Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMPRODUKSI TEKS ANEKDOT SECARA TERTULIS DENGAN MODEL JIGSAW MENGGUNAKAN MEDIA FILM BISU PADA PESERTA DIDIK KELAS X TP3RP SMK NEGERI 1 KENDAL TAHUN AJARAN 2014/2015 Sari, Dina Purnama; -, Suseno; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.218 KB)

Abstract

Pembelajaran menelaah dan merevisi pada peserta didik kelas VII-E SMP Negeri 1 Ampelgading Kabupaten Pemalang belum mencapai target ketuntasan minimal. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain peserta didik yang belum mampu menemukan, menanggapi, serta memperbaiki teks cerpen serta kurangnya latihan yang berbentuk kegiatan menelaah dan merevisi teks cerpen. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan model dan media yang tepat sehingga mampu memberi stimulus kepada peserta didik agar lebih antusias terhadap kegiatan pembelajaran dan dapat mempermudah kegiatan peserta didik untuk menelaah dan merevisi teks cerpen karena masih terdapat peserta didik yang kebingungan jika diberi intruksi untuk menelaah dan merevisi sebuah teks cerita pendek. Penerapan model pembelajaran Cooperetive Integrated Reading and Compositin (CIRC) berbantuan media potel diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menelaah dan merevisi teks cerpen kelas VII-E SMP Negeri 1 Ampelgading Kabupaten Pemalang. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Dari hasil penelitian, diketahui adanya peningkatan persentase ketuntasan klasikal yang diperoleh peserta didik dalam menelaah dan merevisi teks cerpen. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal aspek pengamatan proses 66,67% meningkat menjadi 87,17%. Berikutnya persentase sikap religius 74,37%, meningkat menjadi 94,87%. Kemudian persentase aspek sosial pada siklus I seperti sikap jujur 64,10% meningkat menjadi 82,05%, tanggung jawab 66,67% meningkat menjadi 79,48, sikap santun 66,67 meningkat menjadi 82,05. Aspek pengetahuan pun mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu dari 66,67% meningkat menjadi 82,05%. Aspek terakhir yang dijadikan pedoman dalam peningkatan persentase kelas adalah aspek ketrampilan. Aspek ketrampilan siklus I sebesar 61,53% dan mengalami peningkatan samapai 82,05% pada siklus II.  Learning reviewing and revising the students of class VII-E SMP Negeri 1 Ampelgading Pemalang not yet reached the target minimum completeness. Factors affecting this include students who have not been able to find, respond to, and improve the text of short stories and a lack of exercise in the form of activities to review and revise the text short stories. Therefore, teachers need to use models and appropriate media so as to provide a stimulus for learners to be more enthusiastic about learning activities and to facilitate the activities of learners to examine and revise the text of the short story as there are learners who are confused if given instructions to examine and revise a short story text. Application of learning models Cooperetive Integrated Reading and Compositin (CIRC) aided POTEL media is expected to overcome these problems. Subjects of this study is to review and revise the skills short story text-E class VII SMP Negeri 1 Ampelgading Pemalang. Collecting data using test techniques and nontes. From the research, it is known to an increase in the percentage of classical completeness obtained learners in reviewing and revising the short story text. In the first cycle percentage classical completeness aspect of process observation 66.67% increase to 87.17%. Next percentage religious attitude 74.37%, increased to 94.87%. Then the percentage of the social aspects of the cycle I like honesty 64.10% increase to 82.05%, 66.67% responsibility increased to 79.48, 66.67 mannered attitude increased to 82.05. Aspects of knowledge was increased from the first cycle to the second cycle of 66.67% which increased to 82.05%. The last aspect that will guide the class is an increase in the percentage of skill aspect. Aspects skills first cycle of 61.53% and 82.05% increase samapai on the second cycle.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS EKSPLANASI DENGAN METODE PETA KONSEP BERBANTUAN MEDIA VIDEO PERISTIWA ALAM BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII C SMP NEGERI 1 TAWANGHARJO KABUPATEN GROBOGAN Utami, Santi Pratiwiw Tri; Murniasih, Murniasih
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2: November 2016
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.514 KB)

Abstract

Abstrak Pengetahuan dan keterampilan peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Tawangharjo, Kabupaten Grobogan dalam memahami dan menyusun teks eksplanasi belum mencapai target ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyusun teks eksplanasi secara tertulis dan mengubah perilaku peserta didik menjadi lebih baik dengan metode peta konsep berbantuan media video peristiwa alam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode peta konsep berbantuan media video peristiwa alam, dapat digunakan untuk meningkatan aspek pemahaman dan keterampilan peserta didik dalam menyusun teks eksplanasi. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Hasil penelitian aspek pengetahuan menunjukan adanya peningkatan 100% dari prasiklus sebesar 0,99 (20,58%) ke siklus I sebesar 2,97 (58,82%) menjadi 3,9 (100%) pada siklus II. Selain itu, aspek keterampilan juga mengalami peningkatan sebesar 41,2% dari prasiklus sebesar 2,06 (26,47%) ke siklus I 2,9 (64,7%) dan siklus II sebesar 3,2 (91,2%). Penelitian menggunakan metode peta konsep berbantuan media video peristiwa alam mampu mengoptimalkan proses pembelajaran, mengubah sikap spiritual maupun sikap sosial peserta didik menjadi lebih baik, dan meningkatkan hasil belajar aspek pengetahuan dan keterampilan menyusun teks eksplanasi. Kata Kunci: Media Video Peristiwa Alam, Metode Peta Konsep, Teks Eksplanasi.   Abstract                The knowledge and skills of students of class VII C SMP Negeri 1 Tawangharjo, Grobogan in understanding and preparing explanatory text has not reached the target minimum completeness. This study aims to improve the skills of preparing a written explanation text and change the behavior of students to be better. Improved skills preparing explanatory text with concept mapping method aided video media natural events. The results showed that the method of concept maps video media-assisted natural events, can be used to improve aspects of the understanding and skills of learners in preparing the explanatory text. Collecting data using test techniques and nontes. The results of the research aspects of knowledge shows the increase of 100% from 0,99 prasiklus to the first cycle of 2.97 to 3.9 in the second cycle. In addition, aspects of skills also increased by 41.2% from prasiklus of 2.06 to 2.9 the first cycle and the second cycle of 3.2. Research using concept maps video media-assisted natural events are able to optimize the learning process, to change the attitude of spiritual and social attitudes become better learners, and improve learning outcomes aspects of knowledge and skills preparing explanatory text.   Keywords: Video Media-Assisted Natural Events, Concepts Maps, Explanatory Text.
KEEFEKTIFAN MODEL EXAMPLE NON-EXAMPLE DAN MODEL PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN MENYAJIKAN TEKS DESKRIPSI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERTEMA OBJEK WISATA SEJARAH PADA PESERTA DIDIK KELAS VII MTs Rini, Sri Endah Setyo; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1: Mei 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.91 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan keefektifan model example non-example dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah, (2) mendeskripsikan keefektifan model picture and picture dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah, (3) mendeskripsikan model yang lebih efektif antara model example non-example dan  model picture and picture dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah. Metode penelitian yang digunakan yaitu, eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Hasil penelitian ini yaitu, 1) model example non-example efektif digunakan dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah, 2) model picture and picture efektif digunakan dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah, 3) model picture and picture lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah dengan signifikasi (Sig. 2-tailed) 0,012<0,05.   Kata kunci:  model example non-example, model picture and picture, teks deskripsi, dan media gambar bertema objek wisata sejarah   Abstract The purpose of this study are (1) to describe the effectiveness of the example non-example model in the lesson of providing descriptive text with picture media themed historical attractions, (2) to describe the effectiveness of the picture and picture model in the lesson of providing descriptive text with picture media themed historical attractions, (3) to describe model which is more effective between example non-example model and picture and picture model in the lesson of providing descriptive text with picture media themed historical attractions. The research method that used is quasi eksperiment with the design form of Nonequivalent Control Group Design. The result of this study are 1) example nonexample model is effectively used in learning to present descriptive text with picture media themed historical attractions, 2) picture and picture model is effectively used in learning to present descriptive text with picture media themed historical attractions, 3) picture and picture model more effectively used in learning to present descriptive text with picture media themed historical attractions with significance (Sig. 2-tailed) 0,012<0,05.   Keywords: example non-example model, picture and picture model, descriptive text, and media of theme historical tourism objects
PERBANDINGAN AFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA Hardyanti, Sitti; Wagiran, Wagiran; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah penelitian ini meliputi (1) bagaimana perbandingan proses pembentukan verba dengan afiksasi pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa; (2) bagaimana perbandingan jenis afiks pembentuk verba bahasa Indonesia dan bahasa Jawa; (3) bagaimanakah perbandingan makna gramatikal afiks pembentuk verba pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan afiks pembentuk verba pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang meliputi proses pembentukan, jenis afiks pembentuk, serta makna gramatikal afiks. Hasil penelitian ini adalah (1)perbandingan proses pembentukan verba dengan afiksasi pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, (2) perbandingan jenis afiks pembentuk verba bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, dan (3) perbandingan makna gramatikal afiks pembentuk verba pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Kata Kunci: proses pembentukan verba dengan afiksasi, jenis afiks pembentuk verba, makna gramatikal afiks pembentuk verba Abstract The research problems are include (1) how the comparison of verb forming process with affixation in Indonesian and Javanese languages; (2) how the comparison of affix types of verb formers Indonesian and Javanese language; (3) how does the grammatical comparison of the verb-form affix affects Indonesian and Javanese. This study aims to determine the verb-form affix affixes in Indonesian and Javanese language which includes the formation process, the forming affix type, and the affective grammatical affix. The results of this research are (1) comparison of verb forming process with affixation in Indonesian and Javanese language, (2) comparison of affix type of verb formers Indonesian and Javanese, and (3) comparison of grammatical affixes of verb formers in Indonesian and Javanese .   Keywords: The process of verb forming with affixation, the type of verb-forming affix, the grammatical meaning of the verb-forming affix
Konjungsi Wacana Bahasa Indonesia pada Wacana Media Tulis (Online), Buku Teks (Pelajaran), dan Artikel Ilmiah Amalia, Febri; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi wujud konjungsi wacana antarkalimat dan antarparagraf yang terdapat pada wacana media tulis (online), buku teks (pelajaran), dan artikel ilmiah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan berupa teori analisis wacana, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan wacana tajuk rencana online Suara Merdeka.com edisi bulan Juni 2016 sampai dengan Juli 2016, buku ajar BSE Bahasa dan Sastra Indonesia SMP sampai dengan SMA terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, dan artikel ilmiah populer yang diakses dalam link https://parapenuliskreatif.wordpres.com/category/artikel-ilmiahpopuler/page/4/. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian informal. Berdasarkan data penelitian, ditemukan 234 data wujud konjungsi wacana antarkalimat dan antarparagraf. Adapun konjungsi wacana terdiri atas 8 bentuk konjungsi kohesi antarkalimat koordinatif serta 6 bentuk konjungsi kohesi antarkalimat subordinatif. Jika konjungsi kohesi antarparagraf koordinatif ada 4 bentuk dan kohesi konjungsi antarparagraf subordinatif ada 5 bentuk. This study aims to identify the form of conjunctions discourse between sentence and between paraghrap contained on media discourse write (online), textbooks (lessons), and scientific articles. The approach used in this study is the theoretical approaches and methodological approaches. Theoretical approaches used in the form of discourse analysis theory, whereas the methodological approaches used in the form of qualitative descriptive. This research data in the form of a fragment of discourse editorial Merdeka.com Vote online edition in June 2016 until July 2016, textbook BSE Indonesia Language and Literature junior high school until the issue of Central Book Ministry of National Education, and popular scientific articles that are accessed in the link https://parapenuliskreatif.wordpres.com/category/artikel-ilmiahpopuler/page/4/. Data collection method used is the method see, then proceed with the techniques noted. The data analysis method agih. Method of presenting the results of data analysis used in this study is an informal presentation. Based on research data found 234 data discourse form conjunctions between sentences and between paragraphs. The conjunctions of discourse consists of 8 form coordinative conjunctions cohesion between sentences, and 6 forms of cohesion between sentences subordinating conjunctions. If the coordinating conjunctions cohesion between existing paragraphs 4 form and cohesion between paragraphs subordinating conjunctions there are 5 form.
Kesantunan Bahasa pada Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTS Kelas IX Lestari, Erna Tri; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pematuhan dan pelanggaran bidal-bidal kesantunan, serta kesantunan linguistik yang terdapat pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah pendekatan pragmatik, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan wacana dantuturanpada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX, sedangkan sumber data penelitian ini adalah wacana pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan dengan teknik catat. Analisis data penelitian ini menggunakan metode normatif. Pemaparan hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX ditemukan data yang bervariasi. Berdasarkan bidal-bidal kesantunan yang dipatuhi ditemukan pada bidal bidal kerendahatian, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian. Berdasarkan bidal-bidal kesantunan yang dilanggar ditemukan pada bidal keperkenanan, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian. Berdasarkankesantunan linguistik, ditemukan 3 data yang tergolong dalam panjang pendek tuturan sebagai penentu kesantunan linguistik tuturanimperatif, sedangkan padaungkapan penanda kesantunan linguistik tuturan ditemukan 27 data yang tergolong ke dalam tuturan yang mengandung ungkapan penanda kesantunantuturanimperatif dan tuturan yang tidak mengandung ungkapan penanda kesantunan yaitu pada ungkapan tolong, silakan, mari, ayo, dancoba. The purpose of this study is to describe the maxim-compliance and violation of maxim politeness, as well as linguistic politeness contained in Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX textbooks. This study used theoretical and methodological approaches. The theoretical approach used is a pragmaticapproach, while the methodological approach used is qualitative and descriptive approach. The data in this study is a fragment of discourse on Bahasa dan Sastra Indonesia textbook for Junior High School/MTs class IX, while the source of data is a discourse on Bahasa dan Sastra Indonesia textbook for Junior High School/MTs class IX. Data collection is done with methods and techniques refer to the note. This data analysis using normative method. Exposure data analysis using informal method. The results of the study on Bahasa dan Sastra Indonesia textbook for Junior High School/MTs class IX was found the varies data. Based on maxim politeness complied found in modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Based on maxim politeness infringed found on appobation maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Based on linguistic politeness, found 3 data belongs to the short-legth of the speech as a determinant of linguistic politenesss in speech, while the expression of linguistic speech politeness marker found 27 data that pertained to in the speech containing an exprssion of politeness markers and speech wich does not contain the phrase marker of politeness in that the expression please, please, let's, let's go and try.
PELATIHAN PENYUNTINGAN BAHASA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS MAJALAH SEKOLAH PADA ANGGOTA FORUM MAJALAH SEKOLAH SE-SURAKARTA (FORMASTA) Utami, Santi Pratiwi Tri; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah harus menyediakan wadah bagi siswa yang ingin mengembangkan talenta dan minatnya melalui jalur kegiatan ekstrakurikuler, contohnya bidang jurnalistik. Saat ini, salah satu output dari kegiatan ekstrakurikuler bidang jurnalistik yang masih terus dikembangkan di beberapa sekolah di kotamadya Surakarta ialah majalah sekolah. Bahkan, sudah terbentuk satu forum yang bertujuan untuk menggeliatkan atau menggemakan jurnalistik di lingkungan sekolah yaitu Forum Majalah Sekolah Se-Surakarta (Formasta). Majalah sekolah memiliki kualitas kebahasaan yang masih memprihatinkan. Kesalahan yang banyak ditemui ialah penerapan standar penerapan Ejaan yang Disempurnakan (EYD), pemilihan kata (diksi), penyusunan kalimat efektif dan pengembangan paragraf. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi ialah Prakegiatan, berupa pretest untuk mengetahui kompetensi kebahasaan tulis peserta workshop yang notebene merupakan anggota redaksi majalah sekolah. Selama Kegiatan, berupa pemberian materi dan informasi mengenai dunia penyuntingan, namun difokuskan pada penyuntingan bahasa. Pascakegiatan yang diisi dengan postest, berupa praktik penyuntingan bahasa yang dilakukan oleh peserta.
PELATIHAN PENULISAN BAHASA IKLAN UNTUK MENINGKATKAN ANGKA PENJUALAN PRODUK BAGI MAHASISWA PEBISNIS ONLINE Utami, Santi Pratiwi Tri; Istanti, Wati
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan penulisan bahasa iklan ini memiliki tujuan agar mahasiswa pebisnis online di Universitas Negeri Semarang memiliki pemahaman mengenai kekuatan (pentingnya) bahasa iklan sebagai sarana pendukung marketing dan mampu menyusun bahasa iklan yang menarik dan tepat sasaran sehingga angka penjualan produk (pendapatan) makin meningkat. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan ini dilaksanakan dengan metode workshop dalam bentuk penyampaian materi, diskusi, serta simulasi dan praktik penulisan bahasa iklan. Kegiatan diikuti mahasiswa pebisnis online dari FBS, FT, FIS, FE, dan FIK Universitas Negeri Semarang. Produk yang ditawarkan antara lain fashion, berbagai produk olahan makanan (coklat, kue, keripik, dll), penawaran jasa, dan lain sebagainya. Rata-rata pendapatan awal per bulan Rp100.000,00 s.d. Rp1.000.000,00. Dengan adanya kegiatan ini, mereka menjadi makin mengerti akan arti penting iklan. Sebagian besar peserta kemudian mengimplementasikan bahasa iklan dalam toko online mereka. Hal tersebut berimbas positif pada peningkatan angka penjualan produk sekitar 30-40%. Peningkatan tersebut berbanding lurus dengan peningkatan laba yang diperoleh. Sebagian besar peserta memberi tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Tanggapan positif tersebut antara lain terkait pemberian wawasan dan motivasi dalam bisnis online, pengetahuan tentang hakikat dan tujuan bahasa iklan untuk meningkatkan angka penjualan, provokasi untuk mengembangkan bisnis online dalam jangka panjang, dan penumbuhan semangat berwirausaha baru.
PENERAPAN TEKNIK KOREKSI TIDAK LANGSUNG UNTUK MEMINIMALKAN KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENYUSUNAN KARYA ILMIAH PADA MAHASISWA NONJURUSAN BAHASA Tri Utami, Santi Pratiwi; Syaifudin, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 41, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v41i1.2230

Abstract

Karya ilmiah merupakan salah satu sarana penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Saat menyusun karya ilmiah, sebagian besar mahasiswa mengeluhkan kesulitan mengorganisasikan isi dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah sehingga banyak kesalahan berbahasa yang timbul, khususnya oleh mahasiswa nonjurusan bahasa. Oleh karena itu, harus segera dicari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu teknik untuk meminimalkan kesalahan berbahasa yaitu dengan teknik koreksi tidak langsung. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga tahap: prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kesalahan berbahasa pada penyusunan karya ilmiah dengan menerapkan teknik koreksi tidak langsung pada setiap tindakan, baik tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Secara keseluruhan mengalami penurunan rata-rata sebesar 25,06%. Jumlah rata-rata kesalahan berbahasa pada tahap prasiklus sebesar 24%, pada siklus II jumlah rata-rata kesalahan berbahasa menurun menjadi 13,75%. Setelah diterapkan teknik koreksi tidak langsung, mahasiswa dapat meminimalisasi kesalahan berbahasa dalam penyusunan karya ilmiah, serta terdapat persepsi dan kesan positif dari mahasiswa pada perkuliahan Mata Kuliah Umum bahasa Indonesia. Academic writing is one of the tools of dissemination science and technology. When developing academic writing, most of the students have difficulties in organizing and applying the rules of academic writing. It caused many language errors arise, particularly for non language departement students. Therefore, solutions must be sought to overcome these problems. One of the techniques to minimize language errors is indirect correction technique. This classroom action research was conducted in three phases: pre cycle, cycle 1 and cycle 2. The results show that the level of language errors in the preparation of academic writing are decreases by applying the indirect correction technique. Overall an average decline of 25,06%. The average number of language errors pre cycle by 24%, the second cycle of the average number of language errors decreased to 13,75% %. After indirect correction technique applied, it could minimize language errors in the preparation of academic writing for students non language departement, and there are perceptions and positive impressions from the students at general course Indonesian language.
Analisis Fitur Kebahasaan Teks Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka dan Kompas Edisi 1 sampai dengan 30 April 2017 Hastuti, Desi; Hartono, Bambang; Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2019): Juli
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v8i2.27202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik fitur kebahasaan yang terdapat pada wacana teks Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka dan Kompas Edisi 1 sampai dengan 30 April 2017. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan berupa pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan wacana yang terdapat dalam teks Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka dan Kompas Edisi 1 sampai dengan 30 April 2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih yang dilanjutkan dengan teknik baca markah. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 91 data untuk penggunaan pronomina penunjuk, 69 data untuk penggunaan konjungsi kausalitas, 81 data untuk konjungsi pertentangan, dan 5 data untuk konjungsi misalan. This study aims to identify differences in characteristics of linguistic features contained in the text discourse of the Daily Plans of Suara Merdeka and Kompas Edition 1 to April 30, 2017. The approach used in this study is theoretical approach and methodological approach. The theoretical approach in this research uses discourse analysis approach, while the methodological approach used is descriptive qualitative approach. The data in this study is a fragment of discourse contained in the text of the Daily Suara Merdeka and Kompas Edition 1 to April 30, 2017. The data collection method used is the refer method followed by the record technique. Data analysis methods used in this study is a method that continued with the technique of reading markah. Method of presentation of result of data analysis used is method of informal presentation. Based on the results of the study, 91 data were found for the use of pronominal pointers, 69 data for the use of conjunction causality, 81 data for conjunction contradictions, and 5 data for conjunctions.