Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PM360 Derajat

CEGAH STUNTING SEJAK DINI: EDUKASI PENCEGAHAN KEK PADA IBU HAMIL Eva Ratna Dewi; Ingka Kristina Pangaribuan; Nur Azizah; Eka Purnamasari; Siska Suci Triana Ginting; Kiki Miftasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 2 No 1 (2025): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/c9qa0988

Abstract

Latar Belakang: Ibu hamil merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi, khususnya Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pada tahun 2020 tercatat ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 1.200 orang, kemudian menurun menjadi 1.000 orang pada tahun 2021 dan turun lagi menjadi 800 orang pada tahun 2022. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di wilayah tersebut. Namun demikian, prevalensi KEK di wilayah kerja Puskesmas Atu Lintang masih tergolong tinggi. Metode: Peralatan utama yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain leaflet untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil terkait Kekurangan Energi Kronik. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pencegahan KEK yang dapat berdampak  Stunting Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Atu Lintang, Aceh. Hasil: Sebelum pelaksanaan edukasi, mayoritas ibu hamil masih memiliki tingkat pemahaman yang rendah sebesar 31 responden(56,7%) serta kesadaran yang minim terhadap pentingnya pemantauan status gizi selama masa kehamilan. Namun, setelah dilakukan penyuluhan secara interaktif dengan metode yang mudah dipahami, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan sebesar 41 Responden (68,3%), yang tercermin dari pergeseran kategori pengetahuan ke tingkat yang lebih baik. Kesimpulan: Kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi promotif dan preventif di wilayah yang rentan terhadap masalah gizi. Pelaksanaan edukasi secara langsung dan partisipatif dengan melibatkan kader dan tenaga kesehatan terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran serta membentuk perilaku hidup sehat pada ibu hamil. Oleh karena itu, program edukasi serupa perlu dijalankan secara berkelanjutan untuk menurunkan angka KEK dan mencegah stunting sejak masa kehamilan.  
PEMBERDAYAAN REMAJA: EDUKASI TRIAD KRR UPAYA PENCEGAHAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI" Ingka Kristina Pangaribuan; Eva Ratna Dewi; Rosmani Sinaga; Dewi Sartika Hutabarat; Feny Febrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 2 No 1 (2025): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/e4k93z73

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada dalam fase perkembangan fisik, psikologis, dan sosial yang kompleks. Dalam masa transisi ini, mereka sangat rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, terutama yang dikenal sebagai Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR), yaitu seksualitas pranikah, infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, dan penyalahgunaan Napza. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang kurang tepat terhadap isu-isu tersebut dapat meningkatkan risiko perilaku yang membahayakan masa depan remaja. Metode: kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap terhadap Triad KRR. Hasil: Sebelum pelaksanaan edukasi, mayoritas remaja masih memiliki tingkat pemahaman yang rendah sebesar 34 responden(41,0%) dan pengetahun baik sebesar 49 (59,0%). Setelah dilakukan edukasi secara interaktif dengan metode yang mudah dipahami, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan sebesar 77 Responden (92,7%), yang tercermin dari pergeseran kategori pengetahuan ke tingkat yang lebih baik. Kesimpulan: Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja terhadap Triad KRR. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman, dari 59,0% menjadi 92,7%. Metode penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok terbukti relevan untuk membentuk pengetahuan dan sikap remaja yang lebih positif terhadap isu kesehatan reproduksi.