Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KORELASI KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP FREKUENSI TENDANGAN LURUS SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT SMP PGRI 1 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Agustinus Dei
Widyadari : Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.057 KB)

Abstract

Constraints that are dominant in the field, there are various characteristics and abilities of students such as leg muscle strength and leg length, erratic health conditions and lack of talent and interest in children towards the martial arts sports especially in kick techniques. The purpose of this study was to determine the correlation of limb muscle strength and leg length to the frequency of students' straight kicks of male participants in the PGRI 1 Denpasar Junior High School Pencak Silat Extracurricular Year 2018/2019. The population in this study amounted to 62 people. Of these, 30 were taken as samples according to inclusion, exclusion and group out criteria. This research was carried out in the Pencak Silat Padepokan of SMP PGRI 1 Denpasar for two days. The measurement test given is a measurement of the length of the leg with an antrophometer in units of cm. Data collected through tests and measurements and analyzed using statistical analysis using the multiple correlation formula. Based on the analysis of the calculation of the normality test of the results of the limb muscle strength test with normal distribution (Fkolmogorov-Smirnov = 0.113; p> 0.05 and VShapiro-Wilk = 0.974; p> 0.05). For leg length data results are normally distributed (FFkolmogorov-Smirnov = 0.120; p> 0.05 and FShapiro-Wilk = 0.978; p> 0.05). Likewise for data from the number of straight kicks normally distributed (Fkolmogorov-Smirnov = 0.154; p> 0.05 and Fkolmogorov-Smirnov = 0.967; p> 0.05). For homogeneity test shows a statistical value of 0.531 and a significance number of 0.593 (p> 0.05) has the same or homogeneous variant. The value of the multiple correlation (R) in this study was 0.878 in a very strong level. The coefficient of determination (KP) is 77.09 ° 0 and the remaining 22.91% are other factors not examined in this study. Significance level = 0.05% and db = 28 test Fh = 4.54 greater than Ft = 3.34 (Fh> Ft) which means the correlation in this study is significant. Based on the data analysis, it can be concluded that there is a correlation between limb muscle strength and limb length to the frequency of students' straight kicks of male participants of the PGRI 1 Denpasar Junior High School Pencak Silat extracurricular 2018/2019, so that the null hypothesis tested is rejected and the alternative hypothesis in this study is accepted.
Pelatihan Lunges Meningkatkan Kekuatan Otot Tungkai Atlet Sepak Bola Komang Ayu Tri Widhiyanti; Ni Wayan Ariawati; Agustinus Dei; I Kadek Yudha Pranata; I Wayan Adnyana; I Nyoman Suarjana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.679 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7577400

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dampak pelatihan lunges terhadap kekuatan otot tungkai. Pelatihan ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22 orang yang diambil dari jumlah populasi 45 orang. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 11 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan lunges 15 repetisi 5 set untuk kelompok perlakuan dan pelatihan squat 10 repetisi 6 set untuk kelompok kontrol dengan frekuensi pelatihan sebanyak 4 kali dalam seminggu, pelatihan dilakukan selama enam minggu. Hasil uji t-test independent didapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak adanya perbedaan yang bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok pada tes akhir dengan leg dynamometer terdapat perbedaan bermakna (p<0,05). Persentase perubahan kekuatan otot tungkai pada kelompok perlakuan terdapat perubahan yang signifikan sebesar 18,52%, sedangkan kelompok kontrol hanya sebesar 8,13%. Simpulan dari penelitian ini pelatihan lunges meningkatan kekuatan otot tungkai atlet sepak bola.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Riview Horay (CRH) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Sepak Sila dalam Sepak Takraw I Kadek Yudha Pranata; I Putu Eri Kresnayadi; I Gede Agus Adi Saputra; Agustinus Dei; I Made Darmada; I Gusti Ngurah Sudiarta
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8247884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sepak sila dalam sepak takraw melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe course riview horay (CRH) pada siswa kelas V SD negeri 1 Yeh Kuning. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD negeri 1 Yeh Kuning berjumlah 38 orang. Berdasarkan hasil observasi awal aktivitas belajar siswa terdiri dari kegiatan visual, lisan, audio, metrik, mental dan emosional. Hasil pengamatan enam komponen aktivitas belajar tersebut, diperoleh data aktivitas menimang bola sepak takraw sebagai berikut 3 siswa (7,90%) yang tergolong aktif, 24 siswa (63,16%) yang tergolong cukup aktif dan 11 siswa (28,94%) yang tergolong kurang aktif. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh rata-rata aktivitas belajar secara klasikal adalah 5,18. Sebagian siswa baru memenuhi 5 sampai 6 dari 12 indikator yang di observasi, dan aktivitas siswa berada pada kategori kurang aktif kemudian meningkat pada siklus II menjadi 4 siswa (10,5%) berada kategori sangat aktif, 34 siswa (89,5%) berada kategori aktif. Rata aktivitas belajar secara klasikal pada siklus II sebesar 7,58. Tingkat ketuntasan hasil belajar menimang bola sepak takraw yaitu 4 siswa (10,5%) tuntas, dan 34 siswa (89,5%) yang tergolong tidak tuntas kemudian meningkat pada siklus II menjadi siswa tuintas sebanyak 35 (92,10%) dan siswa tidak tuntas sebanyak 3 siswa. Peningkatan hasil sepak sila sepak takraw pada siklus II secara klasikal yaitu 83,52 berada pada rentang 75-89 yaitu kategori baik.
THE INFLUENCE OF TIRE RUBBER PULLING EXERCISE MEDIA ON ARM MUSCLE STRENGTH IN VOLLEYBALL ATHLETES OF PUTRA RAMAS TABANAN CLUB Dei, Agustinus
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 4 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v4i3.3309

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of rubber tire pulling training media on arm muscle strength and to determine the differences in the results of tire rubber pulling training with smash training without using a ball. This study used an experimental randomized pre-test and post-test groups design. The population was taken from all athletes at the Putra Ramas volleyball club in 2021. The data are the results of arm muscle strength when pulling the expanding dynamometer taken before and after training. The obtained data were tested using the SPSS 22 computer program. The data were normally distributed and homogeneous, so that they were then tested using paired t-test to compare the average values ​​before and after training between each group, while the independent t-test was to determine the difference in the average values ​​between the two groups. The conclusion is that pulling the rubber tire with 10 repetitions of 3 sets and smash training without using the ball for 10 repetitions of 3 sets both increase arm muscle strength and states that the alternative hypothesis is accepted.
PEMANFAATAN MIKROORGANISME DAN LARVA BLACK SOLDER FLY DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS SUMBER MENUJU BALI BERSIH SAMPAH Suanda, I Wayan; Rusmayanthi, Kadek Intan; Dei, Agustinus; Widi Astuti, Ni Wayan
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 17 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v17i1.1515

Abstract

Aktivitas kehidupan manusia setiap hari tidak terlepas dari adanya bahan sisa sebagai buangan berupa sampah. Peningkatan kualitas hidup dan tuntutan dalam pembangunan, terlebih Bali sebagai destinasi wisata tingkat dunia akan berkontribusi terhadap sampah yang dihasilkan terus meningkat yang yang dibuang pada tempat pemrosesan sementara (TPS). Tujuan penelitian ini adalah Pemanfaatan Mikroorganisme dan Larva Black Solder Fly (BSF) dalam Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Sumber untuk Menuju Bali Bersih Sampah. Sosilisasi dan bantuan sarana dan prasarana serta penyediaan lahan di tingkat Desa/Kelurahan perlu dilakukan pemerintah. Sampah organik yang paling dominan dihasilkan di tingkat rumah tangga bisa dikelola dengan alih teknologi berupa pemanfaatan mikroorganisme dan Larva Black Solder Fly sebagai biodekomposer dan biokonversi material sampah organik menjadi nutrien baru yang memberikan lemanfaatan bagi pengurangan tumpukan sampah dan kesehatan dengan menjadikan sebagai pupuk organik berbasis mikroorganisme. Budidaya larva black soldier fly dari serangga maggot memiliki potensi dikembangkan untuk memakan sampah organik dengan prospek menggembirakan mengingat sumber pakan berupa sampah organik tersedia sangat melimpah dan mudah merawatnya. Larva black soldier fly menghasilkan pupuk kasgot (bekas maggot) yang sangat subur serta memiliki kandungan protein cukup tinggi dapat diolah menjadi pakan ternak unggas dan pelet untuk pakan ikan yang bisa menjadi nilai ekonomi untuk menambah penghasilan.