Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada lembaga pendidikan di Indonesia tahun 2026 memunculkan perdebatan publik yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi siswa, tetapi juga dengan tata kelola program, mutu implementasi, dan legitimasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola konstruksi wacana dan mengomparasikan framing pemberitaan program MBG pada Detik.com dan Tempo.co. Penelitian ini tidak dimaksudkan sebagai penilaian atas keberhasilan atau kegagalan program MBG, melainkan sebagai kajian akademis terhadap konstruksi wacana media dalam membingkai kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode desain analisis wacana kritis model Norman Fairclough, dipadukan dengan pendekatan sosio-kognitif Teun A. van Dijk, serta analisis framing Robert Entman. Data penelitian berupa berita online dari Detik.com dan Tempo.co periode Januari–Maret 2026 dan dipilih secara purposif berdasarkan relevansi dengan isu MBG di lembaga pendidikan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, pengarsipan teks, dan koding tematik, lalu dianalisis pada level teks, praktik diskursif, praktik sosial, struktur wacana, kognisi sosial, dan elemen framing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com cenderung menonjolkan persoalan teknis-implementatif, sedangkan Tempo.co lebih menekankan akuntabilitas kebijakan, politik anggaran, dan legitimasi publik. Penelitian ini berkontribusi memperkuat pembacaan multidimensi atas wacana media mengenai kebijakan pangan pendidikan di Indonesia. Temuan penelitian merekomendasikan agar masyarakat, khususnya komunitas pendidikan, mengembangkan literasi media yang kritis dengan tidak mudah terbawa konstruksi wacana dan framing pemberitaan, melainkan melakukan verifikasi langsung berbasis pengalaman dan data praksis di lapangan."