Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

AKTIVITAS MUKOLITIK IN VITRO EKSTRAK ETANOLIK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L) TERHADAP MUKOSA USUS SAPI yulias ninik windriyati; mimik murrukmihadi; nissa ratna junita
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 4 NO. 1 JUNI 2007
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.716 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v4i1.834

Abstract

ABSTRACTPhyllanthus niruri L has been traditionally used by Indonesian people to treat cough. However, scientific basic of using this plant as mucolytic agent is still less observed. The aim of this research is to evaluate in vitro mucolytic activity of ethanol extract of P. niruri against bovine bowels mucose. In vitro mucolytic activity of P. niruri was tested through method as like as Haslinda (1999) and Setyawati (2004). Ethanol extract of P. niruri at various concentrations 0,25; 0,5; 0,75; 1,0; and 1,25% b/v mixed with mucose solution 50% b/v in fosfat buffer pH 7. The solution incubated at 37ºC during 30 minute. Solutions viscosity measured by stormer viscometer and evaluated its fluid flow properties. Negative control was mucosa solution without extract and positive control was asetilsistein. Mucolytic activity was shown by a concentration of extract which decrease viscosity of mucose solution. Ethanol extract of P. niruri had mucolytic activity againts bovine bowels mucose which decrease viscocity of mucose. However, statistically there was no difference between various concentrations of ethanol extract to mucolytic activity. Ethanol extract of P. niruri at concentrations 0,25; 0,5; and 0,75% in mucose solution had fluid flow properties thiksotropi pseudoplastic and at concentrations 1,0 and 1,25% had fluid flow properties pseudoplastic.
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocotum Ruiz & Pav.) DENGAN PEMANIS SUKROSA-LAKTOSA-ASPARTAM M.Fatchur Rochman; Yulias Ninik Windriyati; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.614 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1207

Abstract

ABSTRAK   Sirih merah (Piper crocotum Ruiz & Pav.) merupakan salah satu tanaman  yang dapat digunakan sebagai obat batuk, mempunyai rasa yang sangat pahit dan biasa digunakan dalam sediaan rebusan. Tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merah merupakan sediaan yang lebih praktis, absorbsinya cepat dan mengandung bahan pemanis untuk menutupi rasa pahit dari sirih merah. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui sifat fisik tablet hisap estrak etanol daun sirih merah dengan pemanis sukrosa-laktosa-aspartam dan tanggapan responden pada tablet hisap tersebut. Ekstrak dibuat secara perkolasi dengan etanol 70%. Tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merah dibuat dalam 5 formula dengan pemanis sukrosa-laktosa pada fase internal (FI tanpa sukrosa, FII 20,5%,  FIII 41%, FIV 61,5%, FV 82%) dan aspartam pada fase  eksternal 10% secara granulasi basah. Granul diuji sifat fisiknya meliputi kecepatan alir, sudut diam, dan kompresibilitas. Tablet hisap diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut, selain itu dilakukan uji tanggapan rasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan persyaratan dalam literatur serta dianalisis secara statistik. Hasil tanggap rasa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pemanis sukrosa-laktosa-aspartam menghasilkan tablet hisap yang memenuhi persyaratan meliputi kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tablet. Formula IV dengan sukrosa-aspartam(61,5%:20,5%:10%) dapat diterima oleh 85% responden. Kata kunci : ekstrak etanol daun sirih merah, sukrosa-laktosa-aspartam, tablet hisap
AKTIVITAS MUKOLITIK IN VITRO EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocotum Ruiz dan Pav.) PADA MUKOSA USUS SAPI DAN IDENTIFIKASI KANDUNGAN KIMIANYA Yulias Ninik Windriyati; Aqnes Budiarti; Igustin Azmi Syahida
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.758 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.381

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocotum Ruiz and Pav.) merupakan salah satu obat tradisional yang digunakan sebagai obat batuk. Dasar penggunaan tanaman tersebut sebagai mukolitik (pengencer dahak) belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas mukolitik ekstrak etanol daun sirih merah terhadap mukosa usus sapi secara in vitro dan mengidentifikasi golongan senyawa aktifnya. Ekstrak etanol daun sirih merah diperoleh dengan metode maserasi menggunakan penyari etanol 70%. Ektrak etanol yang diperoleh kemudian dibuat berbagai konsentrasi larutan uji yaitu 0,1%; 0,3%;  0,5%;  0,7% dan 0,9% dalam 80% mukus sapi. Viskositas larutan uji diukur dengan viskosimeter rion. Aktivitas mukolitik in vitro ditunjukkan oleh kadar ekstrak yang mampu menurunkan viskositas larutan mukus dan sebagai kontrol positif digunakan larutan 0,1% asetilsistein. Identifikasi golongan senyawa aktif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mukolitik ekstrak etanol daun sirih merah pada konsentrasi 0,3% setara dengan asetilsistein 0,1%. Ekstrak etanol daun sirih merah mengandung senyawa golongan alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol.   Kata kunci  :  Daun sirih merah, mukolitik, mukosa usus sapi
DISOLUSI ASAM MEFENAMAT DALAM SISTEM DISPERSI PADAT DENGAN PEG 4000 Yulias Ninik Windriyati; Sugiyono Sugiyono; Lies Sunarliawati
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.2 DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.046 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v11i2.1367

Abstract

ABSTRACTMefenamic acid is an analgetic that insoluble in water and classified into class II in theBiopharmaceutic Classification System (BCS), therefore the dissolution become the rate limitingstep of absorption process and bioavailability. Several approaches are required to improve thedissolution like preparation of solid dispersion. The aim of this research is to know the dissolutionof mefenamic acid in solid dispersion system with PEG 4000.Solid dispersion of mefenamic acid-PEG 4000 were prepared by fusion method withcontain PEG 4000 for FI (20%), FII (40%), FIII(60%), FIV (80%) and FV (100%) respectivelywere compared with the weight of mefenamic acid. The powder of solid dispersion systems wereinvestigated for its recovery and dissolution in medium fosfat buffer pH 7.4 until 60 minutes. Puremefenamic acid and the physical mixture with polimer were used as compared powders. Theresult of dissolution testing were revealed by Dissolution Efficiency (DE60)The result showed that PEG 4000 can increased the dissolution of mefenamic acid fromsolid dispersion systems. The DE60 of mefenamic acid-PEG 4000 from FI 30,41%; FII 30,60%;FIII 36,19%; FIV 36,42%; FV 41,92%; and the physical mixture of FV 23,63% respectively. Thevariations of concentration of PEG 4000 in this solid dispersion not influence the dissolution ofmefenamic acidKeywords : Mefenamic acid, PEG 6000, PVP, solid dispersion, dissolution
AKTIVITAS MUKOLITIK FRAKSI METANOL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocotum Ruiz and Pav.) PADA MUKOSA USUS SAPI DAN KANDUNGAN KIMIANYA Ririn Lispita Wulandari; Yulias Ninik Windriyati; Aqnes Budiarti
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.10 No.1 Juni 2013
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.836 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v10i1.872

Abstract

 ABSTRACT Red betel leaves (Piper crocotum  Key words: red betel leaves, mucolitic, cow’s mucous Ruiz and Pav.) can cure many kinds of diseases, including cough. The aim of this research is to determine mucolitic activity of methanol fraction from ethanol extract of red betel leaves on cow’s intestine mucous in vitro and to identify its active compound group.  Ethanol extract of red betel leaves was made by maceration method using ethanol 70%. Methanol fraction was made from ethanol extract by partitioned gradually using petroleum eter, ethyl acetate, and methanol. The obtained methanol fraction was made serial concentration started from 0.1%, 0.3%, 0.5%, 0.7%, 0.9% in 80% cow’s mucous. The mucolitic activity was tested using Viscometer Rion, and 0.1% acethylcystein as positive control. Identification the active compound using thin layer chromatography. The viscosity cow’s mucous analyzed statistically. Normality test using Shapiro Wilk, non parametric statistic test using Kruskal Wallis, and then continued using Mann Whitney Test with degree of trust of 95%.The result shows that methanol fraction has mucolitic activity whether at concentration 0.3% is equivalent to 0.1% acethylcystein. Methanol fraction contains saponin, flavonoid, and polyphenol.
KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PENYAKIT GAGAL JANTUNG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2008 Yulias Ninik Windriyati; Erwin Tukuru; Ibrahim Arifin
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 7 NO. 2 DESEMBER 2010
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.846 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v7i2.644

Abstract

ABSTRACT Heart failure is a pathological conditions such as abnormal heart function so that the heart can not pump blood to meet the metabolic needs of the tissues. Heart failure patients in general should be given at least four types of treatment that is, ACE inhibitors (angiotensin converting enzyme), diuretics, β- blockers, and digoxin. Providing a variety of drugs can cause drug interactions. This study aimed to verify the incidence of drug interaction in heart failure patients hospitalized in the Regional General Hospital Tugurejo Semarang. The data were collected retrospectively to medical record data in general hospital Tugurejo Semarang. Data were analyzed with descriptive non-analytic methods using Drug Interaction Facts (Tatro 2007) as a reference standard. The results of this research showed that of 90 patients who potential experience drug interactions 63 patients (70%). There are 43 cases (29.05%) of pharmacokinetic interaction, 47 cases (31.76%) of pharmacodynamic interactions and unknown mechanisms of interaction 58 cases (39.19%). Based on the level of significance there are three types of interactions have level of significance 1 (12.5%), there are 5 types of interactions have level of significance 2 (20.83%), and 3 types of interactions have level of significance 3 (12.5%), for level of significance 4 there are 6 types of interactions (25%), and 7 types of interactions with the level of significance 5 (29.17%). Drug interactions that have the highest incidence of occurrence is captopril and acetosal (33 cases), digoxin and captopril (19 cases). Key words : drug interaction, heart failure
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK ETANOLIK UMBI BENGKUANG (Pachyrrhizus erosus, Urb) DALAM SEDIAAN KRIM TERHADAP SIFAT FISIKNYA yulias ninik windriyati; diah pitaloka wahyuningrum; mimik murukmihadi
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 4 NO. 1 JUNI 2007
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.545 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v4i1.830

Abstract

ABSTRACTPeople has been used juicy tuber as food and cosmetic for delicated skin. Juicy tuber extract was formulated in cream in order to practical and effective. The aim of this research is to know the influence of difference concentration of juicy tuber extract in cream and storage duration to its physical properties. Extract was obtained from juicy tuber by remaceration method using 70% ethanol. Cream were made in five formulas with extract concentration 0,5 %, 1,0 %, 1,5 %, 2,0 % and 2,5 % w/w using standard formula cold cream. The physical stability of the cream was tested such as homogeneity, creaming and cracking, stickness, and spreadibility for 4 weeks storage. The data obtained were statistically analyzed using Friedman test with the 95 % confident level, followed by Mann Whitney test. Result of this research indicate that the cream of juicy tuber extract homogeneous and no creaming for 4 weeks storage. The difference of extract concentration and storage duration had not influence to physical stability of cream. Keyword: Extract of Juicy tuber, Cream, Physical TestPENDAHULUANPerawatan kesehatan dan kecantikan dengan memanfaatkan bahan alamiah selain lebih murah juga lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan. Berbagai hasil penelitian dibidang kosmetik mengungkapkan bahwa perawatan kecantikan kuno dengan bahan alamiah bisa dibuktikan secara ilmiah (Surtiningsih, 2005).Kosmetika pada prinsipnya adalah obat namun tujuan pemakaiannya sedikit mengalami perubahan bila dibandingkan dengan tujuan pemakaian obat-obatan pada umumnya. Kosmetika dirancang untuk tujuan estetika yaitu mempercantik, memperbaiki, dan mengubah penampilan seseorang (Depkes RI., 2003).Tanaman bengkuang (Pachyrrhizus erosus, Urb) biasa dimanfaatkan sebagai buah atau bagian dari beberapa jenis masakan. Bengkuang juga dimanfaatkan sebagai penghalus kulit, dan berkhasiat sebagai obat beri-beri, demam, diabetes, sariawan dan wasir. Sifat kimiawi dan efek farmakologis tanaman bengkuang adalah manis, dingin, sejuk dan berkhasiat mendinginkan. Kandungan kimianya adalah Pachyrhiton, rotenone, vitamin B1 dan C (Anonim, 2003).Bengkuang supaya mudah digunakan sebagai penghalus kulit perlu dilakukan pengembangan formulasinya dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak etanolik umbi bengkuang dalam sediaan krim dan lama penyimpanan terhadap sifat fisiknya.METODOLOGIAlat
Formulasi Tablet Asam Fenofibrat dengan Sistem Likuisolid Menggunakan Pelarut Propilenglikol dan Beberapa Adsorben Yulias Ninik Windriyati; Ayu Shabrina; Uswatun Hasanah; Susiana Irmawati; Sri Febri Haryati; Surti Khayatul Fata
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.59094

Abstract

Asam fenofibrat adalah antihiperlipidemia yang termasuk dalam kelas II Sistem Klasifikasi Biofarmasetik dengan kelarutan yang rendah dan permeabilitas dalam gastrointestinal yang tinggi. Disolusi asam fenofibrat berjalan lambat dan membatasi absorpsinya sehingga bioavailabilitasnya sulit diprediksi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan formulasi tablet asam fenofibrat untuk meningkatkan disolusinya dengan sistem likuisolid. Metode penelitian dilakukan dengan mendispersikan asam fenofibrat dalam pelarut propilenglikol kemudian diadsorpsi menggunakan beberapa adsorben seperti Avicel PH 101, Avicel PH 102, Neusilin dan Starch 1500 sehingga terbentuk serbuk. Sistem likuisolid yang terbentuk dikompresi menjadi tablet dan dievaluasi karakteristiknya termasuk analisis dengan FTIR dan XRD untuk mengetahui adanya interaksi antar partikel dalam sistem likuisolid. Hasil pengembangan formula menunjukkan bahwa tablet likuisolid asam fenofibrat dengan berbagai adsorben yang digunakan memenuhi kriteria tablet yang tercantum dalam kompendia. Disolusi asam fenofibrat dari tablet likuisolid meningkat dibandingkan tablet konvensional yang dibuat tanpa pembentukan sistem likuisolid. Karakterisasi dengan XRD dan FTIR menunjukkan tidak terjadi perubahan kimia asam fenofibrat pada sistem likuisolid yang terbentuk.
Preparasi Tablet Likuisolid Ramipril dengan Beberapa Pelarut dan Adsorben Neusilin-Aerosil Husna, Nailatul; Dewi, Riska Rosita; Trisnaningrum, Nunung; Windriyati, Yulias Ninik
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v20i2.8370

Abstract

Ramipril merupakan antihipertensi golongan Angiotensin Converting Enzym (ACE) inhibitor yang termasuk ke dalam BCS kelas II dengan karakteristik kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi dalam gastrointestinal. Kelarutan obat yang rendah akan berakibat disolusi berjalan lambat, sehingga absorpsinya eratik dan bioavailabilitasya rendah. Diperlukan upaya untuk meningkatkan disolusi sehingga peningkatan bioavailabilitas ramipril dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan disolusi tablet likuisolid ramipril. Tablet likuisolid ramipril 10 mg dibuat menggunakan pelarut PEG 400, propilenglikol dan Tween 80 dan adsorben Neusilin-Aerosil 200. Semnilan formula telah dikembangkan dan dievaluasi parameter prakompresi seperti daya alir dan juga parameter paska kompresi. Semua formula sistem likuisolid yang dikembangkan menunjukkan aliran yang baik sesuai data standar. Semua tablet likuisolid memenuhi karakteristik tablet yang baik meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur serta kandungan zat aktif. Uji disolusi dalam medium dapar fosfat pH 6,8 menunjukkan semua formula mampu melepaskan zat aktif lebih dari 80% pada menit ke-30 dan nilai DE30 lebih besar dibandingkan dengan tablet konvensional yang dibuat tanpa sistem likuisolid.
Pelatihan Daur Ulang Limbah Organik Dapur Menjadi Eco Enzyme Multiguna di Lingkungan Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal Prihantini, Malinda; Windriyati, Yulias Ninik; Rochman, M Fatchur; Wibowo, Danang Novianto; Fresiva, Urva; Heroweti, Junvidya; Ikhsan, Muhammad; Sholehah, I Ana; Mahardika, Muhammad Farel; Najibah, Muna Ulya; Wafa, Nurul
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.7870

Abstract

Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal merupakan salah satu desa yang terletak di dalam area perkebunan yang jauh dari perkotaan. Lokasinya berjarak 28 km dari pusat Kabupaten Kendal dan 35 km dari pusat Kota Semarang. Sebanyak tiga perempat bagian wilayah desa adalah tanah perkebunan milik pemerintah yang terdiri dari ± 43,37% Tanah Perkebunan PTPN IX Merbuh dan ± 30,86% Tanah Perhutani RPH Ngareanak. Warga Desa Ngareanak selama ini membuang sampah organik ke wilayah perkebunan tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan merusak asset pemerintah.  Diperlukan adanya gerakan yang massif dan terstruktur sebagai upaya pengelolaan limbah yang berdayaguna optimal. Pembuatan eco enzyme dapat mengolah sampah organik menjadi larutan yang berdayaguna. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan daur ulang limbah organik dapur menjadi eco enzyme dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode participatory action melalui pendekatan partisipatif berkelanjutan untuk pemberdayaan kelompok masyarakat di Desa Ngareanak. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu penyampaian materi eco enzyme oleh tim dosen sebagai pembicara, pelatihan pembuatan eco enzyme dengan melibatkan masyarakat, dan evaluasi. Sebanyak 20 peserta dibagi menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok didampingi oleh 2 orang fasilitator dari tim pengabdian. Setiap kelompok membuat 1 wadah eco enzyme di dalam galon bekas air mineral.  Hasil pengabdian berupa empat wadah eco enzyme dengan komposisi dan jenis sampah organik yang berbeda untuk setiap kelompok. Keempat wadah eco enzyme tersebut disimpan oleh masing-masing kelompok untuk melalui masa fermentasi selama minimum dua bulan.