Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Peran Perawat Di Komunitas Dengan Perawat Di Rumah Sakit Dalam Asuhan Keperawatan: Studi Kualitatif Komparasi: Description of The Role of Community Nurses and Hospital Nurses in Nursing Care: a Comparative Qualitative Study Astarini, Made Indra Ayu; Prabasari, Ninda Ayu; Lilyana, Maria Theresia Arie
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8364

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Keperawatan adalah sebuah profesi yang memiliki peran dalam asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan kesehatan. Asuhan keperawatan yang optimal berpengaruh terhadap mutu dan kepuasan klien. Penelitian ini akan menggambarkan peran perawat dalam asuhan keperawatan pada klien di komunitas dengan klien yang dirawat di rumah sakit. Metode: Desain penelitian kualitatif dipilih untuk mendapatkan makna dari pengalaman responden melaksanakan peran dalam asuhan keperawatan. 8 responden perawat di komunitas di Surabaya, dan 5 responden perawat yang bekerja di rumah sakit dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, selanjutnya dilakukan transkrip verbatim dan dilakukan analisis tematik untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil: 3 tema penelitian yang  adalah: peran perawat, faktor pendukung serta kendala dalam melaksanakan peran. Diskusi: Peran perawat utama adalah sebagai pemberi asuhan keperawatan dan edukator. Faktor pendukung pelaksanaan peran adalah mutu dan kepuasan dari pasien yang dirawat serta tugas dan tanggung jawab sebagai pemberi asuhan. Kendala dalam menjalankan peran adalah terbatasnya waktu perawatan serta respon dari pasien yang dirawat. Saran: bagi perawat perlu meningkatkan kompetensi dalam menjalankan peran sesuai dengan respon dan masalah kesehatan pasien yang dirawat. Kata kunci: komunitas, peran perawat, rumah sakit, studi kualitatif  
Mekanisme Koping Family Caregiver Merawat Lansia Yang Mengalami Proses Penuaan Ninda Ayu Prabasari; Linda Juwita; Steven Aldo Marcello
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.18755

Abstract

ABSTRACT The aging process will occur in the elderly, wheresoever will be some body impairment. The role of family caregivers is important to accompany and help the elderly, while caring for the elderly, family caregivers will use coping mechanisms as a form of reaction or defense effort in dealing with stressors which in this case are stressors when caring for the elderly. Researchers want to know the description of the family caregiver’s coping mechanisms while caring for the elderly at home. Non-experimental research using a cross-sectional approach with a descriptive research type, the population of family caregivers living with the elderly was 76 people who corresponding the inclusion and exclusion criteria. The majority of family caregivers used positive coping mechanism strategies (planful, self-controlling, seeking-social, accepting, and positive reappraisal) and sometimes or rarely used negative coping mechanism strategies (confronting, distancing, and escape avoidance). Coping mechanisms can occur due to several factors that support these efforts to overcome problems or stressors faced by family caregivers in caring for the elderly. Keywords: Coping Mechanism, Family Caregiver, Elderly ABSTRAK Proses penuaan akan terjadi pada lansia, dimana penurunan fungsi tubuh akan terjadi. Peran family caregiver penting untuk mendampingi dan membantu lansia, selama merawat lansia family caregiver akan menggunakan mekanisme koping sebagai bentuk reaksi atau upaya pertahan dalam menghadapi stresor yang dalam hal ini adalah stresor ketika merawat lansia. Peneliti ingin mengetahui gambaran dari mekanisme koping family caregiver selama merawat lansia dirumah. Penelitian non-eksperimental menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jenis penelitian deskriptif, populasi family caregiver yang tinggal bersama lansia sebanyak 76 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Mayoritas family caregiver menggunakan strategi mekanisme koping yang positif (planful, self-controlling, seeking-social, accepting, dan positive reappraisal) dan kadang atau jarang menggunakan strategi mekanisme koping yang negatif (confronting, distancing, dan escape avoidance). Mekanisme koping dapat terjadi akibat beberapa faktor yang mendukung usaha tersebut untuk mengatasi masalah atau stresor yang dihadapi oleh family caregiver dalam merawat lansia. Kata Kunci: Mekanisme Koping, Family Caregiver, Lansia
AROMATERAPI LEMON DAN SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI Adinda Kurnia Sari; Maria Theresia Arie Lilyana; Ninda Ayu Prabasari
Lasalle Health Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Lasalle Health Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Older adults are at high risk of developing hypertension due to degenerative processes in the heart and blood vessels, which can lead to complications such as stroke, heart failure, myocardial infarction, and even death. Blood pressure can be managed through nonpharmacological or complementary therapies, such as Lemon Aromatherapy and Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT)Objective: To determine whether the administration of SEFT and lemon aromatherapy has an effect on blood pressure in the elderly. Methods: A pre-experimental one-group pretest-posttest design was used, with the intervention consisting of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) and lemon aromatherapy administered over 3 days. Participants (n) = 30 elderly individuals diagnosed with stage 1 hypertension. Results: The mean systolic blood pressure decreased from 150.3 ± 5.266 mmHg to 141.1 ± 5.234 mmHg, while diastolic blood pressure decreased from 93.266 ± 2.476 mmHg to 87.3 ± 2.380 mmHg after the intervention. Conclusion: The combination of lemon aromatherapy and Lemon Aromatheraphy has been shown to help lower blood pressure and can therefore be used as a complementary therapy for elderly individuals with hypertension.