Claim Missing Document
Check
Articles

POSISI PENAWARAN DAN PERMINTAAN WISATA MENURUT PENDAPAT PENGUNJUNG KLENTENG SAM POO KONG DI KOTA SEMARANG Indri Astuti; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.63 KB)

Abstract

Klenteng Sam Poo Kong yang terletak di Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang, sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kota Semarang tentunya memerlukan adanya penelitian mengenai posisi penawaran dan permintaan wisata menurut pendapat pengunjung. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kedua aspek tersebut yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi pengembangan daerah tujuan wisata Klenteng Sam Poo Kong. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji posisi penawaran dan permintaan wisata Klenteng Sam Poo Kong yang dilihat dari elemen sistem pariwisata. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Analisis yang digunakan yaitu skoring dan matriks BCG. Hasil penelitian ini akan menunjukkan posisi penawaran dan permintaan wisata Klenteng Sam Poo Kong dan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi pengembangan Klenteng Sam Poo Kong sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kota Semarang.
Daya Tarik Taman Widya Puraya Universitas Diponegoro Sebagai Taman Aktif Oleh Masyarakat Umum Aditya Mula Kurniawan; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.929 KB)

Abstract

Widya Puraya Park is a public space that owned by Universitas Diponegoro. Widya Puraya Park used as an open space for all ceremonial activity of Diponegoro University. Widya Puraya park is located in front of Widya Puraya building in Diponegoro University. But, as time goes by, Widya Puraya Park used also by the people who lived around Diponegoro University. The Park now also used as a recreation park by the people. Widya Puraya Park has something that could attract people to come. Researcher feel the need for identification about the attraction of Widya Puraya Park measured by visitor’s perceptions, also the correlation between the attraction and quality of Widya Puraya Park. The purpose of this research is to measure the attraction of Widya Puraya Park. The approach of this research is quantitative approach with crosstab analysis. This research uses quantitative descriptive analysis technique. The result of this research shows that the variables that have correlation with the quality of the park is visual attraction with visual quality of the park, amenities attraction with visual quality, amenities attraction with amenities quality and activity attraction. Based on crosstab analysis, the quality of Widya Puraya Park that attract people to come are visual quality and amenities quality. In other words, the society who lived around Diponegoro University come to Widya Puraya Park because of interested in the visual quality and amenities of Widya Puraya Park.
DAYA SAING OBYEK WISATA AIR BOJONGSARI (OWABONG), KABUPATEN PURBALINGGA DI PROVINSI JAWA TENGAH Ikfiyatul Umami; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.453 KB)

Abstract

Owabong merupakan obyek wisata air pertama yang berkembang di Provinsi Jawa Tengah. Seiring perkembangan zaman, obyek wisata ini memiliki banyak pesaing yang menawarkan atraksi menarik serupa berupa wisata air. Keadaan ini menyebabkan eksistensi Owabong menurun sehingga perlu dilakukan pengkajian terhadap daya saing Owabong untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing obyek wisata tersebut. Oleh karena itu, dilakukan suatu penelitian untuk mengukur kondisi daya saing Owabong melalui penggunaan indikator daya saing (competitive) yang dikemukakan oleh Michael E. Porter dan Studi Kebanksentralan BI. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan penelitian (research question) yang harus dijawab, yaitu “Bagaimana daya saing Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong), Kabupaten Purbalingga terhadap obyek wisata air lain di Provinsi Jawa Tengah?”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Analisis Delphi dengan menggunakan hasil kuesioner yang diperoleh dari beberapa responden yang memiliki kompetensi dan kapabilitas terkait wisata air di Provinsi Jawa Tengah, khususnya Owabong. Temuan penelitian ini adalah digunakannya 10 indikator untuk mengkaji daya saing pariwisata. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi daya saing Owabong dalam kondisi baik terbukti dengan prosentase indikator dalam kondisi baik sebesar 70% dan dalam kondisi kurang baik sebesar 30%. Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan adalah dengan menggunakan sistem E-ticket untuk meningkatkan daya saing Owabong.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMUGARAN TAMAN MUSTIKA DI KOTA BLORA SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK Meinar Kartikasari; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.026 KB)

Abstract

Keberadaan taman sebagai ruang terbuka publik yang begitu penting menjadikan Pemerintah berupaya untuk menyediakan taman dengan berbagai cara termasuk pemugaran. Pemugaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk merombak/membangun kembali suatu objek dengan tujuan yang lebih baik. Kawasan perkotaan Blora merupakan kawasan yang padat bangunan dan minim ruang terbuka publik. Pemugaran taman pasif yang berada di jantung kota menjadi sebuah taman aktif merupakan suatu hal yang baru yang ada di Blora dalam rangka memenuhi kebutuhan ruang terbuka publik yang aksessibel bagi masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap pemugaran Taman Mustika di Kota Blora sebagai ruang terbuka publik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualtatif deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil temuan dari penelitian adalah kondisi Taman Mustika sebelum pemugaran berdasarkan persepsi masyarakat sangatlah tidak layak, masyarakat tidak dapat memanfaatkan taman tersebut sebagai ruang terbuka publk. Berdasarkan persepsi masyaraat kondisi Taman Mustika sesudah pemugaran banyak memiliki manfaat seperti sebagai tempat bersantai, menunggu, dan belajar. Kondisi taman sesudah pemugaran juga jauh lebih baik karena masyarakat dapat mengakses Taman Mustika dan mampu melayani kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka publik. Dari persepsi masyarakat sebelum dan sesudah pemugaran Taman Mustika, peneliti menemukan adanya perubahan fungsi taman dari taman pasif menjadi taman aktif. Kondisi taman sebelum dan sesudah pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora mengalami perubahan yang signifikan dan mampu menampung aktivitas masyarakat.  Berdasarkan hasil temuan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora telah merubah Taman Mustika dari taman pasif menjadi taman aktif. Perubahan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya yang berada pada kawasan perkotaan Blora. Masyarakat berpendapat bahwa Taman Mustika setelah pemugaran lebih bermanfaat bagi mereka sebagai tempat berinteraksi, bersantai, hiburan, berkreasi dan belajar. 
Pendapat Pengunjung Terhadap Pengembangan Destinasi Wisata Religi di Kawasan Masjid Agung Semarang Berdasarkan Komponen Pariwisata Guntur Pamungkas; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Agung Semarang is one of the main tourist destination in Semarang, this particular destination is social-culture strategic area according to Regional Spatial Plan of Kota Semarang (RTRW) 2011-2031. Eventually to achieve its target as Social-culture Strategical Area, it needs religious tourism development with a tourism component approachment. Generally aspects which affect religious tourist destination are atraction, accessibility, amenity, activity, available packages, and ancillary services. Hence in this research those aspects will be analyzed further more. Besides, participation of tourist to contribute in the assesment of tourism service attributes considered significant. Based on this value of tourist opinion, identification of assesment from the tourist for the religious tourism destination development in Masjid Agung Semarang. Therefore, the goal of this research is to identify tourist opinion regarding the development of Masjid Agung Semarang area as religious tourism destination based on tourism components.
Tingkat Keberhasilan Kawasan Semarang Bridge Fountain sebagai Ruang Publik Perkotaan Dwi Aji Darmawan; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.502 KB)

Abstract

The Semarang Bridge Fountain area is one of the public spaces in Semarang City. The area became a new public space which was inaugurated on December 31st, 2018. The public space was provided by the Semarang City Government to meet the needs for public space in Semarang City. The existence of the Semarang Bridge Fountain Area aims as a new icon of Semarang City that provides a new activity space for the community. The existence of the public space is expected to be a gathering space for the people of Semarang. The public space can also be used as recreation or just to enjoy the atmosphere in Semarang City, In fact there are some problems that exist in the public space, such as traffic jams on regional roads, damage to the supporting facilities provided. Of the several existing problems, the success rate of the existing public space is measured, the Semarang Bridge Fountain as a new public space in providing activity space. The success rate is measured based on the conditions of the availability of supporting facilities and user activity in the region. The results of this measurement show the success rate of the Semarang Bridge Fountain area into the good category, and good for public space in Semarang City.
KINERJA PELAYANAN ALUN-ALUN KOTA PURWOREJO SEBAGAI RUANG PUBLIK Septi Rachma Sari; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.383 KB)

Abstract

Kinerja pelayanan suatu ruang publik dapat dikatakan baik apabila memiliki aspek responsibilitas, demokratis, dan bermakna yang seimbang. Kenyataannya banyak ruang publik yang terlalu bersifat demokratis disebabkan oleh kemudahan pengunjung bergerak bebas dalam melakukan aktivitasnya di sekitar kawasan tersebut. Keadaan tersebut menarik untuk diteliti, dengan pertanyaan penelitian: Apakah Alun-alun Kota Purworejo sebagai ruang publik sudah sesuai dengan tingkat kinerja yang seharusnya? Hal ini penting dalam menjaga kualitas ruang publik yang mampu memenuhi kebutuhan aktivitas pengunjungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja pelayanan Alun-alun Kota Purworejo sebagai ruang publik berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dan data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan kuesioner dengan informan yang dipilih melalui teknik pemilihan sampel nonprobability sampling dengan jenis sampling insidental untuk pengunjung alun-alun. Hasil akhir dari penelitian ini bahwa faktor demokratis di Alun-alun Kota Purworejo sangat tinggi sehingga untuk menyeimbangkan kinerja pelayanan di alun-alun tersebut dengan cara meningkatkan kualitas faktor image di kawasan sekitarnya.
Perwilayahan Pariwisata Di Kabupaten Semarang Dengan Model Titik Pusat Titi Ariyati; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2003.526 KB)

Abstract

Tourism uniqueness and diversity in a region affect tourism development of that region. One of the suitable developing strategy for a region which has a lot of tourist attractions is a tourism regionalization. Tourism regionalization means dividing tourism regions which has potential, and then make it into a tourism destination. Tourist attraction in Semarang Regency can be classified into 8 types which is nature, cultural, historical, man made, pilgrim, industrial, sports, and culinary. This research aims to describe tourism potential of Semarang Regency and arrange tourism regions with Mean Centre Model as one of developing strategy in Semarang Regency. Tourism regionalization expected to improve all of the tourism potential in order to make them developing together. The research question is how the tourism potential in Semarang Regency and how to develop them based on tourism regionalization which is suitable for tourism in Semarang Regency to make it develop optimally?. Regionalization can be done by reviewing types and potential level of tourist attraction, deciding tourist attraction hierarchy, and arrange tourism regionalization with Mean Centre Model. Methods in this research are Delphi method and Mean Centre method. Delphi method used to decide types, potential level, and hierarchy of tourist attraction. Mean Centre method used to determine mean centre as a reference of tourism regionalization. Tourism regionalization arrangement in Semarang Regency aims to give input about developing tourism strategy in Semarang Regency in order to make it developed optimally.
Pengaruh Kegiatan Komersial Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan di Koridor Jalan Ngesrep Timur V - Semarang Yuanta Bima Andrianto; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.004 KB) | DOI: 10.14710/tpwk.2018.20505

Abstract

The corridor of Ngesrep Timur V Street is one of accesses to get to the education area of Diponegoro University. The corridor of Ngesrep Timur V Street became a corridor for commercial activities. Commercial activities located in the corridor of Ngesrep Timur V Street became the area center in Sumurboto Urban Village. Commercial activities in the corridor of Ngesrep Timur V Street consists of trading and service activities. The commercial activities are classified into 4 kinds: grocery store, department store, special store, and service shop. The existence of the commercial activities resulted in the rapid changes of the land use in the corridor of Ngesrep Timur V Street. The land-use change was observed from 2011 to 2017. In addition to the land-use change in the corridor of Ngesrep Timur V Street, there was the change of figure-ground from 2011 to 2017. This research aims to find out how big the influence of commercial activities towards land-use change in the corridor Ngesrep Timur V Street is. In order to achieve that objective, this research uses quantitative approach with 153 commercial activities in total. The number of the respondents in this research is 65 respondents.This research, which concerns on the effect of the commercial activities towards land-use change, is based on three main analyses namely: characteristic analysis on commercial activities, analysis on land-use change and the causes of land-use change, and analysis on the influence of commercial activities towards land-use change. This research uses index method of the closest neighbor distribution to find out the distribution pattern of the commercial activities and Chi-Square method to find out the influence of the commercial activities towards land use change. The influence of the commercial activities towards land-use change is calculated using Chi-Square value, and there are three factors which are influential such as the type of the commercial activities towards land-use change, the distribution pattern of land-use change and the cost of capital expenditure towards land-use change.
PELAYANAN LINTAS BATAS DAERAH PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 SALATIGA DI KOTA SALATIGA DAN KABUPATEN SEMARANG Yuniar Rizka; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.46 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia.Di Indonesia, pelayanan pendidikan menjadi program utama pemerintah yang merupakan salah satu urusan wajib pemerintah daerah. Namun, pada kenyataannya pelayanan pendidikan tidak hanya berlaku bagi siswa yang berasal dari dalam wilayahnya saja, sehingga menimbulkan pelayanan pendidikan lintas batas daerah. Kondisi tersebut juga terjadi di SMA Negeri 1 Salatiga, yang melayani pendidikan bagi siswa dari dalam dan luar Kota Salatiga, terutama Kabupaten Semarang. Kondisi aksesibilitas yang baik, didukung dengan transpotasi yang memadai serta kualitas sekolah yang baik, menyebabkan pelayanan lintas batas tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai pelayanan lintas batas daerah Pendidikan SMA Negeri 1 Salatiga di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, dengan pertanyaan penelitian “Bagaimana pelayanan lintas batas daerah SMA Negeri 1 Salatiga yang terjadi di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang dan mengapa demikian?”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga data yang didapat berasal dari wawancara kepada narasumber. Kajian yang dilakukan meliputi kajian kondisi pelayanan pendidikan lintas batas daerah, proses pelayanan pendidikan lintas batas daerah, dan penyebab pelayanan pendidikan lintas batas daerah. Berdasarkan kajian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pelayanan pendidikan di SMA Negeri 1 Salatiga tidak hanya dimanfaatkan oleh siswa dalam wilayahnya, namun juga dimanfaatkan oleh siswa dari Kabupaten Semarang. Oleh karena itu, Kota Salatiga melakukan pengendalian untuk mengontrol jumlah siswa dari luar daerah. Terjadinya pelayanan pendidikan lintas batas daerah dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta motivasi siswa, yang dapat dilihat dari aksesibilitas yang baik, transportasi yang mendukung, kondisi sarana prasarana sekolah yang baik, serta kualitas pendidikan. Berdasarkan kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun sudah dilakukan pengendalian dalam pelayanan pendidikan lintas batas daerah, kondisi tersebut akan tetap terjadi di Kota Salatiga seiring dengan kondisi lingkungan yang mendukung serta motivasi siswa yang besar.