Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Direct Instruction dengan Model Pembelajaran Discovery (Studi pada Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit) Sofiyah Auliyah; Sudding Sudding; Sugiarti Sugiarti
ChemEdu Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i2.36784

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan hasil belajar peserta didik kelas X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar yang diajar menggunakan model pembelajaran direct instruction dengan model pembelajaran discovery pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran direct instruction dan model pembelajaran discovery. Variabel terikatnya adalah hasil belajar peserta didik pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar yang tersebar dalam 3 kelas. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X MIA 1 sebagai kelompok kelas eksperimen 1 dan X MIA 2 sebagai kelompok kelas eksperimen 2 dengan jumlah peserta didik masing-masing sebanyak 34 peserta didik pada kelompok kelas eksperimen 1 dan 29 peserta didik pada kelompok kelas eksperimen 2. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi pokok larutan elektrolit dan non elektrolit yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis prasyarat statistik inferensial terhadap tes hasil belajar menunjukkan bahwa data pada kelompok kelas eksperimen 1 dan kelompok kelas eksperimen 2 berdistribusi normal serta memiliki varians yang homogen. Hasil uji-t sebagai pengujian hipotesis menghasilkan thitung = 6,39 pada taraf signifikansi, α = 0,05 diperoleh ttabel= 1,67. Oleh karena itu, thitung(6,39) > ttabel(1,67), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik kelas X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction dan model pembelajaran discovery pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. ABSTRACT This research is a quasi-experimental research that aims to determine the differences learning outcomes of students of class X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar who are taught using direct instruction model with discovery learning model on electrolyte and non-electrolyte solution. The independent variables in this study are the direct instruction model and discovery learning model. The dependent variable is the learning outcomes of students on electrolyte and non-electrolyte solution. The population of this research are all of classes X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar which are spread over 3 classes. The research sample consisted of 2 classes, namely class X MIA 1 as the first experimental group that consist of 34 students and class X MIA 2 as the second experimental group that consist of 29 students. The research data were obtained by providing a learning outcome test of electrolyte and non-electrolyte solutions which were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results of the inferential statistical prerequisite analysis on the learning outcome test showed that the data in the first experimental group and the second experimental group are normally distributed and have homogeneous variances. Hypothesis testing using t-test resulted tcount = 6.39 and at the significance level, α = 0.05, obtained ttable = 1.67. Therefore, tcount (6.39) > ttable (1.67), then H1 is accepted and H0 is rejected. This shows that there is differences students learning outcomes of class X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar who are taught using the direct instruction model and the discovery learning model on electrolyte and non-electrolyte solution.
Efektivitas Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang (Studi pada Materi Pokok Reaksi Reduksi Oksidasi) Tuski Tuski; Muhammad Syahrir; Sugiarti Sugiarti
ChemEdu Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v4i1.27785

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui apakah model discovery learning efektif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang (materi pokok reaksi redoks). Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang yang terdiri dari tiga kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X MIPA 2 yang berjumlah 30 peserta didik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan hasil belajar dari rata-rata sebelum perlakuan yaitu 46 meningkat menjadi 71 dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,67 yang artinya peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang setelah menggunakan model discovery learning berada pada kategori sedang. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t satu sampel diperoleh thitung = 4,152 lebih besar dari ttabel = 1.699 pada taraf signifikan α = 0,05. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa penggunaan model discovery learning efektif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 10 Pinrang (materi pokok reaksi redoks).
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIPA SMA Negeri 6 Makassar (Studi pada Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit) Muhammad Ismail Alwi; Sugiarti Sugiarti; Sudding Sudding
ChemEdu Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i1.32493

Abstract

This research is quasi-experimental research that aims to know the effect of the problem based learning model (PBL) towards the learning outcomes of the students of class X MIPA SMA Negeri 6 Makassar on the subject matter of electrolyte and nonelectrolyte solution, with posttest only group design. The population is the student of class X MIPA SMA Negeri 6 Makassar consisting of six classes. Sample was randomly selected and X MIPA4 as the experimental class and X MIPA5 class as the control. The experimental class was taught by using the PBL model while the control class was taught with conventional learning model. The learning outcomes data is taken by giving posttest. Learning outcomes data are processed in descriptive statistics and inferential statistics. Descriptive statistical analysis showed that experimental class has higher learning outcomes completeness than control class with 74.29% and 51.52%. The test results for inferential statistical analysis hypotheses using the Mann Whitney test with α = 0.05 obtained Zcount (5.90) > Ztable (1.64). Based on these α values, it shows that there is an effect of the PBL model on the learning outcomes of students of class X MIPA SMA Negeri 6 Makassar on the study of electrolyte and nonelectrolyte solution.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH USUS AYAM MENJADI POC DAN DAMPAKNYA PADA PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA Islawati Islawati; Sugiarti Sugiarti; Suhartini Azis; Buya Hamka; Yati Bt Samsuddin
SEBA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2026)
Publisher : SEBA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improper disposal of chicken intestines waste in Batu Mila Village may generate environmental nuisance and public health risks due to unmanaged dumping practices. This community service program aimed to increase housewives’ knowledge and stimulate initial readiness for behavioral change regarding the potential utilization of chicken intestines/offal waste as a raw material for liquid organic fertilizer (LOF) through a circular economy approach. The program was delivered as an educational outreach session (counseling), not a hands-on training, and was evaluated using a one-group pretest–posttest design. Knowledge was measured with a 20-item multiple-choice instrument scored on a 0–100 scale. The results indicated a substantial improvement in mean knowledge scores from 55.3 (pretest) to 86.73 (posttest), with an N-Gain of 0.731, demonstrating high effectiveness of the outreach in strengthening participants’ understanding. These findings highlight that circular economy-based counseling can function as an important pre-adoption stage to build cognitive foundations and psychosocial readiness to reduce unsafe disposal practices and consider resource recovery options for chicken intestines/offal waste. In conclusion, the outreach effectively improved knowledge as a prerequisite for behavioral change; follow-up reinforcement and medium-term evaluation are recommended to assess knowledge retention and more stable behavioral indicators. Keywords: counseling; circular economy; chicken intestines waste; liquid organic fertilizer; pretest–posttest
Implementation of the Problem Solving Learning Model on the Relationship Between Moles and Mass of Substances in an Entrepreneurial Context Nur Afni Musir; Army Auliah; Sugiarti Sugiarti
PEDAGOGIKA Vol 17 No 1 (2026): Vol 17 No 1 2026: April
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/pedagogika.v17i1.4788

Abstract

Pembelajaran kimia yang cenderung bersifat abstrak seringkali menyebabkan rendahnya pemahaman dan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Solving dalam konteks kewirausahaan terhadap hasil belajar peserta didik pada materi hubungan mol dan massa zat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental berupa one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas X1 SMA Negeri 1 Tinambung yang berjumlah 24 orang. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 49,58 menjadi 78,33, dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 29,17% menjadi 66,67% serta nilai N-Gain sebesar 0,57 dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Solving dengan pendekatan kewirausahaan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran kimia yang lebih kontekstual dan bermakna.