Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA ANIMASI TERHADAP PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA REMAJA Habid Al Hasbi; Fraditya Dwi Prayoga
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 4 (2025): Vol. 1 No. 4 Desember 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i4.30

Abstract

Pendahuluan: Personal hygiene merupakan aspek penting dalam mencegah penyakit menular seperti skabies, yang prevalensinya tinggi pada remaja di lingkungan padat seperti panti asuhan. Studi pendahuluan di Panti Asuhan Rumah Peduli Anak Anugerah Boyolali menunjukkan lebih dari 50% anak mengalami masalah kebersihan diri, namun belum ada edukasi kesehatan dari tenaga medis. Media animasi sebagai alat edukatif interaktif diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan praktik personal hygiene. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media animasi terhadap perilaku personal hygiene pada remaja di Panti Asuhan Rumah Peduli Anak Anugerah Boyolali. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 34 remaja (10–18 tahun) diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi menggunakan video animasi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Sebelum edukasi, sebanyak 73,5% responden memiliki personal hygiene buruk. Setelah edukasi, 88,2% menunjukkan personal hygiene baik. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi melalui media animasi terhadap perubahan perilaku personal hygiene remaja. Simpulan: Edukasi menggunakan media animasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan perilaku personal hygiene pada remaja panti asuhan. Media ini efektif sebagai alat penyuluhan kesehatan yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TEKNIK VALSAVA MANUVER TERHADAP INTENSITAS NYERI PENUSUKAN ARTERIOVENOUS FISTULA PADA PASIEN HEMODIALISA Habid Al Hasbi; Sutanta Sutanta; Muntiasih Muntiasih
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 01 No. 01 Januari 2024
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v1i01.653

Abstract

Latar Belakang : Nyeri insersi arteriovenouse fistula adalah masalah nyata bagi pasien hemodialisa. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan oleh perawat untuk mengurangi nyeri yaitu dengan teknik valsava manuver. Valsava manuver adalah teknik non-farmakologi yang mudah dilakukan dan tidak menimbulkan efek samping. Tujuan : Mengetahui Efektivitas Pemberian Teknik Valsava Manuver Terhadap Intensitas Nyeri Penusukan Arteriovenouse Fistula Pada Pasien Hemodialisa Di RSUI Banyu Bening. Metode : Rancangan penelitian pre experiment design dengan jumlah sempel 30 responden diambil dengan metode purposive sampling. Intrumen penelitian ini menggunakan kuisioner NPRS (Numerical Pain Rating Scale). Analisis data mengunaan uji bivariat dengan shapiro-wilk dan independent sempel t-test. Hasil Penelitian : Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk pada kelompok perlakuan p=0,153 dan kelompok kontrol p=0,155. Angka p-value Shapiro-Wilk tersebut lebih besar dibandingkan dengan taraf signifikansi 5% (0,05) yang artinya kedua kelompok data berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji independen sempel t-test diperoleh nilai p=0,000<0,05 dan nilai t hitung -4.668 > t tabel 1.701 yang artinya H0 titolak dan Ha diterima. Simpulan : Secara signifikan ada efektifivas pemberian teknik valsava manuver terhadap intensitas nyeri penusukan arteriovenouse fistula pada pasien hemodialisa di Rumah Sakit Umum Islam Banyu Bening.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI KLINIK PRATAMA POLRES KOTA TANJUNGPINANG Habid Al Hasbi; Ilham Kurniadi; Emy Kurniawati; Sarwoko Sarwoko; Luluk Lusiati Cahyarini
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v2i01.827

Abstract

Background: Patient satisfaction standards in health services are set nationally by the Ministry of Health in 2016 regarding Minimum Service Standards for patient satisfaction which is above 95% while the percentage of patient satisfaction index at the Tanjungpinang City Police Pratama Clinic in the last 3 years did not meet the expected index of 95%, so that the resulting impact is a reduction in the number of patient membership. Purpose: To determine the relationship between the quality of nursing services and the level of patient satisfaction at the Tanjungpinang City Police Pratama Clinic Methods: Type of quantitative research with non-experimental analytic descriptive design with a cross sectional approach. The population of this study is the number of patients recorded at level I health facilities at the Tanjungpinang City Police Pratama Clinic with accidental sampling technique. The research was conducted at the Tanjungpinang City Police Pratama Clinic in June 2024. Statistical tests using chi-square. Results: The research obtained shows that the quality of service at the Tanjungpinang City Police Pratama Clinic is mostly not good, namely 54.4%. Patient satisfaction at the Tanjungpinang City Police Pratama Clinic is mostly satisfied, namely 52.2%. Based on the results of the chi-square statistical test p value = 0.005 < ? = 0.05, thus indicating that Ho is rejected and Ha is accepted, which means that there is an influence between service quality and satisfaction. Conclusion: There is a relationship between the quality of nursing services and the level of patient satisfaction at the Tanjungpinang City Police Pratama Clinic. It is hoped that health workers, especially nurses at the Tanjungpinang City Police Pratama Clinic, will improve their empathy attitude by taking the time to communicate with patients and patients' families
HUBUNGAN FREKUENSI HIDROTERAPI (POLL THERAPY) DENGAN TINGKAT KEKUATAN OTOT PADA PENDERITA LOW BACK PAIN (LBP) DI UMBUL TLATAR BOYOLALI Sutanta Sutanta; Habid HUBUNGAN FREKUENSI HIDROTERAPI (PO Al Hasbi; Dwi Riyani
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.01, JUNI 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i01.457

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Low back pain (LBP) dapat menyebabkan pembatasan activity faily living beraktifitas. Terapi pada penderita LBP salah satunya adalah  latihan fisik di air yaitu berenang. Berenang akan memperkuat otot-otot sekitar tulang belakang, mengurangi tekanan dari tulang dan struktur statis lainnya di punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi berenang dengan tingkat nyeri pada penderita LBP. Metode: Metode penelitian survai analitik, pendekatan studi retrospektif.  Populasi penelitian adalah seluruh penderita LBP yang berenang di kolam renang Umbul Tlatar Boyolali sejumlah 41 responden. Teknik sampling penelitian menggunakan accidental sampling. Jumlah sampel 34 responden. Analisis data univariate dan bivariat menggunakan sperman rho. Hasil: Frekuensi berenang pada penderita LBP rutin dan tidak rutin masing-masing sebanyak 17 responden (50%). Mayoritas tingkat nyeri dalam kategori nyeri berat yaitu 12 responden (35,3%). Ada hubungan frekuensi berenang dengan tingkat nyeri pada penderita LBP diperoleh nilai p-value 0,0001<0,05. Correlation Coefficient -0,610 yaitu kekuatan hubungan sedang dengan arah hubungan negatif. Simpulan:  Ada hubungan frekuensi berenang dengan tingkat nyeri pada penderita LBP kekuatan hubungan sedang dengan arah hubungan negatif. Hasil penelitian diharapkan menjadikan masukan untuk melakukan terapi berenang dalam mengurangi nyeri penderita LBP.Kata Kunci : Frekuensi berenang, tingkat nyeri, low back pain (LBP).THE RELATIONSHIP OF SWIMMING FREQUENCY WITH PAIN LEVELS IN LOW BACK PAIN PATIENTS IN UMBUL TLATAR BOYOLALIABSTRACTBackground: Low back pain (LBP) may cause activity faily living restrictions. Therapy in low back pain (LBP) is one of them is physical exercise in the water, namely swimming. Swimming will strengthen the muscles around the spine, reducing pressure from the bones and other static structures in the back. This study aims to find out the relationship of swimming frequency with pain levels in low back pain (LBP) sufferers. Method : Analytical survey research method, retrospective study approach.  The study population was all sufferers of low back pain (LBP) who swam in the pool Umbul Tlatar Boyolali a total of 41 respondents. Research sampling techniques use accidental sampling. Sample number of 34 respondents. Analysis of univariate and bivariate data using sperman rho. Result: Swimming frequency in patients with regular and unre routine Low back pain (LBP) of 17 respondents (50%). The majority of low back pain (LBP) patients in the category of severe pain were 12 respondents (35.3%). There is a relationship of swimming frequency with pain levels in low back pain (LBP) patients obtained a p-value value of 0.0001<0.05. Correlation Coefficient -0.610 i.e. the strength of moderate relationship with negative relationship direction. Conclusion : There is a relationship of swimming frequency with pain levels in low back pain (LBP) sufferers of moderate strength relationship with negative relationship direction. The results of the study are expected to make input to do swimming therapy in reducing low back pain (LBP).Keywords : Swimming frequency, pain level, low back pain (LBP).
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DAN SELF-CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Habid Al Hasbi; Amanda Putri Muslihah; Titik Anggraeni; Ahmad Syamsul Bahri
Jurnal Kebidanan VOLUME 16, NO.01 JUNI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v16i01.762

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia yang tidak dapat disembuhkan dan akan menyertai seumur hidup. Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan kualitas hidup masyarakat pada saat ini. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan self-care dengan kualitas hidup penderita diabetes militus tipe II di Puskesmas Magelang Selatan. Metode: Penelitian dilakukan di Puskesmas Magelang Selatan Kota Magelang pada bulan Mei 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Magelang Selatan berjumlah 620 jiwa per tahun 2023 dengan sampel 87 jiwa melalui purposive sampling. Uji analisis menggunakan uji statistic Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% (? < 0,05). Jika p-value < ? maka berarti ada hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil: Dari hasil uji Chi-Square didapatkan tingkat dukungan keluarga p-value 0,001 < 0,05, dan self-care p-value 0,001 < 0,05. Simpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dan self-care dengan kualitas hidup penderita DM tipe II di Puskesmas Magelang Selatan. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Dukungan Keluarga, Self Care Diabetes Melitus Tipe II