdeformasi di bawah tegangan tarik. Material dengan struktur butir halus cenderung memiliki regangan yang lebih besar dibandingkan dengan material berbutir kasar.
PENGARUH VARIASI PERLAKUAN PANAS DENGAN SISTEM PENDINGINAN OLI TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA CARBON ST 60 Muh Nurhidayat AZ; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan material yang banyak digunakan dalam bidang konstruksi dan industri, seperti pada pembangunan gedung bertingkat, jembatan, rel kereta api, komponen mesin berat, serta rangka kendaraan. Material ini dipilih karena memiliki kekuatan tinggi, ketahanan terhadap deformasi, dan ketersediaan yang luas dengan harga yang relatif terjangkau. Namun demikian, suhu memiliki pengaruh besar terhadap sifat mekanik baja ST60, terutama selama proses produksi dan perlakuan panas, di mana perubahan mikrostruktur akibat pemanasan dapat memengaruhi kekuatan, dan keuletan material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu terhadap kekuatan tarik (stress) dan regangan (strain) pada Baja ST 60, serta menentukan suhu perlakuan yang menghasilkan kombinasi kekuatan dan keuletan terbaik. Pengujian dilakukan pada variasi suhu 750°C, 850°C, dan 950°C, menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM) untuk memperoleh nilai tegangan dan regangan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat mekanik Besi Cor ST60. Pada suhu 750°C, material memiliki tegangan 783,898 MPa dan regangan tertinggi 73,420%, menunjukkan sifat lebih ulet namun kurang kuat. Pada suhu 850°C, diperoleh tegangan maksimum 1488,755 MPa dan regangan 33,638%, yang menunjukkan kombinasi kekuatan dan keuletan paling optimal. Sedangkan pada suhu 950°C terjadi penurunan kekuatan menjadi 1220,665 MPa dengan regangan 25,200% akibat efek pelunakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suhu perlakuan 850°C merupakan kondisi paling ideal bagi baja karbon ST 60, karena menghasilkan keseimbangan antara kekuatan tarik tinggi dan keuletan yang baik.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH SUDU IMPPELLER TERHADAP KINERJA POMPA SENTRIFUGAL Rahmat Laode; Muhammad Syafrun; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impeller adalah sebuah komponen kipas pada pompa sentrifugal yang berfungsi mengubah tekan yang renda majadi tekanan yang lebih tinggi sehingga dapat memompa air dan impeller mempunyai sudu yang berbeda – beda jumlah sudunya, adapun rumusan masalah yang diangkat oleh penulis yaitu bagaimana pengaruh varisasi jumlah sudu impeller terhadap debit yang di hasilkan pompa, serta bagaimana pengaruh jumlah sudu impeller terhadapat kecepatan aliran, bagaiamana pengaruh jumlah sudu impeller terhadap efesiensi pompa adapun tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh jumlah sudu impeller terhadap debit yang di hasilkan pompa, serta menganalisis pengaruh jumlah sudu impeller terhadap keceptan aliran yang di hasilkan pompa, dan menganalisi pengaruh jumlah sudu terhadap efesiensi pada pompa. Pengujian dilakukan dengan variasi jumlah sudu yaitu 4,6 dan 8 dengan 2 jenis sudu yaitu miring dan lurus. Hasil analisis untuk debit yang di hasilkan pada jenis sudu miring dengan jumlah sudu 4 mendapatkan nilai (0,000233), sudu 6 dengan nilai (0,00025) dan sudu 8 dengan nilai (0,000266) sedangkan pada impeller jenis sudu lurus pada jumlah sudu 4 mendapatkan nilai (0,000226), sudu 6 dengan nilai (0,000236) dan sudu 8 dengan nilai (0,000246). Untuk hasil analisis pada kecepatan aliran yang dihasilkan pada jenis impeller sudu miring pada sudu 4 dengan nilai (1,15), sudu 6 dengan nilai (1,24) dan sudu 8 dengan nilai (1.32) sedangkan pada impeller jenis lurus pada sudu 4 mendapatkan nilai (1,12) sudu 6 dengan nilai (1,17) dan pada sudu 8 dengan nilai (1,22), dan hasil analisis pada efesiensi pompa pada jenis impeller sudu miring dihasilkan sudu 4 dengan nilai (12,01), untuk sudu 6 dengan nilai (16,27) dan untuk sudu 8 mendapat nilai (19,6), sedangkan impeller jenis sudu lurus pada sudu 4 mendapat nilai (9,97), pada sudu 6 mendapat nilai (13,04) dan pada sudu 8 mendapat nilai (16,31). Kemiringan sudu sangat berpengaruh pada kinerja pompa.