Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JCOMENT (Journal of Community Empowerment)

Pemanfaatan Minyak Jelantah Untuk Lilin Aroma Terapi: Solusi Kreatif Dalam Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Lina, Herlina Muzanah Zain; Pangestu, Angella Rosha; Agustin, Dinar Ayu Chandra; Ametha Alif, Sisin Nastasya; Rahayu, Fatma Zela; Mahdafikia, Hirzan; Dewi, Putri Alia
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 5 No. 4 (2024): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v5i4.855

Abstract

Minyak Jelantah merupakan salah satu limbah yang paling banyak diproduksi, karena konsumsi penggunaan minyak goreng yang sangat tinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Bapanas (Badan Pangan Nasional), rata-rata Konsumsi Minyak Goreng Nasional ialah sebanyak 9,5 kg/kapita/tahun pada Tahun 2023. Disaat yang bersamaan paling sedikit sekitar 40% dari minyak goreng berpotensi menjadi limbah minyak jelantah. Fenomena ini sayangnya diimbangi dengan minimnya penegathuan masyarakat Indonesia mengenai pengelolaan minyak jelantah. Minyak jelantah masih sering dibuang secara sembarangan, baik ke saluran pembuangan atau langsung ke lingkungan, yang akhirnya menimbulkan dampak langsung yang nyata bagi lingkungan. Kelurahan Sunter Jaya sebagai salah satu kawasan pemukiman penduduk yang letaknya berdekatan dengan Kali Sentiong/Kali Item turut merasakan dampak negatifnya. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, melalui produksi lilin aromaterapi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai dari bulan Agustus hingga September. Kegiatan Pengabdian dilakukan dengan tiga rangkaian kegiatan yaitu Sosialisasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah, Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma Terapi dari minyak jelantah, dan Pelatihan Pemasaran Produk Lilin Aroma Terapi secra digital. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Kelompok PKK Kasih Ibu RW 02 Sunter Jaya telah mengetahui bagaimana caranya menyelamatkan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi bari di masyarakat dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi Lilin Aroma Therapy sebagai solusi kreatif mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual.
Pengembangan Teknologi Deteksi Hama Burung Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Keamanan Tambak dan Penguatan Interaksi Sosial Petani Tambak di Desa Pantai Bakti Wijonarko, Panji; Rofii, Ahmad; Zain, Herlina Muzanah; Sobirin, Muhammad; Lutfi Ramadhan, Muhammad; Da Conceição, Giovani Costa Almeida
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1049

Abstract

Kelompok Tani Karya Bakti di Desa Pantai Bakti memiliki potensi tambak udang yang belum dimaksimalkan akibat manajemen konvensional dan keterbatasan teknologi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya produktivitas akibat metode tradisional serta kerugian signifikan yang disebabkan oleh hama burung pemangsa. Sistem pengawasan yang ada saat ini tidak efektif karena hanya mengandalkan patroli manual secara bergiliran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya melalui penerapan sistem keamanan tambak berbasis kecerdasan buatan (AI). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perancangan sistem deteksi objek burung menggunakan algoritma YOLOv11 yang diintegrasikan pada mini PC. Mengingat lokasi tambak tidak terjangkau listrik, seluruh sistem ditenagai oleh panel surya. Pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi mengenai teknologi AI dan energi terbarukan, instalasi infrastruktur fisik, serta pelatihan pengoperasian dan perawatan dasar kepada petani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model AI yang dikembangkan berhasil mendeteksi objek burung dengan baik. Sistem telah berhasil dipasang dan diuji coba secara langsung di lokasi tambak, dimana percobaan tersebut mengonfirmasi bahwa objek burung dapat terdeteksi secara efektif. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menekan kerugian panen, meningkatkan efisiensi pengelolaan tambak, serta memperkuat kapasitas teknologi dan literasi digital masyarakat pesisir
Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan Lina, Herlina Muzanah Zain; Yanuar Rahmadan; Bobby Reza; Nayla Olivia Detyanti; Ijtafarukal Valent Khameini
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1064

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan memerlukan pendekatan inovatif yang melibatkan peran aktif masyarakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berjudul “Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Karang Taruna Langgar melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi dalam sistem pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat. Mitra dipilih karena memiliki potensi sosial yang kuat, namun menghadapi kendala pada aspek manajerial, pengetahuan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu survei lokasi dan identifikasi masalah, sosialisasi pendirian bank sampah, pelatihan digitalisasi pengelolaan, penerapan teknologi penghancur sampah plastik, serta pendampingan dan evaluasi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif, menekankan pada transfer pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas teknis dan manajerial mitra. Karang Taruna mampu menyusun struktur organisasi dan AD/ART Bank Sampah, mengoperasikan situs web pengelolaan digital melalui https://banksampahlanggar.com, serta mengelola mesin pencacah plastik secara mandiri. Program ini menghasilkan dua bentuk inovasi utama, yakni teknologi hard berupa mesin pencacah plastik dan teknologi soft berupa sistem digital manajemen bank sampah. Dampak kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan mitra yang sangat tinggi serta peningkatan efisiensi operasional melalui integrasi sistem digital. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna, meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, serta menghasilkan model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di komunitas lain.