Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Identification and antibiotic resistance testing of Gram-negative rod-shaped bacteria in birds of paradise (Paradisaeidae sp.) Parameshtya, Sadhira; Wijaya, Agus; Safika, Safika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.95-96

Abstract

Antibiotic resistance represents a critical global health challenge, and is characterised by the loss of effectiveness of antibiotics against bacterial growth. This phenomenon complicates treatment options for infections, underscoring the need to understand bacterial resistance mechanisms, particularly in protected species such as birds of paradise. This study aimed to identify the bacterial species present in faecal samples from three different species of birds of paradise and evaluate the efficacy of various antibiotics against these bacteria. Samples were collected from Taman Mini Indonesia Indah (TMII) in East Jakarta. Using MacConkey Agar for bacterial isolation and subsequent identification through Gram staining and biochemical tests, this study identified Serratia sp., Klebsiella sp., and Citrobacter sp. Antibiotic susceptibility was assessed using the Kirby-Bauer disk diffusion method against seven antibiotics: erythromycin, gentamicin, oxytetracycline, cefotaxime, sulfamethoxazole, doxycycline, and nalidixic acid. These findings revealed that sulfamethoxazole was notably more effective than the other antibiotics tested, highlighting its potential for treating infections in birds of paradise.
Extra-hepatic biliary duct obstruction pada anjing ras Dachshund Kartjito, Nicolas Edward Christanto; Effendi, Siti Aisyah Rahmalia; Solinda, Gamelita Rizkawandi; Widodo, Setyo; Widhyari, Sus Derthi; Wulansari, Retno; Wijaya, Agus; Dewi, Fitriya Nur Annisa; Wibowo, Deny Setyo; Esfandiari, Anita
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.2.25-26

Abstract

Anjing jantan ras dachsund (Teckel) berwarna hitam, berusia 4 tahun dengan bobot badan 7,5 kg dibawa pemiliknya datang ke klinik hewan dengan keluhan muntah berulang. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan polisitemia, leukositosis dan jumlah granulosit yang tinggi. Hasil uji biokimia darah menunjukkan peningkatan pada aktivitas SGPT/ALT, GAMA-GT, total bilirubin, total protein, albumin, rasio ALB/GLOB dan rasio BUN/CRE. Hasil radiografi menunjukkan adanya bentukan membulat radiolucent didekat organ hati. Diagnosa kasus klinis pada anjing ini yaitu extrahepatic biliary duct obstruction dan terapi simptomatik dilakukan dengan memberikan gastroprotektan, antiemetik, serta obat-obatan untuk membantu memperbaiki fungsi hati. Pengobatan dilakukan selama 2 minggu dan menunjukan perbaikan pada organ hati berdasarkan hasil pemeriksaan biokimia darah, diikuti dengan tidak ada dilatasi kantung empedu pada radiogram.
Prevalensi Penyakit oleh Parasit Darah Anjing di Klinik Hewan Sahabat, Melaka, Malaysia Ying, Megan Chan Zhi; Wijaya, Agus; Afiff, Usamah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.71-72

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh parasit darah anjing (penyakit yang ditularkan melalui kutu), adalah suatu kondisi ketika anjing digigit oleh kutu yang membawa patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai prevalensi penyakit yang disebabkan oleh parasit darah anjing (Anaplasmosis, Babesiosis, dan Ehrlichliosis) di Klinik Hewan Sahabat, Melaka, Malaysia dari Agustus 2020 hingga Juli 2022. Data sekunder dari 103 anjing yang terinfeksi diambil dari rekam medis. Anjing pada tahap anak anjing lebih sering didiagnosis yaitu sebesar 26,21%. Baik jantan maupun betina menunjukkan prevalensi yang hampir sama yaitu 52,43% dan 47,57%. Anjing kampung memiliki prevalensi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan anjing ras, tetapi tidak ada kecenderungan ras. Kasus infeksi ganda lebih sering terjadi dibandingkan dengan kasus infeksi tunggal. Penyakit yang ditularkan melalui kutu anjing menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi di antara musim pancaroba di Malaysia. Tanda-tanda klinis yang paling umum yang ditunjukkan oleh anjing adalah anoreksia, tidak aktif, dan diatesis pendarahan. Untuk mendukung diagnosa, anemia dan trombositopenia dapat diamati dari hasil hitung darah lengkap pasien, alat tes akan menunjukkan hasil positif ketika antibodi atau antigen terdeteksi dan parasit juga dapat diamati di bawah mikroskop dengan menggunakan apusan darah. Prevalensi penyakit yang ditularkan melalui kutu akan dipengaruhi oleh faktor intrinsik (usia, jenis kelamin) dan faktor ekstrinsik (cuaca).