Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

INTEGRATED FISH MARKET DESIGN CONCEPT FOR CULTURAL LANDSCAPE IN BAGAN DELI WATERFRONT KONSEP PERANCANGAN PASAR IKAN TERPADU UNTUK LANSKAP BUDAYA DI TEPI AIR BAGAN DELI Mutiara Ubit; Wahyu Utami
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v6i1.198

Abstract

Bagan Deli di Medan Belawan merupakan lanskap budaya pesisir yang terbentuk dari interaksi aktivitas perikanan dan sistem perairan. Perkembangan kawasan pelabuhan memicu fragmentasi ruang tepi air dan melemahnya relasi spasial antara aktivitas nelayan dan lanskap pesisir. Penelitian sebelumnya mengenai Bagan Deli umumnya berfokus pada kondisi lingkungan dan adaptasi perubahan iklim, sementara pendekatan arsitektural yang memposisikan infrastruktur perikanan sebagai instrumen konservasi lanskap budaya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip konservasi lanskap budaya (Cultural Landscape Conservation/CLC) dalam perancangan pasar ikan terpadu di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah Information Grouping Model (IGM) William Peña melalui analisis aspek fungsi, bentuk, ekonomi, waktu, dan energi. Hasil menunjukkan bahwa pasar ikan terpadu dapat berperan sebagai simpul lanskap yang memperkuat relasi darat–air melalui integrasi fungsi ekonomi, sosial, dan budaya dalam sistem ruang tepi air. Prinsip pelestarian diwujudkan melalui penataan kembali struktur ruang tepi air yang sebelumnya terfragmentasi, penerapan tipologi bangunan panggung yang adaptif terhadap pasang surut, serta penguatan keterkaitan spasial antara aktivitas nelayan dan kawasan pesisir. Studi ini menegaskan bahwa konservasi lanskap budaya dilakukan melalui penguatan struktur spasial dan praktik sosial kawasan pesisir.
MUSEUM AND LEARNING CENTER DESIGN STRATEGY BASED ON CULTURAL LANDSCAPE HERITAGE CONSERVATION IN MUARA TAKUS STRATEGI DESAIN MUSEUM DAN PUSAT PEMBELAJARAN BERBASIS CULTURAL LANDSCAPE HERITAGE CONSERVATION DI CANDI MUARA TAKUS Gama Ludia Ningsih; Wahyu Utami
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v6i1.197

Abstract

Candi Muara Takus yang berada di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau merupakan salah satu situs cagar budaya penting yang menunjukkan keterkaitan antara sejarah, aktivitas manusia, serta kondisi lanskap alam di sekitarnya sejak masa Kerajaan Sriwijaya. Kawasan ini memiliki nilai historis, spiritual, dan arkeologis yang tinggi. Namun, hingga saat ini fasilitas yang mendukung kegiatan edukasi dan penyampaian informasi sejarah kepada pengunjung masih sangat terbatas. Akibatnya, sebagian besar pengunjung hanya melihat fisik bangunan candi tanpa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai sejarah dan budaya kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan ruang museum dan balai pembelajaran sebagai sarana edukasi dan interpretasi budaya di kawasan Candi Muara Takus dengan menggunakan pendekatan Cultural Landscape Heritage Conservation (CLHC). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis kebijakan terkait pelestarian cagar budaya, serta studi banding terhadap bangunan dengan fungsi serupa. Analisis difokuskan pada hubungan antara lanskap alam, nilai budaya, serta kebutuhan ruang edukasi di kawasan cagar budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan museum dan balai pembelajaran perlu mempertimbangkan karakter lanskap kawasan, zonasi cagar budaya, serta hubungan visual dengan kompleks candi. Selain itu, desain bangunan juga perlu memperhatikan skala bangunan agar tidak mendominasi situs utama, penggunaan material lokal yang kontekstual, serta penguatan ruang terbuka sebagai media pembelajaran lanskap budaya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi edukatif kawasan sekaligus mendukung upaya pelestarian nilai sejarah dan budaya Candi Muara Takus secara berkelanjutan.
INTEGRATED FISH MARKET DESIGN CONCEPT FOR CULTURAL LANDSCAPE IN BAGAN DELI WATERFRONT KONSEP PERANCANGAN PASAR IKAN TERPADU UNTUK LANSKAP BUDAYA DI TEPI AIR BAGAN DELI Mutiara Ubit; Wahyu Utami
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v6i1.198

Abstract

Bagan Deli di Medan Belawan merupakan lanskap budaya pesisir yang terbentuk dari interaksi aktivitas perikanan dan sistem perairan. Perkembangan kawasan pelabuhan memicu fragmentasi ruang tepi air dan melemahnya relasi spasial antara aktivitas nelayan dan lanskap pesisir. Penelitian sebelumnya mengenai Bagan Deli umumnya berfokus pada kondisi lingkungan dan adaptasi perubahan iklim, sementara pendekatan arsitektural yang memposisikan infrastruktur perikanan sebagai instrumen konservasi lanskap budaya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip konservasi lanskap budaya (Cultural Landscape Conservation/CLC) dalam perancangan pasar ikan terpadu di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah Information Grouping Model (IGM) William Peña melalui analisis aspek fungsi, bentuk, ekonomi, waktu, dan energi. Hasil menunjukkan bahwa pasar ikan terpadu dapat berperan sebagai simpul lanskap yang memperkuat relasi darat–air melalui integrasi fungsi ekonomi, sosial, dan budaya dalam sistem ruang tepi air. Prinsip pelestarian diwujudkan melalui penataan kembali struktur ruang tepi air yang sebelumnya terfragmentasi, penerapan tipologi bangunan panggung yang adaptif terhadap pasang surut, serta penguatan keterkaitan spasial antara aktivitas nelayan dan kawasan pesisir. Studi ini menegaskan bahwa konservasi lanskap budaya dilakukan melalui penguatan struktur spasial dan praktik sosial kawasan pesisir.