Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Keanekaragaman Jenis Capung (Ordo Odonata) di Bendungan Katulampa dan Sekitarnya, Kota Bogor, Jawa Barat Kurnia, Insan; Lantang, Muhammad Ammar Gema; Prayogo, Erik; Rijal, Maulki Fahru; Ferdian, Muhammad Habyeb
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.7623

Abstract

Capung merupakan serangga yang erat hubungannya dengan ekosistem perairan baik pada fase nimfa maupun dewasa. Bendungan Katulampa Kota Bogor merupakan bagian Sungai Ciliwung yang dibangun sejak Jaman Belanda. Penelitian mengenai capung belum pernah dilakukan di ekosistem ini, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragamn jenis capung di Bendungan Katulampa dan Sekitarnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2023 di empat habitat akuatik dan delapan habitat terestrial dengan metode transek berukuran panjang 100 meter dan lebar 20 meter. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman jenis (H’) dan indeks kemerataan (E). Kondisi suhu udara berkisar antara 23-33 oC dan kelembaban udara berkisar antara 54-100%. Jenis capung yang ditemukan 15 jenis tersebar di seluruh tipe habitat. Jenis capung paling banyak dijumpai di Aliran Sungai Kalibaru Timur (sembilan jenis), sementara paling sedikit dijumpai di kebun pisang (satu jenis). Capung jarum hanya ditemukan di habitat akuatik. Orthetrum sabina dapat dijumpai di seluruh habitat. Tiga jenis capung dapat dijumpai pada habitat terestrial maupun habitat akuatik, yaitu Orthetrum sabina, O. testaceum, dan Pantala flavescens. Nilai H’ berkisar antara 0,00-2,05 dan nilai E berkisar antara 0,00-,93. Habitat Aliran Sungai Kalibaru Timur mendapatkan nilai H’ tertinggi (2,05) dan nilai E tertinggi (0,93).
Keanekaragaman Jenis Burung di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Fajri, Muhammad Nur; Kurnia, Insan
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.2092

Abstract

Burung adalah komponen unik ekosistem yang dapat dijumpai di berbagai lanskap termasuk lanskap pedesaan. Dominasi kegiatan pertanian menjadi ciri lanskap ini. Kecamatan Sukmakmur Kabupaten Bogor merupakan lanskap pedesaan yang belum pernah terdapat publikasi berkaitan dengan ornitologi di wilayah ini. Peran penting burung serta manfaatnya bagi lingkungan, menjadikannya alasan penting untuk melakukan penelitian yang terkait dengan keanekaragaman jenis burung di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis burung di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret sampai Mei 2021 di delapan tipe habitat yaitu hutan sengon, hutan akasia, kebun campuran, semak belukar, padang rumput, sawah, danau, dan sungai. Data burung diambil dengan metode IPA berukuran diameter 40 meter selama 10 menit. Data habitat diambil dengan mendeskripsikan kondisi vegetasi yang dominan. Data dianalisis secara kualitatif untuk status jenis burung, sementara data kuantitatif dianalisis dengan chi-square, indeks keanekaragaman jenis, dan indeks kemerataan. Keanekaragaman jenis burung yang dijumpai sebanyak 35 jenis dari 22 suku dan 10 ordo tersebar di seluruh tipe habitat. Seluruh jenis burung merupakan catatan baru ornitologi untuk Kecamatan Sukamakmur. Enam jenis burung termasuk dilindungi perundangan Indonesia dan dua jenis termasuk dalam Daftar Apendiks CITES. Satu jenis burung yaitu Ayamhutan hijau (Gallus varius) termasuk jenis unik yang tidak dijumpai pada wilayah lain yang berdekatan sehingga menjadi ciri jenis burung di lanskap pedesaan Kecamatan Sukamakmur. Jenis burung paling banyak ditemukan di habitat kebun campuran dan padang rumput (25 jenis burung), sementara yang paling sedikit adalah habitat sawah (tujuh jenis burung). Tiga jenis burung dapat ditemukan di seluruh tipe habitat. Nilai indeks keanekaragaman jenis burung tertinggi di habitat sungai (H’=2,71) dan terendah di habitat hutan sengon (H’=1,67). Nilai indeks kemerataan jenis burung tertinggi di habitat hutan akasia (E=0,97) dan terendah di habitat sawah (E=0,70).
Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu di Lahan Budidaya Goalpara-Perbawati Kabupaten Sukabumi Wicaksono, Rahadian Bimo; Kurnia, Insan; Widodo, Gatot
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i1.21359

Abstract

Kupu-kupu (Ordo Lepidoptera) bernilai penting sebagai polinator, penyeimbang ekosistem, serta indikator lingkungan.  Kupu-kupu memberikan respon perubahan lingkungan serta bentuk pemanfaatan lahan.  Kawasan Goalpara dan Perbawati memiliki sejarah panjang dikelola sebagai lahan budidaya sehingga diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis kupu-kupu di kawasan ini.  Penelitian dilaksanakan pada Bulan Februari-Mei 2022 di lima tipe habitat yaitu kebun teh, kebun kopi, kebun bunga, kebun sayuran, serta setu/danau.  Kupu-kupu yang diamati adalah individu dewasa (bukan ulat) diambil dengan metode sweeping.  Penelitian menggunakan metode garis transek berukuran panjang 100 m dan lebar 10 m serta durasi 30 menit pada pukul 08.00-14.00 WIB.  Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman jenis serta indeks kemerataan.  Kenakeragaman kupu-kupu yang dijumpai sebanyak 19 jenis dengan jenis dominan adalah Ypthima pandocus dan Eurema blanda.  Nilai H’ sebesar 2,23 dan nilai E sebesar 0,76.  Jenis paling banyak dijumpai di habitat kebun teh yaitu sembilan jenis, diikuti habitat setu/danau yaitu delapan jenis.  Satu jenis yaitu Ypthima huebneri dapat dijumpai di seluruh tipe habitat.
Preferensi Masyarakat Terhadap Potensi Maskot Wisata di Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat Kurnia, Insan; Munajat, Chery Pixy Redaniar; Untari, Rini
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v5i1.952

Abstract

The mascot is the personification of an object that you want to represent and has important value in tourism as part of city branding. The mascot is related to regional identity and is widely known by the public. The research aims to identify the potential of maskots and people's preferences for mascots in Sukabumi City. The research was conducted in February-June 2021 with the stages of (1) identifying potential maskots, (2) direct observation, and (3) identifying preferences through a questionnaire with a likert scale of 1-4 from 263 respondents from the people of Sukabumi City. There were 30 potential mascot objects identified, consisting of 12 culinary objects, eight building objects, seven flora objects, and three transportation objects. All of these objects can still be found and are in the Sukabumi City. Overall, the highest preference for tourism mascot potential was mochi (?????=3.75; n=256) while the lowest was the Post Office (?????=2.48; n=192).
Co-Authors Aida Zuleika Khurotul Aeni Alan Wasahlan Alda Rizkia Nikmatila Ani Mardiastuti Anjar Malik Hidayat Armanda, Dievo Al Qodri Arraniri, Fahma Faradisa Assaf, Bilal Maulana Azkia, Pathiyatul Azzahra, Rizky Nur Andhini Budi Prasetyo Chairani, Frida Dea Amanda Putri Dhava, Rafif Aulia Diandra Fauzia Lestari Dwi W Idaman Dwi Yandhi Dyah Prabandari Dyah Prabandari Eliza Nur'Aini Elllysa, Siti Eltriadi, Piero Nandata Ervina Asti Ningrum Fajari, Miftah Falahudin Fajri, Muhammad Nur Febriyanti, Eka Nur Ferdian, Muhammad Habyeb Gatot Widodo Gatot Widodo Gilang F Ramdhan Grace S Saragih Hadi Guna Erwahyudi Harnios Arief Helianthi Dewi Hendrio Fadly Hermawan, Rachmad Ibnusivva, Caesar Adhitya Indah Ayu Kusuma Jelika Restiana Suherman Jihad, Nidaul Kania Sofiantina Rahayu Kardina, Jessi Raisa Kayabi, Adel Davesky Komarudin Komarudin Lantang, Muhammad Ammar Gema Lawana, Dewa Dzullfadhil Liani, Hikmah Rachma M Sabta Nugraha Monica Ramadyan Affandi Muhammad Firdaus Muhammad Nur Fajri Mulawi, Bagas Aldiantara Munajat, Chery Pixy Redaniar Muzoffar, Ferdi Napitupulu, Boni Fargas Nathaniel, Bernado Raphael Novita Rahmawati Nurfadhilah, Nyimas Aisyah Occy Bonanza Prayogo, Erik Putri Adira Paramita Putri, Ardaneswara Qohhar, Jamal Abdul Rahadian Bimo Wicaksono Rahmadilla, Putri Keiko Ayudia Rizky Raja Rhamdany Harahap Ramdhani, Rafy Rifai, Bakhtiar Ahmad Rijal, Maulki Fahru Rika S Dewi Rosalia, Melva Ruri Risnawati Sabillah, Maisya Satriawan, Muhammad Husein Sofyan, Michael Ghibran Putra Syahrahmani, Aluna Thoha Bastian Khatami Tyas D Djuanda Udi Kusdinar Untari, Rini Wawan G Gunawani Wicaksono, Rahadian Bimo Widodo, Gatot Wulandari Dwi Utari Yudiarti, Yun