Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KERJA BAKTI KESBERSIHAN RUMAH IBADAH DI DESA TELUK BERINGIN KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Sahri Muharam; Rika Ramadhanti; Alsar Andri; Desriadi Desriadi; Mellio Fatria; Emilia Emharis; Robby Kurniawan; Sarjan M
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2243

Abstract

Rumah ibadah khususnya Mesjid maupun Musholah merupakan pusat kegiatan umat muslim yang perkembangannya sangat pesat pada masa sekarang ini. Mesjid maupun Musholah sangat mudah dijumpai dimana saja, baik itu diterminal, tempat rekreasi, dan lembaga pendidikan. Hal ini tentunya telah menjadi sebuah kemudahan bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi sehingga keberadaan mesjid sangat membantu. Keadaan Mesjid maupun Musholah sangat mencerminkan keadaan umatnya. Dengan adanya umat Islam disekitar mesjid maupun musholah seharusnya peran dari sebuah tempat ibadah dapat dioptimalkan fungsinya. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam rangka mengelola dan melestarikan Mesjid maupun Musholah Sosialisasi dan Kerja Bhakti ini dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kerja bakti memberisihkan rumah ibadah dan diskusi disertai dengan berbagi informasi (sharing) antara tim pengabdian dengan seluruh elemen dan perangkat Desa Teluk Beringin Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singing
STRATEGI PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DI KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Alsar Andri; Sarjan M; Desriadi Desco; Rika Ramadhanti; Emilia Emharis; Sahri Muharam; H. Sumarli; Melliofatria Hendri
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2744

Abstract

Aparatur pemerintah desa dipandang sangat penting untuk meningkatkan SDM dan menjadi sebuah keharusan, agar aparatur pemerintah desa dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Persoalan yang terjadi dapat diidentifikasi, lemahnya dan terbatasnya kapasitas sumber daya aparat yang mampu mengelola manajemen pemerintahan desa dalam mendukung peningkatan dan pemberdayaan masyarakat desa. Semestinya penggunaan dana desa untuk peningkatan SDM apartur desa dapat menjadi wacana dan pemikiran desa agar lebih maju. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada Kantor Camat Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi dengan segmet atau khalyak sasaran adalah kepala desa dan sekretaris desa di 12 desa pada Kecamatan Gunung Toar, dengan bentuk kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat), workshop serta bimbingan teknis (bimtek) yang bertujuan meningkatkan dan mengembangkan SDM aparatur pemerintah desa. Hasilnya, kegiatan ini sangat memberikan dampak positif yang siginifikan serta dapat meningkatkan dan mengembangkan SDM aparatur pemerintah desa
PEMBINAAN PENDIDIKAN BERKARAKTER DAN KEPEMIMPIN DILINGKUNGAN SMAN 1 HULU KUANTAN Sarjan M; Rika ramadhanti; Emilia Emharis; Desriadi; Alsar Andri; Risvandi risvandi; Sahri Muharam; Melliofatria; Tria Anggraini; Nur Metri; Julia Fitri
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2026
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v6i1.5720

Abstract

Pendidikan karakter merupakan upaya sistematis dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku positif seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas kepada peserta didik. Di era perkembangan teknologi dan media sosial, penguatan pendidikan karakter menjadi semakin penting karena berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak mulia, menjadi warga negara yang baik, serta mampu beradaptasi dengan nilai-nilai budaya di lingkungan masyarakat. Pendidikan karakter juga berkaitan erat dengan kepemimpinan, karena nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi terbentuknya pemimpin yang berintegritas, inspiratif, dan mampu menjadi teladan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMAN 1 Hulu Kuantan tentang pendidikan karakter dan kepemimpinan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, bimbingan teknis, diskusi, dan sharing knowledge yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya penerapan nilai-nilai karakter serta tumbuhnya motivasi dalam mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan sesuai tujuan pendidikan nasiona.
ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) DI KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Sahri Muharam
YUDABBIRU JURNAL ADMINISTRASI NEGARA Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan Di kecamatan Kuantan Tengah 2016-2017, (2) hambatan dalam merealisasi kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan di kecamatan Kuantan Tengah , dan (3) cara menanggulangi hambatan dalam merealisasi kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan di Kecamatan Kuantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan di Kecamatan Kuantan Tengah dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2017 terus mengalami penurunan hal ini dibuktikan dari persentase kepatuhan wajib pajak yaitu pada tahun 2016 (29.1%), tahun 2017 (26.7%), (2) Hambatan yang dialami dalam merealisasikan kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan di di Kecamatan Kuantan Tengah adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran wajib pajak, dan tingkat pendapatan wajib pajak. (3) Cara menanggulangi hambatan dalam merealisasikan kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan adalah dengan cara memberikan sosialisasi kepada wajib pajak, dan dengan memeriksa tarif pajak.
TRADISI BALIMAU KASAI DI KELURAHAN MUARA LEMBU KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Sahri Muharam
YUDABBIRU JURNAL ADMINISTRASI NEGARA Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan Di kelurahan muara Lembu Kecamatan Singingi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui prosesi mandi balimau kasai menurut adat Singingi di Muara lembu Kecamatan Singingi. Penelitian ini berjudul “ Tradisi Balimau Kasai Di Kelurahan Muara lembu Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi”. Topik fokus penelitian ini adalah Bagaimana prosesi mandi balimau kasai menurut adat Singingi Kelurahan muara Lembu. Informan penelitian adalah semua warga yang tinggal di Mura Lembu. Sedangkan cara pengambilan sampelnya yaitu dengan Purposive Sampling. Dimana penarikan sampel ini dilakukan karena Peneliti memilih seluruh populasi yaitu semua masyarakat Muara Lembu. Sampel diambil sebanyak 3 orang dari keseluruhan masyarakat yang ada di lokasi penelitian, Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data dianalisis secara kualitatif. Instrumen data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Keistimewaan Balimau Kasai merupakan acara adat yang mengandung nilai sakral yang khas. Wisatawan yang mengikuti acara ini bisa menyaksikan masyarakat muara lembu dan sekitarnya berbondong-bondong menuju pinggir sungai (Sungai Singingi) untuk melakukan ritual mandi bersama. makna menjadi ajang cari jodoh dan mandi bersama pasangan yang bukan muhrim. Balimau Kasai dijadikan hari terakhir sebelum hari semuanya dilarang pada keesokan hari. kita sebagai generasi muda harus meluruskan adat ini karena sudah tercoreng akan keburukan.
ANALISIS KINERJA APARATUR SIPIl NEGARA PADA KANTOR KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TAHUN 2017 Sahri Muharam; Alsar Andri; Sumarli Sumarli
YUDABBIRU JURNAL ADMINISTRASI NEGARA Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja merupakan indikator keberhasilan suatu program yang telah disusun oleh instansi. Kinerja ASN yang efektif dapat dilihat dari sejauh mana ASN dalam melaksanan tugas-tugas dan fungsi-fungsi yang diemban. Tujuan penelitian adalah melihat sejauh mana keberhasilan program fasilitasi pemberdayaan yang diembankan kepada kantor camat Singingi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kinerja model partner-lawyer (Donnelly, Gibson dan Invancevich yakni kemampuan, keinginan dan lingkunagan.Tipe penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Survey, dengan tingkat eksplanasi Deskriptif serta menggunakan analisis data Kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, studi dokumentasi dan triangulasi(gabungan). Informan penelitian ini 5 (lima) orang yang diambil dengan teknik snowball sampling. Hasilpenelitian ini adalah bahwa bila dilihat dari data Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) tahun 2017 serta didukung dengan indikator dan sub indikator yang telah peneliti lakukan bahwasannya program-program fasilitasi pemberdayaan belum berjalan secara maksimal
RADIKALISME DALAM PERSPEKTIF NEGARA DAN ISLAM Sahri Muharam; Shilvirichiyanti Shilvirichiyanti
YUDABBIRU JURNAL ADMINISTRASI NEGARA Vol. 4 No. 1 (2022): Yudabbiru : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini terorisme sering diidentikkan dan dilekatkan pada penganut fundamentalisme, utamanya fundamentalisme agama yang kemudian disebut-sebut sebagai akar dari Islam, artinya agama Islam diposisikan sebaajuk gai yang ajaran-ajarannya membenarkan dan menghalalkan kekerasan ebagai perjuangan.Sementara itu, kemunculan terorisme sendiri cukup kompleks. Tidaklah mengherankan kalau kemudian muncul beragam argument teoritis mengenai sebab-sebab terjadinya terorisme. Sebagi fenomena teks keagamaan, kata jihad sering kali dipahami oleh kelompok eksklusif sebagai suatu tindakan yang lekat dengan kekerasan. Dalam kaitannya dengan hal ini maka asumsi komunitas keagamaan menyebut bila terorisme diidentikkan dengan Islam. Ideologi fundamentalis Muslim atas legitimasi agama terhadap aksi kekerasan sebagai konsep jihad perlu dikaji lebih mendalam. Hal ini dimaksudkan untuk mengelaborasi ada atau tidaknya keterkaitan antara jihad dalam Islam dan aksi teror, sekaligus menjawab asumsi bahwa Islam seolah-olah menjustifikasi terorisme
PENATAAN SISTEM HUKUM DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BERDASARKAN PANCASILA SEBAGAI SUMBER SEGALA SUMBER HUKUM NEGARAPENATAAN SISTEM HUKUM DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BERDASARKAN PANCASILA SEBAGAI SUMBER SEGALA SUMBER HUKUM NEGARA Mhd. Himsar Siregar; Sahri Muharam
YUDABBIRU JURNAL ADMINISTRASI NEGARA Vol. 4 No. 2 (2022): Yudabbiru : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penempatan Pancasila sebagai sumber hukum di Indonesia adalah sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 yang menempatkan Pancasila sebagai dasar ideologi Negara serta sekaligus dasar filosofis bangsa dan Negara, sehingga setiap materi muatan peraturan perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum memiliki legitimasi yuridis baik dalam TAP MPR maupun dalam Undang-Undang tetap saja tidak memberi jaminan kepastian hukum dalam tata urutan peraturan perundang-undangan. Akibatnya, keberadaan Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum tidak memiliki unsur imperatif atau daya mengikat dalam hirarki perundang-undangan. Hal inilah yang kemudian menjadi persoalan. Tidak dimasukkannya Pancasila dalam hirarki peraturan perundang-undangan telah mengakibatkan munculnya disharmonisasi antara peraturan perundang-undangan. Tidak heran apabila terdapat Undang-Undang dan ataupun Peraturan Daerah yang dibatalkan karena masalah disharmonisasi. Untuk itu, sudah menjadi kebutuhan dalam berhukum agar memasukkan Pancasila dalam peraturan perundang-undangan. Kata Kunci : Pancasila, sumber hukum, undang-undang.