Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Managemen Pengelolaan Kotoran Ayam menjadi Pupuk Bokasi dengan Campuran Daun Karet di Desa Lalang Sembawa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Rido Ilham; Sunarto Sunarto; Andi Warnaen
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian konvensional Indonesia masih bergantung pada pupuk kimia yang tentunya menimbulkan dampak buruk seperti degradasi lahan dan juga secara tidak langsung dapat mengganggu kesehatan manusia. Untuk menghindari dampak buruk akan penggunaan pupuk kimia, petani dapat mengupayakan melalui penggunaan pupuk organik. Peternak ayam mitra yang ada di Desa Lalang Sembawa memiliki potensi berupa bahan organik kotoran ayam yang banyak, namun belum adanya pengolahan yang dilakukan untuk menangani kotoran ayam tersebut. Selain itu penduduk di Desa Lalang Sembawa mayoritas sebagai petani yang memiliki kebun karet pribadi, sehingga banyak daun karet yang berguguran namun belum dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi pengelolaan limbah kotoran ayam dengan campuran daun karet di peternak mitra Desa Lalang Sembawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara menggunakan alat bantu kuisioner. Berdasarkan penjabaran pembahasan Planning, Organizing, Actuating, dan Controling, pengelolaan limbah kotoran ayam di peternak mitra Desa Lalang Sembawa belum terkelola dengan baik.
Strategi Pemberdayaan Peternak Terhadap Program 1000 Desa Sapi di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat Rabiatul Izani; Andi Warnaen; Sad Likah
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program 1000 Desa Sapi merupakan kegiatan pengembangan sapi indukan dan sapi bakalan berbasis korporasi petani atau peternak. NTB ditunjuk sebagai lokasi pilot project program 1000 Desa Sapi karena dinilai memiliki banyak potensi terkait ketersediaan lahan peternakan dan ketersediaan sumber pakan ternak. Pemberdayaan peternak terhadap program 1000 Desa Sapi perlu dilakukan karena minimnya pengetahuan peternak terkait sistem budidaya ternak, khususnya sapi potong. Namun hingga penelitian ini dilakukan, belum ada rumusan strategi pemberdayaan untuk program 1000 Desa Sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pemberdayaan peternak melalui Program 1000 Desa Sapi dan mengevaluasi efektivitas startegi pemberdayaan yang telah dilakukan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Metode yang digunakan yaitu deskriftif kuantitatif.Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga mendapatkan 25 orang peternak sebagai narasumber penelitian. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala likert untuk mengetahui efektifitas strategi pemberdayaan yang dilaksanakan. Metode yang digunakan untuk penentuan strategi pemberdayaan kelompok tani menggunakan Analisis SWOT. Penyusunan strategi pemberdayaan menggunakan analisis SWOT yang ditetapkan bersama-sama dengan penyuluh setempat dan ketua kelompok tani menghasilkan strategi pemberdayaan pemanfaatan pakan ternak (fermentasi silase) sebagai tambahan nutrisi pada sapi potong. Melalui pengukuran efektivitas strategi pemberdayaan peternak dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas sikap terdapat pada tingkat efektif (44%) dan sangat efektif (56%).
Strategi Pemberdayaan Kelompok Ternak melalui Progam Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik Risqi, Khairul Fatqur; Warnaen, Andi; Prasetyo, Hananik
AGRIEKSTENSIA Vol 20 No 2 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.196 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v20i2.1745

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui kegiatan progam kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) PT. Petrokimia Gresik. Mengetahui efektivitas dalam progam kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) PT. Petrokimia Gresik. Menentukan strategi pemerdayaan kelompok ternak melalui progam kemitraan dan bina lingkungan PT. petrokimia Gresik. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian R&D dengan model PPE (Planning, Production, Evaluation) dengan metode pendekatan berupa pendekatan kuantitatif. Analisis SWOT pada tahap Planing, Analisis QSPM pada tahap Productin dan Expert Judgment digunakan pada tahap Evaluation. Peneliitian dilakukan di kelompok ternak sumber rejeki desa sumber sari kecamatan sambeng kabupaten selaku pelaku utama dalam pelaksanaan progam kemitraan dan bina lingkungan PT Petrokimia Gresik dan 20 orang kelompok ternak “Sumber Rejeki” dipilih dengan teknik Nonprobability Sampling. Implementasi dilakukan dengan pembutuan buku “Modul Literasi” (Lingkungan Ternak Sapi Terintergrasi) yang menitik beratkan pelaksaan pada kelompok ternak “Sumber Rejeki” dan hasil strategi sebagai bahan pertimbangan PT Petrokimia Gresik dalam pelaksanaan Progam kemitraan dan bina lingkungan bidang peternakan. Hasil penelitian menunjukan progam kemitraan dan bina lingkungan sudah berjalan sejak tahun 2018 dan exit progam akan dilaksanakan pada tahun 2022. Efektivitas Progam kemitraan dan bina lingkungan bidang peternakan mengahasilakn skor efektivitas sebesar 88% sehingga bisa dikatakan sangat efektif. Perumusan strategi pemberdayaan menghasilkan 12 strategi pemberdayaan kelompok dengan prioritas utam berupa Membuat modul sebagai buku acuan bagi kelompok ternak dalam pelaksanaan pengembangan kandang edukasi. Penyusunan modul berdasarkan kegiatan Agribisnis yang dilaksanan oleh kelompok ternak Sumber Rejeki yang berfokus di Lingkungan Ternak Sapi Terintergrasi yang dipadukan dengan progam AUTS (Asuransi Usaha Ternak Sapi) Kata kunci— strategi pemberdayaan; efektivitas; progam kemitraan; bina lingkungan ABSTRACT This study aimed to determine the activities of the partnership and community development program (PKBL) of PT. Gresik Petrochemicals. Knowing the effectiveness of the partnership and community development program (PKBL) PT. Gresik Petrochemicals. Determine the strategy for empowering livestock groups through the partnership program and environmental development of PT. Gresik petrochemicals. The research method used is R&D research with the PPE (Planning, Production, Evaluation) model with a quantitative approach. SWOT analysis at the Planning stage, QSPM analysis at the Production stage, and Expert Judgment are used at the Evaluation stage. The research was carried out in the Sumber Rejeki livestock group, Sumber Sari village, Sambeng district, the district as the leading actor in the implementation of the partnership and environmental development program of PT Petrokimia Gresik and 20 people from the "Sumber Rejeki" livestock group were selected using the Nonprobability Sampling technique. Implementation is carried out by using the book "Literacy Module" (Integrated Cattle Environment), which focuses on the performance of the "Sumber Rejeki" livestock group and the results of the strategy as consideration for PT Petrokimia Gresik in implementing the partnership program and environmental development in the livestock sector. The study results show that the partnership and environmental development program has been running since 2018, and the exit program will be implemented in 2022. The effectiveness of the partnership and environmental development program in the livestock sector results in an effectiveness score of 88%, so it can be said to be very effective. The formulation of the empowerment strategy resulted in 12 group empowerment strategies with the main priority in making a module as a reference book for livestock groups in the implementation of educational cage development. Preparation of modules based on Agribusiness activities carried out by the Sumber Rejeki livestock group, which focuses on the Integrated Cattle Livestock Environment combined with the AUTS (Cattle Livestock Business Insurance) program. Keywords— empowerment strategy; effectiveness; partnership program; community development
Harnessing Islamic Education for Agricultural Empowerment: The Islamic Boarding School Model in Indonesia Nurlaili; Warnaen, Andi; Ugik, Romadi; Haryanto, Yoyon
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/2wp5we67

Abstract

This research investigates the role of Islamic Boarding School in empowering Santri-farmers to achieve agricultural self-reliance in Indonesia, which addresses crucial issues of farmer regeneration and rural economic development. This research examines Islamic Boarding School-based agricultural empowerment programs and the level of empowerment of santri-farmers. The article focuses on a unique Islamic Boarding School model that integrates Islamic education with practical agrarian skills. Using a quantitative research design, this study collected data from Santri Farmers in three Islamic Boarding School in East Java, Indonesia, representing different institutions (Salafiyah, Modern, and Integrated).  The total population was 318 Santri Farmers, from which a sample of 116 participants was selected using a combination of simple random sampling and census techniques. Data were collected mainly through questionnaires and analyzed using descriptive statistics to measure the level of empowerment. The study revealed that Islamic Boarding School contributes to the agricultural empowerment of Santri-farmers. Effective empowerment activities include integrating agricultural education with religious education, providing agribusiness assistance, agricultural extension, and facilitating market access. Santri-farmers show a high level of empowerment, especially in terms of agricultural technical skills, resource management, and communication. Meanwhile, mastery of information technology is still lacking.
AGRICULTURAL EXTENSION DURING THE NEW NORMAL ERA Warnaen, Andi; Nurlaili, Nurlaili; Yastutik, Yastutik; Karunia, Dowi
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 8, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v8i1.18035

Abstract

Since the outbreak of COVID-19 in 2020, the pandemic has seriously impacted agriculture sectors. Coffee farmers are one of the groups significantly affected by this pandemic. In addition, agricultural extension, as one of the essential instruments in improving farmers' knowledge and skills, faces new challenges in providing services after the pandemic ends. This study examines the condition of agricultural extension after the Covid-19 pandemic in Malang Regency from the aspects of extension planning, extension materials, methods, media, and extension evaluation. The research was conducted in AMSTIRDAM sub-districts of Malang Regency. This research used a quantitative descriptive method. The research respondents were 97 coffee farmers randomly selected from 2622 coffee farmers. Primary data were obtained through observation, questionnaire distribution, and respondent interviews. Secondary data were obtained from the Agricultural Extension Office. The results showed that during the COVID-19 pandemic or the new normal era, agricultural extension officers continued to develop programs together with farmers even though it was done without face-to-face interaction (online). Agricultural extension workers also continue to facilitate the preparation of RDKK. During the COVID-19 pandemic, agricultural extension workers conveyed more information about capital. The extension method and media use an indirect approach and the use of social media. In addition, agricultural extension workers also continue to evaluate the impact of counseling during the pandemic. It can be concluded that agricultural extension workers continue to carry out extension activities for farmers even with various adjustments during the COVID-19 pandemic by implementing strict health protocols, including reducing face-to-face activities.