Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pembentukan Karakter Religius Calon Tenaga Kesehatan Sabna Aulia Putri; M. Syarif Kholili; Ainul Yaqin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3903

Abstract

Pembentukan karakter religius merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan, khususnya bagi siswa sekolah kejuruan di bidang kesehatan yang kelak akan memikul tanggung jawab besar terhadap kehidupan manusia. Di tengah tantangan era modern yang menguji nilai spiritual dan etika, peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pedagogis guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa di SMK Kesehatan Bhakti Indonesia Medika (BIM) serta menganalisis efektivitas strategi yang diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menggunakan berbagai strategi pedagogis, seperti keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan kegiatan keagamaan (berdoa, membaca Al-Qur’an, dan salat berjamaah), serta penyampaian materi yang kontekstual dan relevan dengan dunia kesehatan. Guru juga menerapkan pendekatan persuasif dan interaktif serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran. Upaya-upaya tersebut berhasil menumbuhkan sikap religius siswa, seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Kesimpulannya, upaya pedagogis guru PAI di SMK Kesehatan BIM terbukti efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai religius secara menyeluruh dan aplikatif. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai agama dalam pendidikan kesehatan agar terbentuk tenaga medis yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga berkarakter religius, berintegritas, dan beretika dalam menjalankan tugas kemanusiaannya
Penalaran Moral dalam Tindak Kecurangan Akademik Berbasis Artificial Intelligence : Penalaran Moral dalam Tindak Kecurangan Akademik Berbasis Artificial Intelligence Ainul Yaqin; M. Syarif
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Vol. 14 No. 1 (2026): Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali bentuk-bentuk kecurangan akademik berbantuan Artificial Intelligence (AI) sekaligus menemukan penalaran moral yang menjadi dasar tindakan tersebut di kalangan mahasiswa tingkat akhir. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan teknik probing terhadap mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta di Mojokerto yang sedang menyusun tugas akhir. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa menggunakan AI sebagai asisten dalam menyusun tugas akhir, bukan menyerahkan seluruh pengerjaan kepada AI. Fungsi utama AI adalah merapikan, memparafrase, atau memperpanjang kalimat yang telah dibuat mahasiswa. Bagi mahasiswa, bantuan tersebut tidak tergolong kecurangan akademik. Penalaran moral yang dominan adalah kepatuhan pada norma institusional yang dapat dikategorikan sebagai level penalaran moral konvensional. Implikasi: Penelitian ini memberikan implikasi terhadap pengembangan kebijakan perguruan tinggi dalam menetapkan aturan etika penggunaan AI dan penyediaan perangkat deteksi kecurangan akademik berbasis digital guna menciptakan iklim akademik yang berintegritas. Orisinalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengkaji secara mendalam hubungan antara penalaran moral mahasiswa dan perilaku kecurangan akademik berbantuan AI, khususnya dalam konteks penyusunan tugas akhir di perguruan tinggi Indonesia.   Abstract Purpose: This study aims to explore the forms of academic dishonesty assisted by Artificial Intelligence (AI) and to identify the moral reasoning underlying such behavior among final-year students. Methodology: This study employs an interpretive qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with probing techniques involving final-year students at a private university in Mojokerto who were completing their final theses. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model through data condensation, data display, and conclusion drawing. Findings: The results indicate that almost all students use AI as an assistant in completing their final theses, rather than surrendering the entire work to AI. The main functions of AI are to tidy up, paraphrase, or elaborate sentences that students have already written. For students, such assistance is not considered academic dishonesty. The dominant moral reasoning is adherence to institutional norms, which can be categorized as a conventional level of moral reasoning. Implications: This study provides implications for the development of university policies in establishing ethical guidelines for AI use and providing digital-based academic dishonesty detection tools to create an academic climate with integrity. Originality:This study contributes to an in-depth examination of the relationship between students' moral reasoning and AI-assisted academic dishonesty behavior, particularly in the context of thesis writing in Indonesian higher education.
Pelatihan Smart Budgeting Petani Dan Ibu PKK Untuk Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Serta Usaha Wawan Hermawan; Deka Anjariyah; Ainul Yaqin
Jurnal Dharma Jnana Vol. 5 No. 3 (2025): JURNAL DHARMA JNANA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan ibu PKK dalam mengelola keuangan rumah tangga dan usaha melalui pelatihan Smart Budgeting. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kemampuan menyusun anggaran, pencatatan keuangan, serta perencanaan biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga. Kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan, pelatihan, dan praktik demonstratif. Evaluasi dilakukan menggunakan angket yang diberikan kepada kelompok Ibu PKK (11 responden) dan kelompok Petani (14 responden). Hasil angket menunjukkan peningkatan skor pemahaman dan keterampilan pada seluruh indikator. Kelompok Ibu PKK memperoleh skor total rata-rata 15,18, sedangkan kelompok Petani memperoleh rata-rata 15,93, yang menunjukkan kategori baik. Pelatihan berhasil meningkatkan literasi finansial dasar, kemampuan menyusun anggaran, dan kesadaran pencatatan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi rumah tangga dan usaha tani. Program ini penting dilanjutkan melalui pendampingan lanjutan agar keterampilan budgeting dapat diterapkan secara berkelanjutan.
GAMIFIKASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN CAPAIAN BELAJAR DI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN Sabrina Putri; Ainul Yaqin; Hajar Nurma Wachidah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.18349

Abstract

The advancement of technology in education has encouraged teachers to implement more innovative learning strategies to create active and meaningful learning experiences. One strategy that can be applied in Islamic Religious Education (IRE) learning is gamification. This study aims to analyze the implementation of gamification in Islamic Religious Education learning and its relationship with students' learning outcomes at SMA Darul Qur'an Mojokerto. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observations, interviews with an Islamic Religious Education teacher and tenth-grade students, as well as documentation. Data were analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing, while data credibility was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that gamification was implemented systematically through the stages of planning, implementation, evaluation, and reflection. The teacher utilized various digital platforms, including Quizizz, Kahoot, Wayground, and Quizlet, by integrating gamification elements such as points, badges, levels, and immediate feedback to enhance students' engagement. The implementation contributed to students' learning outcomes, particularly in the cognitive domain through improved understanding of the learning materials and in the affective domain through increased enthusiasm, participation, and learning motivation. Therefore, gamification can serve as an effective instructional strategy to promote more interactive, meaningful, and student-centered learning in Islamic Religious Education.
INTEGRASI PEMBELAJARAN, PEMBIASAAN ISLAMI, DAN KETELADANAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU Ravina Anggie Esna Putri; Ainul Yaqin; Syaikhu Rozi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18322

Abstract

This study aims to analyze the synergy between Islamic habituation and teacher role modeling in implementing the Integrated Islamic School Network (JSIT) curriculum at SMPIT Al-Uswah Surabaya. A qualitative approach with a case study design was employed. Informants were selected purposively and consisted of the principal, an Islamic Education teacher, and a student. Data were collected through non-participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The credibility of the findings was strengthened through methodological triangulation. The results show that curriculum planning is formulated in the School Operational Curriculum, which aligns the Merdeka Curriculum with JSIT distinctive standards and 79 Graduate Competency Standard indicators. Its implementation includes active learning, classroom learning agreements, congregational Duha prayer, communal class mentoring, small-group Islamic Personal Development, Quran memorization programs, and teacher role modeling. This integration is associated with the development of students’ discipline, responsibility, courtesy, consistency in worship, and Quranic competence. The principal finding confirms that implementing the JSIT curriculum cannot be reduced to adding religious content. It requires consistency among the values that are planned, taught, modeled, and experienced by students in everyday school life.
KUALITAS IBADAH SHOLAT SISWA SMP DITINJAU DARI INTENSITAS PEMAKAIAN GAWAI A’milatussolikha A’milatussolikha; Ainul Yaqin; Muhammad Ali Rohmad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14951

Abstract

The increasing intensity of gadget use among adolescents has the potential to divert time and attention away from religious practices, thereby affecting the quality of students’ prayer observance. This study aims to determine the intensity of gadget usage, the quality of Sholat observance, and the relationship between these two variables among students at SMP Negeri 2 Puri. The study is motivated by the phenomenon of high gadget usage among adolescents, which is suspected of displacing priorities regarding religious observance specifically Sholat potentially leading to a decline in the quality of students' worship; meanwhile, research specifically linking gadget usage intensity to the quality of  Sholat as a concrete religious practice remains relatively limited. The study population consisted of  352 students, with a sample of 187 students determined using Slovin's formula via cluster random sampling and simple random sampling techniques. Data were collected using a Likert-scale questionnaire tested for validity and reliability and subsequently analyzed through normality tests, linearity tests, and simple linear regression Research findings indicate that the higher the intensity of students' gadget usage, the greater the likelihood of a decline in the quality of their prayer. In this study, both gadget usage intensity and prayer quality fell into the moderate category, with a significant relationship observed between the two. High and uncontrolled gadget usage can divert the attention and time students should dedicate to worship, thereby affecting the focus and regularity of their prayers. Consequently, supervision and guidance from parents and schools are necessary to ensure students use gadgets more wisely and do not neglect their religious obligations. ABSTRAK Meningkatnya intensitas penggunaan gawai di kalangan remaja berpotensi mengalihkan waktu dan perhatian dari pelaksanaan ibadah, sehingga dapat memengaruhi kualitas ibadah sholat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas pemakaian gawai, tingkat kualitas ibadah sholat, serta hubungan antara kedua variabel tersebut pada siswa SMP Negeri 2 Puri. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena tingginya penggunaan gawai di kalangan remaja yang diduga menggeser prioritas pelaksanaan ibadah, khususnya sholat, sehingga kualitas ibadah siswa berpotensi menurun, sementara kajian yang secara khusus menghubungkan intensitas pemakaian gawai dengan kualitas ibadah sholat sebagai praktik keagamaan yang konkret masih relatif terbatas. Populasi penelitian berjumlah 352 siswa dengan sampel sebanyak 187 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui teknik cluster random sampling dan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji linieritas, dan regresi linier sederhana. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2026. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas pemakaian gawai pada siswa, semakin besar kecenderungan terjadinya penurunan kualitas ibadah sholat yang dijalankan. Intensitas pemakaian gawai dan kualitas ibadah sholat siswa dalam penelitian ini sama-sama berada pada kategori sedang, dengan keduanya menunjukkan hubungan yang signifikan satu sama lain. Penggunaan gawai yang tinggi dan tidak terkontrol dapat mengalihkan perhatian serta waktu siswa yang seharusnya digunakan untuk menjalankan ibadah, sehingga berdampak pada kekhusyukan maupun keteraturan sholat yang dilaksanakan. Dengan demikian, diperlukan pengawasan dan bimbingan dari orang tua maupun sekolah agar siswa mampu menggunakan gawai secara lebih bijak dan tidak mengabaikan kewajiban ibadahnya.