Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Masyarakat Mengenai Kinerja Pelayanan PAMSIMAS di Kota Semarang Trenggono, Fransisca Chrystalia; Wahyono, Hadi
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 13, No 4 (2017): JPWK Vol 13 No 4 December 2017
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.353 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v13i4.18261

Abstract

In 2016, ASPAMS as forum association of BPSPAMS had monitored and evaluated performance of BPSPAMS in sub-districts having received Pamsimas. Result of monitoring and evaluation is a list of BPSPAMS in sub-districts with the best performance until the worst performance. This study aims to deeply analyze how the service performance of Pamsimas in sub-districts with independent, evolve, grow, and cease predicate using descriptive qualitative method. Data collecting technique used interview, observation, and document review. Results of study show that Pamsimas service performance in Mijen Sub-district is good, Pamsimas service performance in Cepoko and Mangunharjo Sub-district is poor, while Pamsimas was unsuccessful in Sadeng Sub-district. The service performance of Pamsimas in Mijen, Cepoko, Mangunharjo, and Sadeng Sub-districts is affected by water resource, construction work that not according to the design plan, topography, quality standard of water storage, management commitment and integrity, and customers ability and willingness to pay.
Perkembangan Pemukiman Pinggiran Kota pada Koridor Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman Warsono, Agus; Soetomo, Sugiono; Wahyono, Hadi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan permukiman pinggiran kota pada Koridor Jalan Kaliurang dapat memberikan tekanan pada kemampuan ruang sehubungan untuk menampung kegiatan bermukim, yang ditengarai oleh tipologi perkembangan kelompok permukiman perkampungan yang tidak teratur. Tujuan dari penelitian ini yakni, untuk mengkaji hubungan berpengaruh perkembangan permukiman pinggiran kota, dengan tipologi perkembangan kelompok-kelompok permukiman, yang akan dicapai melalui sasaran penelitian meliputi: mengkaji tipologi perkembangan kelompok permukiman dan mengkaji faktor berpengaruh aspek perkembangan permukiman pinggiran kota, serta menganalisa hubungan tergantung tipologi perkembangan kelompok permukiman dengan faktor perkembangan permukiman pinggiran kota pada koridor Jalan Kaliurang kabupaten Sleman. Metode yang digunakan yaitu metode survei untuk mengetahui sikap masyarakat pada perkembangan permukiman pinggiran kota, yang memperlihatkan tipologi perkembangan kelompok permukiman yang teratur dan tidak teratur. Hasil studi menunjukkan bahwa pada perkembangan permukiman pinggiran kota terjadi penurunan dayadukung ruang lingkungan perumahan sebesar 25,89%, yang diperlihatkan oleh tipologi perkembangan kelompok permukiman yang tidak teratur. Faktor-faktor yang mempengaruhi tipologi pekembangan kelompok permukiman yang teratur adalah: a) faktor pertumbuhan penduduk, b) faktor hak-hak pemilikan lahan. Sedangkan faktor yang mempengaruhi tipologi perkembangan kelompok permukiman yang tidak teratur, yaitu: c) faktor persaingan memperoleh lahan.Kata kunci: perkembangan, pinggiran, kota, tipologi, kelompok, permukiman
Kinerja Pengelolaan Sampah di Kota Gombong Kabupaten Kebumen Hartanto, Widi; Wahyono, Hadi; Tyas, Wido Prananing
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Pemerintah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik analisis menggunakan standar normatif dan distribusi frekuensi. Teknik sampling menggunakan metode stratified random sampling yang membagi populasi yang heterogen menjadi kelompok-kelompok yang homogen berdasarkan sumber penghasil sampah dengan jumlah sampel 99 responden. Berdasarkan hasil studi, produksi sampah di Kota Gombong mencapai 279 m3/hari dengan jumlah sampah yang terangkut saat ini, hanya mencapai 40 m3/hari, sehingga kinerja pengelolaan sampah mencapai 36,5 %. Luas daerah terlayani mencapai 36,20 % dan penduduk terlayani mencapai 30,17%. Hasil kinerja pengelolaan sampah sebagian besar dinilai oleh masyarakat masih kurang baik sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan kepuasan atau harapan masyarakat. Hal ini menunjukan kinerja pengelolaan sampah belum sepenuhnya berjalan efektif. Hasil kinerja dipengaruhi oleh aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, hukum dan peran serta masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan sampah antara lain jumlah personil dan sarana prasarana masih sangat terbatas, operasional pengangkutan yang belum optimal, masih kurang jelasnya pembagian tugas terutama pada sistem pengumpulan dan pengangkutan, pendapatan dari retribusi rendah sehingga perlu subsidi untuk operasional, biaya operasional sangat terbatas, masyarakat belum sepenuhnya mendukung pengelolaan sampah dan masih kurangnya penindakan terhadap pelanggaran peraturan tentang persampahan. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu pemerintah perlu menambah jangkauan pelayanan sampah, personil, peralatan serta memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat.Kata kunci : sampah, kinerja, pengelolaan
BEDA TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN INHALASI AROMATERAPI MINYAK MAWAR PADA LANSIA HIPERTENSI Wahyono, Hadi; Winandari, Fransisca
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: WHO melaporkan hipertensi merupakan penyebab nomor 1 kematian di dunia. Dalam hasil Riset Kesehatan Daerah (2007) menunjukkan bahwa propinsi DIY masuk dalam 5 besar provinsi dengan kasus hipertensi terbanyak yaitu mencapai 35,8% diatas rata-rata seluruh Indonesia yang mencapai 31,7%. Tujuan: Mengetahui beda rata- rata antara sebelum dan sesudah pemberian inhalasi aromaterapi minyak mawar terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Dusun Ngireng-Ireng, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, Agustus 2014. Metode: Desain penelitian ini adalah Quasy Eksperiment menggunakan rancangan One Group Pretes-Postest. Jumlah populasi 30 orang dan jumlah sampel 22 orang dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan rumus T-test terikat dengan ? 0,05. Hasil: Didapatkan T hitung > T table atau 10,887 > 8,020 maka maka H0 ditolak H? diterima, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah inhalasi aromaterapi minyak mawar. Kesimpulan: Ada beda rata-rata sebelum dan sesudah pemberian inhalasi aromaterapi minyak mawar terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Dusun Ngireng-Ireng, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, Agustus 2014.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN MOTIVASI LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA Wahyono, Hadi
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dukungan sosial keluarga adalah suatu keadaan yang bermanfaat bagi individu yang diperoleh dari orang lain. Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu, kegiatan di posyandu lansia berupa promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Menurut BPS 2010 di Kabupaten Sleman jumlah penduduk lansia (60 tahun) ada 55.967 jiwa, dari total penduduk 1.090.567 jiwa. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia di Perumahan Boko Permata Asri Jobohan Bokoharjo Prambanan Sleman Yogyakarta. Metode: penelitian ini menggunakan penelitian analitik deskriptif correlation dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik total sampling, jumlah sampel sebanyak 49 responden, instrumen menggunakan kuesioner. Hasil: penelitian analisa univariat sebagian besar lansia mendapat dukungan sosial dari keluarga dalam kategori tinggi sebanyak 47 orang (72,3%) dan sebagian besar lansia memiliki motivasi untuk mengikuti posyandu lansia dalam kategori tinggi sebanyak 39 orang (83%). Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square membuktikan adanya hubungan yang signifikan (P-value = 0,015 < alfa = 0,05), dilanjutkan dengan uji Coefisien Continensi dengan keeratan 0,456 (agak Ka rendah). Kesimpulan: ada hubungan dukungan sosial keluarga dengan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia di Perumahan Boko Asri Jobohan Bokoharjo Prambanan Sleman Yogyakarta. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat melengkapi indikator yang belum ada pada instrument kuesioner motivasi dan melengkapi penelitian dengan metode kualitatif.
Pengaruh Perkembangan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Banda Aceh Almismary, MF Dewantara; Wahyono, Hadi
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 16, No 4 (2020): JPWK Vol. 16 No. 4 December 2020
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v16i4.25338

Abstract

Economic growth can caused by various factors, one of them is capital growth. Capital in the form of availability of  good quality  infrastructure will increase investment, connectivity, economic growth and human welfare. After the Tsunami, Banda Aceh focused on re-providing infrastructure. Some of infrastructure that developed very prominent are: electricity, clean water, education and health. At the same time, the economic growth in Banda Aceh has increased, but the rate of economic growth tends to fluctuate and in 2017, the rate of economic growth is only 3.05%. This study aims to determine the effects of infrastructure development on economic growth in Banda Aceh. This study use quantitative descriptive method with multiple linear regression analysis tools. The data used came from PLN Banda Aceh, PDAM Tirta Daroy and BPS Banda Aceh (2003-2017). The variables in this study consisted of the dependent variable: economic growth, and independent variables: road infrastructure, clean water infrastructure, electricity infrastructure, education infrastructure and health infrastructure. The results show that there was an effects between infrastructure development on economic growth in Banda Aceh. Infrastructure that has a significant effects on economic growth is  clean water infrastructure, education infrastructure and health infrastructure, while road infrastructure and electricity infrastructure has no effects on economic growth. Base on the results, the government should make policies to increasing the quantity and quality of infrastructure. It will assist in promoting economic growth in the future. 
Interaksi Kelembagaan dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Ekologis Bentang Alam Karst Sukolilo di Kabupaten Pati Adiguna, Wildansyah Firdaus; Wahyono, Hadi
Journal Of Biology Education Vol 4, No 1 (2021): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v4i1.10249

Abstract

Kawasan karst memberikan perlindungan dalam menjaga keseimbangan alam maupun penyediaan simpanan air bersih. Hasil olahan citra landsat 8 tahun 2019, persentase vegetasi KBAK Sukolilo di Kabupaten Pati sebesar 27,96%, Kabupaten Grobogan sebesar 36,16%, vegetasi terbaik di Kabupaten Blora seluas 49,93%. Kabupaten Pati memiliki persentase vegetasi paling rendah. Dampaknya, kawasan di bawahnya mengalami banjir akibat limpasan air dari pegunungan. Hal ini menjadi indikasi bahwa diperlukan optimalisasi kerjasama antar instansi dalam pengaturan regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jejaring interaksi antar lembaga yang terkait dalam pengelolaan KBAK Sukolilo di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengukur kepentingan dan pengaruh lembaga serta jejaring interaksi antar lembaga. Penentuan subjek penelitian melalui purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 23 lembaga terlibat. Berdasarkan klasifikasi matriks kepentingan dan pengaruh diperoleh key players 4 lembaga; subject tidak ada lembaga terklasifikasi; context setters 4 lembaga; dan crowds 15 lembaga. Hubungan antar lembaga diperoleh mayoritas lembaga tidak menunjukkan adanya interaksi. Interaksi dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya: komunikasi dan pertukaran informasi; sumber daya; pembagian peran; pengambilan keputusan; manfaat yang dihasilkan/diperoleh; komitmen; dan stuktur hierarki jaringan interaksi. Dapat disimpulkan bahwa interaksi antar lembaga dalam pengelolaan dan pemanfaatan KBAK Sukolilo di Kabupaten Pati belum mencapai kolaborasi kelembagaan, hanya jaringan kerja dan koordinasi.
KEGIATAN ISLAMI DI KAMPUNG KAUMAN KOTA SEMARANG Dian Sandri; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.051 KB)

Abstract

Kampung Kauman merupakan salah satu cikal bakal pertumbuhan kota Semarang. Dahulunya Kampung Kauman dikenal sebagai pusat peradaban Islam. Kampung Kauman sangat berperan penting dalam penyebaran agama Islam di kota Semarang dan merupakan tempat tinggal atau hunian para pemuka Agama Islam. Kini, pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan Islam dipengaruhi oleh akulturasi dengan kebudayaan setempat dan inkulturasi dengan budaya luar. Secara eksternal Kampung Kauman memiliki posisi yang sangat sulit, terjepit diantara pesatnya perkembangan fungsi komersial di kawasan Johar, sementara itu semangat untuk mempertahankan suatu sejarah kota di kawasan ini semakin memudar. Melihat kondisi seperti itu maka penelitian ini bertujuan pada mengkaji Kegiatan Islami dan keberlangsungannya di Kampung Kauman Kota Semarang. Penelitian ini pada dasarnya menggunakan pendekatan kualitatif yang mana untuk memahami fenomena atau gejala sosial dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji daripada memerincinya menjadi variabel-variabel yang saling terkait. Melalui penelitian ini maka hasil yang diharapkan adalah fakta yang ada dalam bentuk kegiatan Islami dan keberlangsungannya, menurut rukun Islam, kegiatan Islami tahunan dan kegiatan Islami lainnya, begitupula bentuk pengaruh kawasan sekitarnya terhadap  kegiatan islami di Kampung Kauman ini. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam bentuk keunikan Kampung Kauman dari segi kegiatan Islami dan keberlangsungannya yang telah ada sejak turun temurun.
Pengaruh Perkembangan Infrastruktur Dasar Pariwisata Terhadap Minat Kunjungan Wisatawan Candi Gedong Songo Kecamatan Bandungan Fiki Putri Kartika; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.788 KB)

Abstract

The development of infrastructure quality can produce tourism object development, which can attract more tourists). This study aims to analyze the effect of the development of basic tourism infrastructures on the tourists visiting the Gedong Songo Temple with linear regression analysis tools. The variables used are the number of tourists as (dependent variable) and roads, clean water, electricity, telecommunications and waste infrastructures as (independent variables). The results show there is an influences between the development of infrastructure in the interest of tourist visits, where the infrastructure indicators that influenced the interest of tourist visits are the number of electricity customers and the length of the road in good condition with the resulting model. Y = 2,509 X1 + 38,349X3 + €i it means that an increase in the length of the road network in good condition 1 Km that is good can affect the growth of tourist interest by 2,509 residents. there is an increase in the number of electricity customers by 1 person it can affect the growth of tourist interest by 38,349 people. These results can explain that effect of the development of basic tourism infrastructures on tourist visits by 92.9%, while the rest is influenced by other factors not explained or voiced in this study.
KAJIAN DAMPAK KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN JALAN KARTINI SEMARANG Nurani Nurul Hidayati; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.772 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota besar yang memiliki kebijakan terkait penataan pedagang kaki lima termasuk pada lokasi yang cukup potensial seperti kawasan Jalan Kartini yang terkenal sebagai “pasar burung”. Permasalahan yang berinti pada dampak dari suatu kebijakan yang ada terhadap PKL maupun pemerintah di kawasan Jalan Kartini Kota Semarang tersebut dapat dikerucutkan menjadi pertanyaan penelitian yakni bagaimana dampak kebijakan penataan PKL di kawasan Jalan Kartini Semarang. Berdasar pada pertanyaan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan yang dilakukan menurut persepsi pemerintah dan PKL dengan menggunakan kriteria efektivitas, efisiensi, kesamarataan, kecukupan, responsivitas dan ketepatan. Pendekatan penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode purposive sampling untuk penentuan narasumber. Terdapat perbedaan hasil menurut pemerintah dan PKL yakni kriteria efisiensi yang menurut PKL telah sesuai sedangkan menurut pemerintah tidak sesuai, kriteria kecukupan yang telah sesuai menurut PKL sedangkan menurut pemerintah tidak sesuai dan kriteria responsivitas yang sesuai menurut pemerintah dan tidak sesuai menurut PKL. Untuk kriteria efektivitas dan ketepatan, keduanya tidak sesuai menurut pemerintah ataupun PKL. Berbeda dengan sebelumnya, kriteria ekuitas telah sesuai baik menurut pemerintah maupun PKL. Berdasar pada seluruh kriteria di atas maka dampak kebijakan penataan PKL yang ada masih memberikan dampak negatif menurut pemerintah maupun PKL karena belum memenuhi seluruh kriteria yang ada. Diperlukan perubahan kebijakan bagi kriteria yang belum terpenuhi menurut pemerintah maupun PKL dengan jangka waktu yang jelas serta melibatkan peran PKL agar kebijakan tersebut dapat mewujudkan kepentingan umum sehingga tujuan kebijakan dapat tercapai.