Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH VARIASI METAL TRANSFER TERHADAP KARAKTERISTIK SAMBUNGAN LAS PADA PROSES PENGELASAN GMAW DENGAN PELINDUNG GAS ARGON Mansyur Abdul Shaleh; Wijoyo Wijoyo; Rohmadi Rohmadi
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 2 (February 2023)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i2.8764

Abstract

This study aims to determine the variation of metal transfer on tensile strength, impact, hardness distribution, macrostructure, microstructure and chemical composition of low carbon steel metal by GMAW welding method. The material used in this study was AISI 1018 low carbon steel. The material was welded using the GMAW method. Variation of globular arc, spray arc and short arc welding. The tests carried out included tensile testing, impact testing, hardness testing, macro-structural observations, micro-structural observations and chemical composition. The test phase to determine tensile strength refers to ASTM E8/E8M-09 with specimen dimensions of 100 mm long, 10 mm wide and 5 mm thick, while for impact testing refers to ASTM E23-07a with dimensions of 55 mm long, 10 mm wide and 10 mm thick. 10 mm with a notch depth of 5 mm and photographic observations of macro, micro and chemical composition. The test results show that the maximum tensile strength with the globular arc welding method is 526.3 MPa and the yield stress is 377.3 MPa, which is greater than that of the low carbon steel parent metal, which is 454 MPa. The impact toughness value of the globular arc welding method is 3.58 J/mm2. Results The microstructure of the weld metal undergoes structural changes in all welding methods. The test results for the chemical composition of the Fe content in low carbon steel materials by welding were 98.78% to 97.76%.
Performa Motor Bakar Satu Silinder 4-Tak Dengan Ground Strap Kabel Koil Sistem Pengapian (Variasi Panjang Kawat) Eko Surjadi; Wijoyo Wijoyo; Arifin Arifin
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2023): Desember: Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v1i6.647

Abstract

The research aims to examine the relationship and comparison of motor performance when using a ground strap cable for the secondary circuit of the ignition system, as well as to determine the length of the ground strap wire which results in better engine performance. The ground strap is in the form of a coil of cable outside the spark plug cable, whose function is to catch stray frequencies. With this tool, the electric current to the spark plug is claimed to be more focused, and the flame automatically becomes more stable and optimal. The research variables used to answer the above objectives are: independent variable, ground strap wire length, dependent variable power, torque and specific fuel consumption for a single cylinder 4-stroke motorbike and control variables, working temperature of the Honda Blade 110 cc motorbike and room temperature. The results of the research show that the performance produced for the four coil cable treatments, namely without and with the use of ground with different lengths, is increasingly decreasing, while specific fuel consumption shows that the higher the motor rotation, the lower the KBBS produced. The longer the ground strap wire, the better the motorbike performance. Without the use of a ground strap, motorbike performance is still better, 1,891 hp/4000 rpm, 3,366 Nm/4000 rpm and 0.139 kg/h/hp/4,000 rpm higher than using a ground strap with a wire length of 28 cm, namely 1,722 hp; 3,066 Nm and 0.166 kg/h/hp at 4000 rpm. The conclusions obtained are as follows: maximum motor performance is best for spark plug cables without using a ground strap but is unstable with each increase in rotation, while for coil cables with a ground strap the maximum performance sequentially increases with variations in the length of the copper wire winding in the coil cable. Power and torque decreased by 11%, while fuel consumption increased by 13% compared to without the use of a ground strap.
Upaya Perbaikan Performa Motor Bakar Torak dengan Stroke Up Surjadi, Eko; Wijoyo, Wijoyo; Prabowo, Guntur Adi
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 14, No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v14i1.11933

Abstract

Tujuan penelitian Stroke up adalah untuk mendapatkan perbandingan performa motor dengan menggunakan panjang langkah piston yang berbeda. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen, adalah penelitian untuk menguji apakah variabel-variabel eksperimen efektif atau tidak. Untuk menguji efektif tidaknya harus digunakan variabel kontrol. Identifikasi variable Variable penelitian adalah obyek penelitian atau konteks yang menjadi titik perhatian suatu penelitian, didalam variable terdapat satu atau lebih gejala yang mungkin pula terjadi dari berbagai aspek atau unsur sebagai bagian yang tidak terpisah dalam penelitian ini ada 3 variabel, yaitu: Variabel bebas adalah Jarak sumbu Crank pin dengan Crank journal, 49,5 mm, 68 mm dan 70 mm, Variabel terikat adalah daya, torsi dan konsumsi bahan bakar dan Variabel kontrol adalah suhu mesin dan suhu ruangan. Dari hasil penelitian terhadap penggunaan stroke up pada sepeda motor dengan variasi panjang langkah piston, didapat kesimpulan bahwa perbandingan daya, memperlihatkan bahwa daya motor bakar tertinggi pada penggunaan stroke up 70 mm dan secara berturut-turut semakin rendah pada stroke up 68 mm dan 49,5 mm dan Torsi terendah pada stroke up 49,5 mm sementara stroke up 70 mm tertinggi dan stroke up 68 mm berada diantaranya dan stroke up 70 mm mendapatkan konsumsi bahan bakar paling tinggi dan stroke up 49,5 mm paling rendah.
Pengaruh Jumlah Core Radiator Dan Volume Air Pendingin Terhadap Temperatur Kerja Pendingin Motor Bakar 4-Tak Surjadi, Eko; Wahyudi, Heri; Wijoyo, Wijoyo
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh jumlah core dan variasi volume air pendingin terhadap penurunan temperatur air pendinginan motor bakar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali. Variabel bebas penelitian ini adalah jumlah core radiator yang digunakan dan volume air pendingin sedangkan variabel terikatnya adalah temperatur kerja pendinginan dan variabel kontrolnya adalah Honda Accord dan thermocouple digital. Pengambilan data awal dimulai dari radiator single cored dengan variasi volume air pendingin 3,25 liter, 3,50 liter, 3,75 liter dan 4 liter dan diuji pada putaran 3000 rpm, dilanjutkan dengan melakukan pengujian variasi volume air pendingin pada radiator dual core dengan volume 3,75 liter, 3,50 liter, 3,25 liter dan 4 liter. pada putaran mesin 3000 rpm, kemudian mencatat perubahan temperatur pada volume masing-masing. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali untuk mendapatkan hasil yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin berkurang volume air pendingin maka temperature masuk semakin tinggi sedang selisih temperature masuk dan keluar cenderung konstan dan radiator double core lebih efektif mendinginkan air pendingin motor bakar dibanding dengan radiator single core.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO HASIL PENGECORAN SENTRIFUGAL VERTIKAL PADUAN ALUMINIUM DENGAN PENAMBAHAN 3% TEMBAGA Pangestu, Ilham; Wijoyo, Wijoyo
Teknika Vol 9 No 2 (2024): October 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v9i2.375

Abstract

Pengecoran sentrifugal merupakan pengecoran yang memanfaatkan putaran untuk memutar cetakan sehingga logam cair dapat mengisi cetakan. Unsur dengan massa jenis yang lebih tinggi akan terdorong ke sisi luar cetakan sedangkan massa jenis yang lebih rendah akan terdorong ke sisi dalam cetakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan putaran terhadap sifat mekanik dan struktur mikro paduan Al-Si hasil remelting piston bekas yang ditambahkan dengan 3% tembaga. Proses pengecoran sumbu vertikal dilakukan dengan variasi kecepatan putaran 800, 1000, dan 1200 rpm, temperatur penuangan 800 ?C dan suhu pre-heat cetakan 450 ?C. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain pengamatan struktur mikro dan kekerasan brinell. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan nilai kekerasan tertinggi ada pada zona bagian 3 variasi kecepatan 1200 rpm yang nilainya sebesar 98,01 BHN, nilai kekerasan lebih tinggi dibandingkan dengan zona bagian 1 variasi kecepatan 800 rpm yang nilainya 71,30 BHN. Hasil struktur mikro pada zona bagian 3 ukurannya kecil dan rapat, sedangkan pada zona bagian 1 ukuran butir cenderung besar dan renggang. Hasil uji komposisi kimia kandungan tembaga pada hasil pengecoran mengalami peningkatan yang sebelumnya 1,183% menjadi 3,741%.
Kajian Pengaruh Fraksi Volume Serat Akibat Perlakuan Alkali Terhadap Ketangguhan Impak Komposit Limbah Serat Aren-Polyester Wijoyo, Wijoyo; Nurhidayat, Achmad; Purnomo, Catur
Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin Vol 1, No 2 (2011): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.106 KB)

Abstract

The purpose of this study is to investigate the influence of fiber volume fraction of the impact strength of palm fiber-unsaturated polyester composite and investigate the mechanism of fracture caused by impact loads. This research material is palm fiber (Arenga pinnata), unsaturated polyester matrix yukalac BQTN-EX 157 type, hardener metyl etyl ketone peroxide (MEKPO), alkali solution (NaOH) and H2O. Testing with Charpy impact tester, impact test specimens prepared according to standard test ASTM D-5942. While the macro picture is used for the analysis of the fracture. The results showed that the most optimum impact toughness of palm fiber-polyester composite reached 0.011 J/mm2 on volume fraction (Vf) 40%. While the interaction characteristics of palm-fiber bond strength polyester showed matrix cracking behavior of failure on volume fraction (Vf) 10% to 30%, and fiber pull out the volume fraction (Vf) 40% and 50%, the same fracture behavior between the matrix and fibers in volume fraction (Vf) 40% indicates that fiber and matrix has a strong bonding interaction.
Pengaruh Polaritas Mesin Las pada Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Baja Karbon Rendah Purwanto, Andi; Wijoyo, Wijoyo; Fajar Riyadin, Anang
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v2i4.238

Abstract

Pengelasan adalah suatu proses menyatukan dua buah logam atau lebih menjadi suatu bentuk sambungan dengan menggunakan proses panas. Panas tersebut diperlukan untuk mencairkan bagian logam yang akan disambung dengan elektroda sebagai bahan tambah atau filler. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah mesin las SMAW arus DC dan bahan tambah dengan menggunakan elektroda E7016. Mesin las SMAW arus DC terbagi menjadi dua polaritas yaitu polaritas DC+ dan DC-. Metode penelitian menggunakan eksperimen distruktif test dengan material baja karbon rendah ASTM A.36 yang telah dilakukan pengelasan SMAW menggunakan variasi polaritas DC+ dan DC- untuk mendapatkan hasil uji sifat fisik dan mekanik. Pengujian yang dilakukan antara lain distorsi, uji struktur mikro, uji tarik, uji impak dan uji kekerasan. Hasil uji sifat fisik pada pengelasan SMAW polaritas DC+ terlihat distorsi arah melintang dan arah menyudut terjadi perubahan bentuk yang siknifikan, dari uji struktur mikro daerah weld metal lebih halus dan teratur. Hasil uji mekanik diketahui nilai kekuatan tarik tertinggi pada pengelasan SMAW polaritas DC- sebesar 508,3 MPa, nilai ketangguhan impak tertinggi dengan pengelasan SMAW polaritas DC+ sebesar 1,756 Joule/mm² dan nilai kekerasan tertinggi pada daerah weld metal pada pengelasan SMAW polaritas DC- sebesar 195,6 HV. Pengelasan SMAW dengan polaritas DC- memiliki kekuatan dan kekerasaan yang baik tetapi getas, berbanding dengan pengelasan SMAW dengan polaritas DC+ memiliki keuletan dan ketangguhan yang baik
Kajian Pengaruh Fraksi Volume Serat Akibat Perlakuan Alkali Terhadap Ketangguhan Impak Komposit Limbah Serat Aren-Polyester Wijoyo, Wijoyo; Nurhidayat, Achmad; Purnomo, Catur
Dinamika Teknik Mesin Vol 1, No 2 (2011): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to investigate the influence of fiber volume fraction of the impact strength of palm fiber-unsaturated polyester composite and investigate the mechanism of fracture caused by impact loads. This research material is palm fiber (Arenga pinnata), unsaturated polyester matrix yukalac BQTN-EX 157 type, hardener metyl etyl ketone peroxide (MEKPO), alkali solution (NaOH) and H2O. Testing with Charpy impact tester, impact test specimens prepared according to standard test ASTM D-5942. While the macro picture is used for the analysis of the fracture. The results showed that the most optimum impact toughness of palm fiber-polyester composite reached 0.011 J/mm2 on volume fraction (Vf) 40%. While the interaction characteristics of palm-fiber bond strength polyester showed matrix cracking behavior of failure on volume fraction (Vf) 10% to 30%, and fiber pull out the volume fraction (Vf) 40% and 50%, the same fracture behavior between the matrix and fibers in volume fraction (Vf) 40% indicates that fiber and matrix has a strong bonding interaction.
Analisis Sifat Mekanik Pengelasan SMAW posisi 3G (vertical up) pada Baja Karbon Rendah St 37 Purwanto, Andi; Wijoyo, Wijoyo; Hartadi, Bagus Tiyan Tri
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 31, No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v31i2.428

Abstract

Proses pengelasan merupakan salah satu metode penyambungan logam yang paling banyak digunakan dalam bidang konstruksi dan manufaktur. Salah satu proses pengelasan yang umum dipakai adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW), yang dikenal dengan kepraktisan serta kemampuannya menghasilkan sambungan yang kuat. Dalam pengelasan posisi 3G (vertical up), kualitas hasil las sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah jenis elektroda yang digunakan. Jenis elektroda memiliki peranan penting dalam menentukan sifat mekanis hasil las, seperti kekuatan tarik, kekerasan, dan ketangguhan sambungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui variasi jenis elektroda pengelasan SMAW 3G Baja Karbon Rendah ST 37 terhadap kekuatan tarik, ketangguhan impact, kekerasan vikers dan struktur mikro. Metode eksperimen destruktif penelitian ini menggunakan variabel bebas variasi elektroda E6013, E7016 dan E7018, sedangkan variabel kontrol yaitu mesin Las SMAW, mesin UTM, mesin uji impact, mesin Vikers Hardness dan mikroskop. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah Baja Karbon Rendah ST 37. Material dilas dengan metode (SMAW) Shielded Metal Arc Welding posisi 3G (vertikal up).  Tahap pengujian untuk mengetahui kekuatan tarik mengacu pada ASTM E8/E8M-09 sedangkan untuk pengujian impak mengacu pada ASTM E23-07a  dan pengamatan foto struktur mikro dengan mikroskop. Analisa menghasilkan E7018 unggul dalam kekuatan tarik (465,75 MPa) dan ketangguhan impact (1,97 Joule/mm²), ideal untuk aplikasi dinamis. E7016 memiliki tegangan luluh tertinggi (338,25 MPa) dan elongasi terbesar (18,2%), mencerminkan keuletan dan ketahanan deformasi. E6013 unggul dalam kekerasan (190,95 HV) namun rendah dalam keuletan dan ketangguhan. Mikrostruktur E6013 merata tapi kurang mendukung sifat mekanik, E7016 halus dan seragam, sedangkan E7018 dominan ferrite di HAZ yang meningkatkan ketangguhan. Kesimpulannya, E7018 terbaik untuk beban dinamis, E7016 seimbang untuk struktural, dan E6013 cocok untuk aplikasi ringan dengan kebutuhan kekerasan tinggi.
KAJIAN FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT TANGKAI ILALANG TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Vol.2 Nomor 2 Januari 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki pengaruh variasi fraksi volume serat komposit tangkai ilalang terhadap mekanik. Selain itu mengkaji kemungkinan potensi rumput ilalang mampu dimanfaatkan agar mempunyai nilai ekonomis misalnya peluang sebagai bahan panel. Metode penelitian dimulai dengan menyiapkan bahan yaitu serat tangkai ilalang sebagai filler, matrik yang digunakan yaitu dengan menggunakan resin epoksi. Variasi fraksi volume serat-resin yang digunakan untuk penelitian adalah 20%:80%, 30:70%, 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40%. Alat penelitian meliputi pengaduk, meteran, timbangan, oven, cetakan, mesin uji bending dan impak. Adapun prosedur penelitian diawali penyiapan serat tangkai ilalang dan resin epoksi. Selanjutnya proses pencampuran matrik dan filler hingga menjadi spesimen. Kemudian dilakukan uji mekanik meliputi uji impak (ketangguhan) dan uji bending. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi volume berpengaruh pada sifat mekanik. kekuatan bending dan ketangguhan (kekuatan impak) terbaik terjadi pada variasi fraksi volume 40% serat dan 60% resin, dengan kekuatan bending sebesar 24,7 MPa serta nilai ketangguhan impak 3593 J/m². Kekuatan bending paling rendah terjadi pada fraksi volume serat 60% sebesar 19,3 MPa dan ketangguhan impak paling rendah pada fraksi volume 20% sebesar 1680 J/m².