Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Effect Of Self Efficacy Towards Independency Level Of Post-Stroke Patient In General Hospital Neuro Policlinic Ulin Banjarmasin Gaghauna, Eirene E.M; Santoso, Bagus Rahmat
Journal Of Nursing Practice Vol. 2 No. 2 (2019): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v2i2.56

Abstract

Background: Stroke is a disease of brain function disorder of the nerves in the form of local and global roomates have impact to physical and physcological. Stroke is the third causes of death in Indonesia and in South Kalimantan every 9.2 per mill areas, stroke cases had happened. There are 1258 cases in 2015 hospitalized in Ulin General Hospital.Purpose: To analyze the effect of self-efficacy on towards the Independence level of post-stroke patient in general hospital neuro policlinic Ulin BanjarmasinMethods: The methodology that use in this study is descriptive analytics, the total respondents in this study is 33 respondents. Collecting the data in this study is using the Stroke Self-Efficacy and Barthel index questionare. The Data Analyzed by Kendal Tau test.Result: According to this study to 33 respondent Obtained results. The respondents who have high self efficafy as 25 (75.7%), moderate self efficacy as many as seven respondents (21.2%) and has low self-efficacy is one respondents (3.0%) and to the independence level of post-stroke patient variables who had Categorized to independence are 14 respondents (42.4%), need minimal assistance 5 respondents (15.2%), partially need assistance in three respondents (9.0%), dependece assistance is five respondents (15.2%) and total assistance in six respondents (18.2%). the analysis result by Kendal Tau get p value = 0.044. the strength of the correlation is r = 310 it was statethat signifficant there is a moderate correlation and the direction are positive correlation.Conclusion: There signifficant There is correlation between self-efficacy to the Independence level of post-stroke patient
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Teknik Menyusui dengan Kejadian Puting Susu Lecet pada Ibu Menyusui di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Angel Ria Pihawianni; Sarkiah; Hariadi Widodo; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.437

Abstract

Latar Belakang: Cakupan ASI Eksklusif di Indonesia masih rendah, diantaranya disebabkan penyebarluasan informasi mengenai cara menyusui yang benar kurang optimal. Menyusui dengan teknik yang salah dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, yang apabila tidak ditangani dapat menyebabkan ibu enggan untuk menyusui sehingga bayi tidak bisa di berikan ASI secara Eksklusif. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu menyusui di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu menyusui ASI Ekslusif di Puskesmas Pekauman Banjarmasin sebanyak 48 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental sampling. Uji analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi-Square. Hasil: Pengetahuan kurang yaitu 28 (58,3%) diantaranya ada 26 (54,2%) yang mengalami putting susu lecet, dan 23 (88,5%) yang tidak mengalami putting susu lecet, sedangkan pengetahuan Cukup yaitu 13 (27,1%) diantaran 3 (11,5%) yang mengalami Putting susu lecet dan 10 (45,5%) yang tidak mengalami putting susu lecett dan 7 (31.8%) yang mempunyai pengetahuan baik tidak mengalami putting susu lecet. Ada hubungan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu menyusui di Puskesmas Pekauman Banjarmasin, dengan p-value 0,000. Kesimpulan: pengetahuan yang baik tentang teknik menyusui sangat di perlukan oleh calon ibu agar pada saat proses menyusui dengan posisi yang benar sehingga terhindar dari terjadinya Putting susu lecet.
Efektivitas Pengkajian Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktual Pasien Stroke di IGD Miladya Rahmi; M. Sobirin Mohtar; Bagus Rahmat Santoso; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1382

Abstract

Keterlambatan dalam diagnosis pasien stroke dapat mengakibatkan konsekuensi serius, termasuk peningkatan risiko kematian dan kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam mempercepat proses diagnosis keperawatan di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Penelitian bertujuan guna menganalisis efektivitas Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam lama durasi pengkajian serta perolehan diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Studi kuantitatif pra-eksperimen (the one-shot case study) pada 30 pasien stroke di IGD (15 responden per instrumen melalui accidental sampling). Data durasi diukur dengan observasi dan stopwatch, diagnosis keperawatan menggunakan SDKI. Analisis data komparatif durasi menggunakan uji Mann-Whitney U. Rata-rata durasi pengkajian menggunakan Score Stroke Nuartha adalah 16,67 menit, sementara ASGM jauh lebih singkat, yaitu 11,47 menit. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,001). Hasil uji diagnostik menunjukkan sensitivitas Score Stroke Nuartha 94,87% dan ASGM 89,29%. ASGM terbukti lebih efisien dalam hal durasi pengkajian dan akurasi diagnosis keperawatan, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk situasi kegawatdaruratan.
Pengaruh pelatihan BHD terhadap pengetahuan mahasiswa nonkesehatan pada henti jantung Arya Prasetya; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna; Angga Irawan; Bagus Rahmat Santoso
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i2.1467

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan respons cepat dan tepat. Mahasiswa nonkesehatan, sebagai bagian dari masyarakat umum, memiliki peluang besar menjadi penolong pertama, namun sering kali memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan BHD terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa nonkesehatan dalam melakukan pertolongan pertama pada korban henti jantung. Metode pada penelitian kuantitatif ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 32 mahasiswa nonkesehatan semester III Universitas Sari Mulia yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian yaitu terdapat peningkatan signifikan tingkat pengetahuan mahasiswa setelah mengikuti pelatihan BHD, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait pertolongan pertama pada henti jantung. Simpulan dinyatakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa nonkesehatan. Kegiatan pelatihan semacam ini perlu diintegrasikan secara rutin dalam program pendidikan nonkesehatan sebagai upaya preventif dalam menghadapi kegawatdaruratan di lingkungan masyarakat.
Hubungan Kadar LDL (Low-Density Lipoprotein) Dengan Risiko Storke Pada Pasien Hipertensi Dalam Rujukan 4,5 Jam Pertama Di Puskesmas Cempaka M. Jaini Gani; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna; Muhammad Sandi Suwardi; M. Sobirin Mohtar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1593

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke. Peningkatan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) dapat mempercepat aterosklerosis sehingga meningkatkan risiko stroke. Deteksi dini pada periode emas (golden period) 4,5 jam pertama penting untuk meningkatkan keberhasilan penanganan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar LDL dengan risiko stroke pada penderita hipertensi dalam rujukan 4,5 jam pertama di Puskesmas Cempaka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional pendekatan cross-sectional pada 37 responden yang dipilih secara purposive sampling. Kadar LDL diukur menggunakan Lipid Meter, sedangkan risiko stroke dinilai menggunakan instrumen SeGeRa Ke RS. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar LDL dengan risiko stroke pada penderita hipertensi dalam rujukan 4,5 jam pertama di Puskesmas Cempaka (p < 0,05). Disimpulkan bahwa kadar LDL berhubungan dengan risiko stroke, sehingga skrining LDL berkala, penggunaan instrumen SeGeRa Ke RS, dan edukasi deteksi dini stroke perlu ditingkatkan untuk mendukung penanganan pada masa golden period.