M. Ismail
Universitas Mataram

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penumbuhkembangan Karakter Toleransi Siswa SMP Negeri 14 Mataram Laelatul Alya Istiana; Lalu Sumardi; Dahlan Dahlan; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.951

Abstract

Karakter merupakan upaya dalam membentuk manusia intelek dan bermoral. Penumbuhkembangan karakter sangat penting termasuk karakter toleransi. Karakter toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan agama, ras, suku, pendapat, sikap dan perilaku orang lain yang berbeda dari diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara sekolah, faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara struktur, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara sekolah dalam menumbuhkembangan karakter toleransi siswa, yaitu; 1) selalu mengingatkan dan memberikan nasihat kepada siswa, 2) memberikan contoh kepada siswa, dan 3) mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penumbuhkembangkan karakter toleransi. Faktor pendukung dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) motivasi guru dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa, 2) kerjasama yang baik antara semua guru, dan 3) sekolah menyediakan sarana prasarana dalam menumbuhkembangkan toleransi. Faktor penghambat dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) kondisi siswa yang berbeda-beda, 2) lingkungan keluarga, 3) lingkungan sosial.
Internalisasi Nilai Moral Melalui Inkulkasi Di MTs Darul Hikmah Tente Kabupaten Bima Asni Putri Agustin; Rispawati Rispawati; Sawaludin Sawaludin; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Internalisasi Nilai Moral Melalui Inkulkasi Di MTs Darul Hikmah Tente Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pnelitian ini dilakukan di MTs Darul Hikmah Tente, subjek penelitian adalah Kepala sekolah, WAKA Kesiswaan, guru PAI, dan informan penelitian adalah siswa-siswi madrasah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data menggunakan 3 metode menurut Miles and Huberman anatara lain reduksi data, penyajian data, Verification/Conclusion Drawing. Berdasarkan hasil penelitian (1) Penanaman nilai moral terhadap peserta didik di Madrasah ditemukan ada bebarapa cara, antara lain: yaitu program pembiasaan dan kegiatan intrakurikuler. Terkait dengan dua cara yang dilakukan MTs dalam penanaman nilai moral terhadap siswa sudah baik, (2) faktor pendukung dan penghambat ialah pada peserta didik, guru, fasilitas dan orang tua.
Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Daring di Era New Normal pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 2 Praya Baiq Septia Wina Yunita; M. Ismail; Edy Kurniawansyah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penggunaan google classroom dalam pembelajaran daring di era new normal pada mata pelajaran PPKn di SMAN 2 PRAYA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang dimana tempat pelaksanaanya di SMAN 2 PRAYA dengan subyek penelitian siswa  kelas X MIPA I. II,III dan IV. Teknik pengumpualan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah teori model Miles dan Huberman, yang merupakan penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi. Yang dimana hasil penelitian (1) Pembelajaran daring di SMAN 2 PRAYA dengan memanfaatkan media pembelajaran google classroom pada mata pelajaran PPKn sudah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yag dilaksanakan secara daring memanfaatkan media pembelajaran google classroom pada mata pelajaran PPKn dapat digunakan oleh guru dan juga pesertadidik dengan kebutuhan masing masing individu dalam melaksanakan proses pembelajaran. Penggunaan google classroom dalam pembelajaran daring di era new normal pada mata pelajaran PPKn di SMAN 2 Praya ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang terus meningkat setelah di pergunakannya media pembelajaran google classroom dalam proses pembelajaran seperti dalam pemberian tugas-tugas, sehingga siswa juga merasa senang menggunakan media pembelajaran tersebut, dikarenakan siswa merasa mudah menggunakan atau mengakses media pembelajaran google classroom tersebut. Sehingga waktu belajar siswa pun menjadi fleksibel, serta meminimalisisr pengeluaran seperti halnya  biaya pembelian bensin, maupun biaya pembelian alat alat belajar seperti buku,pulpen dan sebagainya. (2) Permasalahan yang dialami dalam pelaksanaan dan penggunaan  pembelajaran daring dengan memanfaatkan google classroom pada matapelajaran PPKn yaitu: kendala utama yang dihadapi adalah jaringan internet yang kurang tidak stabil sehingga mengakibatkan pesertadidik terkadang sering meninggalkan ruang kelas google secara tiba-tiba. Guru dan pesertadidik dipaksa untuk memahami teknik pembelajaran yang melibatkan teknologi dan terkadang terdapat banyak  perbedaan pada level pemahaman pesertadidik yang satu dengan yang lainnya. Namun upaya untuk mengatasi kendala- kendala yang di alami dalam pelaksanaan pembelajaran daring dengan memanfaatkan media pembelajaran melalui google classroom tersebut yakni: dengan melakukan kerjasama dengan penyedia jasa internet, seperti indihome dan matrix, serta memastikan siswa memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan baik. Serta meningkatkan kompetensi guru dengan banyak membaca literasi dari berbagai sumber, agar lebih memahami media pembelajaran google classroom, dan tidak lupa juga guru harus banyak memberi motivasi kepada siswanya.
Implementasi Program Sabtu Budaya Sebagai Penguatan Civic Disposition di SMP Negeri 15 Mataram Ayu Nurmayanti; M. Ismail; Sawaludin Sawaludin; Yuliatin Yuliatin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1b (2023): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1b.1260

Abstract

Program Sabtu Budaya adalah kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran berbasis budaya di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Disposition dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Disposition di SMP Negeri 15 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data yang sudah di telah di ambil menunjukan bahwa bentuk implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Disposition di SMP Negeri 15 Mataram yaitu : 1) Menanyikan lagu daerah, 2) Tata cara berbusana adat sasak, 3) Permainan musik daerah, 4) Tata cara membuat makanan khas sasak, 5) Tarian Massal, 6) Pameran karya siswa. Faktor pendukung implementasi program Sabtu Budaya antara lain yaitu, kompetensi guru  sebagai pelaksanan program Sabtu Budaya, dukungan dan kerjasama guru dan staff, ketersediaan tempat pelaksanaan, dan ketersediaan fasilitas program Sabtu Budaya.Hambatan yang diterima yaitu tidak adanya panduan program Sabtu Budaya, tidak adanya tim khusus program Sabtu Budaya, kurangnya partisipasi siswa dan orang tua dalam program Sabtu Budaya.
Implementasi Pendidikan Karakter Religius dan Toleransi Melalui Budaya Sekolah di SMP Negeri 22 Mataram Khifayatul Khoiriah; M. Ismail; Edy Kurniawansyah; Muh. Zubair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1490

Abstract

Pendidikan karakter adalah proses pembelajaran untuk membentu karakter baik dan berkulaitas pada siswa. Pendidikan karakter tidak hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang pintar secara akademik, tetapi juga individu yang memiliki integritas moral dan etika yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) implementasi pendidikan karakter religius dan toleransi melalui budaya sekolah di SMP Negeri 22 Mataram, 2) faktor pendorong dan penghambat implementasi pendidikan karakter religius dan toleransi melalui budaya sekolah di SMP Negeri 22 Mataram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dah guru-guru SMP Negeri 22 Mataram. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan datanya yaitu triagulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter religius terlaksana melalui 1) pembiasan dalam beribadah yang terlaksana melalui program GIRS terdiri dari membaca al-quran, sholat fardu dan sunnah berjamaah, imtaq, perayaan acara besar keagamaan dan kegiatan di bulan ramadhan. 2) penguatan karakter berakhlak yaitu pembiasan melalui 3S dan budaya do’a, serta 3) penguatan melalui keteladanan. Implementasi karakter toleransi yaitu: 1) pengintegrasian dalam kegiatan pengembangan diri yaitu budaya berjabat tangan, peringatan hari besar keagamaan, baca senyap. 2) penguatan melalui materi ajar. Faktor pendorong implementasi karakter religius terdiri dari: dukungan dari sekolah, dukungan guru, dan dukungan orangtua. Sedangkan aktor penghambatnya berasal dari siswa, dan orangtua. Faktor pendorong karakter toleransi yaitu: materi ajar dan dukungan dari warga sekolah sedangkan faktor penghambatnya berasal dari siswa.