Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Agrowisata: Diversifikasi Produk Lokal Pertanian di Kelompok Dasawisma Kuta, Desa Kuta, Kabupaten Sumba Timur Uska Peku Jawang; Melycorianda H. Ndapamuri; Elfis Umbu Katongu Retang; Mikel Nikolas Djo; Regina Hara Adji; Friscila Anggreni Kasa; Anggareni Bora
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2184

Abstract

Desa Kuta di Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi wisata alam, pertanian, dan kuliner khas lokal yang besar untuk dikembangkan, namun masih terkendala keterbatasan pengetahuan, minimnya diversifikasi produk, serta kurangnya pemanfaatan teknologi dan strategi pemasaran. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis agrowisata dengan mengintegrasikan sektor pertanian, pariwisata, dan kuliner lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan dan praktik, pendampingan, hingga evaluasi, dengan sasaran utama kelompok Dasawisma Kuta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama pada diversifikasi produk olahan, inovasi pengemasan, branding, serta pemasaran digital melalui media sosial. Evaluasi memperlihatkan tingkat kepuasan mitra sebesar 74,1% pada kategori puas dan sangat puas, dengan aspek kreativitas dan inovasi memperoleh nilai tertinggi. Program ini terbukti meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja baru, dengan rekomendasi tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan, penguatan kelompok menjadi UMKM desa, serta dukungan legalitas produk melalui izin edar dan uji keamanan pangan.
Pelatihan dan Pendampingan Anggota Jemaat GKS Kawangu dalam Pembuatan Pestisida dan Pupuk Organik Yonce Killa; Suryani K. K. L Kapoe; Uska Peku Jawang; Lusia Danga Lewu; Marten Umbu Nganji; Melycorianda Hubi Ndapamuri; Marizol T. D. Mara; Alfred J. Lumbung; Junaedin Wadu; Maklon F. Killa
NGABDIMAS UNIRA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIRA Vol. 6 No. 1 (2026): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ngu.v6i1.3048

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Kawangu, Kabupaten Sumba Timur, dalam pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik berbasis sumber daya lokal. Kegiatan dilatarbelakangi oleh masih dominannya praktik pertanian konvensional yang bergantung pada penggunaan pestisida dan pupuk kimia, yang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kualitas tanah. Metode pelaksanaan meliputi survei lokasi, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, serta evaluasi melalui observasi dan wawancara. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November–Desember tahun 2025. Peserta terdiri dari 15 orang anggota jemaat dan 10 orang mahasiswa serta dosen Prodi Agroteknologi Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Bahan yang digunakan dalam pelatihan antara lain daun gamal, daun kirinyuh, daun nimba, sekam padi, dan kotoran sapi yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman mengenai potensi berbagai bahan lokal sebagai bahan baku pestisida dan pupuk organik serta mampu mempraktikkan proses pembuatannya dengan baik. Tingkat partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan tergolong tinggi, yang ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dalam diskusi, praktik, dan evaluasi. Selain meningkatkan kapasitas peserta dalam pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung usaha tani yang berkelanjutan, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya minat masyarakat terhadap penerapan teknologi pertanian yang ramah lingkungan.
Analisis Antioksidan Dan Organoleptik Teh Herbal Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Yuan Ardani Malo; Melycorianda Hubi Ndapamuri; Lusia Danga Lewu
Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Mei 2026 (SJAA)
Publisher : Prodi Agroteknologi dan Agribisnis - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jb988855

Abstract

Tanaman buah naga termasuk tanaman tropis. Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini sekitar 60 mm/bulan atau 720 mm/tahun. Bagian buah naga yang sering dimanfaatkan adalah bagian daging buah yang berwarna merah, putih ataupun ungu sedangkan kulitnya yang mempunyai berat 30 - 35% dari berat buah belum dimanfaatkan secara maksimal dan hanya dibuang sebagai sampah, padahal kulit buah naga mengandung zat bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh antara lain antioksidan (dalam bentuk asam askorbat, betakaroten, dan antosianin), dan serat pangan (dalam bentuk pektin). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dan karakteristik organoleptik teh herbal kulit buah naga merah ( Hylocereus polyrhizus ) berdasarkan variasi suhu dan lama pengeringan. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan perlakuan kombinasi suhu pengeringan (50°C, 75°C, dan 100°C) serta lama pengeringan (18 jam, 21 jam, dan 24 jam). Analisis dilakukan terhadap aktivitas antioksidan menggunakan nilai IC50 serta pengujian organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur dengan metode hedonik menggunakan 25 panelis pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama pengeringan mempengaruhi aktivitas antioksidan dan tingkat kesukaan panelis terhadap teh herbal kulit buah naga merah. Nilai aktivitas antioksidan terbaik diperoleh pada perlakuan A3B3 (100°C/24 jam) dengan nilai IC50 sebesar 1.814,720 ppm. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa warna yang paling disukai terdapat pada perlakuan A1B3 (50°C/24 jam), aroma pada perlakuan A1B1 (50°C/18 jam), rasa pada perlakuan A2B3 (75°C/24 jam), dan tekstur pada perlakuan A3B1 (100°C/18 jam). Secara umum, teh herbal kulit buah naga merah diterima panelis pada kategori suka.