Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Animasi melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 30 Makassar (Studi pada Materi Pokok Karakteristik Zat) Reni Appang Allo; Sugiarti Sugiarti; Pince Salempa
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.855 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i2.5900

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh positif penggunaan media animasi melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 30 Makassar pada materi pokok karakteristik zat. Penelitian quasi eksperiment ini menggunakan desain pretest-posstest only control design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 30 Makassar yang berjumlah 296 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan media animasi melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas eksperimen dan model pembelajaran inkuiri terbimbing tanpa menggunakan media animasi di kelas kontrol serta variabel terikatnya adalah motivasi dan hasil belajar siswa.Instrumen pengumpulan data hasil belajar adalah tes dan instrumen pengumpulan data motivasi belajar adalah angket . Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji-t menghasilkan t(hitung)> t(tabel) = 10,06 >1,667 pada α ═ 0,05 untuk motivasi belajar sedangkan t(hitung)> t(tabel) = 1,722>1,667 pada α ═ 0,05 untuk hasil belajar. Hasil uji-t membuktikan bahwa penggunaan media animasi melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 30 Makassar studi pada materi pokok karakteristik zat.Kata kunci: Media animasi, Inkuiri terbimbing, Motivasi, Hasil belajar, Karakteristik zat. ABSTRACTThe Purpose of this study  to determine the possitive effect of using media animation trough guided inquiry learning model on learning motivation and student achievement at class VII SMPN 30 Makassar on subject matter characteristic substance.This quasy experimental research using pretest-posstest only control design. The population was class VII of SMPN 30 Makassar which consists of 296 student.The independent variable in this study was using media animation throughguidedinquiry learning model at experiment class and guided inquiry learning models without the use of media animation in control class, the dependent variable was motivation and student achievement. The instrument for data collection for student achievement was a test and the instrument for learning motivation was a questionnaire.The hypothesis test using t-test shows that tcalculate> ttable= 10,06>1,667 on α ═ 0,05 for the motivation and the hypothesis test using t-test shows that tcalculate> ttable= 1,722>1,670on α ═ 0,05 for students learning.T-test results prove that using media animation in guided inquiry learning models givespositiveeffected to toward motivation and student achievement of class VII SMPN 30 Makassar on characteristicsubstances subject matter.Keywords: Media animations, Guided inquiry, Motivation, Student achievement, Characteristics of substances
PKM Bagi Peserta Didik SMAN 6 Gowa Melalui Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Muhammad Jasri Djangi; Sugiarti Sugiarti; Ramdani Ramdani
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/inovasi.v3i1.46515

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Peserta Didik SMA Negeri 6 Gowa Propinsi Sulawesi Selatan. Permasalahan yang dialami guru-guru dan peserta didik adalah kurangnya pengetahuan menulis karya ilmiah. Solusi yang diterapkan adalah pelatihan penulisan karya ilmiah dengan metode  cermah, diskusi, observasi berbagai fenomena alam dan sosial kemasyarakatan di lingkungannya sekitarnya kemudian menemukan masalah dan mencari solusi terhadap masalah tersebut, melakukan penelitian ilmiah serta menulis karya ilmiah. Peserta didik dan guru secara kolaboratif  melakukan penelitian ilmiah dan menulisnya dalam bentuk karya ilmiah. Hasil yang diperoleh adalah terlatihnya dua puluh tujuh peserta didik dan 6 guru pembina Kelompok Ilmiah Remaja yang melakukan penelitian secara kolaboratif dan konsultasi secara daring.Kata kunci: Pelatihan, karya ilmiah, peserta didik, guru
Kesulitan Belajar Peserta Didik Kelas XI MIPA 3 SMAN 3 Maros pada Materi Larutan Penyangga Muhammad Jasri Djangi; Sugiarti Sugiarti; Ramdani Ramdani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.228 KB)

Abstract

Abstrak. Kesulitan peserta didik memahami materi larutan penyangga masih sangat tinggi, untuk itu perlu mengetahui pola-pola kesulitan yang dialami agar dapat diatasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui indikator apa saja yang sulit dan bagaimana bentuk kesulitan yang dialami peserta didik kelas XI MIPA 3 SMAN 3 Maros pada materi larutan penyangga saat pembelajaran daring. Subjek penelitian ini adalah kelas XI MIPA 3 yang berjumlah 36 peserta didik, pengambilan subjek penelitian dikarenakan hasil belajar peserta didik yang rendah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan pedoman wawancara. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan 3 jenis kesulitan belajar yaitu kesulitan dalam memahami konsep, kesulitan dengan angka, dan kesulitan membaca, istilah atau kalimat. Hasil yang dicapai setelah pembelajaran daring menggunakan google meet dan whatsapp dengan model direct instruction pada materi pokok larutan penyangga adalah: kesulitan belajar peserta didik pada materi larutan penyangga berkisar antara sedikit sulit dan sangat sulit. Persentase tiap indikator pencapaian kompetensi yaitu menjelaskan pengertian larutan penyangga sebesar 67 %, menentukan larutan penyangga dan bukan larutan penyangga sebesar 71 %, menghitung pH larutan penyangga asam dan basa sebesar 82 %, menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam, basa, dan pengenceran sebesar 100 %, dan menjelaskan fungsi larutan penyangga pada tubuh makhluk hidup sebesar 69,7 %. Berdasarkan data tersebut disimpulkan kesulitan belajar kimia pada materi larutan penyangga dikategorikan sulit. Pola kesulitan berupa kurang pemahaman konsep, pengetahuan dasar perhitungan kimia rendah Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Larutan Penyangga
Pengaruh Penambahan Litium Hidroksida (Lioh) Terhadap Konduktivitas Membran Kitosan Untuk Aplikasinya Dalam Baterai Polimer Litium Diana Eka Pratiwi; Sugiarti Sugiarti; Moh. Wijaya
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.313 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan basa litium hidroksida (LiOH) terhadap konduktivitas membran kitosan untuk aplikasinya dalam baterai polimer litium. Membran kitosan-LiOH dibuat menggunakan metode blending dengan variasi penambahan LiOH yaitu 0, 5, 10, 15, dan 16 % b/b. Konduktivitas membran diukur menggunakan alat LCR meter. Dari hasil penelitian diperoleh membran kitosan-LiOH berwarna kuning ransparan dengan ketebalan rata-rata 1 mm. Dari hasil pengukuran dengan LCR meter diketahui bahwa penambahan LiOH akan meningkatkan konduktivitas membran kitosan-LiOH, dimana konduktivitas maksimum sebesar 3,50 x 10-3 S m-1 diperoleh pada penambahan LiOH sebesar 15 % b/b. Kata kunci: membran, kitosan, LiOH, konduktivitas, baterai
Pengembangan Model Pembelajaran Discovery Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran Kimia sebagai Upaya Menanamkan Sikap Ilmiah Peserta Didik SMA Sugiarti Sugiarti; I. Nyoman Mariantha
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.997 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan model pembelajaran discovery berbasis kontekstual pada mata pelajaran kimia sebagai upaya menanamkan sikap ilmiah peserta didik SMA 11 Makassar bertujuan untuk (1) mengasilkan model pembelajaran berbasis kontekstual pada materi asam basa yang valid; (2) mengasilkan model pembelajaran berbasis kontekstual pada materi asam basa yang praktis; (3) mengetahui efektivitas pembelajaran dengan menggunakan model discovery berbasis kontekstual dalam menanamkan sikap ilmiah peserta didik pada materi asam basa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model Plomp sampai tahap empat, yaitu: investigasi awal, perancangan, realisasi/konstruksi, dan pengujian/evaluasi, revisi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara, observasi, angket, dokumentasi dan wawancara. Hasil observasi keterlaksanaan dan pengelolaan pembelajaran model PDBK berada pada kategori terlaksana seluruhnya pada kriteria baik yang menunjukkan model PDBK bersifat praktis. Keefektifan modelPDBK berdasarkan angket respon guru dan peserta didik terhadap model PDBK kategori baik dan sangat tinggi, sedangkan sikap ilmiah untuk rasa ingin tahu, sikap demokrasi, dan kejujuran akademik masing-masing dalam kategori baik (secara keseluruhan sikap ilmiah termasuk kategori baik). Selanjutnya semua perangkat pembelajaran dan instrumen yang telah divalidasi oleh ahli dan praktisi kimia telah direvisi dan memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan. Keefektifan model PDBK juga. Dengan demikian disimpulkan bahwa model PDBK dapat digunakan pada pembelajaran kimia asam basa sebab model dan instrumennya kategori valid, praktis dan efektif dalam menenamkan sikap ilmiah peserta didik
Analisis Kesulitan Belajar Kimia Melalui Pembelajaran Daring Peserta Didik Kelas XI SMAN 3 Maros pada Materi Pokok Larutan Penyangga Muhammad Jasri Djangi; Sugiarti Sugiarti; Ramdani Ramdani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.385 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa kelas XI MIPA SMAN 3 Maros pada materi larutan penyangga saat pembelajaran daring dan bagaimana pola kesulitan yang dialami siswa kelas XI MIPA SMAN 3 Maros pada materi larutan penyangga saat pembelajaran daring. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPA 3 yang berjumlah 36 siswa, adapun penelitian ini dilaksanakan 3 kali pertemuan yang terdidri dari 2 pertemuan proses pembelajaran dan 1 pertemuan posttest. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan 3 jenia kesulitan belajar yaitu kesulitan dalam memahami konsep, kesulitan dengan angka, dan kesulitan membaca, dan memahami istilah atau kalimat. Hasil yang dicapai setelah pembelajaran daring menggunakan google meet dengan model direct instruction pada materi pokok larutan penyangga adalah: (1) kesulitan belajar siswa pada materi larutan penyangga berkisar antara sedikit sulit dan sangat sulit. Persentase tiap indicator pencapaian kompetensi yaitu menjelaskan pengertian larutan penyangga sebesar 67 %, menentukan larutan penyangga dan bukan larutan penyangga sebesar 71 %, menghitung pH larutan penyangga asam dan basa sebesar 82 %, menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam, basa, dan pengenceran sebesar 100 %, dan menjelaskan fungsi larutan penyangga pada tubuh makhluk hidup sebesar 69,7 %.Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Larutan Penyangga, Pembelajaran daring
Pengaruh Metode Question Student Have Dalam Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Xi Mia Man 2 Makassar (Studi Pada Materi Larutan Penyangga) Fiqrah Apriani H.; Sugiarti Sugiarti; Army Auliah
ChemEdu Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i3.38845

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Question Student Have pada pembelajaran model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MAN 2 Makassar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode Question Student Have pada model pembelajaran inkuiri terbimbing. Variabel terikatnya adalah hasil belajar peserta didik pada materi larutan penyangga. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIA MAN 2 Makassar yang tersebar dalam 6 kelas. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik pada kelas eksperimen sebanyak 41 dan kelas kontrol sebanyak 36 orang yang ditentukan dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi pokok larutan penyangga yang dianalisis menggunakan uji t. Pengujian hipotesis menghasilkan thitung = 1,349 > ttabel= 1,667 pada taraf signifikan α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh metode Question Student Have pada pembelajaran model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MAN 2 Makassar pada materi pokok larutan penyangga. ABSTRACT This is a quasi-experimental research that aimed to determine The Influence of Question Student Have Method in Guided Inquiry Learning Model to ward Student Learning Outcomes in Class XI MIA Man 2 Makassar. The independent variable in this study is the question student have method in the guided inquiry learning model. The dependent variable is student learning outcomes in buffer solution subject matter. The population of this research is all class XI MIA MAN 2 Makassar which is spread in 6 classes. The research sample consisted of 2 classes, namely class XI MIA 1 as the experimental class and XI MIA 2 as the control class with the number of students in the experimental class as many as 41 and the control class as many as 36 student determined by sample random sampling. The research data obtained by providing a learning outcomes test on the subject matter of buffer solution which was analyzed using the t test. The hypothesis test produces tcount = 1,349 > ttable = 1,667 at a significant level, α = 0.05. This shows that there is not an influence of the Question Student Have Method in guided iquiry learning model to student learning outcomes in Class XI MIA Man 2 Makassar on buffer solution subject matter.
Analisis Tingkat Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 19 Gowa Pada Materi Pokok Asam Basa Dengan Menggunakan Three- Tier Multiple Choice Harlin Asis; Halimah Husain; Sugiarti Sugiarti
ChemEdu Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v4i2.51900

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman konsep peserta didik pada materi pokok asam basa. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 19 Gowa pada tahun 2017/2018. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, tes diagnostik three-tier multiple choice dan wawancara. Hasil tes diagnostik three-tier multiple choice diperoleh nilai rata-rata paham paham konsep 47,10%, tidak paham konsep 25,83%, miskonsepsi 21,67%, dan error 5,42%, dan dari hasil wawancara diketahui bahwa masih ada jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan hasil tes diagnostik. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pemahaman konsep peserta didik pada materi asam basa dikategorikan kurang berdasarkan kriteria pendeskripsian tingkat pemahaman konsep yaitu 46%-55%. ABSTRACT This research aims to analyz the level of understanding concept of student of class XI SMA 19 Negeri Gowa in academic year of 2017/2018. Data was collected by observation sheet, three-tier multiple choice diagnostic tests and interviews. Results of the three-tier multiple choice diagnostic test value of understanding the concept of 47.10%, do not understand the concept of 25.83%, misconception of 21.67%, and error 5.42% and from result of interviews it is known that there are still answers given not in accordance with the results of diagnostic tests.Result of this research indicate the level of students' conceptual understanding of acid-base material was categorized as low based on the criteria for describing the concept level of understanding, about 46% -55%.
Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Direct Instruction dengan Model Pembelajaran Discovery (Studi pada Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit) Sofiyah Auliyah; Sudding Sudding; Sugiarti Sugiarti
ChemEdu Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i2.36784

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan hasil belajar peserta didik kelas X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar yang diajar menggunakan model pembelajaran direct instruction dengan model pembelajaran discovery pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran direct instruction dan model pembelajaran discovery. Variabel terikatnya adalah hasil belajar peserta didik pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar yang tersebar dalam 3 kelas. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X MIA 1 sebagai kelompok kelas eksperimen 1 dan X MIA 2 sebagai kelompok kelas eksperimen 2 dengan jumlah peserta didik masing-masing sebanyak 34 peserta didik pada kelompok kelas eksperimen 1 dan 29 peserta didik pada kelompok kelas eksperimen 2. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi pokok larutan elektrolit dan non elektrolit yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis prasyarat statistik inferensial terhadap tes hasil belajar menunjukkan bahwa data pada kelompok kelas eksperimen 1 dan kelompok kelas eksperimen 2 berdistribusi normal serta memiliki varians yang homogen. Hasil uji-t sebagai pengujian hipotesis menghasilkan thitung = 6,39 pada taraf signifikansi, α = 0,05 diperoleh ttabel= 1,67. Oleh karena itu, thitung(6,39) > ttabel(1,67), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik kelas X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction dan model pembelajaran discovery pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. ABSTRACT This research is a quasi-experimental research that aims to determine the differences learning outcomes of students of class X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar who are taught using direct instruction model with discovery learning model on electrolyte and non-electrolyte solution. The independent variables in this study are the direct instruction model and discovery learning model. The dependent variable is the learning outcomes of students on electrolyte and non-electrolyte solution. The population of this research are all of classes X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar which are spread over 3 classes. The research sample consisted of 2 classes, namely class X MIA 1 as the first experimental group that consist of 34 students and class X MIA 2 as the second experimental group that consist of 29 students. The research data were obtained by providing a learning outcome test of electrolyte and non-electrolyte solutions which were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results of the inferential statistical prerequisite analysis on the learning outcome test showed that the data in the first experimental group and the second experimental group are normally distributed and have homogeneous variances. Hypothesis testing using t-test resulted tcount = 6.39 and at the significance level, α = 0.05, obtained ttable = 1.67. Therefore, tcount (6.39) > ttable (1.67), then H1 is accepted and H0 is rejected. This shows that there is differences students learning outcomes of class X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar who are taught using the direct instruction model and the discovery learning model on electrolyte and non-electrolyte solution.
Efektivitas Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang (Studi pada Materi Pokok Reaksi Reduksi Oksidasi) Tuski Tuski; Muhammad Syahrir; Sugiarti Sugiarti
ChemEdu Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v4i1.27785

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui apakah model discovery learning efektif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang (materi pokok reaksi redoks). Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang yang terdiri dari tiga kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X MIPA 2 yang berjumlah 30 peserta didik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan hasil belajar dari rata-rata sebelum perlakuan yaitu 46 meningkat menjadi 71 dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,67 yang artinya peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang setelah menggunakan model discovery learning berada pada kategori sedang. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t satu sampel diperoleh thitung = 4,152 lebih besar dari ttabel = 1.699 pada taraf signifikan α = 0,05. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa penggunaan model discovery learning efektif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang (materi pokok reaksi redoks).