Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JKMM

FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DERMATITIS KONTAK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PETANI RUMPUT LAUT DI DUSUN PUNTONDO TAKALAR Atjo Wahyu; A. Ummu Salamah; A. Rifkah Fauziah; Mayang Amalia Angaradipta; Syamsiar S. Russeng
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 1: Januari 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i1.8703

Abstract

Negara Republik Indonesia Terkenal sebagai archipelagos of State oleh karena memiliki banyak pulau baik yangkecil maupun yang besar. Kondisi ini menyebabkan banyak penduduk yang bermukim dan mencari hidup dankehidupannya (penghidupan) di sekitar pesisir kepulauan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis variabelyang paling dominan dalam mempengaruhi kejadian dermatitis kontak dan dampaknya pada kualitas hidup padapetani rumput laut. Variabel bebas dalam penelitian ini sebanyak 8 yaitu umur, lama kerja, masa kerja, pendidikan,pengetahuan ,sikap, tindakan, penggunaan alat pelindung diri, selanjutnya variabel dermatitis kontak dianalisisdampaknya terhadap variabel kualitas hidup. Jenis Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional study,dengan besar sampel sebanyak 128 petani rumput laut. Hasi uji regresi logistic menemukan bahwa faktor yangpaling dominan yang mempengaruhi kejadian dermatitis kontak adalah Penggunaan alat pelindung diri (p=0,008)dan selanjutnya dengan menggunakan Uji Man Whitney didapatkan bahwa kualitas hidup bagi petani rumput lautyang menderita dermatitis kontak lebih rendah dibandingkan dengan petani rumput laut yang tidak menderitadermatitis kontak.
METODE EDUKASI & PENDAMPINGAN TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN TERKAIT PENGGUNAAN APT PENGRAJIN PANDAI BESI Atjo Wahyu; Furqaan Naiem; Tahir Abdullah; Yahya Thamrin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 2 No. 2: Desember 2019
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v2i1.8722

Abstract

Kesadaran akan kebisingan di sektor industri khsusnya pengrajin pandai besi umumnya belum diketahui secara luas, sehingga pekerja tidak memperhatikan risiko gangguan kesehatan berupa ketulian akibat paparan kebisingan yang melebihi standar terlebih jika mereka tidak menggunakan penutup telinga (earplug/earmuff). Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi experiment dengan jumlah sampel 30 orang pekerja pengrajin pandai besi di Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap Tahun 2018. Data yang terkumpul kemudian dianalisa yang membandingkan antara pengetahuan, sikap, dan praktik sebelum dan setelah dilakukan metode edukasi serta pendampingan. Hasil diperoleh bahwa melalui metode edukasi serta pendampingan efektif meningkatkan pemahaman pekerja atas kaidah keselamatan dan kesehatan kerja, diperoleh responden berpengetahuan cukup sebelum edukasi dan pendampingan sebesar 66.7% meningkat menjadi 96.7%. Faktor sikap, responden dengan kategori sikap cukup sebesar 43.3% meningkat menjadi 100%. Penilaian atas praktek, sebelum pendampingan kategori dengan praktek cukup sebesar 33.3% dan setelah pendampingan signifikan meningkat menjadi 90%. Olehnya disarankan bagi pemilik usaha dan instansi terkait mempromosikan dan mengsosialisasikan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada pengrajin besi khususnya perlindungan diri atas sumber bising yang dapat menyebabkan ketulian.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN WORKSHOP CYBER SAFETY Yahya Thamrin; Atjo Wahyu; Furqaan Naeim; Iin Karmila Yusri; Andi Hardianti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 2 No. 2: Desember 2019
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v2i1.8723

Abstract

Saat ini gadget dan internet awalnya digunakan sebagai alat dan media komunikasi untuk mempermudah dan membantu manusia pada berbagai jenis sektor kehidupan seperti ekonomi, hiburan dan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah kegiatan workshop dilakukan. Kegiatan dilakukan di dua sekolah dasar di Kota Makassar, SD Darussalam dan SDN PAI Kota Makassar. Sampel berjumlah 60 orang tua siswa pada dua sekolah dasar dengan masing-masing 30 orang tua siswa di tiap sekolah dasar. Data dianalisis menggunakan uji T. Hasil analisis menunjukkan ada perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah workshop di dapatkan hasil p=0,000. Pemberian edukasi melalui workshop menurut hasil analisis berpengaruh pada peningkatan pengetahuan orang ttua siswa. diharapkan agar orang tua, sekolah dan pemerintah setempat dapat bekerja sama dalam meningkatakan awareness cyber safety ini dan mengurangi risiko-risiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan.
KESINTASAN PASIEN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT PADA ANAK DI RSUP.DR.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Rezki Elisafitri; A. Arsunan Arsin; Atjo Wahyu
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 3: Agustus 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i3.8819

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) merupakan salah satu keganasan hematologi yang paling banyak dideritaoleh anak-anak. Tolak ukur keberhasilan pengobatan pada pasien leukemia dapat dilihat berdasarkan angkakesintasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui proporsi kesintasan pasien LLA pada anak di RSUP Dr.WahidinSudirohusodo dan faktor prognosis yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain studiobservasional analitik dengan rancangan kohort retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah pasien LLA yangdidiagnosis tahun 2014-2017 di RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo. Sebanyak 109 pasien dipilih secara simplerandom sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan penelusuran rekam medik pasien. Datadianalisis menggunakan analisis Kaplan-Meier dan Cox Regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwaproporsi kesintasan 48 bulan pasien LLA pada anak di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar sebesar 26%.Faktor prognosis yang berhubungan secara statistik dengan kesintasan pasien LLA adalah status gizi (p=0,028),sedangkan umur dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kesintasan pasien LLA (p>0,05). Berdasarkananalisis multivariat dengan cox regression model interaksi, faktor prognosis yang paling berpengaruh terhadapkesintasan pasien LLA adalah status gizi (p=0,040; HR=1,739 CI 95% 1,024-2,952). Pasien LLA dengan statusgizi abnormal memiliki risiko kematian 1,739 kali lebih tinggi dibandingkan pasien LLA dengan status gizinormal.
PENGARUH KONSUMSI BERAS ORGANIK NUTRI RICE TERHADAP STATUS BESI SANTRI PUTRI YANG MENGALAMI KEK (KURANG ENERGI KRONIS) DI PESANTREN PUTRI YATAMA MANDIRI KABUPATEN GOWA Ummu Kalsum; Veny Hadju; Atjo Wahyu; Idar Mappangara
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 3 No. 1: Maret 2020
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v3i1.10293

Abstract

Pertanian Organik merupakan salah satu upaya peningkatan zat gizi pada tanaman pertanian, utamanya tanaman pokok seperti beras dengan meningkatkan kualitas tanah dan meminimalisir penggunaan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi beras organik nutri rice terhadap status besi, yaitu hemoglobin, hematokrit dan besi serum remaja putri yang mengalami KEK. Penelitian ini merupakan penelitian true experiment dengan rancangan randomized pretest-postest with control group design. Pengambilan darah untuk menilai status besi dilakukan oleh tenaga berpengalaman dan dilakukan sebanyak dua kali, yakni sebelum dan setelah intervensi (pretest dan posttest). Penelitian ini dilaksanakan di Pesantren Putri Yatama Mandiri Kabupaten Gowa. Sampel terdiri atas 36 orang santri putri berusia 15-18 tahun dengan ukuran LiLA<23.5 atau dengan purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dimana kelompok intervensi diberikan nutri rice, sementara kelompok kontrol mengonsumsi beras non-organik. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada konsumsi beras organik terhadap kadar hemoglobin (p= 0.551), hematokrit (p=0.346) dan serum besi (p=0.690) sebelum dan setelah intervensi. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah tidak ada pengaruh konsumsi beras organik nutri rice terhadap kadar hemoglobin, hematokrit dan serum besi santri putri. Sebagai saran untuk penelitian selanjutnya agar penelitian difokuskan pada sampel yang menderita anemia untuk melihat sejauh mana pengaruhnya terhadap perbaikan status besi sampel.