Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KAJIAN VARIASI SEBUK KELAPA KOMPOSIT TEMPURUNG KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.47

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan mekanik variasi ukuran serbuk yang paling baik dari komposit tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, dengan variabel bebas variasi ukuran (mesh), variabel terikat kekuatan mekanik dan resin sebagai variabel kontrol. Penelitian diawali dengan menyiapkan bahan serbuk tempurung kelapa, resin BQTN 157 dan katalis. Alat yang digunakan ayakan (mesh), gelas ukur, cetakan, oven listrik, mesin bending dan mesin impak izod. Prosedur yang dilakukan dalam pengambilan data variasi ukuran serbuk tempurung kelapa diayak menggunakan mesh 40, 80, 120 dan 180. Selanjutnya di-oven pada temperatur 110 oC selama 45 menit hingga memiliki kandungan kadar air maksimal 4%. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan resin dengan perbandingan 40% serbuk tempurung kelapa dan 60% resin, diaduk selama 6 menit ditambah katalis 1%, diaduk selama 2 menit lalu dituang pada cetakan. Tahap pengujian untuk mengetahui kekuatan bending mengacu pada ASTM-6272 dengan metode four point bending dengan dimensi spesimen panjang 127 mm, lebar 12,7 mm, tebal 3,2 mm, sedangkan untuk pengujian impact izod mengacu pada ASTM D-5941 dengan dimensi spesimen panjang 80 mm, lebar 10 mm, tebal 4 mm. Hasil penelitian diketahui semakin serbuk tempurung kelapa kecil, maka kekuatan mekaniknya semakin meningkat. Kekuatan bending tertinggi sebesar 50,66 MPa dan ketangguhan impak tertinggi sebesar 3097,53 J/m2 yaitu pada serbuk ukuran lolos mesh 180. Potensi pemanfaatan secara ekonomis komposit serbuk tempurung kelapa cukup berpeluang, misalnya sebagai bahan panel.
Analisis Sifat Mekanik Pengelasan SMAW posisi 3G (vertical up) pada Baja Karbon Rendah St 37 Purwanto, Andi; Wijoyo, Wijoyo; Hartadi, Bagus Tiyan Tri
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 31, No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v31i2.428

Abstract

Proses pengelasan merupakan salah satu metode penyambungan logam yang paling banyak digunakan dalam bidang konstruksi dan manufaktur. Salah satu proses pengelasan yang umum dipakai adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW), yang dikenal dengan kepraktisan serta kemampuannya menghasilkan sambungan yang kuat. Dalam pengelasan posisi 3G (vertical up), kualitas hasil las sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah jenis elektroda yang digunakan. Jenis elektroda memiliki peranan penting dalam menentukan sifat mekanis hasil las, seperti kekuatan tarik, kekerasan, dan ketangguhan sambungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui variasi jenis elektroda pengelasan SMAW 3G Baja Karbon Rendah ST 37 terhadap kekuatan tarik, ketangguhan impact, kekerasan vikers dan struktur mikro. Metode eksperimen destruktif penelitian ini menggunakan variabel bebas variasi elektroda E6013, E7016 dan E7018, sedangkan variabel kontrol yaitu mesin Las SMAW, mesin UTM, mesin uji impact, mesin Vikers Hardness dan mikroskop. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah Baja Karbon Rendah ST 37. Material dilas dengan metode (SMAW) Shielded Metal Arc Welding posisi 3G (vertikal up).  Tahap pengujian untuk mengetahui kekuatan tarik mengacu pada ASTM E8/E8M-09 sedangkan untuk pengujian impak mengacu pada ASTM E23-07a  dan pengamatan foto struktur mikro dengan mikroskop. Analisa menghasilkan E7018 unggul dalam kekuatan tarik (465,75 MPa) dan ketangguhan impact (1,97 Joule/mm²), ideal untuk aplikasi dinamis. E7016 memiliki tegangan luluh tertinggi (338,25 MPa) dan elongasi terbesar (18,2%), mencerminkan keuletan dan ketahanan deformasi. E6013 unggul dalam kekerasan (190,95 HV) namun rendah dalam keuletan dan ketangguhan. Mikrostruktur E6013 merata tapi kurang mendukung sifat mekanik, E7016 halus dan seragam, sedangkan E7018 dominan ferrite di HAZ yang meningkatkan ketangguhan. Kesimpulannya, E7018 terbaik untuk beban dinamis, E7016 seimbang untuk struktural, dan E6013 cocok untuk aplikasi ringan dengan kebutuhan kekerasan tinggi.
Studi Eksperimental Pengaruh pH Pendingin Mesin terhadap Suhu Kerja dan Emisi Gas Buang pada Motor 4 Silinder Septiawan, Diama Rizky; Wijoyo, Wijoyo; Putra, Agus Dwi; Surjadi, Eko; Fadillah, Faqih
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UNIRA Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i1.8263

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pendingin yang mampu menahan suhu operasi mesin lebih lama (suhu operasi mesin rendah) dan mengurangi emisi mesin. Pendingin radiator adalah pendingin yang biasanya digunakan pada radiator. Komponen ini berfungsi untuk mengontrol suhu di dalam mesin kendaraan agar tidak berlebihan karena dapat menyebabkan mesin panas berlebih dan merusak mesin mobil. Penggunaan air biasa atau air mineral tidak dapat memaksimalkan kinerja pendingin dalam mendinginkan mesin. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimental untuk menguji apakah variabel eksperimen efektif atau tidak. Variabel Independen, variasi jenis cairan pendingin, Variabel Dependen, suhu kerja mesin dan emisi knalpot, Variabel Kontrol, suhu ruangan saat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kerja tertinggi diperoleh dengan menggunakan air suling dengan tingkat keasaman (pH) 6,32, yaitu 89,5 oC dan suhu kerja mesin terendah. Hasil menunjukkan bahwa suhu kerja tertinggi diperoleh dengan menggunakan air suling dengan tingkat keasaman (pH) 6,32, yaitu 89,5 oC, dan suhu kerja mesin terendah adalah dengan menggunakan cairan pendingin jenis Water coolant (pH 8,04) 85 oC. Penggunaan Water coolant (pH 8,04) sebagai cairan pendingin dapat mengurangi emisi gas buang CO sebesar 0,13%, HC sebesar 6,8 ppm, dan NOx sebesar 3,1 ppm. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa suhu kerja mesin terendah diperoleh dengan menggunakan cairan pendingin jenis Water coolant dan dapat mengurangi emisi gas buang CO, HC, dan NOx.
KAJIAN FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT TANGKAI ILALANG TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Vol.2 Nomor 2 Januari 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki pengaruh variasi fraksi volume serat komposit tangkai ilalang terhadap mekanik. Selain itu mengkaji kemungkinan potensi rumput ilalang mampu dimanfaatkan agar mempunyai nilai ekonomis misalnya peluang sebagai bahan panel. Metode penelitian dimulai dengan menyiapkan bahan yaitu serat tangkai ilalang sebagai filler, matrik yang digunakan yaitu dengan menggunakan resin epoksi. Variasi fraksi volume serat-resin yang digunakan untuk penelitian adalah 20%:80%, 30:70%, 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40%. Alat penelitian meliputi pengaduk, meteran, timbangan, oven, cetakan, mesin uji bending dan impak. Adapun prosedur penelitian diawali penyiapan serat tangkai ilalang dan resin epoksi. Selanjutnya proses pencampuran matrik dan filler hingga menjadi spesimen. Kemudian dilakukan uji mekanik meliputi uji impak (ketangguhan) dan uji bending. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi volume berpengaruh pada sifat mekanik. kekuatan bending dan ketangguhan (kekuatan impak) terbaik terjadi pada variasi fraksi volume 40% serat dan 60% resin, dengan kekuatan bending sebesar 24,7 MPa serta nilai ketangguhan impak 3593 J/m². Kekuatan bending paling rendah terjadi pada fraksi volume serat 60% sebesar 19,3 MPa dan ketangguhan impak paling rendah pada fraksi volume 20% sebesar 1680 J/m².
KAJIAN VARIASI SEBUK KELAPA KOMPOSIT TEMPURUNG KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.47

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan mekanik variasi ukuran serbuk yang paling baik dari komposit tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, dengan variabel bebas variasi ukuran (mesh), variabel terikat kekuatan mekanik dan resin sebagai variabel kontrol. Penelitian diawali dengan menyiapkan bahan serbuk tempurung kelapa, resin BQTN 157 dan katalis. Alat yang digunakan ayakan (mesh), gelas ukur, cetakan, oven listrik, mesin bending dan mesin impak izod. Prosedur yang dilakukan dalam pengambilan data variasi ukuran serbuk tempurung kelapa diayak menggunakan mesh 40, 80, 120 dan 180. Selanjutnya di-oven pada temperatur 110 oC selama 45 menit hingga memiliki kandungan kadar air maksimal 4%. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan resin dengan perbandingan 40% serbuk tempurung kelapa dan 60% resin, diaduk selama 6 menit ditambah katalis 1%, diaduk selama 2 menit lalu dituang pada cetakan. Tahap pengujian untuk mengetahui kekuatan bending mengacu pada ASTM-6272 dengan metode four point bending dengan dimensi spesimen panjang 127 mm, lebar 12,7 mm, tebal 3,2 mm, sedangkan untuk pengujian impact izod mengacu pada ASTM D-5941 dengan dimensi spesimen panjang 80 mm, lebar 10 mm, tebal 4 mm. Hasil penelitian diketahui semakin serbuk tempurung kelapa kecil, maka kekuatan mekaniknya semakin meningkat. Kekuatan bending tertinggi sebesar 50,66 MPa dan ketangguhan impak tertinggi sebesar 3097,53 J/m2 yaitu pada serbuk ukuran lolos mesh 180. Potensi pemanfaatan secara ekonomis komposit serbuk tempurung kelapa cukup berpeluang, misalnya sebagai bahan panel.
Effects of Fuel Injector Seat Angle on Power, Torque, and Exhaust Emissions of a Single-Cylinder Four-Stroke Engine Surjadi, Eko; Wijoyo, Wijoyo; Septiawan, Diama Rizky
International Journal Science and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): November: International Journal Science and Technology
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/ijst.v4i3.2347

Abstract

This study aims to examine the relationship and comparison of motor performance based on different fuel injector angles in a fuel injection system, and to identify the optimal injector angle for improved engine performance. Fuel injection is a control technology that regulates the air–fuel mixture entering the combustion chamber with speed, precision, and proportional balance. An experimental method was employed using a 2020 motorcycle with a 108 cc engine. The tests conducted included torque, power, and exhaust emission measurements. Torque and power were measured using a dynamometer, while exhaust emissions were analyzed with a gas analyzer. The study compared injector mounting angles of 60°, 70°, and 80°. Results showed that torque increased significantly from low engine speeds (around 3000 rpm) and peaked between 3500–3750 rpm before gradually declining. Among the tested angles, the 80° injector position produced the highest torque across most speed ranges, reaching approximately 15 Nm at 3500 rpm. The 70° angle yielded moderate performance, while the 60° angle demonstrated the lowest torque, especially at medium to high speeds. Overall, the study found that increasing the injector angle enhances torque and power output, with average increases of 6.1% in power and 6.4% in torque.