Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Gambaran Perilaku Hidup Sehat (PHBS) Pada Keluarga Anak Usia Sekolah di Pinggiran Sungai Kapuas Banjar Serasan Kec. Pontianak Timur Dodik Limansyah; Masmuri Masmuri; Nurul Hidayah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.17816

Abstract

ABSTRACT Health aspects considerations play role in efforts to improve the Human Development Index (HDI) in Indonesia. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) includes various actions that must be taken to prevent and treat diseases, maintain environmental cleanliness, improve maternal and child health, and promote overall well-being. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a series of actions taken based on awareness resulting from a learning process. These actions enable individuals, families, groups, or communities to independently maintain their health and actively contribute to improving public health. The purpose of the study is to give a general overview of the clean and healthy living practices that families in the East Pontinak working region of Banjar Serasan Health Center have adopted for their school-aged children.in the working area of Banjar Serasan Health Center, East Pontinak. The research method used in this study is descriptive analytic with a cross-sectional approach. The sample was taken using stratified random sampling with inclusion criteria consisting of families living in riverside communities, specifically RW 3 and RW 5, in the working area of Banjar Serasan Health Center. A total of 44 families (54%) fall into the category of having good knowledge, while 31% have sufficient knowledge. Respondents' attitudes toward the implementation of PHBS show that 73% are in the good category, based on the median score. According to the questionnaire results, many families still do not encourage their members to refrain from smoking inside the house. The majority of healthcare workers, 54%, support the implementation of PHBS. Keywords: PHBS. Family, School Age  ABSTRAK Aspek kesehatan menjadi faktor krusial dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) meliputi berbagai tindakan yang harus dilakukan dalam pencegahan dan penanganan penyakit, menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memelihara kesehatan secara umum.. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian tindakan yang dilakukan berdasarkan kesadaran hasil dari proses pembelajaran. Tindakan ini memungkinkan individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan diri serta berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.  memberikan gambaran perilaku hidup bersih dan sehat pada keluarga dengan anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan Pontinak Timur Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pengambilan sampel menggunakan Stratified random sampling dengan kriteria inklusi berupa keluarga yang ada di masyarakat pinggiran sungai yaitu RW 3 dan n RW 5   wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan. Sebanyak 44 keluarga (54%) termasuk dalam kategori pengetahuan baik, sedangkan 31% memiliki pengetahuan yang cukup. Sikap responden terhadap penerapan PHBS menunjukkan bahwa 73% berada dalam kategori baik, berdasarkan nilai median. Berdasarkan hasil kuesioner, masih terdapat banyak keluarga yang belum mendorong anggotanya untuk tidak merokok di dalam rumah. Sebagian besar tenaga kesehatan, yaitu 54%, mendukung penerapan PHBS. Kata Kunci: PHBS, Keluarga, Usia Sekolah
EDUKASI DAN IMPLEMENTASI SELF-HEALING DIGITAL UNTUK MENGURANGI KECEMASAN REMAJA TERDAMPAK PERUBAHAN LINGKUNGAN Nurul Hidayah; Florensa Florensa; Nisma Nisma; Popy Popy; Vina Ayu Suryani; Muhammad Luthfi
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan dan rendahnya resiliensi merupakan masalah psikologis yang umum dialami remaja, terutama di wilayah rawan bencana. Intervensi berbasis psikospiritual melalui aplikasi digital menjadi salah satu alternatif yang efektif dan mudah diakses. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi sekaligus menurunkan kecemasan siswa SMAN 1 Teluk Pakedai melalui implementasi aplikasi Qolbu Care. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan jiwa, praktik relaksasi pernapasan, doa, dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yang terintegrasi dalam aplikasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan refleksi pengalaman siswa setelah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan positif, berupa penurunan gejala kecemasan ringan hingga sedang serta peningkatan kemampuan adaptasi siswa dalam menghadapi tekanan akademik maupun lingkungan. Dari perspektif neurosains, perubahan ini berkaitan dengan berkurangnya hiperaktivitas amigdala, meningkatnya regulasi pada prefrontal cortex (PFC), serta neuroplastisitas pada jaringan PFC-amigdala-hipokampus yang mendukung peningkatan resiliensi. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas intervensi digital berbasis mindfulness dan resiliensi dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Dengan demikian, implementasi aplikasi Qolbu Care terbukti menjadi intervensi non-farmakologis yang efektif, fleksibel, dan terjangkau untuk menurunkan kecemasan serta meningkatkan resiliensi pada remaja, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses layanan psikologis formal.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BERKELANJUTAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBELAN SAMPIT PONTIANAK Nurul Jamil; Nurul Hidayah; Nisma Nisma
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan program pemerintah Indonesia yang telah lama digalakkan, namun penerapannya masih menghadapi berbagai kendala. Puskesmas Tambelan Sampit, Kota Pontianak, yang berada di wilayah padat penduduk dengan dominasi kawasan tepian Sungai Kapuas, menjadi salah satu lokasi dengan temuan awal bahwa sebagian masyarakat belum sepenuhnya menerapkan indikator PHBS, terutama terkait konsumsi buah dan sayur, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta perilaku merokok di lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai PHBS melalui program edukasi kesehatan yang terarah dan berkesinambungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan menggabungkan edukatif dan persuasif, dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Sampel penelitian berjumlah 36 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, yaitu mampu berbahasa Indonesia dengan baik, sehat secara fisik dan mental, serta menyatakan kesediaannya untuk mengikuti edukasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan responden dari 68% menjadi 82%, serta peningkatan rata-rata sikap dari 68% menjadi 83%. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan yang berkelanjutan dapat berkontribusi signifikan dalam peningkatan penerapan PHBS di masyarakat.
EDUKASI DIGITAL: OPTIMALISASI PERAN KADER KESEHATAN MELALUI VIDEO PEMBELAJARAN PEDULI STUNTING Masmuri Masmuri; Nurul Hidayah; Dodik Limansyah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan stunting membutuhkan peran aktif kader kesehatan serta dukungan masyarakat melalui edukasi yang efektif dan berkesinambungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat mengenai pencegahan stunting dengan memanfaatkan media video edukatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi program, pelatihan kader kesehatan terkait konsep dasar stunting dan teknik komunikasi, implementasi video pembelajaran pada kegiatan posyandu dan forum kesehatan, serta pendampingan dan evaluasi melalui observasi, pre-test, post-test, dan wawancara. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat bervariasi, yaitu rendah (16,7%), sedang (36,7%), dan tinggi (46,7%). Setelah intervensi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan signifikan, di mana seluruh peserta (100%) mencapai kategori pengetahuan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa media video edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting. Sebagai tindak lanjut, video diserahkan kepada Puskesmas Sukadana dan kader kesehatan untuk dimanfaatkan secara mandiri, serta dijalin kerja sama dengan pemerintah desa di Kabupaten Kayong Utara guna memperluas cakupan edukasi.
INOVASI EDUKASI KESEHATAN IBU HAMIL: PENDAMPINGAN KADER BERBASIS MODEL SMEERI MELALUI JINGLE EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN Nisma Nisma; Nurul Jamil; Nurul Hidayah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu hamil mencerminkan kualitas sistem kesehatan suatu bangsa. Rendahnya pengetahuan ibu hamil dan keluarga terhadap tanda bahaya kehamilan menjadi tantangan utama yang membutuhkan solusi edukatif, terutama di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini tanda bahaya kehamilan melalui penerapan Model Self-Management Education for Pregnancy Risk (SMEERI) dengan media jingle edukatif sebagai sarana pembelajaran yang menarik, sederhana, dan mudah diingat. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Telok Pakkedai, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan melibatkan 15 kader kesehatan sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi pendampingan dan evaluasi pengetahuan kader melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukan nilai rata-rata pengetahuan kader meningkat dari 60% pada pre-test menjadi 93% pada post-test. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas media jingle edukatif dalam memperkuat pengetahuan kader kesehatan.
PENINGKATAN KESADARAN REMAJA TERHADAP BAHAYA PERGAULAN BEBAS DI ERA DIGITAL MELALUI PENDEKATAN PEER EDUCATION Dodik Limansyah; Masmuri Masmuri; Nurul Hidayah; Ruri Virdiyanti
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergaulan bebas di era digital dapat membawa dampak serius bagi remaja jika tidak diwaspadai. Namun, dengan dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar, remaja dapat belajar untuk memilih pergaulan yang sehat dan positif. Prinsip “Love Yourself, Protect Yourself” dapat dijadikan pegangan bagi setiap remaja dalam menjalani kehidupan sosialnya di era digital. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya pergaulan bebas adalah melalui pendidikan kesehatan dengan metode peer education. Metode ini dikemas secara sistematis dan menarik, sehingga mampu meningkatkan partisipasi serta minat peserta. Pelatihan peer educator menjadi komponen kunci dalam memastikan para pendidik sebaya memiliki pengetahuan, sikap, dan kepercayaan diri yang memadai. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap partisipan remaja dalam keterampilan pendidikan teman sebaya (peer education) setelah diberikan intervensi edukasi tentang bahaya pergaulan bebas di era digital. Peningkatan tersebut mencapai ≥ 70%, melampaui target capaian sebelumnya sebesar ≥ 30%, berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui sesi diskusi tanya jawab serta pengisian lembar kuesioner. Melalui metode edukasi ini, diharapkan remaja mampu menghadapi berbagai bahaya dan dampak negatif dari pergaulan bebas di era digital, serta berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik, khususnya bagi remaja di wilayah Kabupaten Kayong Utara
PENINGKATAN KESADARAN SPIRITUAL DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DI RUMAH SAKIT X PONTIANAK Nurul Jamil; Nurul Hidayah; Nisma Nisma
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan kualitas hidup pasien rawat inap di Rumah Sakit X Pontianak sebagai bagian dari upaya pelayanan kesehatan holistik berbasis nilai-nilai Islami. Program ini dilaksanakan melalui penyuluhan, pendampingan spiritual, dan praktik teknik relaksasi religius yang dirancang untuk membantu pasien memahami, mengenali, serta memenuhi kebutuhan spiritual mereka selama menjalani perawatan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi melalui audiovisual. Proses Pengabdian melibatkan 14 pasien rawat inap dengan masalah penyakit terminal Gagal Ginjal Kronis (GGK). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat kesadaran spiritual pasien setelah mengikuti program. Seluruh peserta mencapai kategori kesadaran spiritual baik hingga tinggi pada evaluasi akhir yang sebelumnya didominasi oleh kategori sedang dan rendah. Peningkatan ini juga tercermin pada respons pasien yang melaporkan perasaan lebih tenang, peningkatan coping religius, serta motivasi penyembuhan yang lebih baik. Rekomendasi selanjutnya adalah pengintegrasian kegiatan pendampingan spiritual secara berkelanjutan dalam standar pelayanan keperawatan dan proses asuhan keperawatan serta pengembangan sistem edukasi yang lebih komprehensif.