Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemarkah Jumlah dan Gender dalam Bahasa Arab, Bahasa Jerman, dan Bahasa Indonesia (Analisis Kontrastif) Tibia Nalurita Rachmani; Rinaldi Supriadi; Mad Ali
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 5 No. 1 (2023): Muhadasah : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/muhad.v5i1.943

Abstract

Fenomena keberadaan pemarkah jumlah dan jenis kelamin dalam suatu bahasa menjadi sebuah problem dalam pembelajaran suatu bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam penanda jumlah dan jenis kelamin dari tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab (BA), Bahasa Jerman (BJ), dan Bahasa Indonesia (BI), serta untuk mengetahui persamaan serta perbedaannya di antara ketiganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoritis sinkron kontrastif dan metodologis deskriptif kualitatif. Jenis penelitiannya berupa penelitian kepustakaan dengan sumber data diperoleh dari buku, jurnal, dan lain sebagainya. Dalam suatu bahasa terdapat perbedaan penanda baik dari segi jumlah maupun jenis kelamin. Pada tataran jumlah, BA diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu singularis, dualis, dan pluralis. Sedang BJ dan BI, hanya mengenal singularis dan pluralis. Perbedaan gender diklasifikasikan menjadi mudzakkar-muannats (dalam BA), maskulin-feminin-neutral (dalam BJ), dan maskulin-feminin (dalam BI).
The Development of Arabic Language Teaching Materials Based on Archipelago Folklore: Service at The Malaysian Institute of Teacher Education Mohammad Zaka Al Farisi; Mia Nurmala; Sofyan Sauri; Yayan Nurbayan; Mad Ali; Rinaldi Supriadi; Farhan Fuadi
TAAWUN Vol. 5 No. 01 (2025): TA'AWUN FEBRUARY 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v5i01.812

Abstract

This community service aims to improve students' understanding of Arabic language learning by integrating local folklore as a learning medium. This program is implemented by the Arabic Language Education Study Program FPBS UPI in collaboration with the Malaysian Teacher Education Institute (IPG). The methods used include focus group discussions and ethnographic approaches to explore students' needs and adapt folklore from the origins of Bandung City into teaching materials. The results of the community service show that the use of folklore not only improves students' understanding of Arabic vocabulary and structure but also enriches their insight into local culture. The impact of this program is seen in the increasing involvement of students in the learning process and the creation of more contextual and relevant learning. This culture-based approach provides an innovative alternative in foreign language learning oriented towards society's benefit.