Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : PARADIGMA

Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi di Puskesmas Bulili Kota Palu Farida Lasimpala; Nuraisyah Nuraisyah; Filo Leonardo Tinggogoy
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.352 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i1.37

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi di Puskesmas Bulili Kota Palu. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data, dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penarikan informan menggunakan purposive. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Teori yang digunakan yaitu teori dari Idup Suhady, yang terdiri dari 4 (empat) aspek yaitu: tepat, cepat, murah dan ramah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menarik kesimpulan bahwa kualitas pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Bulili relatif belum maksimal. Ada beberapa faktor atau aspek-aspek yang mejadi penyebab sehingga pelayanan kesehatan gigi yang diberikan kepada pasien relatif belum maksimal, yaitu masih lambannya tenaga medis dalam memberikan pelayanan kepada pasien gigi yang berobat ke Puskesmas Bulili karena kurangnya sumber daya perawat di Poli Gigi, termasuk persediaan obat-obatan yang dibutuhkan pasien gigi juga masih terbilang sangat kurang. Selain itu fasilitas yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan secara cepat kepada pasien juga masih sangat minim, sehingga sebagian pasien harus dirujuk ke rumah sakit. Dengan demikian, diharapkan agar masalah-masalah tersebut di atas, dapat diatasi dengan mengedepankan pelayanan yang prima, sehingga pasien dapat merasakan kualitas pelayanan kesehatan gigi yang berpihak kepada seluruh pasien/masyarakat yang ada di sekitar wilayah kerja Puskesmas Bulili Kota Palu
Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi di Puskesmas Bulili Kota Palu Farida Lasimpala; Nuraisyah Nuraisyah; Filo Leonardo Tinggogoy
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi di Puskesmas Bulili Kota Palu. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data, dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penarikan informan menggunakan purposive. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Teori yang digunakan yaitu teori dari Idup Suhady, yang terdiri dari 4 (empat) aspek yaitu: tepat, cepat, murah dan ramah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menarik kesimpulan bahwa kualitas pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Bulili relatif belum maksimal. Ada beberapa faktor atau aspek-aspek yang mejadi penyebab sehingga pelayanan kesehatan gigi yang diberikan kepada pasien relatif belum maksimal, yaitu masih lambannya tenaga medis dalam memberikan pelayanan kepada pasien gigi yang berobat ke Puskesmas Bulili karena kurangnya sumber daya perawat di Poli Gigi, termasuk persediaan obat-obatan yang dibutuhkan pasien gigi juga masih terbilang sangat kurang. Selain itu fasilitas yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan secara cepat kepada pasien juga masih sangat minim, sehingga sebagian pasien harus dirujuk ke rumah sakit. Dengan demikian, diharapkan agar masalah-masalah tersebut di atas, dapat diatasi  dengan mengedepankan pelayanan yang prima, sehingga pasien dapat merasakan kualitas pelayanan kesehatan gigi yang berpihak kepada seluruh pasien/masyarakat yang ada di sekitar wilayah kerja Puskesmas Bulili Kota Palu.
Konflik Generasi Z Di Bidang Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Tantangan dan Solusinya Fachrul Reza; Filo Leonardo Tinggogoy
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.635 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.51

Abstract

Artikel ini sendiri mengulas tentang konflik generasi Z di bidang  pendidikan bagi generasi Z. Penduduk Negara Indonesia saat ini didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z/ GenZ. Generasi millennial saat ini rata-rata berposisi sebagai mahasiswa atau menjadi pegawai muda pada instansi pemerintah atau perusahaan-perusahaan swasta. Sedangkan generasi Z saat ini berumur antara 1 sampai dengan 20 tahun rata-rata masih anak-anak dan remaja yang masih berstatus sebagai balita, pelajar dan mahasiswa atau sedang menjalani masa-masa pendidikan. Dua generasi inilah yang akan memanggul amanah pembangunan masa depan Indonesia yang penuh dengan tantangan. Mereka perlu dipersiapkan menjadi generasi muda berkualitas yang harus dapat menjawab tantangan di masa Revolusi indusrti 4.0.  melalui sistem pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa eksistensi suatu bangsa tergantung dari keberhasilan pembangunan sistem pendidikannya. Diperlukan sistem pendidikan yang dapat memfasilitasi pembelajar untuk merdeka belajar dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan sistem pendidikan merdeka belajar memungkinkan pembelajar untuk menentukan pilihan focus dan strategi pencapaian keberhasilan belajarnya. Tersedianya akses informasi yang sangat luas tanpa batas sangat memungkinkan pembelajar berselancar di dunia maya untuk dapat memilah dan memilih ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk pengembangan potensinya. Penguasaan penggunaaan alat dan media informasi menjadi sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh pembelajar sehingga merdeka belajar dapat terwujud tanpa harus terkukung oleh kurikulum yang kaku dan mengekang pembelajar namun itulah yang menjadikannya mudah untuk berkonflik terhadap diri sendiri dan orang lain di sekitarnya di karenakan tidak adanya filter dalam menggunakan teknologi saat ini
Motivasi Kerja Aparatur Bidang Ketentraman Dan Ketertiban Umum Di Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasangkayu Anwir, Anwir; Tinggogoy, Filo Leonardo; Rapi, Muh
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 (2023): Special Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/paradigma.v2si.58

Abstract

The purpose of this research is to determine the work motivation of officers in the field of peace and public order in the civil service police unit in Pasangkayu Regency. The informants in this research were officials from the Civil Service Police Unit Office. Apart from that, to determine work motivation, this research data consists of primary data and secondary data obtained directly through field research (interviews). The data was analyzed using the results of interviews with the Civil Service Police Unit Service. Head of Service, Service Secretary, General and Civil Service Sub-Division, Peace and Public Order Section and Staff. The results of the research show that to determine the work motivation of officers in the field of peace and public order in the civil service police unit in Pasangkayu Regency. The author chose a theory that is considered more suitable to be applied to government organizations, in this case the Pasangkayu Regency Civil Service Police Service, if implemented simultaneously, good service quality will be realized, is David McClelland's theory in Mangkunegara (2001: 97 - 98), namely: The need for Achievement, Need for Power, and Need for Affiliation. What was highlighted by the informants from the results of interviews with the apparatus itself was that work motivation which was considered not yet optimal in its implementation was the need for achievement and the need for will power while the indicators/dimensions of Affiliate Needs whose results are still not being implemented well. The influencing factors are the capability of human resources which is an important aspect of the smooth running of public services in the organization.