Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

RELASI SOSIAL SISWA DALAM KEBHINEKAAN DI SD MULTI ETNIK Tri Astuti; Puji Hardati
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v9i1.46

Abstract

Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, budaya dan adat. Keragaman atau multietnik tersebut harus mampu diakomodir dengan baik agar tidak menimbulkan konflik antar masyarakat, baik di bidang sosial, budaya maupun pendidikan. Lembaga pendidikan atau sekolah mestinya harus mampu memberikan bekal nilai toleransi pada siswanya yang memiliki latarbelakang budaya majemuk agar mereka mampu berhubungan baik atau berelasi social di sekolah. Tujuan penelitian adalah (1) Mengkaji dan menganalisis relasi sosial antara siswa. (2) Menganalisis hambatan yang dihadapi siswa dalam melakukan relasi sosial di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kulitatif dengan jenis studi kasus karena data berupa kata-kata dan kalimat dari objek penelitian yang diteliti. Lokasi penelitian di SD PHB (Pelita Harapan bangsa) kota Tegal. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah multietnik. Tekning pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan observasi. Validitas data dengan teknik triangulasi sumber. Analisis data dengan Teknik analisis data kualitatif dengan adaptasi model interaktif Miles & Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dikatakan bahwa siswa berinteraksi dengan temannya dengan cara a) Memahami cara hidup temannya, baik melalui interaksi langsung maupun tidak langsung, b) Berusaha menerima perbedaan budaya diantara mereka, c) Meredam egosentrisme dan primordialisme dalam diri mereka karena faktanya mereka sedang bersekolah di SD yang majemuk. Hambatan yang dihadapai siswa dalam menghadapi perbedaan di kelas adalah a) Sifat yang masik belum dewasa, b) cara berpikir yang belum berkembang, c) kurangnya kegiatan sekolah yang bertema multikultural yang dikemas secara santai. Simpulan dari artikel ini adalah siswa di SD PHB kota Tegal memiliki relasi baik dengan teman-temannya, walaupun mereka memiliki perbedaan budaya dan agama. Hal tersebut dimaksudkan agar satu sama lain dapat beradaptasi di sekolah. Adaptasi sosial sangat penting dilakukan dalam kebhinekaan di sekolah multi etnik.
SOCIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PADA ERA NEW NORMAL Tri Astuti; Deri Saputra; Muh. Soleh
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v9i1.48

Abstract

Kompleksitas masyarakat tidak terlepas dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, yakni capaian proses dan hasil belajar pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Guru diharapkan mampu membangun dan mengembangkan serta menerapkan pembelajaran inovatif, guna mewujudkan peserta didik yang unggul dan produktif di Abad 21. Pendekatan dan teori pembelajaran dapat menjadi bekal guru dalam mengajar. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisis pembelajaran IPS pada era new normal melalui pendekatan social learning. (2) untuk menganalisis hambatan yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran IPS di era new normal dengan pendekatan social learning. Metode penelitian adalah kualitatif jenis studi kasus. Subjek penelitian guru dan peserta didik di SD PIUSkota Tegal. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan teknik pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama adalah peneliti sendiri. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Teknik analisis data kualitatif dengan adaptasi model interaktif Miles & Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dijelaskan bahwa pembelajaran IPS di SD PIUS Kota Tegal, khususnya pada siswa kelas 4 pada era new normal menerapkan pendekatan social learning. Pelaksanaannya dengan mematuhi protokol kesehatan. Model pembelajaran yang digunakan adalah role playing berbasis pendekatan social learning. Guru mengalami hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran, yaitu siswa sulit dikondisikan dalam waktu yang cepat dan kesulitan koordinasi antar siswa dalam satu kelompok. Simpulan dari penelitian ini adalah dalam pelaksanaan pembelajaran IPS efektif dan mampu memotivasi siswa dalam belajar di kelas.
STRATEGI ADAPTASI SOSIAL SISWA DI SEKOLAH DASAR PADA ERA NEW NORMAL Tri Astuti; Akhmad Junaedi; Kurotul Aeni; Dewi Puspita Sari; Intan Holi; Hawa; Jelani
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v9i2.86

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 sudah mulai dilakukan, walaupun terbatas. Melaksanakan kegiatan tatap muka di sekolah pada masa pandemi Covid-19 bukan persoalan mudah, khususnya bagi siswa. Siswa sudah 2 tahun lebih tidak bertemu dengan teman-temannya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis strategi adaptasi sosial siswa di SD Negeri 01 Kaligangsa kota Tegal pada era new normal, (2) Menganalisis hambatan yang dihadapi siswa SD Negeri Kaligangsa 01 kota Tegal dalam beradaptasi sosial pada era new normal di sekolah. Metode penelitian adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa. Lokasi penelitian SD Negeri Kaligangsa 01 kota Tegal. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji kredibilitas (validitas internal) dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Teknik triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui kesiapan SD Negeri Kaligangsa 01 kota Tegal dalam mengkondisikan siswa melaksanakan kegiatan di sekolah pada era new normal. Siswa harus beradaptasi dengan situasi yang berbeda dengan situasi sebelum pandemi Covid-19. Siswa harus memiliki strategi adaptasi sosial agar tetap dapat berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah. Mereka juga harus berlatih menerapkan protokol kesehatan. Penggunaan masker di dalam kelas dan menjaga jarak dengan teman-teman saat berinteraksi membutuhkan strategi agar tidak terjadi konflik dan permasalahan sosial pada siswa. Siswa tidak boleh mengabaikan tata tertib sekolah pada era new normal. Dalam pelaksanaan adaptasi social di sekolah, masih terjadi hambatan yang dialami siswa.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas III SDN Sekaran 02 Umbarsemi; Tri Astuti
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i2.14987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) pada materi IPAS Kota atau Kabupaten Tempat Aku Tinggal kelas III sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa kelas III SDN Sekaran 02 Kota Semarang tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, tes pretest–posttest, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji normalitas, paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil validasi ahli menunjukkan rata-rata kelayakan sebesar 91,25% dengan kategori sangat layak. Uji kepraktisan memperoleh persentase 86,93% dengan kategori sangat layak. Hasil uji keefektifan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest (61,4) dan posttest (80,1) dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) serta rata-rata N-Gain sebesar 0,5087 dalam kategori sedang. Minat belajar siswa mencapai 76,89% dengan kategori tinggi. Disimpulkan bahwa MPI yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan minat serta hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS kelas III sekolah dasar.