Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN LATIHAN MENGONTROL MARAH DENGAN CARA FISIK KE-2 (MEMUKUL BANTAL ATAU KASUR) PADA Sdr. I DAN Sdr. S DI RUANG GATOTKACA RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH Indar Widowati; Suryo Pratikwo; Rosmiati Saleh
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9803

Abstract

Latar belakang: Risiko perilaku kekerasan adalah suatu bentuk tindakan yang berisikomembahayakan secara fiisk, emosi dan/atau seksual pada diri sendiri atau orang lain. Tujuan:Artikel ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan risiko perilakukekerasan dan mengontrol marah dengan cara memukul bantal atau kasurpengkajian, perumusanmasalah, diagnosa keperawatan, perencanaan, tindakan, evaluasi dan pendokumentasian asuhankeperawatan.Metode: Dalam artikel ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan menjadikan 2 subjekpenelitian yang memenuhi syarat inklusi dan ekslkusi. Teknik pengambilan sampel yangdilakukan penulis yaitu dengan cara Convience Sampling yaitu cara pengambilan dan penetapansampel dengan mencari subjek atas dasar keinginan penulis yang dianggap mudah danmenyenangkan penulis.Hasil: Setelah dilakukan latihan mengontrol marah dengan cara memukul bantal atau kasurdidapatkan respon yang sama di antara dua pasien. Strategi pelaksanaan hanya dapat dilakukansampai strategi pelaksanaan ke-3 pasien, hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu penulisdalam pengelolaan kasus.Simpulan: Untuk dapat mencapai bina hubungan saling percaya pelaksanaan asuhan keperawatanjiwa pada pasien dibutuhkan kondisi pasien yang kooperatif.Kata kunci: Risiko perilaku kekerasan, latihan mengontrol marah.
PENGARUH PIJAT ABDOMEN TERHADAP KONSTIPASI PADA LANSIA PENGHUNI PANTI JOMPO Zaenal Amirudin; Indar Widowati; Bios Cendekia Wigatiningtias
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i2.10614

Abstract

Constipation is a symptom of difficulty defecating which is characterized by hard stool consistency, large size, and decreased frequency of defecation which is common in the elderly. Abdominal massage is an intervention that increases intra-abdominal pressure, which can stimulate defecation in the rectum. The aim of this research is to determine the effect of abdominal massage therapy as a solution to treat constipation in the elderly. Thirty elderly people with constipation and constipation problems were recruited using purposive sampling to undergo abdominal massage. pre-experiment one group pre-post test design was used to measure the level of constipation. The Wilcoxon Test results prove (Wcount = 40.05), meaning that abdominal massage can reduce constipation in the elderlyKeywords: Constipation, Abdominal Massage Therapy, Elderly
Nutritional Content of Functional Herbal Drinks Made from Palm Sugar Powder and Spice Powder Sudiarto, Sudiarto; Saleh, Rosmiati; Sawab, Sawab; Widowati, Indar
AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian Vol 11 No 2 (2022): AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jagritekno.2022.11.2.61

Abstract

In all regions of the world, including Indonesia, there is a change in the patterns of disease from infectious diseases to degenerative diseases and non-communicable diseases. The COVID-19 pandemic has also raised awareness of the need to continually strengthen the immune system. Increasing the body's resistance can benefit from the use of traditional herbs with medicinal capabilities. Some biological plants such as red ginger, alang-alang root, galangal which are known to the public for their spices, can become herbal drinks when formulated with the addition of palm sugar. These three plants have been studied on a laboratory scale to identify nutrients and bioactive compounds that are beneficial for health. The purpose of this study was to determine the nutritional content of functional herbal drink products made from palm sugar and spice powder (red ginger, alang-alang root, and galangal). The research method was carried out using hedonic organoleptic tests on 3 prepared formulas, phytochemical screening, and proximate test (nutritional content) The results of the organoleptic test showed that respondents preferred a formula containing ginger (500 g), alang-alang root (200 g), galangal (100 g,) and palm sugar (200 g). Phytochemical screening showed each component (ginger, galangal, alang-alang, palm sugar, and the developed formula) was positive for flavonoids and alkaloids. Only ginger was positive for tannins, all negative components were steroids/triterpenoids and only galangal was positive for saponins. Carbohydrate, protein, fat, moisture, and ash contents were 4.49%, 4.38%, 3.95%, 47.68%, and 9.76%. The results showed that a functional herbal drink made from palm sugar and spices has health benefits and the potential to be a functional drink.
GAMBARAN FUNGSI INTELEKTUAL LANJUT USIA DI KOTA PEKALONGAN Amirudin, Zaenal; Widowati, Indar; Supriyo, Supriyo; Sumarni, Sumarni; Nofianto, Norma
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 5, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v5i2.12294

Abstract

Latar Belakang : Bertambahnya umur harapan hidup, berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan pada lanjut usia. Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah kesehatan seiring berjalannya usia.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitiif yang tinggal di komunitas.Metode : Desain deskriptif analitik digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 60 peserta di ambil dengan cara purposive sampling, setelah menyetujui kesediaan sebagai responden. Instrumen Kuesioner Status Mental Portabel Pendek (SPMSQ) dari Pfeiffer (1975), digunakan untuk mengumpulkan data lanjut usiaHasil: Hasil penenlitian meliputi:  1) Karakteristik: jenis kelamin responden: perempuan, sebanyak 391 orang (65%), laki-laki 21 orang (35%); usia responden: 60-69 tahun sebanyak 45 orang (75%), 70-79 tahun sebanyak 12 orang (20%),  ≥ 80 tahun sebanyak 3 orang (5%); pendidikan responden: SD 9 orang (15%), SMP 17 orang (28,33%), SMA 29 orang (48,33%), PT 5 orang (8,33%); 2) Sebagian besar responden mengalami kerusakan intelektual ringan, sebanyak 45 orang (75%).Simpulan : Penurunan fungsi kognitif pada lansia yang tinggal di komunitas beragam dari  ringan sampai berat. Perawat komunitas diharapkan dapat memberikan intervensi berupa deteksi dini fungsi kognitif pada lansia. Kata Kunci : Lanjut usia, fungsi kognitif
IMPLEMENTASI MANAJEMEN NYERI AKUT DENGAN TEKNIK NON FARMAKOLOGIS KOMPRES HANGAT PADA AN. F DAN AN. S DENGAN TYPHOID DI RUANG FLAMBOYAN RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Hartono, Mardi; Nurjanah, Siti; Suparjo, Suparjo; Penyami, Yuniske; Utomo, Deddy; Hartati, Hartati; Angkasa, Moh Projo; Widowati, Indar
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12882

Abstract

Latar Belakang :Gejala Salah satu masalah yang dialami pasien penderita tyhpoid disebabkan karena terdapat iritasi pada organ pencernaan sehingga dapat ditarik permasalahan nyeri akut. Penulis menarik permasalahan nyeri akut sebagai masalahkeperawatan karena bila nyeri tidak segera ditangani dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, terutama jika terjadi nyeri pada anak- anak yang belum mampu mengontrolnyeri. Penatalaksanaan nyeriakut pada anak usia 5 –14tahun dengan typhoid adalah manajemen nyeri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen nyeri dengan teknik Non Farmakologis Kompres Hangat pada anak dengan typhoid di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.Metode: Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Pendekatan studi kasus dilakukan dengan menggunakan dua subjek penelitianHasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pertemuan terakhir responden didapatkan hasil skala nyeri menurun.Saran: Perawat dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan asuhan keperawatan nyeri akut pada anak dengan typhoid.Simpulan: Masalah nyeri akut pada pasien typhoid teratasi sebagian setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan manajemen Nyeri dengan Kompres HangatKataKunci: Kompres Hangat,  Nyeri Akut, Typhoid
Hubungan Antara Literasi Fear Of Missing Out (Fomo) Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Di Kota Pekalongan Widowati, Indar; Triasari, Lis; Harnany, Afiyah Sri; Amirudin, Zaenal; Widayanti, Esti Dwi
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i2.14031

Abstract

Latar belakang : Perkembangan media sosial yang cepat memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari aktivitas sosial di dunia maya. Kondisi ini dapat berpengaruh pada kesehatan mental mahasiswa, terutama pada masa transisi menuju dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi FOMO dengan kesehatan mental mahasiswa di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Metode : Desain penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 100 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Pekalongan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner literasi FOMO dan General Health Questionnaire (GHQ-12). Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil : Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara literasi FOMO dan kesehatan mental (p = 0,004). Kesimpulan : Mahasiswa dengan literasi FOMO rendah memiliki tingkat gangguan kesehatan mental lebih tinggi. Peningkatan literasi digital dan pengelolaan media sosial yang sehat diperlukan untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa. Kata kunci: Fear of Missing Out, literasi digital, kesehatan mental, mahasiswa, Pekalongan
STUDI KEBUTUHAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING MAHASISWA DI PRODI KEPERAWATAN PEKALONGAN Hartati, Hartati; Amirudin, Zaenal; Widowati, Indar
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v1i1.6448

Abstract

Bimbingan dan konseling diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan mahasiswa agar mampu mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk pribadi, sosial, dan spiritual. Layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi sebagai upaya membantu memberikan kemudahan dan kelancaran mahasiswa dalam mencapai tugas perkembangannya. Sejumlah studi memperlihatkan layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi sangat dibutuhkan, sebagai unsur terpadu berkenaan dengan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan,. layanan bimbingan dan konseling di Prodi Keperawatan Pekalongan belum optimal, hal ini terbukti hampir setiap tahun terdapat mahasiswa yang cuti, bahkan ada yang putus studi.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara jelas dan objektif tentang kebutuhan layanan bimbingan dan konseling di Prodi Keperawatan Pekalongan. Jenis penelitian deskriptif dengan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini  adalah mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Pekalongan  sebanyak 318 mahasiswa, sampel  diambil secara proporsional random sampling  dari tingkat I, tingkat II dan tingkat  III, jumlah sampel 78 mahasiswa.Hasil penelitian menunjukkan  rata-rata kebutuhan bimbingan dan konseling  tingkat I, Tingkat II dan Tingkat III  diatas 90 %  dan  rata-rata  tertinggi kebutuhan psikologis, emosi dan kerohanian (96.88 %) dan yang terendah adalah kebutuhan belajar (91.01%). Bimbingan dan konseling  kepada mahasiswa sudah dilaksanakan namun belum sesuai kebutuhan  dari mahasiswa ( rata-rata kurang dari 80 %) hal ini karena  belum adanya pelatihan bagi  dosen pembimbing akademik sehingga dalam memberikan bimbingan  mempunyai persepsi berbeda tiap pembimbing.Saran bagi pembimbing  akademik diharapkan mampu memberikan bimbingan dan konseling  kepada mahasiswa secara maksimal  baik frekuensi  bimbingan maupun kualitas bimbingan dan mempunyai persepsi  dan kemampuan yang sama dalam memberikan bimbingan dan konseling  kepada mahasiswa. Perlu adanya penelitian lanjutan kajian tentang  pelatihan  bagi  semua dosen  sebagai  konselor dan  adanya penelitian tentang penyusunan   buku panduan bimbingan dan konseling  yang tepat sebagai acuan bagi dosen untuk menunjang keberhasilan mahasiswa.
PENERAPAN FAMILY PSYCHOEDUCATION THERAPY PADA KELUARGA KLIEN DENGAN SKIZOFRENIA DALAM MENGANTISIPASI KEGAWATAN PSIKIATRI Nugroho DS, Petrus; Pujiastuti, Rr. Sri Endang; Widowati, Indar
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v3i1.8517

Abstract

Latar Belakang : Sebanyak 49,8% orang dengan gangguan jiwa dirawat di rumah. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa merupakan hal yang penting untuk mencegah terjadinya kekambuhan.  Family Psychoeducation Therapy merupakan tindakan yang memadukan antara edukasi, metode koping, serta kemampuan keluarga dalam memecahkan masalah dalam perawatan pasien. Penerapan Family Psychoeducation Therapy diharapkan mampu meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa dan menangani kegawatan psikiatri dalam keluarga.Tujuan : Karya tulis ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dalam penerapan Family Psychoeducation Therapy pada keluarga klien dengan skizofrenia dalam mengantisipasi kegawatan psikiatri.Metode : Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam proses keperawatan. Sebanyak 2 responden direkrut secara purposive sampling yang memenuhi kriteria.Hasil : Setelah diberikan Family Psychoeducation Therapy skor dukungan keluarga meningkat dari yang sebelumnya 7 berarti dukungan keluarga cukup menjadi skor 17 yang berarti dukungan keluarga baik. Dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam menangani kegawatan pada pasien dengan skizofrenia. Family Psychoeducation Therapy  mampu meningkatkan dukungan keluarga dalam merawat anggota dengan skizofrenia sehingga keluarga mampu memberikan pertolongan pertama saat terjadi kegawatan.Kata Kunci : skizofrenia, Family Psychoeducation Therapy, Psikoedukasi Keluarga
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN LATIHAN MENGONTROL MARAH DENGAN CARA FISIK KE-2 (MEMUKUL BANTAL ATAU KASUR) PADA Sdr. I DAN Sdr. S DI RUANG GATOTKACA RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH Widowati, Indar; Pratikwo, Suryo; Saleh, Rosmiati
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9803

Abstract

Latar belakang: Risiko perilaku kekerasan adalah suatu bentuk tindakan yang berisikomembahayakan secara fiisk, emosi dan/atau seksual pada diri sendiri atau orang lain. Tujuan:Artikel ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan risiko perilakukekerasan dan mengontrol marah dengan cara memukul bantal atau kasurpengkajian, perumusanmasalah, diagnosa keperawatan, perencanaan, tindakan, evaluasi dan pendokumentasian asuhankeperawatan.Metode: Dalam artikel ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan menjadikan 2 subjekpenelitian yang memenuhi syarat inklusi dan ekslkusi. Teknik pengambilan sampel yangdilakukan penulis yaitu dengan cara Convience Sampling yaitu cara pengambilan dan penetapansampel dengan mencari subjek atas dasar keinginan penulis yang dianggap mudah danmenyenangkan penulis.Hasil: Setelah dilakukan latihan mengontrol marah dengan cara memukul bantal atau kasurdidapatkan respon yang sama di antara dua pasien. Strategi pelaksanaan hanya dapat dilakukansampai strategi pelaksanaan ke-3 pasien, hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu penulisdalam pengelolaan kasus.Simpulan: Untuk dapat mencapai bina hubungan saling percaya pelaksanaan asuhan keperawatanjiwa pada pasien dibutuhkan kondisi pasien yang kooperatif.Kata kunci: Risiko perilaku kekerasan, latihan mengontrol marah.
PENGARUH PIJAT ABDOMEN TERHADAP KONSTIPASI PADA LANSIA PENGHUNI PANTI JOMPO Amirudin, Zaenal; Widowati, Indar; Wigatiningtias, Bios Cendekia
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i2.10614

Abstract

Constipation is a symptom of difficulty defecating which is characterized by hard stool consistency, large size, and decreased frequency of defecation which is common in the elderly. Abdominal massage is an intervention that increases intra-abdominal pressure, which can stimulate defecation in the rectum. The aim of this research is to determine the effect of abdominal massage therapy as a solution to treat constipation in the elderly. Thirty elderly people with constipation and constipation problems were recruited using purposive sampling to undergo abdominal massage. pre-experiment one group pre-post test design was used to measure the level of constipation. The Wilcoxon Test results prove (Wcount = 4>0.05), meaning that abdominal massage can reduce constipation in the elderlyKeywords: Constipation, Abdominal Massage Therapy, Elderly