Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penumbuhkembangan Karakter Toleransi Siswa SMP Negeri 14 Mataram Laelatul Alya Istiana; Lalu Sumardi; Dahlan Dahlan; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.951

Abstract

Karakter merupakan upaya dalam membentuk manusia intelek dan bermoral. Penumbuhkembangan karakter sangat penting termasuk karakter toleransi. Karakter toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan agama, ras, suku, pendapat, sikap dan perilaku orang lain yang berbeda dari diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara sekolah, faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara struktur, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara sekolah dalam menumbuhkembangan karakter toleransi siswa, yaitu; 1) selalu mengingatkan dan memberikan nasihat kepada siswa, 2) memberikan contoh kepada siswa, dan 3) mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penumbuhkembangkan karakter toleransi. Faktor pendukung dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) motivasi guru dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa, 2) kerjasama yang baik antara semua guru, dan 3) sekolah menyediakan sarana prasarana dalam menumbuhkembangkan toleransi. Faktor penghambat dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) kondisi siswa yang berbeda-beda, 2) lingkungan keluarga, 3) lingkungan sosial.
Internalisasi Nilai Moral Melalui Inkulkasi Di MTs Darul Hikmah Tente Kabupaten Bima Asni Putri Agustin; Rispawati Rispawati; Sawaludin Sawaludin; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Internalisasi Nilai Moral Melalui Inkulkasi Di MTs Darul Hikmah Tente Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pnelitian ini dilakukan di MTs Darul Hikmah Tente, subjek penelitian adalah Kepala sekolah, WAKA Kesiswaan, guru PAI, dan informan penelitian adalah siswa-siswi madrasah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data menggunakan 3 metode menurut Miles and Huberman anatara lain reduksi data, penyajian data, Verification/Conclusion Drawing. Berdasarkan hasil penelitian (1) Penanaman nilai moral terhadap peserta didik di Madrasah ditemukan ada bebarapa cara, antara lain: yaitu program pembiasaan dan kegiatan intrakurikuler. Terkait dengan dua cara yang dilakukan MTs dalam penanaman nilai moral terhadap siswa sudah baik, (2) faktor pendukung dan penghambat ialah pada peserta didik, guru, fasilitas dan orang tua.
Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Daring di Era New Normal pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 2 Praya Baiq Septia Wina Yunita; M. Ismail; Edy Kurniawansyah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penggunaan google classroom dalam pembelajaran daring di era new normal pada mata pelajaran PPKn di SMAN 2 PRAYA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang dimana tempat pelaksanaanya di SMAN 2 PRAYA dengan subyek penelitian siswa  kelas X MIPA I. II,III dan IV. Teknik pengumpualan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah teori model Miles dan Huberman, yang merupakan penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi. Yang dimana hasil penelitian (1) Pembelajaran daring di SMAN 2 PRAYA dengan memanfaatkan media pembelajaran google classroom pada mata pelajaran PPKn sudah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yag dilaksanakan secara daring memanfaatkan media pembelajaran google classroom pada mata pelajaran PPKn dapat digunakan oleh guru dan juga pesertadidik dengan kebutuhan masing masing individu dalam melaksanakan proses pembelajaran. Penggunaan google classroom dalam pembelajaran daring di era new normal pada mata pelajaran PPKn di SMAN 2 Praya ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang terus meningkat setelah di pergunakannya media pembelajaran google classroom dalam proses pembelajaran seperti dalam pemberian tugas-tugas, sehingga siswa juga merasa senang menggunakan media pembelajaran tersebut, dikarenakan siswa merasa mudah menggunakan atau mengakses media pembelajaran google classroom tersebut. Sehingga waktu belajar siswa pun menjadi fleksibel, serta meminimalisisr pengeluaran seperti halnya  biaya pembelian bensin, maupun biaya pembelian alat alat belajar seperti buku,pulpen dan sebagainya. (2) Permasalahan yang dialami dalam pelaksanaan dan penggunaan  pembelajaran daring dengan memanfaatkan google classroom pada matapelajaran PPKn yaitu: kendala utama yang dihadapi adalah jaringan internet yang kurang tidak stabil sehingga mengakibatkan pesertadidik terkadang sering meninggalkan ruang kelas google secara tiba-tiba. Guru dan pesertadidik dipaksa untuk memahami teknik pembelajaran yang melibatkan teknologi dan terkadang terdapat banyak  perbedaan pada level pemahaman pesertadidik yang satu dengan yang lainnya. Namun upaya untuk mengatasi kendala- kendala yang di alami dalam pelaksanaan pembelajaran daring dengan memanfaatkan media pembelajaran melalui google classroom tersebut yakni: dengan melakukan kerjasama dengan penyedia jasa internet, seperti indihome dan matrix, serta memastikan siswa memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan baik. Serta meningkatkan kompetensi guru dengan banyak membaca literasi dari berbagai sumber, agar lebih memahami media pembelajaran google classroom, dan tidak lupa juga guru harus banyak memberi motivasi kepada siswanya.
Implementasi Program Sabtu Budaya Sebagai Penguatan Civic Disposition di SMP Negeri 15 Mataram Ayu Nurmayanti; M. Ismail; Sawaludin Sawaludin; Yuliatin Yuliatin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1b (2023): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1b.1260

Abstract

Program Sabtu Budaya adalah kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran berbasis budaya di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Disposition dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Disposition di SMP Negeri 15 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data yang sudah di telah di ambil menunjukan bahwa bentuk implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Disposition di SMP Negeri 15 Mataram yaitu : 1) Menanyikan lagu daerah, 2) Tata cara berbusana adat sasak, 3) Permainan musik daerah, 4) Tata cara membuat makanan khas sasak, 5) Tarian Massal, 6) Pameran karya siswa. Faktor pendukung implementasi program Sabtu Budaya antara lain yaitu, kompetensi guru  sebagai pelaksanan program Sabtu Budaya, dukungan dan kerjasama guru dan staff, ketersediaan tempat pelaksanaan, dan ketersediaan fasilitas program Sabtu Budaya.Hambatan yang diterima yaitu tidak adanya panduan program Sabtu Budaya, tidak adanya tim khusus program Sabtu Budaya, kurangnya partisipasi siswa dan orang tua dalam program Sabtu Budaya.
Implementasi Pendidikan Karakter Religius dan Toleransi Melalui Budaya Sekolah di SMP Negeri 22 Mataram Khifayatul Khoiriah; M. Ismail; Edy Kurniawansyah; Muh. Zubair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1490

Abstract

Pendidikan karakter adalah proses pembelajaran untuk membentu karakter baik dan berkulaitas pada siswa. Pendidikan karakter tidak hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang pintar secara akademik, tetapi juga individu yang memiliki integritas moral dan etika yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) implementasi pendidikan karakter religius dan toleransi melalui budaya sekolah di SMP Negeri 22 Mataram, 2) faktor pendorong dan penghambat implementasi pendidikan karakter religius dan toleransi melalui budaya sekolah di SMP Negeri 22 Mataram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dah guru-guru SMP Negeri 22 Mataram. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan datanya yaitu triagulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter religius terlaksana melalui 1) pembiasan dalam beribadah yang terlaksana melalui program GIRS terdiri dari membaca al-quran, sholat fardu dan sunnah berjamaah, imtaq, perayaan acara besar keagamaan dan kegiatan di bulan ramadhan. 2) penguatan karakter berakhlak yaitu pembiasan melalui 3S dan budaya do’a, serta 3) penguatan melalui keteladanan. Implementasi karakter toleransi yaitu: 1) pengintegrasian dalam kegiatan pengembangan diri yaitu budaya berjabat tangan, peringatan hari besar keagamaan, baca senyap. 2) penguatan melalui materi ajar. Faktor pendorong implementasi karakter religius terdiri dari: dukungan dari sekolah, dukungan guru, dan dukungan orangtua. Sedangkan aktor penghambatnya berasal dari siswa, dan orangtua. Faktor pendorong karakter toleransi yaitu: materi ajar dan dukungan dari warga sekolah sedangkan faktor penghambatnya berasal dari siswa.
Hubungan Keharmonisan Keluarga terhadap Sikap Disiplin Belajar (Studi Korelasi pada Peserta Didik Kelas XII SMAN 1 Gunungsari) Ni Putu Meindri Luna Widari; Basariah Basariah; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4917

Abstract

Sikap disiplin belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh berbagai hal salah satu faktor yang memiliki andil besar terhadap sikap disiplin belajar peserta didik adalah keharmonisan keluarga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keharmonisan keluarga dengan sikap disiplin belajar pada peserta didik kelas XII di SMAN 1 Gunungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi bivariat positif (hubungan searah). Sampel penelitian berjumlah 197 peserta didik yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dari total populasi 387 orang. Data dikumpulkan melalui angket kuesioner yang disusun berdasarkan indikator keharmonisan keluarga dari Kavinkodala dan indikator disiplin belajar dari Wibowo. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji hipotesis menggunakan Rank Spearman, diperoleh hubungan yang signifikan antara keharmonisan keluarga dan sikap disiplin belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,371, yang termasuk dalam kategori tingkat hubungan yang cukup. Temuan ini memperkuat teori ekologi sistem bahwa keluarga sebagai mikrosistem memiliki andil besar dalam membentuk perilaku disiplin anak di sekolah. Sehingga memang benar terdapat hubungan antara keharmonisan keluarga terhadap sikap disiplin belajar peserta didik.
Peran Pembina dalam mengembangkan sikap disiplin siswa pada program Kegiatan Ekstrakurikuler PMR Baiq Anne Mira Arshylya; M. Ismail; M. Samsul Hadi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 2 (2026): Sixteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i2.1001

Abstract

The purpose of this research is to understand the role of mentors in developing students' disciplinary attitudes as well as the problems faced by mentors in the PMR extracurricular program at State Islamic Senior High School (MAN) 1 Mataram. This research uses a qualitative approach with a phenomenological research type. The data collection techniques carried out are interviews, observations, and documentation. The data analysis techniques used are data presentation, data reduction, and drawing conclusions. The research results show that: 1) mentors play a role in developing students' disciplinary attitudes through their participation as role models, guides, motivators, supervisors, enforcers of rules, and evaluators in every PMR extracurricular activity; 2) The strategies applied are consistently providing direct examples by implementing and following the rules of MAN 1 Mataram and the PMR rules of MAN 1 Mataram, approaching members with care, providing warnings and firm sanctions.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam mengembangkan karakter disiplin siswa Karina Karina; M. Ismail; Jumrawati Jumrawati
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 2 (2026): Sixteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i2.997

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Scout extracurricular activities in developing students’ disciplinary character at SMAN 2 Mataram and to identify the supporting and inhibiting factors. Discipline is an important character value that shapes responsibility, rule compliance, and orderliness in daily life. This research uses a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving Scout coaches, vice principal of student affairs, and students as informants. Data analysis uses the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that Scout extracurricular activities are implemented systematically through routine training, marching exercises, ceremonies, and camping activities. These activities contribute to developing discipline through punctuality, rule compliance, responsibility, and teamwork. Supporting factors include student enthusiasm, school support, and coach competence, while inhibiting factors include uneven motivation and scheduling conflicts. Thus, Scout activities are effective in developing students’ disciplinary character.
Peningkatan Minat Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Team Game Tournament Berbasis Media Game Wordwall pada Pendidikan Pancasila Rizka Manzili; M. Ismail; Sawaludin Sawaludin
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.33518

Abstract

Minat belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik siswa, namun kurangnya minat dapat menimbulkan kebosanan dan penurunan prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) berbasis media game Wordwall pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas VIII di SMPN 3 Gunungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan minat belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata persentase angket mencapai 70,83% dengan 36% siswa masih memiliki minat rendah, serta pengamatan menunjukkan 7 dari 10 indikator belum terpenuhi. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata persentase meningkat menjadi 85,41%, dan seluruh indikator pengamatan tercapai. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model TGT berbasis Wordwall efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini juga menegaskan bahwa integrasi model kooperatif dengan media digital interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan partisipatif.Learning interest is an essential factor in students’ academic success, while a lack of interest often leads to boredom and decreased achievement. This study aims to improve students’ learning interest through the implementation of the cooperative learning model Team Game Tournament (TGT) using Wordwall game-based media in the Civic Education subject for eighth-grade students at SMPN 3 Gunungsari. The research employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation and questionnaires. The findings revealed a significant increase in students’ learning interest. In the first cycle, the average questionnaire score reached 70.83%, with 36% of students still showing low interest, and observation results indicated that 7 out of 10 indicators had not yet been achieved. After improvements in the second cycle, the average score increased to 85.41%, and all observation indicators were fulfilled. These results demonstrate that the TGT model integrated with Wordwall is effective in enhancing students’ interest in learning Civic Education. Furthermore, the study highlights that combining cooperative learning with interactive digital media can foster a more engaging and participatory learning atmosphere.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Media Kartu Kuartet terhadap Partisipasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII di SMPN 11 Mataram Hermanto Jaelani; M. Ismail; Basariah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1752

Abstract

This study aims to determine the effect of implementing the Make A Match type cooperative learning model assisted by quartet card media on students’ learning participation in the Pancasila Education subject for seventh-grade students at SMPN 11 Mataram. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using the Nonequivalent Control Group Design. The population of this study consisted of all seventh-grade students of SMPN 11 Mataram, totaling 98 students. The sample was determined using random sampling techniques, resulting in class VII C as the experimental class and class VII D as the control class, with a total sample of 48 students. Data collection techniques included observation and a student learning participation questionnaire. The research instruments were first tested for validity and reliability. Data analysis was conducted through prerequisite tests, namely normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using an independent t-test at a 5% significance level. The results of the study indicate that there is a significant effect of implementing the Make A Match type cooperative learning model assisted by quartet card media on students’ learning participation. This is evidenced by the hypothesis testing results showing that the calculated t-value is greater than the t-table value, so the alternative hypothesis is accepted. The implementation of the Make A Match type cooperative learning model assisted by quartet card media was able to increase student engagement, learning interaction, and active participation during the Pancasila Education learning process.