Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYAJIKAN RANGKUMAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN MODEL INSTRUKSI LANGSUNG MENGGUNAKAN MEDIA BAGAN Chotimah, Chusnul; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.252 KB)

Abstract

ABSTRAK Kemampuan menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VII E SMP Negeri 14 Semarang belum mencapai target ketuntasan minimal. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi dengan model instruksi langsung menggunakan media bagan. Pengumpalan data menggunakan teknik tes dan nontes. Hasil penelitian aspek keterampilan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sebesar 19,44% dari siklus I nilai rata-rata hasil tes keterampilan sebesar 77,87 dengan persentase ketuntasan 80,56% dan siklus II sebesar 86,03 dengan persentase ketuntasan sebesar 100%. Peningkatan kemampuan menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi ini juga diikuti proses pembelajaran yang optimal, respon siswa terhadap pembelajaran dan perubahan sikap sosial siswa ke arah yang lebih baik.   Kata kunci : rangkuman, teks laporan hasil observasi, model instruksi langsung, media bagan, sikap sosial. ABSTRACT   The ability of presenting summary of observation result report text of 14 Junior High School Semarang students grade VII E has not yet achieve the minimum completenesstarget. This action research classroom aims to improve the ability of presenting summary of observation result report text using direct instruction model and chart media. The Collecting data used test techniques and nontest. The research result of skill aspectshowed that there was significant improvement in the  amount of 19,44%  from the cycle 1, the average of the skill test result was in the amount of 77,87 with the completeness precentage of 80,56% and the cycle 2 in the amount of 86,03 with the completeness precentage of 100%. The improvement of presenting summary of observation result report text also followed by the learning process, students response to the learning and alteration of student social attitude directed to a better way.   Keywords: summary, observation result report text, direct instruction, chart media, social attitude.
KEEFEKTIFAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN MEDIA PUZZLE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS SURAT DINAS PADA SISWA KELAS VII SMP Prihatini, Ika Aprilia; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Profesi Keguruan Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v6i1.22791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model contextual teaching and learning (CTL), keefektifan model think pair share (TPS), dan mengetahui manakah yang lebih efektif di antara model contextual teaching and learning (CTL) dan model think pair share (TPS) dalam pembelajaran menulis surat dinas pada siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design dan menggunakan nonequivalent control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis surat dinas pada siswa kelas VII smp lebih efektif diterapkan menggunakan model contextual teaching and learning (CTL), dibandingkan model think pair share (TPS) dengan nilai hasil rata-rata posttest 90,31 > 80,94 dan nilai signifikansi 0,002 < 0,05This study aims to determine the effectiveness of the contextual teaching and learning (CTL) model, the effectiveness of the think pair share (TPS) model, and find out which is more effective between the contextual teaching and learning (CTL) model and the think pair share (TPS) model in learning write official letters to grade VII students of junior high school. This type of research is a quasi experimental design and uses nonequivalent control group design. The results of this study indicate that the contextual teaching and learning (CTL) model is effectively applied in learning to write official letters, the effective think pair share (TPS) model is applied in learning to write official letters, and the contextual teaching and learning (CTL) model is more effective than the application of the model think pair share (TPS) in learning to write official letters with puzzle media on grade VII junior high school students with an average posttest score of 90.31> 80.94 and a significance value of 0.002 <0.05.
Keefektifan Model Contextual Teaching And Learning (CTL) dan Model Think Pair Share (TPS) dengan Media Puzzle dalam Pembelajaran Menulis Surat Dinas Pada Siswa Kelas VII SMP Prihatini, Ika Aprilia; Utami, Santi Pratiwi Tri
widiyanto Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v6i1.22791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model contextual teaching and learning (CTL), keefektifan model think pair share (TPS), dan mengetahui manakah yang lebih efektif di antara model contextual teaching and learning (CTL) dan model think pair share (TPS) dalam pembelajaran menulis surat dinas pada siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design dan menggunakan nonequivalent control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis surat dinas pada siswa kelas VII smp lebih efektif diterapkan menggunakan model contextual teaching and learning (CTL), dibandingkan model think pair share (TPS) dengan nilai hasil rata-rata posttest 90,31 80,94 dan nilai signifikansi 0,002 0,05This study aims to determine the effectiveness of the contextual teaching and learning (CTL) model, the effectiveness of the think pair share (TPS) model, and find out which is more effective between the contextual teaching and learning (CTL) model and the think pair share (TPS) model in learning write official letters to grade VII students of junior high school. This type of research is a quasi experimental design and uses nonequivalent control group design. The results of this study indicate that the contextual teaching and learning (CTL) model is effectively applied in learning to write official letters, the effective think pair share (TPS) model is applied in learning to write official letters, and the contextual teaching and learning (CTL) model is more effective than the application of the model think pair share (TPS) in learning to write official letters with puzzle media on grade VII junior high school students with an average posttest score of 90.31 80.94 and a significance value of 0.002 0.05.
PERBANDINGAN AFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA Hardyanti, Sitti; Wagiran, Wagiran; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah penelitian ini meliputi (1) bagaimana perbandingan proses pembentukan verba dengan afiksasi pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa; (2) bagaimana perbandingan jenis afiks pembentuk verba bahasa Indonesia dan bahasa Jawa; (3) bagaimanakah perbandingan makna gramatikal afiks pembentuk verba pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan afiks pembentuk verba pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang meliputi proses pembentukan, jenis afiks pembentuk, serta makna gramatikal afiks. Hasil penelitian ini adalah (1)perbandingan proses pembentukan verba dengan afiksasi pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, (2) perbandingan jenis afiks pembentuk verba bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, dan (3) perbandingan makna gramatikal afiks pembentuk verba pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Kata Kunci: proses pembentukan verba dengan afiksasi, jenis afiks pembentuk verba, makna gramatikal afiks pembentuk verba Abstract The research problems are include (1) how the comparison of verb forming process with affixation in Indonesian and Javanese languages; (2) how the comparison of affix types of verb formers Indonesian and Javanese language; (3) how does the grammatical comparison of the verb-form affix affects Indonesian and Javanese. This study aims to determine the verb-form affix affixes in Indonesian and Javanese language which includes the formation process, the forming affix type, and the affective grammatical affix. The results of this research are (1) comparison of verb forming process with affixation in Indonesian and Javanese language, (2) comparison of affix type of verb formers Indonesian and Javanese, and (3) comparison of grammatical affixes of verb formers in Indonesian and Javanese . Keywords: The process of verb forming with affixation, the type of verb-forming affix, the grammatical meaning of the verb-forming affix
Analisis Fitur Kebahasaan Teks Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka dan Kompas Edisi 1 sampai dengan 30 April 2017 Hastuti, Desi; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2019): Juli
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik fitur kebahasaan yang terdapat pada wacana teks Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka dan Kompas Edisi 1 sampai dengan 30 April 2017. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan berupa pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan wacana yang terdapat dalam teks Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka dan Kompas Edisi 1 sampai dengan 30 April 2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih yang dilanjutkan dengan teknik baca markah. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 91 data untuk penggunaan pronomina penunjuk, 69 data untuk penggunaan konjungsi kausalitas, 81 data untuk konjungsi pertentangan, dan 5 data untuk konjungsi misalan. This study aims to identify differences in characteristics of linguistic features contained in the text discourse of the Daily Plans of Suara Merdeka and Kompas Edition 1 to April 30, 2017. The approach used in this study is theoretical approach and methodological approach. The theoretical approach in this research uses discourse analysis approach, while the methodological approach used is descriptive qualitative approach. The data in this study is a fragment of discourse contained in the text of the Daily Suara Merdeka and Kompas Edition 1 to April 30, 2017. The data collection method used is the refer method followed by the record technique. Data analysis methods used in this study is a method that continued with the technique of reading markah. Method of presentation of result of data analysis used is method of informal presentation. Based on the results of the study, 91 data were found for the use of pronominal pointers, 69 data for the use of conjunction causality, 81 data for conjunction contradictions, and 5 data for conjunctions.
Konjungsi Wacana Bahasa Indonesia pada Wacana Media Tulis (Online), Buku Teks (Pelajaran), dan Artikel Ilmiah Amalia, Febri; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi wujud konjungsi wacana antarkalimat dan antarparagraf yang terdapat pada wacana media tulis (online), buku teks (pelajaran), dan artikel ilmiah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan berupa teori analisis wacana, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan wacana tajuk rencana online Suara Merdeka.com edisi bulan Juni 2016 sampai dengan Juli 2016, buku ajar BSE Bahasa dan Sastra Indonesia SMP sampai dengan SMA terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, dan artikel ilmiah populer yang diakses dalam link https://parapenuliskreatif.wordpres.com/category/artikel-ilmiahpopuler/page/4/. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian informal. Berdasarkan data penelitian, ditemukan 234 data wujud konjungsi wacana antarkalimat dan antarparagraf. Adapun konjungsi wacana terdiri atas 8 bentuk konjungsi kohesi antarkalimat koordinatif serta 6 bentuk konjungsi kohesi antarkalimat subordinatif. Jika konjungsi kohesi antarparagraf koordinatif ada 4 bentuk dan kohesi konjungsi antarparagraf subordinatif ada 5 bentuk. This study aims to identify the form of conjunctions discourse between sentence and between paraghrap contained on media discourse write (online), textbooks (lessons), and scientific articles. The approach used in this study is the theoretical approaches and methodological approaches. Theoretical approaches used in the form of discourse analysis theory, whereas the methodological approaches used in the form of qualitative descriptive. This research data in the form of a fragment of discourse editorial Merdeka.com Vote online edition in June 2016 until July 2016, textbook BSE Indonesia Language and Literature junior high school until the issue of Central Book Ministry of National Education, and popular scientific articles that are accessed in the link https://parapenuliskreatif.wordpres.com/category/artikel-ilmiahpopuler/page/4/. Data collection method used is the method see, then proceed with the techniques noted. The data analysis method agih. Method of presenting the results of data analysis used in this study is an informal presentation. Based on research data found 234 data discourse form conjunctions between sentences and between paragraphs. The conjunctions of discourse consists of 8 form coordinative conjunctions cohesion between sentences, and 6 forms of cohesion between sentences subordinating conjunctions. If the coordinating conjunctions cohesion between existing paragraphs 4 form and cohesion between paragraphs subordinating conjunctions there are 5 form.
Kesantunan Bahasa pada Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTS Kelas IX Lestari, Erna Tri; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pematuhan dan pelanggaran bidal-bidal kesantunan, serta kesantunan linguistik yang terdapat pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah pendekatan pragmatik, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan wacana dantuturanpada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX, sedangkan sumber data penelitian ini adalah wacana pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan dengan teknik catat. Analisis data penelitian ini menggunakan metode normatif. Pemaparan hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX ditemukan data yang bervariasi. Berdasarkan bidal-bidal kesantunan yang dipatuhi ditemukan pada bidal bidal kerendahatian, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian. Berdasarkan bidal-bidal kesantunan yang dilanggar ditemukan pada bidal keperkenanan, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian. Berdasarkankesantunan linguistik, ditemukan 3 data yang tergolong dalam panjang pendek tuturan sebagai penentu kesantunan linguistik tuturanimperatif, sedangkan padaungkapan penanda kesantunan linguistik tuturan ditemukan 27 data yang tergolong ke dalam tuturan yang mengandung ungkapan penanda kesantunantuturanimperatif dan tuturan yang tidak mengandung ungkapan penanda kesantunan yaitu pada ungkapan tolong, silakan, mari, ayo, dancoba. The purpose of this study is to describe the maxim-compliance and violation of maxim politeness, as well as linguistic politeness contained in Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX textbooks. This study used theoretical and methodological approaches. The theoretical approach used is a pragmaticapproach, while the methodological approach used is qualitative and descriptive approach. The data in this study is a fragment of discourse on Bahasa dan Sastra Indonesia textbook for Junior High School/MTs class IX, while the source of data is a discourse on Bahasa dan Sastra Indonesia textbook for Junior High School/MTs class IX. Data collection is done with methods and techniques refer to the note. This data analysis using normative method. Exposure data analysis using informal method. The results of the study on Bahasa dan Sastra Indonesia textbook for Junior High School/MTs class IX was found the varies data. Based on maxim politeness complied found in modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Based on maxim politeness infringed found on appobation maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Based on linguistic politeness, found 3 data belongs to the short-legth of the speech as a determinant of linguistic politenesss in speech, while the expression of linguistic speech politeness marker found 27 data that pertained to in the speech containing an exprssion of politeness markers and speech wich does not contain the phrase marker of politeness in that the expression please, please, let's, let's go and try.
Analisis Wacana Kritis Program Mata Najwa "Mereka-reka Cipta Kerja" di Trans 7: Perspektif Teun A. Van Dijk Utami, Santi Pratiwi Tri; Syam, Suhendi; Muharudin, Eko; Juidah, Imas; Sumarlam, Sumarlam
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1: Mei 2021
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v10i1.43909

Abstract

Pesan yang disampaikan dalam wacana program Mata Najwa episode 7 Oktober 2020 bertajuk “Mereka-Reka Cipta Kerja” amat menarik karena mengangkat isu terkini mengenai pro dan kontra disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) atau Omnibus Law. Maksud, tujuan, dan pemikiran yang terekam dalam gelar wicara tersebut merepresentasikan keterwakilan pengejawantahan pemikiran dan penuangan emosi pihak pro dan kontra. Analisis dilakukan untuk mendeskripsi struktur teks dan konteks sosial. Metode penelitian menggunakan analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Pengumpulan data dengan cara transkripsi percakapan dalam episode tersebut. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil analisis menunjukkan struktur teks berdasarkan elemen struktur makro, super struktur, dan struktur mikro berupa aspek semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris mendasari keseluruhan wacana. Analisis terkait konteks sosial memberi gambaran keterwakilan pihak pro dan kontra dari narasumber-narasumber yang dihadirkan. Kedua pihak mempertahankan pendapat kelompok dengan apik, disertai argumen-argumen yang menguatkan, dan data-data sahih yang dihadirkan untuk memberi penjelasan tambahan. Kata kunci: analisis wacana kritis, gelar wicara, perspektif Teun A. Van Dijk Abstract The Mata Najwa program episode 7 October 2020 entitled "Mereka-Reka Cipta Kerja" conveyed an interesting message by raising the latest issues regarding the pros and cons of the ratification of the Job Creation Act (UU Cipta Kerja) or the Omnibus Law. The aims, objectives, and discussions recorded in the talk show represent the representation of the thoughts and emotions of the pros and cons of the ratification of the policy. The analysis aims to describe the structure of the text and the social context of the discourse. The research method uses critical discourse analysis by Teun A. Van Dijk. Data collection by means of transcription of conversations in the episode. Data analysis using interactive model. The results of the analysis show the structure of the text based on the elements of macro structure, super structure, and micro structure in the form of semantic, syntactic, stylistic, and rhetorical aspects that underlie the whole discourse. The analysis related to the social context provides an overview of the representation of the pros and cons of the speakers presented in the talk show. Both parties defended the group's opinion well, accompanied by supporting arguments, and valid data were presented to provide additional explanations. Keywords: critical discourse analysis, talkshow, Teun A. Van Dijk perspective
Upaya Mereduksi Miskonsepsi Literasi Melalui Pendampingan Produksi Konten Booktube Bagi Peserta Didik SMP Negeri 3 Batang Santi Pratiwi Tri Utami; Usrek Tani Utina; Moh. Iqbal Mabruri; Restu Aditia
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.5

Abstract

Abstract The implementation of the School Literacy Movement (GLS) at SMP Negeri 3 Batang challenges is interpreted as reading activities. This shows the existence of literacy misconceptions. The main obstacle encountered was the absence of a follow-up program from the GLS. Team's study formulated a solution, namely a post-reading follow-up mentoring program in the form of Booktube (Book Reviews on Youtube). The formulation of the problem in this service activity is 1) what efforts are being made to reduce misconceptions at SMP Negeri 3 Batang?, and 2) how is the implementation of Booktube production assistance at SMP Negeri 3 Batang? This activity was held on August 4, September 2, and September 21, 2021 with 76 students. The results of the activity, namely 1) Efforts made to reduce literacy misconceptions are knowing the post-reading mentoring program in the form of Booktube, 2) Implementation of Booktube production assistance through training in writing interesting book reviews, production of Booktube content, and ends with the practice of producing and uploading book review content on Youtube. The results of this service activity are optimal in an effort to reduce misconceptions with the follow-up of the GLS in the form of a production of 57 Booktubes. Abstrak Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP Negeri 3 Batang sekadar dimaknai sebagai kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan adanya miskonsepsi literasi. Kendala utama yang ditemui ialah belum adanya program tindak lanjut dari GLS. Hasil telaah tim merumuskan solusi berdasarkan kondisi mitra, yaitu pendampingan program tindak lanjut pascabaca berupa produksi konten Booktube (Book Review on Youtube). Perumusan masalah dalam kegiatan pengabdian ini ialah 1) apa upaya yang dilakukan untuk mereduksi miskonsepsi program literasi sekolah di SMP Negeri 3 Batang?, dan 2) bagaimanakah implementasi pendampingan produksi Booktube di SMP Negeri 3 Batang? Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus, 2 September, dan 21 September 2021 bersama 76 peserta didik. Rincian hasil kegiatan, yakni 1) Upaya yang dilakukan untuk mereduksi miskonsepsi literasi di SMP Negeri 3 Batang ialah dengan pendampingan program tindak lanjut pascabaca berupa produksi konten Booktube, 2) Implementasi pendampingan produksi Booktube di SMP Negeri 3 Batang melalui pelatihan menulis review buku yang menarik, pelatihan produksi konten Booktube, dan diakhiri dengan praktik memproduksi dan mengunggah konten review buku di Youtube. Hasil kegiatan pengabdian ini optimal dalam upaya mereduksi miskonsepsi program literasi sekolah di SMP Negeri 3 Batang dengan adanya tindak lanjut GLS berupa produksi sejumlah 57 Booktube.
KELAYAKAN ISI BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X EDISI REVISI 2016 DITINJAU DARI IMPLIKASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 REVISI Indah Sari; Fatehatun Nikmah; Titi Indah Rahayu; Santi Pratiwi Tri Utami
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 2, No 1 (2018): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.796 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v2i1.21968

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya permasalahan dalam buku teks bahasa Indonesia kelas X SMA edisi revisi 2016. Permasalahan tersebut terdapat pada bagian kelengkapan materi, kedalaman materi, dan kesesuaian materi dengan kurikulum. Kualitas buku teks pelajaran yang dijadikan sumber pembelajaran turut menentukan hasil pencapaian tujuan pembelajaran. Pengabaian buku teks berarti mengabaikan mutu pembelajaran juga. Oleh karena itu diperlukan analisis untuk mengetahui kelayakan buku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan isi buku teks bahasa Indonesia kelas X edisi revisi 2016 ditinjau dari implikasi pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 revisi sehingga dapat menjelaskan mengenai kelayakan isi buku tersebut. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui angket (rubrik kelayakan isi), observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah buku teks  bahasa Indonesia kelas X SMA edisi revisi 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks bahasa Indonesia kelas X SMA edisi revisi 2016 ini layak dari aspek kelayakan isinya. Hal ini didukung dari nilai rata-rata per bab yakni 8,4 dari nilai sempurna 10. Meski demikian buku teks ini masih memiliki kekurangan terutama dibagian kelengkapan materi, dan kedalaman materinya.