Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Efektivitas Komunikasi Perawat pada Pasien di Ruang Rawat Inap Rs Royal Prima Jambi Margareta Pratiwi
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 1 No. 1 (2022): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi terapeutik memegang peranan sangat penting dalam pelayanan keperawatan karena merupakan kegiatan mutlak dan menentukan bagi hubungan atau interaksi perawat dan pasien dalam menunjang kesembuhan pasien serta menemukan solusi dari permasalahan yang sedang dialami pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan efektivitas komunikasi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan terhadap pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan efektivitas komunikasi perawat-pasien di ruang rawat inap RS Royal Prima Jambi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan crossectional yang dilakukan pada periode rawat Tahun 60 perawat sebagai responden. Hasil penelitian menggambarkan 56,1% responden pasien menilai komunikasi perawat efektif, analisis lebih lanjut dengan regresi logistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dan pengetahuan dengan efektivitas komunikasi perawat dan pasien.
Gambaran Pengetahuan Tentang Pencegahan Kekambuhan Hipertensi Pada Lansia Margareta Pratiwi
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 1 No. 2 (2022): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab angka kesakitan pada lansia. World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menyandang hipertensi. Seseorang yang telah menderita hipertensi sangat perlu melakukan pencegahan kekambuhan agar tidak terjadi peningkatan tekanan darah yang lebih parah. Penderita hipertensi tidak semua dapat melakukan pencegahan terhadap penyakitnya karena tingkat pengetahuan penderita hipertensi tentang pencegahan hipertensi tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini bertempat di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi yang dilakukan pada bulan Agustus-September 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi dari Januari-Juni 2021 sebanyak 188 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling Analisis data secara univariat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan pencegahan kekambuhan hipertensi dengan baik sebanyak 34 responden (51,5%) dan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan kekambuhan hipertensi sebanyak 64 responden (97%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah melakukan pencegahan kekambuhan hipetensi yang baik karena memiliki pengetahuan yang baik. Untuk itu, diharapkan dapat meningkatkan peran petugas kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan tidak hanya pada penderita hipertensi atau keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit hipertensi tetapi dapat diberikan kepada seluruh masyarakat sebagai langkah pencegahan primer
Pengaruh Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di RSU Kambang Kota Jambi Tahun 2026 Syafithri Oktavia; Margareta Pratiwi; Suryadi Imran
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 5 No. 2 (2026): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global. Intervensi nonfarmakologis seperti relaksasi autogenik dapat membantu menurunkan tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 60 responden dengan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan selama 15–20 menit. Analisis menggunakan uji Paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tekanan darah sistolik menurun dari 142,27 mmHg menjadi 125,48 mmHg, dan diastolik dari 90,2 mmHg menjadi 81,32 mmHg. Nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan : Relaksasi autogenik berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah dan dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis.
Pelatihan Peer Educator Untuk Mendukung Manajemen Program Kesehatan Remaja dan Rujukan UKS di SMA Negeri 1 Kota Jambi Margareta Pratiwi; Iswadi; Tiarnida Nababan; Refi Ikhtiari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4907

Abstract

Permasalahan kesehatan remaja di sekolah sering terlambat terdeteksi karena keterbatasan literasi kesehatan, rendahnya pemanfaatan UKS, serta belum optimalnya sistem rujukan internal sekolah ke UKS maupun layanan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas siswa sebagai peer educator untuk mendukung manajemen program kesehatan remaja dan memperkuat mekanisme rujukan UKS di (nama sekolah), (kota/kabupaten). Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu (1) persiapan: koordinasi dengan pihak sekolah dan UKS, pemetaan kebutuhan, serta penyusunan modul; (2) pelaksanaan: pelatihan peer educator menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kasus, simulasi konseling sebaya, serta praktik alur rujukan UKS; dan (3) pendampingan dan evaluasi: monitoring pelaksanaan edukasi sebaya, penguatan pencatatan sederhana UKS, serta evaluasi hasil. Sasaran kegiatan adalah (jumlah) siswa perwakilan kelas/OSIS/PMR sebagai peer educator, guru pembina UKS, dan petugas UKS. Evaluasi dilakukan dengan pretest–posttest pengetahuan, penilaian keterampilan melalui observasi simulasi (komunikasi, identifikasi masalah, dan rujukan), serta pemantauan output program (jumlah sesi edukasi sebaya, jumlah konsultasi ke UKS, dan ketepatan rujukan). Hasil yang diharapkan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peer educator, meningkatnya akses remaja terhadap layanan UKS, serta terbentuknya alur rujukan yang jelas dan terdokumentasi. Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan siswa untuk memperkuat pelayanan UKS dan keberlanjutan program kesehatan remaja di sekolah
Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2024 Margareta Pratiwi; Devi Arista; Gustien Siahaan
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2863

Abstract

Glukosa darah yang baik di perlukan penatalaksanaan holistic meliputi edukasi, terapi gizi medic, aktivitas visik, pemberian obat-obatan, dan pemantauan glukosa darah. Kendali glukosa darah pasien diabetes melitus dapatdicapai mulai dari perubahan pola hidup.Penelitian ini mengunakan desain cross-sectional,jenis penelitian kuantitatif yang bersifat analitik yang bertujuan untuk memperoleh data yang lebih lengkap yang dilakukan untuk melihat pengaruh antara aktifitas fisik dan pola makan terhadap kejadian diabetes melitus di wilayah kerjaPuskesmasSukoAwinJayaKecamatanSekernan.KabupatenMuaroJambitahun2024,sampelpenelitianini berjumlah 58 responden,pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling dan pengolahan data dengan mengunakan program Statistical Program for Sosial Science (SPSS).Hasilpenelitiandari58respondendiketahuisebanyak 39 responden (67,2%) kejadian diabetes melitus, dilihatdari uji chi square, secara statistik menunjukan ada penggaruh yang bermakna antara aktifitas fisik dan pola makan terhadap kejadian diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi tahun 2024.Perlu adanya kebijakan dari Puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi dalam pengembangan program kesehatan tentang kejadian diabetes melitus khususnya pada wilayah kerja puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Diharapkan kepada puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi untuk memberikan informasi kepada pasien tentang bahaya diabetes melitus.Kata Kunci  : Diabetes Mellitus, aktifitas fisik, pola makan