Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Rancang Bangun Mesin Pengolah Tahu Nigarin Semi Otomatis (Bagian : Penggiling) Susanto, Riswan Eko Wahyu; Alfi, Mochamad
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 3 No 2 (2014): Jurnal Volume 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu jenis kacang-kacangan multiguna karena dapat dipergunakan sebagai bahan pangan, pakan, maupun bahan industri. Mesin penggiling kacang kedelai merupakan salah satu inovasi teknologi yang digunakan untuk memudahkan dalam proses pembuatan tahu nigarin semi otomatis. Mesin ini mampu memisahkan antara sari kacang kedelai dengan ampas dari kacang kedelai. Untuk membuat mesin penggiling kacang kedelai tersebut diperlukan sebuah perencanaan yang matang, sehingga dalam pembuatan mesin tersebut tidak mengalami permasalahan dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam perencanaan dan pembuatan rancang bangun mesin pengolah tahu nigarin semi otomatis (bagian: penggiling) diperlukan beberapa langkah perhitungan, yaitu berupa: perhitungan daya batu gerinda, perhitungan tabung tempat motor, dan perhitungan pegas spiral. Berdasarkan perencanaan dan pembuatan rancang bangun mesin pengolah tahu nigarin semi otomatis (bagian: penggiling) yang telah dilakukan didapatkan hasil mesin ini menggunakan motor dengan 1400 rpm dan daya 1 HP. Proses pembuatan rancang bangun mesin pengolah tahu nigarin semi otomatis (bagian: penggiling) ini di awali dengan persiapan bahan, persiapan alat, dan persiapan komponen. Selain itu total biaya pembuatan sebesar Rp. 3.507.500,- dengan harga jual Rp. 5.399.000,- dan BEP akan terpenuhi dengan 15 kali penyewaan.
Pengaruh Variasi Fraksi Volume Filler Serat Agave Sesalana Terhadap Kekuatan Bending Biokomposit Matrik Pati Ubi Jalar Susanto, Riswan Eko Wahyu
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Volume 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan plastik sebagai bahan kebutuhan manusia memiliki berbagai keunggulan, akan tetapi plastik sangat sukar terdegradasi secara alami dan telah menimbulkan masalah dalam penanganan limbahnya. Dalam memecahkan masalah limbah plastik dilakukan beberapa pendekatan seperti daur ulang. Biokomposit pada penelitian ini menggunakan biomaterial yang dapat diperbaharui (renewable) dan dapat terurai oleh lingkungan. Dengan harapan dan aplikasinya sebagai material alternative pengganti kotak kemasan makanan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah komposit serat pendek secara hand lay up tekan, sebagai filler komposit digunakan serat Agave Sisalana dengan variasi Fraksi Volume 10%, 20%, 30%, dan 40%. Sedangkan Matrik penyusun biokomposit ini menggunakan bahan pati ubi jalar yang dicampur dengan 20% gliserol. . Pengujian dilakukan dengan standar uji bending ASTM D 790 (1997). Dari penelitian ini diperoleh hasil bending terkecil pada fraksi volume serat 10% sebesar 2 MPa dan hasil bending terbesar pada fraksi volume serat 40% sebesar 8 MPa.
Pengaruh Variasi Kecepatan Elektroda Las GMAW dan Perlakuan Panas Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon SS400 Susanto, Riswan Eko Wahyu; Prasetio, Putut Jatmiko Dwi
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Volume 6, No.1 (2017)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam industri manufaktur banyak menggunakan bahan baku logam, pengelasan merupakan proses pengerjaan yang memegang peranan sangat penting, dalam merancang suatu konstruksi permesinan atau bangunan. Untuk memenuhi kekuatan yang dibutuhkan, bahan baja diperlukan dengan perlakuan panas merupakan solusi untuk menekan biaya dan meningkatkan sifat mekanik baja SS400 memiliki Melting Point pada suhu 1497oC, sedangkan specific heat baja 460 J/kg.oC dengan thermal conductivity baja 73 J/kg.oC.s. Metode penelitian ”Pengaruh Variasi Kecepatan elektroda las GMAW dan perlakuan panas terhadap sifat mekanik baja karbon rendah SS400” yang telah dilaksanakan merupakan true experimental research. Penelitian ini terdapat satu variabel bebas dan dua variabel tetap. Variabel bebas yang digunakan adalah kecepatan 3, 5, dan 7 dalam (10 mm/detik) dan temperatur 650oC, 750oC, dan 850oC dalam waktu 1 jam. Dan uji statistik menggunakan Anova. Hasil penelitian diperoleh temperatur dan kecepatan pengelasan terhadap kekuatan tarik memberikan pengaruh pada proses las GMAW terhadap kekuatan tarik. Diperoleh kesimpulan bahwa semakin besar temperatur perlakuannya maka nilai kekuatan tariknya semakin rendah. Dengan hasil kekuatan tarik terbesar 5,067 kN pada kecepatan 3 mm/dtk dan terendah 3,307 kN pada temperatur 850 OC dengan kecepatan 7 mm/dtk. Sehingga temperatur dan kecepatan pengelasan menghasilkan kekuatan sambungan las dengan resiko kesalahan 5%. Dengan model polinomial orde 2, yang ditunjukkan dengan nilai R2 (0,949).
PERANCANGAN SUMBER TENAGA KENDARAAN RODA EMPAT “MEPITU” BERTENAGA HYBRID LISTRIK DAN ANGIN Riswan Eko Wahyu S., M. Nur Wakhid ,
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Volume 7, nomor 1 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan yang menggunakan tenaga hybrid ini sangat ramah lingkungan. Pembuatan kendaraan roda empat hybrid ini bertujuan agar menghemat bahan bakar minyak dan mengurangi pencemaran udara. KendaraannRoda Empat Hybrid BertenagaaListrik dan Angin “Mepitu” merupakan salah satu kendaraan yang menggunakan energi alternatif sebagai bahannbakar. Energiikinetik angin menjadi energiilistrik dan Baterai sebagai tenaga listriknya untuk menggerakkan motor listrik sertaaroda kendaraan tersebut. Dalam proses pembuatan Kendaraan tenaga Hybrid Listrik dan Angin mempunyai beberapa perencanaan, salah satuyaayaitu Perencanaan Sumber Tenagaameliputi 1 motor listrik, 2 baling-baling, 2 generator dan 5 accu. Jadi dalam proses pembuatan telah ditentukan dengan dataaawal meliputi 1 motor listrik yang mempunyai dayaa1000 W dengan putaran 2750 Rpm, 2 baling-baling dengan jenis Multi-bladee dengan diameter 30 cm, 2 generator  dengan dayaa60 W dengan tegangan 60 Hz. Dan menggunakan 5 accu dengan 1 accu  kering (12 volt, 3 ampere) untuk penerangan dan 4 accu kering ( 12 volt, 12 ampere) untuk pengisian dan dirangkai secara seri. Hasil pembahasan yang telah dilakukan didapatkan simpulan sebagai berikut: Torsi yang didapat padaamotor listrik sebesar 354,2 kg. Dayaauntuk kapasitas storage sebesar 576 W atau 0,576 kW. Lamaawaktu pemakaian selama 34,2 menit. Menggunakan baling-baling jenis multi blade dengan luas penampang sudu sebesar 24,64 cm2. Perhitungan dayaaangin sebesar 2327,94 Watt. Putaran pada generator sebesar 1800 Rpm dan daya 60 W.
ANALISA VOLUME BORATES LAS KUNINGAN TERHADAP KEKUATAN IMPACT DAN TARIK GESER PELAT ST 50 DAN STAINLESS STEEL Wahyu Susanto, Riswan Eko; arif, Saiful
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Volume 7, No.2 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari Penelitian adalah diperolehnya komposisi bahan tambah fluks (borates) pada kekuatan tarik dan kekuatan impak yang sesuai guna aplikasi sambungan pembentuk pisau dengan penggunaan kombinasi penggabungan dua material (joint method) pengelasan bahan kuningan dan borates. Metode penelitian yang digunakan  merupakan true experimental research. Variabel bebas nya volume Borates 0,5 gr, 1 gr, 1,5 gr dan 2 gr, Variabel terikat yang digunakan pada penelitian ini adalah: kekuatan tarik dan kekuatan impact. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah: pelat ST50 tebal 2,5 mm, Stainless Steel tebal 2,3 mm, kawat kuningan 2,3 mm panjang setiap spesimen 1,5 mm, tekanan gas. Mesin Las OAW, Mesin Uji tarik (UTM_WDW-20) dan Mesin uji Impact menggunakan Universal Impact Testing (Hung Ta Instrument Co.Ltd). Hasil Pengujian dilakukan analisa pendekatan statistic ANOVA Satu arah. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa semakinttinggi volume borates maka kekuatan tariknya semakin meningkat dengan kekuatan tarik maksimal sebesar sebesar 382,4 Mpa pada volumeeborates 2 gram, dan kekuatan tarik terendah sebesar 166,2 Mpa pada volume borates sebesar 0,5 gram. Sedangkan pada uji impak bahwa semakin tinggi volume borates maka kekuatan tariknya semakin meningkattdengan kekuatannimpak maksimal sebesar 103,16 Mpa padaivolume borates 2 gram, dan kekuatan impak terendah sebesar 98,95 Mpa pada volume borates sebesar 0,5 gram. Kemudian diperoleh bahwa nilai kekuatan tarik lebih besar daripada kekuatan impak. Sedangkam hasil analisa Anova diperoleh bahwa volume borates berpengaruh nyata terhadap kekuatan tarik dan kekuatan Impak dengan tingkat keyakinan 95 persen. The aim of the study was to obtain the appropriate composition of flux (borates) in tensile strength and impact strength for the application of knife-forming joints by the use of a combination of two joint methods of welding brass and borates. The research method used is true experimental research. The independent variable is the volume of Borates 0.5 gr, 1 gr, 1.5 gr and 2 gr, Dependent variables used in this study are: tensile strength and impact strength. The control variables in this study were: ST50 plate 2.5 mm thick, Stainless steel 2.3 mm thick, brass wire 2.3 mm long each specimen 1.5 mm, gas pressure. OAW Welding Machines, Tensile Testing Machines (UTM_WDW-20) and Impact Testing Machines using Universal Impact Testing (Hung Ta Instrument Co.Ltd). The test results were analyzed by one-way ANOVA statistical approach. In this study, it was found that due to the high volume of borates, the tensile strength increased with a maximum tensile strength of 382.4 Mpa in volume gram 2 grams, and the lowest tensile strength of 166.2 Mpa on the volume of borates of 0.5 gram. Whereas in the impact test that the higher the volume of borates, the tensile strength increases with the maximum strength of 103.16 Mpa at the volume of borates 2 grams, and the lowest impact strength of 98.95 Mpa on the volume of borates of 0.5 grams. Then it is obtained that the value of tensile strength is greater than the impact strength. While
The Calculation of Ni-Sn-W Alloy Phase Diagram Using CALPHAD Method As New Soldering Material Riswan Eko Susanto; Gita Novian Hermana
International Journal of Science, Engineering, and Information Technology Vol 4, No 1 (2019): IJSEIT Volume. 04 Issue. 01 DECEMBER 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.878 KB) | DOI: 10.21107/ijseit.v4i1.6557

Abstract

The Ni-Sn-W Alloy becomes an alternative as the Ni element could slow and block the forming of intermetalic. Beside, the existence of the W element could add the solder materials performance which is able to block the forming of intermetalic substance. Calculation of phase diagram (CALPHAD) is able to become a solution for the limited information about phase diagram whether two system (biner) or others systems above. Computing method of CALPHAD used the factual approach and assumed that it is the characteristic of thermodynamic. From the calculation, the result gained are Ni3Sn, Ni3Sn2, Ni3Sn4, solidus Sn (Sn), solidus Ni (Ni), NiW, Ni4W, solidus  W (W), and solidus  liquid (L).  
IbM Pengembangan Produk Tahu Kuning Khas Kediri Menjadi Produk Lain (Mi - Sosis - Krecek Tahu Kuning) Sebagai Produk Khas Kediri Yang Baru Ahmad Dony Mutiara Bahtiar; Wiwiek Kusumaning Asmoro; Riswan Eko Wahyu Susanto
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2017): J-INDEKS
Publisher : P2M Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.717 KB)

Abstract

Kegiatan Iptek Bagi Masyarakat (IbM) dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Politeknik Kediri dengan kegiatan kepada masyarakat Kota Kediri yang mempunyai usaha produksi tahu kuning dalam pembuatan produk olahan makanan baru yang berbahan dasar tahu kuning menggunakan teknologi mesin baru. Program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) ini dilaksanakan dalam 8 (delapan) 0 bulan dengan target luaran utama yaitu mesin untuk olahan makanan baru yang berbahan dasar tahu kuning, yaitu mesin Mi Tahu Kuning, mesin pembuat Sosis Tahu Kuning, dan mesin Krecek tahu Kuning. Dampak pengiring dari program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) bagi masyarakat adalah munculnya kesadaran bagi pengusaha produksi tahu kuning baik secara individu atau kelompok untuk mencoba mengembangkan dan sekaligus menerapkan mesin pengolah tahu kuning dalam produksi olahan makanan baru yaitu, Mi, Sosis, dan Krecek Tahu Kuning. Dengan demikian masyarakat umum tidak akan merasa jenuh lagi terhadap tahu kuning karena mempunyai produk olahan makanan baru yang akan membuat omset penjualan tahu kuning meningkat. Pelaksanaan program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) ini dilakukan secara bermitra dengan 2 (dua) pengusaha produksi tahu kuning di kota Kediri. Agar pelaksanaan Iptek Bagi Masyarakat (IbM) terarah, metode yang digunakan dengan langkah Persiapan (Plan), Pelaksanaan (Do) dan Refleksi (See).
Pengaruh Serat Agave Sisal Terhadap Kekuatan Impak dan Tekan Komposit Nilon Termoplastik Gliserol Riswan Eko Wahyu Susanto; Maskuri Maskuri; Saiful Arif
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 6 No. 1 (2021): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v6i1.603

Abstract

Komposit SINIROL merupakan komposit berbahan serat sisal matriksnya nilon dan gliserol, yang diperoleh dari perbandingan komposisi kompositnya. SINIROL ini diharapkan dapat bermanfaat dan diaplikasikan sebaga material baru sebagai bahan alternatif, seperti gibsum sebagai penyangga tulang patah, polimer sintetis sebagai pelindung kepala, dan juga bisa difungsikan guna peralatan-peralatan kedokteran yang lain. Dalam metode penelitian ini komposisi komposit SINIROL dengan serat sisal sebesar 20%, 30%, dan 40% (m/v), dalam continues undirectional. Dengan perbandingan Nilon Termoplastik (gr) dan gliserol (mL) sebesar (1:0,3). Mesin uji impak Impact Tester (Hung-Ta) dengan spesimen impak ASTM D6110-10 dan uji tekan menggunakan Universal Testing Machine (UTM WDW-20) dengan spesimen tekan ASTM D695-15. Dari hasil penelitian diperoleh kekuatan Impak dan tekan tertinggi komposit SINIROL pada komposisi sisal 30% masing-masing besarnya 0,954 Joule/mm2 dan 104,16 N/mm2 , sedangkan pada komposisi persentase yang lain mengalami penurunan kekuatan. Hal ini menunjukan bahwa dengan bertambahnya serat sisal maka kekuatan impak dan kekuatan tekannya meningkat, akan tetapi jika melampaui nilai optimunya, kekuatannya menurun.Penurunan tersebut disebabkan ikatan antara matriks dan fillernya yang rendah serta dimungkinkan terjadinya mikroporositas disebabkan residual stress. Dapat disimpulkan bahwa penambahan serat sisal berpengaruh terhadap kekuatan impak dan kekuatan tekan komposit SINIROL. . Kata Kunci: Gliserol, Kekuatan Impak, Kekuatan Tekan, Nilon Termoplastik, Serat Agave Sisal
PENGOLAHAN PRODUK UNGGULAN DAERAH BAWANG MERAH LOKAL DI KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK Tri Handayani
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v5n2.p111-118

Abstract

Nganjuk sebagai surganya bawang merah di Jawa Timur, yang merupakan manisvestasi kearifan lokal yang terdapat di kecamatan Sukomoro kabupaten Nganjuk. Bupati Nganjuk menetapkan bawang merah sebagai Produk Unggulan daerah kabupaten Nganjuk.  Jumlah bawang merah di Nganjuk sangat melimpah dengan luas area 11.300 Ha dengan jumlah petani sebanyak 9.709 orang.  Nganjuk menyumbang 80% bawang merah di Jawa Timur dengan frekuensi panen 2-4 kali setahun.  Produksi bawang merah  tahun 2016 sebanyak 117.501 ton, tahun 2017 sebanyak 119.301 ton. Dengan melimpahnya jumlah bawang merah, maka Sukomoro dijadikan Sentra Bawang Merah di Nganjuk.  Apabila panen raya maka harga bawang merah sangat murah Rp. 7.000-8.000 /kg, hal ini tidak imbang dengan biaya penanaman dan pemeliharaan.  Namun apa dikata karena petani bawang merah hanya mampu menjual hasil panen bawang merah mentah.  Para petani bawang merah di Nganjuk belum mempunyai pengetahuan tentang Teknologi untuk mengolah hasil pertanian.  Apabila hasil panen bawang merah tidak segera dijual maka akan menjadi busuk, dan kalau sudah busuk maka bawang merah tidak laku dijual, hal ini mengakibatkan petani akan mengalami kerugian yang lebih besar.  Sehingga walaupun harganya murah petani terpaksa tetap menjual hasil panen.  Hal ini merupakan suatu dilema bagi petani bawang merah apabila memasuki masa panen raya.  Apabila dijual harganya sangat murah dan mengalami kerugian, apabila tidak dijual bawang merah akan rusak/busuk.  Dengan adanya kegiatan PPPUD akan Menciptakan teknologi pengolahan bawang merah menjadi produk unggulan olahan bawang merah lokal di kabupaten Nganjuk.  Sehingga Nganjuk sebagai penghasil Produk Unggulan Daerah dari Hulu hingga Hilir.                Metode pelaksanaan dalam program PPPUD adalah : (1) Menciptakan teknologi pengolahan bawang merah dengan membuat alat mesin : pemotong daun bawang,  penggiling bawang merah, pengupas bawang merah, pembersih bawang, pengiris bawang dan penggoreng bawang merah, (2) Melakukan pendampingan kepada petani bawang merah dalam membuat diversifikasi produk unggulan bawang merah seperti : (a) Bawang goreng herbal dan nabati, (b) Kerupuk bawang warna warni dengan bahan pewarna alami, (c) Tepung bawang merah rempah-rempah, (d) Pasta bawang merah kaya vitamin, (e) Suplemen kesehatan dari bawang merah, (f) Parfum ruangan herbal, dsb. (3) Membuat Aplikasi media pemasaran hasil produk olahan bawang merah yang berbasis E- Commerce yaitu untuk pemasaran produk secara elektronik.  Sehingga akses pasar lebih luas, pemasaran produk lebih cepat,  produk lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas baik dalam negeri dan luar negeri. Melakukan pengujian kelayakan dan komposisi bahan yang terkandung dalam produk olahan serta perolehan sertifikasi Halal dari MUI dan BPOM.
DIVERSIFIKASI PRODUK UNGGULAN DAERAH BAWANG MERAH LOKAL KHAS NGANJUK UNTUK MENCIPTAKAN EKONOMI KREATIF Fauziyah Fauziyah; Tri Handayani; Riswan Eko Wahyu S; Aulia Dewi Rosanti
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p88-94

Abstract

Petani bawang merah dipertengahan tahun 2020 ini tengah merasakan panen raya, akan tetapi harga bawang merah tidak sama dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 harga bawang merah mengalami fluktuasi harga, dimana harga bawang merah tembus sampai harga Rp. 50.000,- /Kg . Hal ini dikarenakan hasil panen bawang merah yang kurang maksimal. Musim hujan diawal tahun menjadi faktor yang mempengaruhi hasil panen, karena bawang merah banyak yang mengalami kerusakan, Ketidakpastian distribusi yang disebabkan pembatasan mobilitas membuat produksi bawang merah menurun. Padahal bibit bawang merah harganya tetap mahal. Kondisi ini yang membuat luas tanaman bawang merah tahun 2020 ini menurun. Pelaksanaan kegiatan berfokus pada pengembangan produk olahan bawang merah dan pemasaran produk olahannya. Metode yang dilakukan dengan subsitusi teknologi tepat guna kepada mitra dan juga pendampingan teknologi pengolahan dan pemasaran olahan produk bawang merah. Hasil dari kegiatan PPPUD tahun kedua ini antara lain: (1) Pengembangan teknologi mesin pencuci dan perajang bawang merah kapasitas besar, (2) Pendampingan dalam kegiatan jasa, Pengurusan merek dagang, (3) Pelatihan produk diversifikasi bawang merah, (4) Pengurusan legalitas produk, (5) Pembuatan label produk, (6) Membuat strategi bisnis. Mitra kerjasama program pengabdian masyarakat bidang PPPUD ini sudah mampu bereksperimen, membuat dan mengembangkan produk olahan bawang merah, sehingga produk yang dihasilkan lebih beragam. Kegiatan selanjutnya membuat olahan bawang merah varian lain seperti parfum bawang merah, suplemen bawang merah, camilan bawang merah, dll. dengan bahan baku yang berasal dari Bawang Merah Lokal Nganjuk.