Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Transformasi Kapasitas Aparatur Desa dalam Penyusunan RAB: Studi Kasus di Desa Tuloa, Kabupaten Bone Bolango Harun, Ervan Hasan; Utiarahman, Arfan; Ilham, Jumiati
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i2.1680

Abstract

Pembangunan infrastruktur desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. Namun, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan aparatur desa dalam menyusun dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat dan sesuai dengan standar harga satuan resmi seperti AHSP dan SNI. Di Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, penyusunan RAB selama ini masih dilakukan secara manual tanpa acuan standar dan tanpa dukungan teknologi informasi, sehingga menghambat efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan Dana Desa. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian dari Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan program pelatihan dan pendampingan peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Metode kegiatan meliputi pelatihan teknis penyusunan RAB berbasis AHSP/SNI, pelatihan penggunaan Excel, serta pengarsipan dokumen digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35% dibandingkan sebelum pelatihan dan terbentuknya sistem pengarsipan digital di pemerintah desa. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis aparatur, memperkuat tata kelola keuangan desa yang transparan, serta menjadi model replikasi bagi desa lain menuju transformasi digital pemerintahan desa.   Village infrastructure development plays a crucial role in improving welfare and equitable development. However, its success depends heavily on the ability of village officials to prepare accurate Budget Plan (RAB) documents that comply with official unit price standards such as AHSP and SNI. In Tuloa Village, North Bulango District, Bone Bolango Regency, RAB preparation has been carried out manually without standard references and without the support of information technology, thus hampering the efficiency, accountability, and transparency of Village Fund management. To address this, a community service team from Gorontalo State University implemented a training and mentoring program to increase the capacity of village officials through a participatory and collaborative approach. The activity methods included technical training in preparing AHSP/SNI-based RABs, training in Excel usage, and digital document archiving. Evaluation results showed a 35% increase in participant knowledge compared to before the training and the establishment of a digital archiving system within the village government. This program was deemed effective in improving the technical skills of officials, strengthening transparent village financial governance, and serving as a model for replication for other villages towards digital transformation of village government.
Measuring integrity: A portrait of Gorontalo’s readiness to realize an integrity-driven governance system Rio Monoarfa; Arip Mulyanto; Arfan Utiarahman; Idham Halid Lahay; Rezkiawan Tantawi; Surya Handrisusanto Ahmad
Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol 11 No 2 (2025): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v11i2.1435

Abstract

This study aims to measure the level of the integrity index in the Gorontalo region, which includes six districts/municipalities and one province. Data were collected using a questionnaire instrument distributed to civil servants, beneficiary communities, vendors, and experts. The data were processed using R-Studio software to ensure accurate and comprehensive analysis. The findings reveal significant variations in index scores, with the highest score recorded in Bone Bolango District and the lowest in Pohuwato District. The dimensions of transparency and goods/services procurement management show strong performance, while institutional integrity and anti-corruption outreach tend to be low. Gorontalo City and North Gorontalo District show low institutional integrity scores, indicating the need for organizational culture reform and strengthened oversight systems. Initiatives such as technology-based services, community engagement, and anti-corruption training have shown positive outcomes, although their implementation remains inconsistent. Indications of nepotistic practices and tolerance toward gratuities pose challenges that require immediate attention. Strategic recommendations include strengthening internal oversight mechanisms, implementing a meritocracy system to eliminate nepotism, intensifying anti-corruption outreach, and enhancing community involvement in public oversight. The use of information technology and collaboration with supervisory institutions such as the Corruption Eradication Commission (KPK) are essential to realizing a more integrity-driven, transparent, and accountable governance system in Gorontalo.  
Analisis Life Cycle Cost Pada Gedung Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Telaga, Gorontalo Indriani Kurniati Doda; Arfan Utiarahman; Arfan Usman Sumaga
Composite Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v5i1.139

Abstract

Keberadaan bangunan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Setelah dibangun, diharapkan dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan umur layanan yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pemeliharaan pada bagian dinding (pengecatan), plafond dan pelapis lantai/keramik pada gedung Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Telaga dan menganalisis komponen yang memiliki biaya pemeliharaan terbesar pada gedung tersebut. Analisis data meliputi identifikasi lokasi penelitian dengan observasi lapangan dan mengumpulkan data RAB bangunan yang digunakan untuk menganalisis Life Cycle Cost (LCC) bangunan. LCC aktual Gedung Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Telaga pada lantai 1, 2, dan 3 berdasarkan item yang ditinjau yaitu biaya awal sebesar Rp 642,015,564.75 (17.46%), biaya pemeliharaan dinding sebesar Rp. 977,724,531.43 (26.59%), biaya pemeliharaan lantai sebesar Rp. 809,013,395.252 (22%), biaya pemeliharaan keramik sebesar Rp. 96,316,033.733 (2.62%) dan biaya operasional sebesar 1,152,000,000.00 (31.33%). Sehingga didapat total LCC sebesar Rp 3,677,069,525.15. Berdasarkan perhitungan didapat total biaya pemeliharaan sebesar Rp. 1,883,053,960.40. Komponen lantai merupakan elemen dengan biaya pemeliharaan tertinggi mencapai 26.59% atau sebesar Rp. 977,724,531.43