Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kajian Pengaruh Penggunaan Semen Ekspos sebagai Finishing Dinding Interior terhadap Psikologis Pengguna Ruang Rakandenu, I Gede Made Gani; Wardhani, Dyah Kusuma
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 5 No. 2 (2021): Aksen : Journal of Design and Creative Industry
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/aksen.v5i2.1870

Abstract

The use of exposed cement materials as wall finishing lately is in great demand and is becoming a designtrend at the moment. Many property buildings ranging from commercial buildings such as cafes, restaurants,to hotels to residential buildings such as houses, apartments and condos use exposed cement as one ofthe interior wall finishing. Exposed cement as wall finishing is usually associated with industrial designstyles. In Indonesia, exposed cement is applied as finishing material after bricks. Using exposed cementas wall finish that nowadays has been trending in architecture and interior applicants gives a differentambience of space, home or building yet still economically acceptable. The using of exposed cement aswall finish are close to the using of industrial style. As known, industrial style is an interior architecturedesign style that adopting industries elements such as the using of metal, bricks and pipe material thenbe exposed on purpose. Industrial style has color palette such as black and greyish. Therefore the usingof exposed cement as wall finish often used in industrial design style. However with the popular use ofexposed cement as wall finish does not mean that it can freely acceptable in all situations, because it canaffect the comfort of the room user.
PERANCANGAN DESAIN ONSEN BEAUTY & SPA DENGAN PENDEKATAN HEALING DESIGN OLEH MERAKI STUDIO Christina, Melisa; Wardhani, Dyah Kusuma; Purwoko, Gervasius Herry
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 6 No. 1 (2021): Aksen : Journal of Design and Creative Industry
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/aksen.v6i1.2265

Abstract

Dengan situasi Kota Jakarta yang sangat padat dan banyak tuntutan hidup membuat banyak orang merasa stres dan tertekan, menuntut setiap pekerja untuk selalu dalam kondisi prima sehingga membutuhkan kestabilan fisik dan psikis. Dengan adanya fenomena kehidupan masyarakat tersebut, membuat banyak masyarakat ingin menghabiskan hari liburnya untuk berekreasi, bersantai, dan melakukan rejuvinasi melalui kegiatan spa. Onsen Beauty & Spa yang berlokasikan di Jakarta menghadirkan sebuah sarana relaksasi khusus wanita yang mengadopsi konsep pemandian air panas atau onsen di Jepang. Tempat ini memiliki filosofi ‘sembuhkan tubuh, tenangkan pikiran, dan perbarui semangat’ dengan misi keseluruhan adalah wellness. Perusahaan ini akan direlokasi ke sebuah tanah kosong di Jakarta, dimana area tersebut sangat padat dan ramai. Maka dari itu, desain yang dihasilkan harus menjawab dan mendukung jati diri perusahaan dan permasalahan yang didapat pada site. Konsep yang dapat menjawab dan mendukung jati diri perusahaan tersebut adalah hiringu. Hiringu merupakan sebuah konsep desain untuk menciptakan tempat berelaksasi penuh dan menyadarkan panca indera manusia dengan konektivitas terhadap alam yang didukung oleh gaya arsitektur dan interior Jepang modern. Dengan kata lain, prinsip healing dan senses design diterapkan. Alam dalam konsep ini memegang peranan penting. Pembagian area hijau yang merata ke dalam interior dan penggunaan material alami merupakan beberapa hal yang diterapkan ke dalam perancangan ini. Pelingkup fisik area publik di tempatkan di bagian depan site sebagai noise barrier sehingga area healing yang berada di belakangnya memiliki ketenangan yang maksimal.
SENSE OF PLACE KAWASAN WISATA PASAR UBUD Rahadiyanti, Melania; Kusumowidagdo, Astrid; Wardhani, Dyah Kusuma; Kaihatu, Thomas Stefanus; Swari, Ida Ayu Indira
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2019): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v6i2a3

Abstract

Abstrak_ Kawasan Pasar Ubud telah menjadi daya tarik tersendiri sebagai tujuan wisata di Bali. Penelitian ini ingin menelaah lebih jauh persepsi pengunjung terhadap service-scape di kawasan wisata Pasar Ubud. Adapun penelitian eksploratif ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan interview mendalam, observasi dan dokumentasi. Objek penelitian yaitu Pasar Ubud dan koridor Jalan Karna yang berada di kawasan yang berdekatan. Pada kawasan Pasar Ubud, hasil penelitian menunjukkan faktor fisik yang berpengaruh pada sense of place-nya yaitu arsitektur, kawasan, barang dagangan, vocal point, dan area berdagang dengan mobil bak terbuka. Sedangkan faktor sosialnya berupa histori, simbol pohon beringin, karakter pedagang dan pengunjung, serta aktivitas perdagangan dan transisi. Pada kawasan Jalan Karna, faktor fisik pembentuk sense of place-nya yaitu arsitektur, kawasan, urban interior, barang dagangan, dan vocal point. Sedangkan faktor sosialnya yaitu memori dan karakter pedagang serta pengunjung.Kata kunci : Faktor Fisik; Faktor Sosial; Jalan Karna; Pasar Ubud; Sense of Place. Abstract_ The Ubud Market area has become the main attraction as a tourist destination in Bali. This study wants to examine further the perception of visitors to service-scape in the tourist area of Ubud Market. The exploratory research is a qualitative study with a case study method. Methods of collecting data using in-depth interviews, observation, and documentation. The research objects are the Ubud Market and the Jalan Karna corridor in the adjacent area. In the Ubud Market area, the results of the study show that physical factors that influence the sense of place, namely architecture, area, merchandise, focal points, and areas of trading with pickup trucks. While the social factors are history, the symbol of the banyan tree, the character of traders and visitors, and trade and transition activities.Keywords:  Physical Factors; Social Factors; Karna Street; Ubud Market; Sense of Place.
PERANCANGAN PROYEK KALIMAKA HOTEL JIMBARAN DENGAN PENDALAMAN GREEN DESIGN OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR INTERIOR J’ ATELIER Teowarang, Janet; Wardhani, Dyah Kusuma
KREASI Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v8i2.4494

Abstract

Bali adalah salah satu destinasi pariwisata yang paling populer di dunia, tetapi pertumbuhan industri pariwisata yang pesat telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan alamnya. Untuk menjaga keindahan alam pulau ini juga memenuhi kebutuhan wisatawan, perancangan hotel berkelanjutan dengan pendekatan green design menjadi penting.Hotel adalah bangunan komersial dan merupakan investasi bisnis yang sangat berkembang di Kota Bali. Konsep berkelanjutan pada bangunan hotel dapat diterapkan pada desain dan operasional bangunan. Perancangan hotel di Bali dengan pendekatan green design merupakan langkah yang positif untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan industri pariwisata. Kalimaka Hotel Jimbaran yang dirancang dengan pendalaman green design diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dengan mempertahankan dan menghormati keunikan budaya dan alam Bali. Kalimaka Hotel dirancang dengan gaya desain kontemporer-tradisional yang menerapkan prinsip green design dengan perpaduan design tradisional khas Bali, yang dirancang berdasar kearifan lokal. Konsep desain Kalimaka Hotel mengangkat filosofi Tri Hita Karana yang diterapkan dari aspek bentuk arsitektur interior (bangunan, ruang luar, dan dalam) dan aspek fungsi (kegiatan). Metode perancangan terdiri dari konsep rancangan, prarancangan, pengembangan rancangan, pembuatan gambar kerja, proses pengadaan pelaksana konstruksi, dan pengawasan berkala. Selain itu juga dilakukan studi literatur untuk mengintegrasikan prinsip green design serta budaya ke dalam design. Keselarasan antara budaya, alam, dan praktik berkelanjutan akan menjadi pilar utama dalam perancangan hotel ini.
Perancangan Proyek Ritel Butik dengan Pendekatan Sense of Place oleh Konsultan Arsitektur Interior Espace Normal Christofaro, Veni Marcellia; Wardhani, Dyah Kusuma
KREASI Vol. 9 No. 2 (2024): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v9i2.5033

Abstract

This project is entitled “Boutique Retail Project Design with an In-Depth Sense of Place by Espace Normal Interior Architecture Consultants” on Argopuro Boulevard Street, Jember, East Java. Boutique retail design with a sense of place aims to create a unique and memorable shopping experience through design elements that strengthen customers' emotional attachment to space and preserve the culture in Indonesia, considering that technology in this modern era can shift the original culture of society. Sense of place here describes the emotional ties and meaning that individuals feel towards a place so that it becomes the key to forming a boutique identity and being different from other boutiques. The design methodology includes observation, interviews, literature study, typology study, and design concept development. As for the design concept, this design will later apply one of the themes from JFC (Jember Fashion Carnival), namely "Virtue Fantasy." Annually, JFC is a fashion carnival hosted at Jember Regency, East Java, which displays diverse cultural expressions. Implementation of design concepts with an ambiance that displays pop-up design, namely emphasizing abstract shapes, decorations that give a busy impression, and bright colors. By putting this idea into practice, it is intended to show off a fantasy-themed building, which is ideal for all women who aspire to be beautiful.
PERANCANGAN PROYEK KAFE DAN RESTORAN MAKASSAR DENGAN PENDALAMAN SENSE OF PLACE Jasin, Kelvin Anggriawan; Wardhani, Dyah Kusuma
KREASI Vol. 10 No. 1 (2024): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v10i1.5325

Abstract

Pada masa pandemi, orang-orang sering menghabiskan waktunya di dalam rumah baik itu berupa work from home (WFH) ataupun pertemuan online yang dilakukan di rumah. Seiring dengan berjalannya masa new normal maka masyarakat itu sendiri ingin melepas kepenatan mereka dengan melakukan aktivitas di luar rumah. Kafe dan resto ataupun tempat rekreasi lainnya akan mengalami pertumbuhan pengunjung. Maka kafe dan resto yang memiliki konsep yang unik akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggannya. Aplikasi konsep sense of place merupakan hal baru untuk diterapkan di Makassar sehingga dapat menarik dan memberikan pengalaman baru bagi pelanggannya. Selain itu, di Makassar sendiri terdapat banyak ukiran, motif, dan bentukan yang merupakan sesuatu yang khas dari suku Makassar. Penerapan sense of place dengan memasukkan unsur budaya ataupun unsur khas dari daerah Makassar tersebut dapat menjadi sesuatu yang menonjol untuk kafe dan restoran dalam perancangan ini. Agar hal ini dapat terwujud maka VIENS.Studio menawarkan sebuah konsep desain yang mengaplikasikan penerapan prinsip sense ofplace dengan mengkolaborasikan budaya khas Makassar yang dulunya memiliki kesan kuno, sehingga menjadi lebih modern dengan tujuan agar konsep ini dapat diterima oleh kalangan muda. Hasil dari perancangan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman ruang yang autentik dan bermakna bagi para pengunjung, sekaligus memperkuat daya tarik Makassar sebagai destinasi wisata kuliner.
Net Zero Healthy Building: Defining the Terms and Criteria with Bibliometric Analysis Susan, Susan; Wardhani, Dyah Kusuma; Ariyanto, Yusuf; Wonohadidjojo, Daniel Martomanggolo; Harianto, Eric
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 9 No. 1 (2023): August 2024 ~ October 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v9i1.1419

Abstract

Net Zero Energy Buildings (NZeBs) are a key design and construction paradigm due to sustainable building practices. NZeBs emphasize occupant well-being and reducing dependence on non-renewable energy sources in building design. A rigorous bibliometric investigation will define and standardize NZeBs in this work. This study uses data mining, VOSviewer bibliometric analysis, and a comprehensive literature search to identify key themes and criteria for understanding Net Zero Energy Buildings. The findings show that building system boundaries, passive design, energy efficiency assessments, and adaptive thermal comfort principles help conceptualize Net Zero Energy Buildings. This research improves our understanding of NZeBs and lays the groundwork for future research on sustainable building practices and healthier interior environments by merging data from other sectors.
Pengaruh Minat Pengunjung UPTD Agribisnis Buah Naga Rembangan di Kecamatan Arjasa Putri, Ariesia Ayuning Gema; Wardhani, Dyah Kusuma; Andini, Paramita; Farhana, Ayu
Jurnal Manajemen Agribisnis dan Agroindustri Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.515 KB) | DOI: 10.25047/jmaa.v1i2.14

Abstract

Dinas Pariwisata Kabupaten Jember menggiatkan desa wisata yang bertujuan untuk menarik wisatawan domestik dan non domestik untuk mengunjungi Kabupaten Jember, Salah satu kawasan wisata yang ada di Kabupaten Jember adalah kawasan UPTD agribisnis buah naga Rembangan. Kawasan ini merupakan satu dari beberapa tempat wisata di Kabupaten Jember yang sangat prospektif, Namun masyarakat diluar Kabupaten Jember kurang begitu berminat untuk mengunjunginya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat pengunjung ke kawasan UPTD agribisnis buah naga Rembangan dengan menggunakan analisis logaritma natural dan analisis regresi logistik biner. Analisis ini mampu mengidentifikasi apakah faktor yang diteliti dapat mempengaruhi minat pengunjung secara bersama-sama dan faktor apa yang paling dominan berpengaruh pada minat pengunjung ke kawasan agribisnis buah naga Rembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel Lama Perjalanan (X1), Penghasilan Perbulan (X2), Usia Pengunjung (X3), Waktu Luang Perminggu (X4), dan Biaya Transportasi (X5) secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Minat Pengunjung (Y) di kawasan UPTD agribisnis buah naga Rembangan, Kabupaten Jember, dan Variabel paling dominan terhadap minat pengunjung di  kawasan UPTD agribisnis buah naga Rembangan, Kabupaten Jember adalah variabel lama perjalanan
PERANCANGAN HOTEL LUMAJANG DENGAN PENDALAMAN SENSE OF PLACE OLEH JESSNOV INTERIOR STUDIO Christy, Jessica Novia; Wardhani, Dyah Kusuma
KREASI Vol. 10 No. 2 (2025): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v10i2.5956

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, ras, dan bahasa. Adanya keberagaman tersebut membuat Indonesia memiliki ciri khas tersendiri. Namun, seiring perkembangan zaman, pengaruh globalisasi memberikan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatif yang menjadi masalah yaitu nilai kebudayaan dan ciri khas tempat yang semakin pudar. Selain masalah tersebut, adanya pandemi Covid-19 yang muncul pada akhir 2019 juga memberikan dampak yang besar di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Dampak tersebut menyebabkan adanya pembatasan sosial, menurunnya sektor pariwisata, dan perekonomian. Dengan adanya masalah-masalah tersebut, maka Konsultan Jessnov Interior Studio hadir melalui pendekatan desain sense of place di mana desainnya memberikan kekhasan serta ikatan emosional antara pengguna dan tempat yang dapat menghadirkan rasa aman, nyaman, dan perasaan ingin berkunjung kembali. Proyek yang diambil oleh Jessnov Interior Studio sekaligus menjadi proyek tugas akhir yaitu proyek Djang Hotel yang merupakan hotel bintang 3 di Kabupaten Lumajang. Pada proyek hotel ini diterapkannya pendekatan desain sense of place, sehingga memberikan peluang untuk memperlihatkan kekhasan budaya maupun ciri khas tempat dari Kabupaten Lumajang dengan mengambil faktor fisik dan sosial serta faktor panca indra manusia yang mempengaruhi sense of place. Dengan adanya penerapan pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang dapat meningkatkan sektor pariwisata sekaligus dapat membantu mengingatkan masyarakat untuk menjaga warisan tempat dan budaya yang ada.
PERANCANGAN PROYEK SEKOLAH ALAM KUMAI DENGAN PENDALAMAN SENSE OF PLACE OLEH KONSULTAN ARKO ARCHITECTS Arkananta, Alam Dava; Wardhani, Dyah Kusuma
KREASI Vol. 10 No. 2 (2025): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v10i2.5957

Abstract

Pada masa kini akibat pengaruh globalisasi membuat banyak bangunan yang memiliki bentukan yang cenderung sama satu sama lain. Dimana dominasi budaya global menghilangkan keberagaman budaya lokal yang ada. Hilangnya unsur budaya dan ciri khas setempat akibat globalisasi membuat rasa emosional dan keterikatan pada tempat berkurang. Akibat dari itu, perlu adanya sebuah desain yang mampu menghadirkan rasa sense of place pada bangunan masa kini yang dapat menawarkan serta memberikan pengalaman yang lebih bermakna dan autentik. Sekolah Alam Madani Kumai merupakan sekolah yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat, dimana sekolah ini menggunakan metode pendidikan yang dilakukan dengan menempatkan lingkungan alam sebagai pusat pembelajaran. Sekolah ini memiliki konsep bangunan dan lanskap yang berangkat dari respon lingkungan alam sekitar, sehingga dapat menciptakan keterikatan dan hubungan yang harmonis serta berdampak positif antara manusia, alam, dan bangunan. Konsep ini dihadirkan dengan memperhatikan kebutuhan yang ada, tanpa melupakan ciri khas atau akar budaya setempat agar dapat menciptakan identitas lokal yang ada, dimana rasa sense of place pada bangunan dihadirkan melalui desain yang merangsang ke-empat indra manusia. Perancangan Sekolah alam bertujuan untuk menghadirkan ruang belajar yang selaras dengan alam dan budaya lokal, dengan mengedepankan konsep sense of place sebagai dasar pendekatan desain. Selain itu, pengolahan desain memperhatikan kondisi eksisting, potensi, dan masyarakat yang ada di sekitar kawasan untuk dapat memberikan dampak positif antara satu sama lain.