Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Desain Media Sosial sebagai Media Penyuluhan di Masa Pandemik COVID-19 Artika Dowi Karunia; Kartika Budi Utami; Andi Warnaen
JURNAL TRITON Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i1.219

Abstract

Materi penyuluhan tentang penerapan kesejahteraan hewan pada budidaya sapi perah sangat penting dan dibutuhkan oleh peternak. Namun, selama masa pandemik COVID-19, kegiatan penyuluhan secara tatap muka cenderung dibatasi. Penyuluhan online dinilai dapat menjadi solusi karena peternak dapat mengakses materi penyuluhan tanpa dibatasi tempat dan waktu. Tujuan penelitian yaitu menetapkan media sosial yang sesuai sebagai media penyuluhan online, menghasilkan desain, mendeskripsikan pengelolaan serta mengevaluasi efektivitas media penyuluhan online di masa pandemik COVID-19. Metode penelitian adalah survei. Sampel penelitian yaitu 30 peternak yang ditetapkan secara purposive sampling. Pendekatan kajian yang digunakan ada tiga tahap. Tahap satu menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) untuk menganalisis dan menetapkan, mendesain serta mengelola media sosial. Tahap dua menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengevaluasi efektivitas media sosial dengan EPIC model (Empathy, Persuasion, Impact dan Communication). Tahap tiga yaitu evaluasi (evaluation) dampak media sosial menggunakan Rumus Konten Positif dan Rumus Konten Negatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan matriks analisis channel YouTube. Hasil analisis penetapan media sosial menunjukkan bahwa YouTube merupakan platform media sosial yang cocok digunakan untuk pelaksanaan penyuluhan online. Pengelolaan YouTube dilakukan dengan pembuatan nama dan ikon channel “sapi perah moo”; pencantuman deskripsi channel; pengunggahan konten kesejahteraan hewan pada sapi perah dengan memanfaatkan jadwal rilis; pembuatan judul konten dan thumbnail; pembuatan playlist serta penyisipan kartu tayang. Disimpulkan bahwa channel YouTube “sapi perah moo” merupakan media penyuluhan online yang efektif digunakan di masa pandemik COVID-19 dengan nilai efektivitas sebesar 88% dan dampak positif sebesar 100%.
Peran Radio Komunitas dalam Penyuluhan Pertanian Nurlaili Nurlaili; Andi Warnaen
AGRIEKSTENSIA Vol 18 No 1 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.953 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i1.21

Abstract

Radio komunitas merupakan radio penyiaran yang didirikan oleh komunitas tertentu, bersifat independen dan tidak komersial, dengan daya pancar rendah, luas jangkauan wilayah terbatas serta untuk melayani kepentingan komunitasnya. Radio komunitas merupakan salah satu media untuk menyebarkan informasi dan inovasi di bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan radio komunitas dalam penyuluhan pertanian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitan dilakukan di Radio Komunitas Pass FM Kota Batu. Informan dalam penelitian ini adalah pendiri, pengurus serta anggota komunitas Radio Komunitas Pass FM. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan teknik observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radio komunitas memiliki peran dalam penyuluhan pertanian, yaitu sebagai media dan metode penyuluhan pertanian yang bersifat partisipatif. Hal ini dikarenakan materi atau konten radio komunitas sesuai dengan kondisi dan kepentingan komunitas, dirancang bersama anggota komunitas (partisipatif), interaktif dan mendapat feedback langsung dari komunitas. Dengan pendampingan oleh penyuluh dan lembaga penyuluhan (BPP), radio komunitas dapat berperan maksimal dalam penyuluhan pertanian baik sebagai media maupun metode penyuluhan pertanian.
Hubungan Karakteristik Dengan Perilaku Peternak Terhadap Kegiatan Penyuluhan Pembuatan Nugget Susu Di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu Fitriani Fitriani; Luki Amar Hendrawati; Andi Warnaen
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.226 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, pendidikan dan jumlah ternak dengan perilaku peternak dalam kegiatan penyuluhan pembuatan nugget susu di Desa Oro-oro Ombo. Metode penentuan Desa menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan desa tersebut memiliki jumlah peternak sapip perah lebih dari 1000 ekor. Sebanyak 34 responden dilibatkan dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hubungan umur, pendidikan dan jumlah ternak dengan perilaku diananlisis dengan analisis korelasi berganda dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator pengetahuan (77,2%) responden berada pada tahap sintesa , indikator sikap (76%) responden berada pada tahap mengelola, sedangkan indikator keterampilan (75,7%) responden berada pada tahap artikulasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara karakteristik responden dengan prilaku peternak sedangkan apabila dianalisis secara parsial hanya pendidikan (X1) dan jumlah ternak (X2) berhubungan secara signifikan dengan perilaku peternak.
STRATEGI BALAI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI PADA ERA KOSTRATANI DIKECAMATAN WATES KABUPATEN KEDIRI Retno Palupi; Andi Warnaen; Ach. Syamsuddin
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 12 NOMOR 1, 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.034 KB) | DOI: 10.47030/aq.v12i1.119

Abstract

KOSTRATANI adalah program kementerian pertanian dengan tujuan jangka panjang mengoptimalkan Tugas Funngsi dan Peran BPP (Balai Penyuluhan Pertanian). Tujuan penelitian ini adalah membuat strategi untuk BPP dikecamatan Wates untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengoptimalkan Tugas Funngsi dan Peran BPP pada era KOSTRATANI. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan alat bantu Nvivo versi 12 untuk mencari konteks terbesar pelaksanaan tugas, fungsi dan peran BPP Wates pada era KOSTRATANI. Adapun informan yang membantu dalam penelitian adalah 5 penyuluh, 3 petugas BPP Wates dan 4 ketua gabungan kelompok tani. Hasil penelitian ini menghasilkan BPP Wates terfokus pada pengembagan kelompok tani pada pelaksanaan tugas,fungsi dan peran BPP. Ada 3 faktor penghmbat dn 4 faktor penunjang dan dari hal tersebut menghasilkan 5 startegi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Farmer to Farmer Extension Approach to increase Coffee Farmers' Food Security Andi Warnaen; Nurlaili Nurlaili; Yastutik Yastutik
Agriekonomika Vol 11, No 1: April 2022
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v11i1.13217

Abstract

The purpose of this study was to determine what factors influence the food security of coffee farmers, primarily through the Farmer-to-Farmer approach (or independent extension officer) and formulate a model of food security for coffee farmer families. This approach uses a quantitative approach with survey research methods. The research was conducted in Malang Regency, East Java Province, especially in the Districts of Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Trirtoyudo and Dampit. This study's population was 2,622 coffee farmers with a total sample size of 96 people selected using the Propositional random sampling technique. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on the variant Generalized structured component analysis (GSCA). The results showed that the Family Farmers' Food Security was more dominantly influenced by independent Extension Officers' Role. Meanwhile, the role of independent extension officers is more dominantly influenced by the role of civil servant extension officers. The conclusion of this study is to increase the role of Independent Extension Workers in increasing the food security of coffee farmers. It is necessary to increase the role of independent extension officer, especially in providing consultation to farmers.
Model Pencatatan Reproduksi Sapi Perah Menggunakan Rekording Sapi Elektronik (REKS-EL) Berbasis Android Untuk Mengoptimalkan Reproduksi Sapi Perah Di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Glorina Desviani; Andi Warnaen; Kartika Budi Utami
AGRIEKSTENSIA Vol 21 No 2 (2022): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v21i2.2305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat model pencatatan reproduksi sapi perah dengan mengoptimalkan penggunaan android bagi peternak. Pembuatan model pencatatan data reproduksi sapi perah didasarkan pada analisis kebutuhan peternak. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survey dengan mengambil data primer menggunakan kuesioner dan observasi, serta data sekunder berdasarkan rekaman data pendukung. Kebutuhan data yang diperoleh kemudian diimplementasikan ke dalam pemrograman perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman MySQL, PHP, web dan Android Studio versi 3.1 untuk windows. Perancangan perangkat lunak menggunakan Metode Waterfall versi Sommerville (2011) dengan tahapan; analisis kebutuhan data, desain, implementasi, verifikasi dan pengujian serta instalasi dan pemeliharaan. Rancangan sistem tersebut dinamakan Rekording Sapi Elektronik (REKS-EL) versi 1.2 dengan RAM android minimal 1 atau 2 GB, khusus Jellybean versi 4.1, sedangkan kapasitas ruang penyimpanan di atas 5 MB. Alat yang dirancang adalah Profil Peternak, Identitas Ternak, Performa, Reproduksi dan Perkawinan serta Kesehatan sapi perah agar lebih aplikatif penggunaannya. Dalam implementasinya di lapangan, perangkat lunak tersebut telah diujicobakan pada pengguna dan akan dilanjutkan dengan pengembangan (development) agar tetap update sesuai dengan kebutuhan peternak.
Perancangan Aplikasi Media Penyuluhan Pertanian (SI APP) Berbasis Android Menggunakan Metode Rekayasa Perangkat Lunak Air Terjun (Waterfall) Nur Holis Majid; Andi Warnaen; Kartika Budi Utami
JURNAL TRITON Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i1.278

Abstract

Salah satu faktor pendukung kesuksesan pembangunan pertanian adalah layanan penyuluhan. Pelayanan penyuluhan yang inovatif saat ini sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas peternak untuk meningkatkan produktivitas ternaknya. Media penyuluhan merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan kegiatan penyuluhan. Pengembangan media penyuluhan digital merupakan salah satu jawaban untuk mendukung tantangan yang akan dihadapi oleh petani milenial saat ini dalam mengelola usahanya. Media penyuluhan yang digunakan pada penyuluhan secara online selama ini terutama masih belum maksimal, karena penyuluh kesulitan untuk melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan. Sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan pertanian, dan perkembangan teknologi informasi maka diperlukan inovasi sistem informasi di bidang penyuluhan pertanian dengan mengembangkan aplikasi android sebagai media penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi media penyuluhan pertanian atau SI APP sebagai media penyuluhan digital menggunakan metode waterfall. Metode Rekayasa Perangkat Lunak Air Terjun (Waterfall) terdiri dari lima tahapan yaitu Requirements Analysis (analisis kebutuhan), System Design (sistem desain), Implementation (implementasi), Verification (pengujian), dan Maintenance (pemeliharaan). Hasil penelitian menggunakan metode Waterfall yang dikerjakan secara bertahap dan berurutan menghasilkan perancangan aplikasi media penyuluhan pertanian (SI APP) berbasis aplikasi android. Aplikasi ini dapat membantu penyuluh dan peternak. Peternak menjadi lebih mudah dalam memahami materi dan memperdalam penguasaan materi dengan fitur pretest dan posttest. Penyuluh dapat mengevaluasi kegiatan dan memonitoring kegiatan dengan fitur materi.
METODE KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN MELALUI RADIO KOMUNITAS Andi Warnaen; Nurlail Nurlail; Andi Vita Sukmarini
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v6i1.4231

Abstract

Radio komunitas merupakan lembaga siaran yang diselenggarakan dari,oleh dan untuk komunitas itu sendiri, sehingga radio komunitas dapat berperan maksimal sebagai metode penyuluhan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat petani oleh dan untuk petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Radio Komunitas sebagai metode penyuluhan pertanian yang partisipatif. Penelitian dilaksanakan di Radio Komunitas Pass FM Kota Batu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, adapun informan pada penelitian ini adalah para pendiri dan pengurus Pass FM. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik Triangulasi diantaranya observasi partisipatif moderat, focus group discussion (FGD), wawancara semiterstruktur dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif Miled dan Huberman. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Metode komunikasi penyuluhan pertanianmelalui radio komunitas memudahkan penyuluh untuk menyampaikan informasi tentang inovasi-inovasi pertanian dan sesuai dengan prinsip-prinsip medote penyuluhan pertanian. Kondisi sarana dan prasarana penyuluhan seperti Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan serta kelembagaan petani yang dibentuk dengan berkelompok yaitu membentuk kelompok tani dan gapoktan, dapat menjadi potensi yang sangat baik untuk difasilitasi radio komunitas sebagai salah satu metode penyuluhan pertanian ditingkat kecamatan, kelompok tani dan gapoktan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode komunikasi penyuluhan pertanian melalui radio komunitas dapat dilaksanakan baik di BPP, Kelompok tani maupun di Gapoktan.
Rancangan Penyuluhan Tentang Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi Potong Menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) Bongkol Pisang Di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Triyogi Gitadevarsa; Setya Handayani; Andi Warnaen
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.14

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kaji terap (pemantapan materi) tentang proses pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi potong menggunakan MOL bonggol pisang di laboratorium limbah STPP Malang, menyusun rancangan penyuluhan tentang proses pembuatan Pupuk Organik Cair dari urine sapi potong, mendiskripsikan perilaku peternak tentang pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi Potong. Metode yang digunakan metode kuantitatif, di kelompoktani Karya Makmur II Desa Wonorejo Kecamatan Lawang dengan jumlah anggota 20 orang yang dimana dipilih secara Purposive Sampling. Parameter yang dilihat dari hasil kaji terap yaitu kandungan unsur hara seperti C-Organik, pH dan NPK. Penyusunan rancangan penyuluhan menggunakan metode analisis berdasarkan tahapan adopsi dan strategi penyuluhan. Skala pengukuran yang digunakan untuk melihat perubahan perilaku dari sasaran yaitu skala guttman, skala likert dan rating scale. Pengumpulan informasi tentang hal ini diperoleh dari kuesioner terstruktur, sedangkan analisis yang digunakan yaitu analisis deskriftif. Hasil kaji terap tentang proses pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi menggunakan MOL bonggol pisang menunjukan secara kandungan unsur hara C-Organik, N, dan P masih belum sesuai dengan standar pupuk organik cair namun unsur hara, pH dan K sudah sesuai dengan standar pupuk organik cair. Rancangan penyuluhan yang digunakan yaitu materi tentang pembuatan MOL bonggol pisang dan pupuk organik cair dari urine sapi potong menngunakan MOL bonggol pisang, metode ceramah, diskusi dan kaji terap, dan media folder, slide dan benda sesungguhnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku responden pada aspek pengetahuan sebesar 90% dengan skor rata-rata 8,5 dan berada pada ranah pengetahuan dan memahami, pada aspek sikap sebesar 50% dengan skor rata-rata 85 dan berada pada ranah menerima dan menanggapi, pada aspek keterampilan sebesar 100% dengan skor rata-rata 16,5 dan berada pada ranah meniru.
Desain Media Penyuluhan Interaktif Berbasis Flash Player dengan Model ADDIE pada Materi Probiotik sebagai Pakan Aditif Sapi Perah Reyki Reyvalda; Yudi Rustandi; Andi Warnaen
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.16

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendesain media penyuluhan interaktif berbasis flash player dengan model ADDIE (Analyze – Design – Development – Implementation – Evalution) pada materi probiotik sebagai pakan aditif sapi perah. Model ADDIE ini ditempuh berdasarkan need assesment. Pada tahapan analisis (Analyze), dilakukan analisis meliputi identifikasi kesenjangan permasalahan, penetapan tujuan instruksional, kriteria peserta penyuluhan, sumberdaya yang tersedia, rekomendasi jenis media, penentuan jenis media, dan analisis biaya. Pada tahapan desain (Design), dilakukan perancangan media berdasarkan tujuan instruksional dan penentuan metode validasi media. Pada tahapan pengembangan (Development), dilakukan proses pembuatan media, validasi media, dan revisi produk media. Pada tahap implementasi (Implementation), dilakukan persiapan sumberdaya dengan mempersiapkan media dan menggunakan media pada saat pelaksanaan penyuluhan. Pada tahap evaluasi (Evaluation), dilakukan penentuan jenis evaluasi, alat evaluasi, serta melaksanakan evaluasi terhadap media penyuluhan. Persentase hasil validasi ahli terhadap media interaktif berbasis flash player termasuk pada kategori cukup valid. Hasil uji coba terbatas menunjukkan media penyuluhan interaktif berbasis flash player termasuk pada kategori efektif.