Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tata Kelola (Governance) Kopi Arabika dalam Rantai Nilai Aisyah, Nur Syamsi; Rachmina, Dwi; Winandi, Ratna
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.119-128

Abstract

Perkembangan budaya third wave coffee meningkatkan permintaan kosumen pada kopi spesial. Kopi arabika dikenal sebagai kopi spesial karena keunikan cita rasa dan kualitasnya. Kopi arabika spesial dihasilkan melaui kerjasama antar pelaku rantai kopi mulai dari produsen sampai konsumen akhir. Kerjasama yang terjalin antar pelaku membentuk suatu sistem manajemen dalam melakukan regulasi dan kontrol kualitas kopi. Sistem tersebut membentuk pola tata kelola yang secara tidak langsung mengikat dan mengatur semua pelaku. Analisis tata kelola pada rantai nilai kopi arabika dilakukan dengan tujuan mengtahui tipe tata kelola yang terbentuk dan pelaku yang memiliki kekuatan dalam mengatur rantai nilai kopi arabika. Data penilitian ini dilakukan dengan mewawancarai 56 pelaku rantai nilai kopi arabika yang terdiri atas petani kopi, pedagang kopi keci, dan pedagang kopi besar. Data dianalisis menggunakan analisis tata kelola (governance) rantai nilai global dengan mengidentifikasi tiga variabel yaitu complexity, codify, dan capability. Hasil analisis menunjukkan tipe tata kelola rantai nilai kopi arabika adalah tipe modular dengan kondisi pasar eksplisit rendah (setiap pelaku mengikuti pelaku yang lebih kuat) dan asimetri kekuatan yang rendah serta pelaku yang memiliki kekuatan mengatur rantai nilai adalah konsumen.
Analisis Efisiensi dan Pendapatan Usahatani Kedelai di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Mahabirama, Aditya Kusuma; Kuswanti, Heny; Daryanto, Suwarsinah; Winandi, Ratna
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol. 11 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This study aims to analyze efficiency and revenue in soybean farming. In order to attain the objective, this study uses primary data that are collected from 72 soybean farmers taken purposively. Production factor analysis using Cobb Douglas production function to analyze factors that fect soybean production showed that Male Labor, Seeds and Land Area variables had positive effect; meanwhile, Women Labor had negative effect on soybean farming. Based on the analysis of soybean farming revenue in Garut district, farmers can still earn the cash revenue compared to the cash cost as much as Rp 2,027,455.92 and earn revenue from the total cost of Rp 968,474.41, with R/C ratio of 1:35 and 1:14. R/C ratio value indicates that soybean farming in Garut is still feasible and profitable when cultivated. Efficiency is obtained from a comparison between the Value of Marginal Product and Marginal Cost. The results showed that the production inputs in soybean farming are not yet efficient. MaleLabor and Manure should be reduced from 89.76 HOK; 591.04 Kg to 80.67 HOK; 115.52 Kg. In addition, Female Labor and Chemical Fertilizer should not be used since it causes more losses due to using these inputs. Pesticides, Seeds and Land Area inputs shall be increased from 709.70 ml; 77.27 Kg; 0.35 to 241.98 ml; 297.43 Kg; 9.77 Ha.
PREFERENSI RISIKO PETERNAK SAPI PERAH DI KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT Noviana, Rosita; Fariyanti, Anna; Winandi, Ratna
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 20 NO 01 2021 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.746 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.20.01.1-12

Abstract

Cisarua District is one of the dairy farming centers with the lowest amount of milk production in Bogor Regency. The amount of milk production in Cisarua District is also known fluctuate. Differences in breeders' preferences in the use of production inputs affect production risk in dairy farming businesses. The aims of this research are to analyze the effect of production factors to production risk and risk preference of dairy farmers in Cisarua District. This research was conducted in Cisarua Subdistrict, Bogor Regency. The cross section data sourced from 91 dairy farmers were producing milk form second and third lactation cows. The model used in this research were Just and Pope model to analyze dairy farm risk production function and the Arrow-Pratt Absolute Risk Analysis model to analyze farmer's risk preferences. The results showed that forage and polar are risk reducing factors. Meanwhile, rice bran, tofu waste, concentrate, and work time are risk inducing factors in dairy farm. The risk preference of dairy farmers are risk taker to the use all of production inputs
Analisis Nilai Tambah Dan Sistem Pemasaran Lidah Buaya di Kabupaten Bogor Suprabowo, Rizky Lutfi; Winandi, Ratna; Jahroh, Siti
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v2i3.39

Abstract

Produksi komoditas lidah buaya di Kabupaten Bogor sampai saat ini mengalami penurunan, meskipun pernah dicanangkan menjadi daerah pengembangan komoditas lidah buaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dalam usaha pengolahan produk lidah buaya, serta menganalisis sistem pemasaran lidah buaya dari petani hingga konsumen akhir. Hasil penelitian ini dijelaskan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Komoditas lidah buaya dari petani di Kabupaten Bogor telah diolah menjadi produk olahan seperti jus, koktail, rainbow cake, kerupuk dan teh kulit lidah buaya. Berdasakan perhitungan nilai tambah dengan metode hayami, produk olahan rainbow cake memiliki nilai tambah paling besar. Terdapat 6 saluran pemasaran lidah buaya di Kabupaten Bogor, yaitu 3 saluran pemasaran grade A dan 3 saluran pemasaran grade B. Petani dalam memasarkan lidah buaya masih melibatkan tengkulak. Saluran pemasaran 1, 2 dan 4 adalah saluran yang mudah diakses oleh petani. Saluran pemasaran 2 (Petani → Suplayer → Supermarket → Konsumen) merupakan saluran yang relatif efisien, karena harga yang diterima petani relatif lebih tinggi, nilai marjin saluran pemasaran yang relatif lebih kecil dan nilai farmer’s share yang relatif lebih tinggi dari saluran yang lainnya.
Kajian Pelaksanaan Kemitraan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Kutai Timur (Studi Kasus di PT.NIKP) Munirudin, Ali Lutfi; Krisnamurthi, Bayu; Winandi, Ratna
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 2 Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v8i2.262

Abstract

Kelapa sawit menjadi salah satu komoditi perkebunan yang menjadi keunggulan di Kabupaten Kutai Timur sekitar 96% wilayah komoditi tanaman perkebunan dikuasai oleh kelapa sawit. Terdapat dua jenis pengusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini, yaitu perkebunan besar swasta dan perkebunan rakyat. Pengembangan perkebunan rakyat terdapat beberapa masalah yang dihadapi terkendala akses sarana produksi, pasar, modal, dan pengetahuan petani. Upaya untuk mengatasi masalah perkebunan rakyat adalah kemitraan dengan melibatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit yaitu PT.NIKP sebagi mitra petani. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mekanisme kemitraan, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi petani bermitra, dan menganalisis dampak kemitraan antara petani dengan PT.NIKP. Jenis data yang digunakan data primer dan sekunder. Metode penarikan sampel menggunakan simple random sampling, purposive sampling dan judgment. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mekanisme kemitraan, analisis regresi logistik untuk faktor-faktor yang memengaruhi petani bermitra, dan analisis uji beda untuk dampak kemitraan. Hasil penelitian mejelaskan bahwa kemitraan membantu petani mendapatkan bantuan input produksi, bimbingan pengelolaan kebun, dan kemudahan akses pasar. Faktor-faktor yang memengaruhi petani bermitra adalah usia, pengalaman bertani sawit, luas lahan, dan pembinaan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Kemitraan berdampak pada peningkatan pendapatan petani, produktivitas, biaya variabel, dan harga, sehingga usahatani kelapa sawit petani mitra lebih unggul dibandingkan petani non mitra.