Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Hubungan Kelengkapan dan Ketepatan Pencatatan Dokumen Rekam Medis Terhadap Keakuratan Kodefikasi Kasus Obstetri di RS PKU Muhammadiyah Surakarta Nur Ainung; Sri Wulandari; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 3 (2023): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i3.129

Abstract

Pengkodean diagnosis dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan, pengumpulan serta pengambilan balik informasi, akurasi kode diagnosis sangat berdampak pada kualitas data pelaporan serta besaran biaya pelayanan rumah sakit. Adapun faktor penentu kualitas pengkodean diagnosis penyakit ditentukan oleh faktor kelengkapan, spesifikasi penulisan diagnosis serta keterbacaan tulisan dokter, dimana penulisan diagnosis harus bersifat informatif serta efektif untuk dipahami. Persentase kelengkapan dokumen rekam medis di RS PKU Muhammadiyah belum sesuai dengan standar pelayanan minimal yang berlaku, begitu pula dengan ketepatan pencatatan diagnosis yang digunakan belum sesuai menggunakan ketentuan terminologi medis di buku ICD-10. Adapun bertujuan asal penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kelengkapan dokumen rekam medis dan ketepatan pencatatan diagnosis terhadap keakuratan kodefikasi kasus obstetri di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian ini ialah penelitian obsevasional menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian yaitu dokumen rekam medis rawat inap kasus obstetri berjumlah 300 dokumen. Analisis data untuk menguji hubungan antar variabel menggunakan uji regresi logistik. Hasil uji statistik menggunakan nilai signifikansi 5% menunjukkan kelengkapan dokumen rekam medis tidak berhubungan dengan keakuratan kodefikasi kasuus obstetri dengan p-value 0,998 atau > 0,05, sedangkan ketepatan pencatatan diagnosis memiliki hubungan yang signifikan terhadap keakuratan kodefikasi kasus obstetri dengan p-value= 0,16 atau > 0,05
Analisis Aspek Keamanan dan Kerahasiaan Rekam Medis di Ruang Filing Rumah Sakit Khusus Ibu Dan Anak (RSKIA) PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta Rahmawati, Anggita; Wulandari, Sri; Widiyanto, Wahyu Wijaya
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i2.148

Abstract

Keamanan dan kerahasiaan merupakan aspek yang sagat penting dalam pengelolaan rekam medis,sedangkan aspek tersebut meliputi aspek fisiki, biologi, kimia dan aspek kerahasiaan rekam medis.Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek keamanan da kerahasiaan data pasien di Rumah Sakit KhususIbu dan Anak (RSKIA) PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metodemetode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan datanya menggunakan observasi,wawancara dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di ruang penyimpanan (filing) Rumah Sakit Khusus Ibu danAnak (RSKIA) PKU Muhammadiyah Kotagde Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristikpegawai tidak semua lulusan rekam medisdan kurangnya pelatihan dalam pengelolaan rekam medis, fasilitasruangan yang mempengaruhi keamanan yaitu belum adanya AC, kurangnya ventilasi atau jendela sehingga sinarmatahari atau udara tidak bisa masuk dan keluar ke ruang penyimpanan dokumen secara langsung, ditemukanyaatap yang bocor sehingga membuat sisi rak dan bagian bawah lantai basah/lembab. Kondisi ruangan yangmempengaruhi keamanan yaitu masih ada dokumen yang di letakan di kardus, ditemukanya petugas yangmakan/minum dan membawa makanan dan minuman, terdapat debu di rak, dan masih ditemukanya hewanseperti kecoa. Dari kerahasiaan yaitu pintu tidak pernah terkunci dan sering terbuka, terdapat petugas selainperekam medis yang masuk ke ruang rekam medis. Untuk itu menjaga keamanan dan kerahasiaan rekam medismemerlukan sarana dan prasarana, serta fasilitas yang aman dan cukup baik untuk menyimpan rekam medis.Perlu disosialisasikan lagi SOP keamanan dan kerahasiaan serta mengadakan pelatihan secara bertahapmengenai pengelolaan rekam medis kepada petugas rekam medis
Analisis Perancangan Nilai Standar Indikator Rawat Inap Di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta Berdasarkan Rumus Depkes Nurhayati, Eko Ulan; Wulandari, Sri; Habibi, Musta’inul
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar indikator rawat inap rumah sakit di Indonesia telah ditetapkan oleh Depkes, namun standar ituditujukan untuk keseluruhan rumah sakit. Depkes tidak mengeluarkan standar yang di tujukan untuk rumah sakitkhusus seperti rumah sakit jiwa, dimana pelayanan dan perawatannya berbeda dengan rumah sakit umum. Hal itumenyebabkan indikator rawat inap rumah sakit jiwa tidak pernah ideal setiap perhitungannya. Perancangan nilaistandar indikator rawat inap khusus jiwa dilakukan untuk membuat regulasi baru untuk rumah sakit jiwa daerah.Tahapan yang digunakan yaitu dengan menghitung indikator rawat inap menggunakan empat parameter (BOR,AvLOS, TOI, BTO) menggunakan rumusan dari Depkes dengan standar BOR 60-85%, AvLOS 6-9 hari, TOI 1-3hari, dan BTO 40-50 kali, selanjutnya hasil perhitungan selama lima tahun tersebut direrata lalu hasilnya menjadinilai indikator rawat inap khusus rumah sakit jiwa. Perhitungan menunjukkan bahwa indikator rawat inap diRumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainuddin Surakarta tidak ideal dengan hasil dari tahun 2018-2022 berturut-turut adalah BOR 64%, 67%, 53%, 42%, 52%. AvLOS 27 hari, 25 hari, 20 hari, 22 hari, 16 hari. TOI 18 hari, 12hari, 19 hari, 27 hari, 15 hari, dan BTO 9 kali, 10 kali, 9 kali, 8 kali, 12 kali. Setelah hasil perhitungan selama limatahun tersebut direrata memperoleh hasil BOR 56%, AvLOS 22 hari, TOI 18 hari, dan BTO 10 kali. Jadi selisihhasil rancangan dengan standar Depkes yaitu BOR sebesar 29%, AvLOS 13 hari, TOI 15 hari, dan BTO 40 kali
Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Klinik Dengan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) di Klinik Pratama PMI Surakarta Aztiza, Zahra Anggra; Sri Wulandari; Ahmad Sunandar
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i2.170

Abstract

Salah satu klinik di Kota Surakarta adalah Klinik Pratama PMI Surakarta yang telah menerapkan sistem informasi berbasis berbasis website yang sudah beroperasi dari tahun 2022, tetapi terdapat permasalahan saat menerapkannya pada menu rekam medis yaitu belum terintegrasi dibagian apotek, serta pada sistem belum terhubung pada P-Care  dan aplikasi satu sehat, dan masih terkendala pada  jaringan yang tidak stabil sehingga berdampak pada pelayanan yang menumpuk. Kunci utama dalam keberhasilan penerapan sistem informasi adalah kepuasan pengguna salah satunya dengan metode EUCS (End User Computing Satisfaction). Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Cara mengumpulan data melalui tanya jawab petugas dan melihat secara langsung kondisi. Dimensi isi (content) dan waktu (timeliness) yang sering dikeluhkan oleh petugas terkait kepuasan pengguna dalam penerapan sistem. Hal ini dikarenakan dimensi isi (content) diketahui petugas kurang puas karena belum sesuai dengan kebutuhan dalam menyediakan informasi seperti golongan darah, agama, pekerjaan, nama obat, status,belum terintegrasi pada bagian  apotek, belum terhubung pada aplikasi satu sehat dan P-Care. Sedangkan pada dimensi waktu (timeliness) petugas kurang puas dikarenakan pada sistem sejauh ini tidak mengalami error dan sistem cepat dalam menampilkan data yang dibutuhkan, namun kendala pada jaringan maupun sinyal yang kurang stabil sehingga berdampak pada pelayanan yang dapat menumpuk.
Analisis Kepuasan Pengguna Rekam Medis Elektronik Pada Unit Rawat Jalan Dengan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) Di Puskesmas Ngemplak Boyolali Ifta Nirmawati; Sri Wulandari; Aris Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 3 No. 3 (2024): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i3.187

Abstract

Electronic Medical Records is an information system technology that is very important to support the quality of service. Ngemplak Boyolali Health Center has implemented RME on June 14, 2023. To determine the level of success in implementing RME, a user analysis is carried out to determine the level of end user satisfaction using the EUCS method. This study aims to determine user satisfaction with electronic medical records in the outpatient unit at the Ngemplak Boyolali Health Center. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The results of the research on the content aspect of RME are in accordance with user needs. In the accuracy aspect, RME has provided fairly accurate information. In the aspect of appearance (format) RME is very easy for users to use. In the aspect of ease of use, users find it easy to operate RME. In the timeliness aspect, the information provided by RME to users is very timely. At the user satisfaction level, users feel quite satisfied with the performance provided and the features provided by RME. In the man factor, user knowledge is good and RME is quite in accordance with user expectations. In the mechine factor, the internet network is stable, maintenance of infrastructure facilities is carried out regularly and the performance provided by the computer is fast enough. In the material factor, the hardware used is in accordance with user needs.
Analisis Penerapan Rekam Medis Elektronik Pada Unit Coding Rawat Jalan Di RSUP NTB Menggunakan Metode HOT FIT Riyanti, Dhana; Wulandari, Sri
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v3i3.105

Abstract

Unit coding rawat jalan di RSUD Provinsi NTB sudah sepenuhnya menggunakan RME dengan web browser pada bulan Juli 2024. Dalam penerapannya ditemukan berbagai permasalahan seperti ketidaksesuaian kode ICD-10 dengan aplikasi INA-CBGs, dari data coding rawat jalan tahun 2024 terdapat 235 kasus. Ketidaksesuaian kode dengan jenis kelamin pasien sebanyak 145 kasus. Proses loading RME yang lama misalnya utuk membuka 1 no rekam medis memerlukan waktu > 10 detik. Fasilitas komputer yang belum maksimal juga menjadi kendala dalam penerapan RME pada unit coding rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan rekam medis elektronik pada unit coding rawat jalan di RSUD Provinsi NTB menggunakan metode HOT FIT (Human, Organization, Technology, Fit). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek human sudah mengetahui tata cara penggunaan aplikasi RME dan aplikasi tersebut sudah mudah digunakan, penggunakan ICD untuk kode-kode yang masih ragu saja dan saat mengkode petugas tidak selalu memperhatikan jenis kelamin pasien. Dari aspek organization fasilitas komputer sudah tersedia. Namun, untuk SOP coding pada RME masih dalam proses penyusunan. Dari aspek technology tampilan aplikasi menurut seluruh petugas sederhana dan mudah digunakan. Aplikasi RME pada unit coding di RSUD Provinsi NTB sudah bridging dengan aplikasi e-klaim (Kemenkes) dan aplikasi VEDIKA BPJS Kesehatan (Sistem Verifikasi Digital Klaim), waktu respon aplikasi 80% > 3 detik, dan ada 2 komputer yang memiliki spesifikasi yang kurang.
INTEGRATING TELEMEDICINE INTO HEALTH INFORMATION TECHNOLOGY FOR IMPROVING HEALTHCARE QUALITY Wulandari, Sri; Putri, Frestiany Regina
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/tcdjfh19

Abstract

The purpose of this study is to examine how the integration of telemedicine into Health Information Technology (HIT) contributes to the improvement of healthcare quality. The research specifically seeks to identify opportunities, benefits, and barriers associated with embedding telemedicine within digital infrastructures such as Electronic Health Records (EHRs), Health Information Exchange (HIE), and mobile health (mHealth) applications. To achieve this objective, a systematic literature review was carried out using the PRISMA 2020 framework. Relevant studies were retrieved from several open-access databases, including PubMed Central, BMJ Open, BMC Digital Health, JMIR, and the WHO Global Health Observatory. The search was limited to publications appearing between 2019 and 2025. Out of 150 records initially identified, 25 studies met the inclusion criteria after screening and full-text assessment. These studies comprised randomized controlled trials, case studies, reviews, and international health policy documents. The findings reveal five key contributions of telemedicine–HIT integration: improved interoperability, enhanced accessibility, increased operational efficiency, greater patient satisfaction, and better clinical outcomes in chronic disease management. Nevertheless, challenges such as uneven digital infrastructure, data protection concerns, and variable levels of digital literacy remain significant. The study concludes that national policies, adoption of global interoperability standards, and investment in digital health infrastructure are essential to ensure sustainable implementation.
Pelatihan dan Pendampingan Implementasi Rekam Medis Elektronik Nusa Medis untuk Meningkatkan Efisiensi Layanan di Klinik Baety Rahma Frestiany Regina Putri; Sri Wulandari; Amindias Salsabila Swardani; Tina Rindiarum Dwinimastuti
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v5i2.4093

Abstract

Information technology is any form of technology applied to process and transmit information in electronic form. This knowledge will help identify processes and prioritize scales, as well as assist in the formation of operational functions to support the optimization of Electronic Medical Records (EMR) implementation. Medical records are documented evidence issued by doctors regarding the diagnosis, actions, and medical services provided to patients. The implementation of electronic medical records is necessary to improve the quality and accelerate healthcare services. There are several approaches used in the implementation of the program, including presentations, demonstrations, and discussions. The solution offered in the Community Service activities for Baety Rahma Clinic is the implementation of EMR Nusa Medis as an effort to digitize medical record data. The final conclusion of this community service activity is that it ran smoothly and received positive feedback from the clinic staff. The outcome of the activity is that participants learned how to operate the EME Nusa Medis Software Application, particularly on the main clinic pages such as Outpatient, Pharmacy, and Cashier, which enhances the efficiency of medical data management, clinic operations, and patient services. In addition, the pharmacy and BHP features help consolidate the stock of medicines and consumables, thereby supporting the smooth operation of medical services.
DATA MINING K-MEANS: CLUSTERING HEALTH AND COMPLAINTS RESIDENT IN INDONESIA Sri Wulandari; Husna Sarirah Husin; Wahyu Ratri Sukmaningsih
International Journal Of Health Science Vol. 1 No. 3 (2021): November: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v1i3.1423

Abstract

This study aims to utilize the Clustering Algorithm in grouping the population Which have complaint health with algorithm K-means in Indonesia. Source data study This collected based on the information documents. The total population of the province have complaints health produced by the Central Bureau of National Statistics. The data used in this study are data for 2013-2017 which consists of 34 provinces. The method used in this research is K-means algorithm. The data will be processed by clustering in 3 clusters, namely level clusters high health complaints, clusters of moderate and low health complaints. Data center for clusters high population level 37.48, Centroid data for clusters of moderate population level 27.08, and Centroid data for low population level cluster 14.89. So that the acquisition of the assessment is based on the population index owned health complaints with 7 provinces with high levels of health complaints, namely Central Java, in Yogyakarta, Bali, Nusa Southeast West, Nusa Southeast East, Borneo South, Gorontalo, 18 province level complaint moderate health, and 9 other provinces including low levels of health complaints. It can be input to the government to pay more attention to residents in each area that has high health complaints through improving public health services so that the Indonesian population becomes healthier without exists complaint health.
Analisis Faktor Lama Hari Rawat Pasien Stroke di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Iswari Septiana Nindi Wulandari; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Sri Wulandari
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 3 No. 3 (2024): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i3.189

Abstract

Stroke merupakan penyakit tidak menular yang mengakibatkan kerusakan saraf hingga menyebabkan kematian. Stroke harus ditangani di rumah sakit sehingga membutuhkan perawatan rawat inap. Lama rawat inap merupakan salah satu faktor yang menjadi alat ukur mutu pelayanan rumah sakit. Beberapa faktor dapat mempengaruhi lama rawat inap / ranap pada pasien stroke penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama hari rawat pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu Dokumen Rekam Medis (DRM) rawat inap pasien stroke periode tahun 2023 dan sampel berjumlah 300 DRM. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan pendekatan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dengan dengan taraf signifikansi 95% (α = 0,05) dengan uji fisher’s exact test sebagai alternatifnya. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara komplikasi (p = 0,004) dan jenis stroke (p = 0,025) dengan lama rawat inap pasien stroke, sedangkan usia (p = 0,292) dan komorbiditas (p = 0,334) tidak berhubungan dengan dengan lama rawat inap pasien stroke.