Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Perbandingan Metode Kuz-Ram dan Digital Image Analysis pada Tanah Penutup Tambang Batubara PT. XYZ, Kalimantan Timur Fanteri Aji Dharma Suparno; Haeruddin Haeruddin; Siti Aminah; Difan Tri Andalas
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v3i2.35059

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Kalimantan Timur. Metode penambangan yang digunakan adalah open pit dengan kegiatan pemberaian utama tanah penutup adalah peledakan. Fragmentasi menjadi faktor penting dalam peledakan dimana untuk perusahaan ini ukuran fragmentasi tidak melebihi 80 cm atau ≤ 15% berdasarkan pada ukuran bucket alat gali. Metode yang digunakan dalam menganalisis fragmentasi hasil peledakan yaitu Digital Image Analysis secara aktual di lapangan menggunakan perangkat lunak Split- Dekstop, dan secara teoritis menggunakan metode Kuz-Ram. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui dan membandingkan persentase distribusi ukuran fragmentasi hasil peledakan. Hasil dari analisis fragmentasi peledakan PT. XYZ di lapangan, dilakukan pada dua lokasi pengambilan data yaitu loading point A1 dan A2. Geometri peledakan ada A1 adalah burden 5,04 m, spasi 6,03 m, menghasilkan fragmentasi ukuran ≥ 80 cm sebesar 8,15% dan A2 adalah burden 5,2 m, spasi 5,7 m, menghasilkan fragmentasi 5,61% ini berdasarkan metode Digital Image Analysis dengan Split-Dekstop. Sedangkan dengan metode prediksi Kuz-Ram justru sebaliknya menghasilkan ukuran fragmentasi dengan persentase yang besar yaitu pada quarry B7 sebesar 24,17% dan B8 sebesar 22,99%, pada fragmentasi berukuran ≥ 80 cm.
Prediksi Harga Emas Tahun 2024-2025 Dengan Metode Autoregressive Moving Average (ARIMA) Pada Aplikasi RStudio Lestari, Rina; Jayanti, Lina Dwi; Suparno, Fanteri Aji D
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.29500

Abstract

Peningkatan harga emas di Indonesia mencerminkan pentingnya prediksi harga emas sebagai dasar pengambilan keputusan berinvestasi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga emas di Indonesia untuk periode 2024-2025 menggunakan metode autoregressive integrated moving average (ARIMA) melalui aplikasi rstudio. Data yang digunakan berupa data harga emas bulanan periode januari 2018 hingga desember 2023. Pemilihan model terbaik dipilih berdasarkan kriteria nilai terkecil AIC, BIC, MAPE, MAE, dan RMSE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model ARIMA (0,1,1) merupakan model terbaik untuk memprediksi harga emas dengan tingkat akurasi yang memadai. Nilai MAPE sebesar 11,63 menunjukkan rata-rata kesalahan prediksi yang dapat diterima. Hasil prediksi menunjukkan bahwa setiap bulannya harga emas mengalami kenaikan yang konsisten selama periode pengamatan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai harga emas pada bulan September 2024 sebesar Rp 1.493.022 terus mengalami kenaikan hingga 0,64% dan berhasil memperoleh nilai sebesar Rp 1.598.647 pada bulan Agustus 2025. Meskipun model ini tidak mempertimbangkan faktor eksternal seperti inflasi, nilai tukar mata uang, dan suku bunga, prediksi tetap memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa model ARIMA (0,1,1) efektif untuk peramalan harga emas berdasarkan data historis, memberikan manfaat dalam pengambilan keputusan investasi.
POTENTIAL FORMATION OF ACID MINE DRAINAGE BASED ON THE GEOCHEMISTRY OF GOLD ORE ROCKS Aminah, Siti; Haeruddin, Haeruddin; Suparno, Fanteri Aji Dharma; Irawan, Januar Fery
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 12 No. 1 (2025): Biolink August
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v12i1.14182

Abstract

Open pit mining activities can have many impacts on the environment, such as the formation of mine pits containing acid mine drainage. This requires proper and correct handling so as not to harm the environment. The acidity of mine drainage can vary greatly depending on the quantity and type of minerals it contains. The objectives of this research are: to identify and determine the rock materials that have the potential to generate acid mine drainage (AMD) as Potentially Acid Forming (PAF) rocks and Non-Acid Forming (NAF) rocks. The research began with sample preparation, mineralogical analysis, AAS, static testing, and XRF testing. The research results indicate that the samples are primarily composed of quartz, with some hematite and goethite grains observed as fine, curved pore fillings. Gold (Au) is found within the mineral electrum (AuAg). The minerals present in the gold ore rocks are predominantly oxides, consisting of 84.7% SiO2, 8.23% Fe2O3, and other components. The rock samples are classified as NAF, as indicated by the paste pH analysis results of 7.05 and 6.94, total sulfur analysis values of 0.37% and 6.43%, and NAPP values of -5.1 and -3.5.
Analisis Produktivitas Alat Bor Epiroc Power ROC T50 untuk mendukung Penambangan Bijih Yahya, Ilham; Aminah, Siti; Suparno, Fanteri Aji Dharma
Mining Science And Technology Journal Vol 4 No 1 (2025): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v4i1.876

Abstract

Kegiatan pengeboran tentunya perlu memperhatikan nilai produktivitas dari alat bor, agar dapat mengetahui apakah performa dari alat bor tersebut dinilai maksimal atau tidak. Masalah yang ditemukan pada penelitian ini yaitu alat bor tidak mampu mencapai target harian dalam pembuatan lubang bor untuk peledakan yang telah ditetapkan oleh PT X. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor apa yang mengakibatkan nilai produktivitas aktual di lapangan menurun sehingga nantinya dapat dilakukan usaha perbaikan untuk meningkatkan nilai efisiensi kerja alat bor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dengan menggunakan data-data aktual di lapangan, lalu dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus-rumus terkait sehingga dapat diketahui nilai produktivitas alat bor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya kondisi aktual alat bor dalam keadaan baik dengan bukti pada nilai Physical Availability sebesar 94,44% dan Mechanical Availability 90,38%, namun rendah pada nilai Use of Availability sebesar 55,29% dan Effective Utilization 52,22%, hal tersebut menunjukkan bahwa alat bor sering menganggur pada saat waktu operasional berlangsung. Kemudian untuk nilai produktivitas aktual alat bor yang didapatkan sebesar 441,08 m3/jam dengan rata-rata produksi lubang bor yang dihasilkan tiap hari sebanyak 41 lubang, sedangkan target dari perusahaan yaitu sebanyak 60 lubang. Setelah dilakukan perbaikan didapatkan kenaikan terhadap nilai efisiensi kerja alat bor yaitu Physical Availability sebesar 94,44%, Mechanical Availability menjadi 92,82%, Use of Availability sebesar 76,08%, dan Effective Utilization menjadi 71,85%. Tentunya nilai produktivitas alat bor juga mengalami kenaikan menjadi 624,96 m3/jam dan jumlah perkiraan lubang yang didapat kurang lebih antara 59-85 lubang perharinya.
Prediksi Harga Emas Tahun 2024-2025 dengan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) pada Aplikasi RStudio Jayanti, Lina Dwi; Lestari, Rina; Suparno, Fanteri Aji Dharma; Fachruzzaki, Fachruzzaki
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1253

Abstract

Peningkatan harga emas yang signifikan di Indonesia mencerminkan pentingnya prediksi harga emas sebagai dasar pengambilan keputusan berinvestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi harga emas di Indonesia untuk periode 2024-2025 menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) melalui aplikasi RStudio. Data yang digunakan berupa data harga emas bulan Januari 2018 - Desember 2023. Penelitian dimulai dengan analisis stasioneritas menggunakan differencing dan uji Augmented Dickey-Fuller (ADF) untuk memastikan data stasioner. Plot ACF dan PACF digunakan untuk mengindentifikasi komponen Autoregressive (AR) dan Moving Average (MA). Pemilihan model terbaik dipilih berdasarkan kriteria nilai terkecil AIC, BIC, MAPE, MAE, dan RMSE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model ARIMA (0,1,1) merupakan model terbaik untuk memprediksi harga emas dengan tingkat akurasi yang memadai. Nilai MAPE sebesar 11,63 menunjukkan rata-rata kesalahan prediksi yang dapat diterima. Prediksi harga emas menunjukkan tren kenaikan yang konsisten selama periode pengamatan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai harga emas pada bulan September 2024 sebesar Rp 1.493.022 terus mengalami kenaikan hingga 0,64% dan berhasil memperoleh nilai sebesar Rp 1.598.647 pada bulan Agustus 2025. Meskipun model ini tidak mempertimbangkan faktor eksternal seperti inflasi, nilai tukar mata uang, dan suku bunga, prediksi tetap memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor.
GLOBAL GOLD PRICE VOLATILITY AND ITS CORRELATION TO RESOURCE AND RESERVE DYNAMICS AT PT MERDEKA COPPER GOLD TBK Utari Retno Sulistyo Rini; Fanteri Aji Dharma Suparno; Siti Aminah; Haeruddin
INTAN Jurnal Penelitian Tambang Vol. 8 No. 2 (2025): INTAN: Jurnal Penelitian Tambang
Publisher : Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56139/intan.v8i2.346

Abstract

Gold (Au) commonly occurs as nuggets or grains in rock veins and alluvial deposits. Because of its scarcity, chemical stability, and distinctive properties, gold commands higher market prices than base metals. Global gold price volatility has a significant impact on the strategic decisions of mining companies. This study aims to quantify the correlation between international gold price fluctuations and the dynamics of gold resources and reserves at PT Merdeka Copper Gold Tbk. Using a quantitative approach, the average gold prices and the company's annually reported resource and reserve figures were analyzed. The Pearson correlation coefficient was employed to measure the strength and direction of the relationship. The results reveal a robust and statistically significant negative correlation. This inverse relationship suggests that periods of high price volatility are associated with a decrease in the company's reported gold resources and reserves. The findings highlight the significant impact of external market dynamics on resource management. It is recommended that stakeholders incorporate market volatility forecasts into long-term strategic planning and resource valuation models to enhance resilience.
Analisis Ketercapaian Produksi Expit Antara Data Rencana dan Aktual pada Februari 2023 di Site A PT XYZ, Nusa Tenggara Barat Fatmawati, Siti; Haeruddin, Haeruddin; Aminah, Siti; Suparno, Fanteri Aji Dharma; Mycharoka, Rachmad Kurnia Ramadhantio
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v4i1.39624

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan mineral yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada Februari 2023 target produksi expit sebesar 24.029.138 ton, dimana realisasi produksi di lapangan sebesar 20.069.678 ton dengan kata lain, terjadi deviasi sebesar -15,88%. Maka dari itu untuk meningkatkan kinerja produksi perusahaan agar target di bulan berikutnya dapat tercapai perlu dilakukan evaluasi dalam ketidatercapaian target produksi pada bulan Februari 2023. Penulis melakukan analisis pada faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian produksi. Setelah melakukan analisis data yang diperoleh dari departemen terkait, maka ditemukan empat faktor yang mempengaruhi ketercapaian produksi, yaitu physical avaibility, usage, productivity, dan working hour. Dari keempat faktor yang ditemukan, maka diambil satu faktor dominan, yaitu productivity yang mengalami loss sebesar 4.020.788 loading unit, sedangkan pada hauling unit mengalami loss sebesar 1.900.988. Setelah dianalisis faktor dominan yang mempengaruhi ketercapaian produksi, kemudian dijabarkan parameter dari faktor dominan tadi, dimana producivity dipengaruhi oleh cycle time dan payload alat. Mekanisme perhitungan cycle time loading unit dirinci menjadi hang time, spotting time, dan loading time. Sedangkan cycle time hauling unit dirinci menjadi dump time, load time, queue time, spot time, travel empty time, dan travel full time. Parameter lain yang mempengaruhi produktivitas hauling unit, yaitu distance, speed, dan payload. Setelah dilakukan analisa faktor ketidaktercapaian produksi, maka penulis dapat memberikan rekomendasi kepada perusahaan sebagai rencana perbaikan ketercapaian produksi di masa mendatang.
Optimasi Produktivitas Alat Angkut Berdasarkan Produksi Bijih Emas Pada Volumetric Loader Crushing Plant Pristanto, Fahreza Nanda; Ardyansyah, Muhammad Bayu; Aminah, Siti; Haeruddin, Haeruddin; Suparno, Fanteri Aji Dharma
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v5i1.48032

Abstract

Hauling is a very important process in the mining industry. Transport activities are not only carried out at the mine front, but there is also the transport of processed materials such as transporting gold ore from the crushing plant to the dumping area. The heavy equipment used in this process is divided into two, namely loading equipment and transportation equipment. The loading equipment used is a volumetric loader, while the transportation equipment used is a medium dump truck with a vessel capacity of 40 tons. This moving activity certainly requires determining the number of transport equipment to balance the productivity of the loading equipment used by analyzing the units used. Productivity analysis is very necessary to determine the achievement of a production which will also be influenced by the match factor between loading equipment and transportation equipment. The data used in the productivity analysis include gold ore production from the crushing plant, dump truck specifications, transportation equipment circulation time, obstacle time, and working hours obtained based on observations in the field. Determining the number of transport equipment units to serve the production of loading equipment has been carried out, but conditions in the field sometimes still result in queues of transport equipment and idle loading equipment. This resulted in the production target of moving gold ore not being achieved. Factors in the field that can influence include unfavorable weather and climate, the need for mechanical equipment operators and equipment repairs during operating hours. This has an impact on reducing the level of production achievement. The productivity results obtained by assuming that the resistance time factor was eliminated resulted in an increase in productivity of 9.78% compared to actual productivity, with an optimal number of dump trucks totaling 11 units. Keywords: hauling, productivity, match factor, resistance time
Pemanfaatan Teknologi Drone dalam Menganalisis Kemiringan Lereng Sebagai Upaya Mitigasi Longsor di Desa Suco Kabupaten Jember Novianto, Dian Wahyu Khaulan; Haeruddin, Haeruddin; Suparno, Fanteri Aji Dharma
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v5i2.53469

Abstract

Salah satu pemanfaatan teknologi drone adalah dalam mitigasi bencana longsor. Foto udara yang dihasilkan oleh drone tidak hanya berupa ortofoto, tetapi juga mencakup data Digital Elevation Model (DEM). DEM sendiri merupakan representasi digital dari ketinggian permukaan suatu area dalam bentuk tiga dimensi. Untuk menghasilkan informasi tentang tingkat kemiringan lereng, diperlukan data elevasi yang berasal dari DEM atau Digital Terrain Model (DTM). Kualitas DEM ditentukan oleh presisi, reliabilitas, dan akurasi data yang dihasilkan. Presisi dapat dicapai melalui metode fotogrametri, di mana kualitas data sangat bergantung pada sumber data seperti foto drone. DEM yang detail dan akurat akan meningkatkan kemampuan dalam pemodelan yang presisi. Perbedaan utama antara DEM presisi dan DEM non-presisi terletak pada tingkat detailnya. DEM presisi mampu merepresentasikan bentuk permukaan yang menyerupai kondisi nyata dengan nilai elevasi yang konsisten. Sebaliknya, DEM non-presisi, menurut South Australian Government Data Directory, tidak memiliki standar akurasi yang jelas dan sering kali dihasilkan dari proses aerotriangulasi dengan kualitas data rendah, sehingga resolusi dan presisinya rendah. Dalam penelitian ini, data DEM yang dihasilkan dari foto drone menggunakan UAV diolah menjadi DEM presisi untuk membuat peta kemiringan lereng yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pengolahan DEM dilakukan secara otomatis menggunakan algoritma penyaringan dari DSM (Digital Surface Model) ke DTM (Digital Terrain Model), serta secara manual melalui proses pengeditan DEM. Analisis kemiringan lereng dilakukan pada permukaan DEM untuk menentukan kelas-kelas kemiringan. Berdasarkan hasil penelitian, peta kemiringan lereng yang dihasilkan dari DEM presisi menggunakan foto drone telah memenuhi standar ketelitian geometri peta dasar BIG No.15 Tahun 2014. Peta ini sesuai untuk skala 1:2500 pada kelas 2, dengan perbedaan elevasi antara peta dan kondisi lapangan kurang dari 1 meter. Peta kemiringan lereng tersebut dapat digunakan sebagai parameter dalam analisis risiko longsor untuk mendukung upaya mitigasi bencana.