Weny Wiyono
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI PUSKESMAS MINANGA MANADO Antyka Bellah Esti Kawa; Weny Wiyono; Deby Mpila
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpatuhan terhadap pengobatan menjadi hambatan utama untuk mencapai hasil terapi yang optimal pada pasien penyakit kronis dengan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Minanga Manado menggunakan kuesioner MMAS-8 terhadap 46 responden. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan karakteristik pasien, hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan sebesar 60,87%, berusia 56-65 tahun sebesar 34,78%, tingkat pendidikan SMA sebesar 50,00%, pekerjaan ibu rumah tangga sebesar 50,00%, pasien dengan penyakit penyerta hipertensi sebesar 56,52%, dan jenis pengobatan kombinasi sebesar 52,17%. Berdasarkan tingkat kepatuhan pasien, hasil penelitian menunjukkan pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 7 responden (15,22%), kepatuhan sedang sebanyak 12 responden (26,09%), dan kepatuhan rendah sebanyak 27 responden (58,70%). Kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Minanga Manado tergolong kepatuhan rendah.
Studi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Antibiotik di Kelurahan Ardipura Kota Jayapura Tasya Arta Mevia Putri Santoso; Weny Wiyono; Deby Mpila
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik merupakan golongan senyawa alami atau sintesis yang memiliki kemampuan untuk menekan atau menghentikan proses biokimiawi dalam suatu mikroorganisme, khususnya proses infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang, sehingga apabila pengetahuan seseorang tidak tepat maka akan berdampak pada penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik di Kelurahan Ardipura, Kecamatan Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional terhadap 394 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu tingkat pengetahuan antibiotik pada masyarakat di Kelurahan Ardipura, Jayapura yang termasuk kategori baik (37%), cukup (33%) dan kurang baik (30%). Mayoritas tingkat pengetahuan tentang antibiotik pada masyarakat di Kelurahan Ardipura termasuk kategori Baik. Kata kunci: Antibiotik, tingkat pengetahuan, kelurahan ardipura
Hubungan karakteristik sosiodemografi masyarakat dan pengetahuan terhadap sikap menggunakan antibiotik di apotik di kecamatan beo, kabupaten talaud Given Awulle Mamusung; Weny Wiyono; Deby Mpila; Julianri Lebang; Welong Surya
PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.41942

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam pelayanan kesehatan seringkali tidak tepat sehingga dapat menimbulkan pengobatan kurang efektif, peningkatan risiko terhadap keamanan pasien, meluasnya resistensi dan tingginya biaya pengobatan. Berbagai faktor memengaruhi penggunaan antibiotika di kalangan masyarakat seperti faktor pengetahuan dan karakteristik sosiodemografi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah respoden sebanyak 96 orang. Pengujian dan analisis data menggunakan program perangkat lunak IBM Statistics 25 SPSS dan analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian yang di peroleh dari analisis univariat menunjukan kelompok umur paling banyak (18-30 tahun ( 54,2%), jenis kelamin (laki-laki ( 63,5%), pendidikan (kelompok yang tidak sekolah atau tidak tamat sekolah ( 74,0%), pekerjaan (pegawai/nelayan/buruh/pedagang ( 52,1%), pendapatan (> 2,000,000.- ( 84,4%), pengetahuan (baik ( 64,6%) dan sikap (kurang baik ( 60,4%), antibiotik yang paling banyak dibeli adalah amoksisillin (74%). Dari hasil analisis bivariat berdasarkan uji chi square menunjukan tidak terdapat hubungan antara umur dan pendapatan dengan sikap dalam menggunakan antibiotik oral. Tetapi, terdapat hubungan antara pengetahuan, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan dengan sikap dalam menggunakan antibiotik oral pada masyarakat.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Angelia Ekaningtyas; Weny Wiyono; Deby Mpila
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37421

Abstract

ABSTRACT The increase of hypertension cases causes an increase in antihypertensive drug use, and it also increases the irrationality potential of antihypertensive drug use. This study aims to evaluate the appropriateness of antihypertensive drugs in hypertensive patients at the Kolongan Health Center based on four indicators, namely the right indication, the right patient, the right drug, and the right dose. This study is an observational study with retrospective data collection on the patient's medical record using the purposive sampling technique. This study was conducted on 133 medical records with a diagnosis of hypertension with or without comorbidities who received antihypertensive drugs for November 2020 - February 2021. The result showed that the evaluation of the accuracy of antihypertensive drugs obtained, there is the right indication by 100%, the right patient by 100%, the right drug by 87.22%, and the right dose by 85.71%. Keywords: Evaluation, Hypertension, Antihypertensive, Public Health Center    ABSTRAK Peningkatan kasus hipertensi menyebabkan peningkatan penggunaan obat antihipertensi sekaligus dapat meningkatkan potensi terjadinya ketidakrasionalan dalam penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kolongan berdasarkan empat indikator yaitu tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medis pasien menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan terhadap 133 catatan medik dengan diagnosa hipertensi dengan atau tanpa penyerta yang memperoleh obat antihipertensi periode November 2020 – Februari 2021. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi yang diperoleh yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat pasien sebesar 100%, tepat obat sebesar 87,22% dan tepat dosis sebesar 85,71%. Kata kunci: Evaluasi, Hipertensi, Antihipertensi, Puskesmas
PENGETAHUAN, PERSEPSI DAN HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP PROFESI APOTEKER SELAMA PANDEMI COVID-19 DI BEBERAPA APOTEK KECAMATAN SARIO Nathanael Yngwie Christian Subadio; Weny Wiyono; Deby A. Mpila
PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.39140

Abstract

ABSTRACTPharmacists are Pharmacists who have graduated as Pharmacists and have taken the oath of office of Pharmacists. Pharmacists are required to provide pharmaceutical care at a Pharmacy under the Regulation of the Minister of Health number 73 of 2016. This study aims to know the knowledge, perception and expectations of the community towards the Pharmacist during the Covid-19 pandemic in several Pharmacies in the Sario District. This study is a qualitative descriptive study with in-depth interviews with 28 respondents who met the inclusion criteria. The results obtained are that the public knows the existence of Pharmacists in Pharmacies and the pharmaceutical care only prescription services and drug information services, in the form of information on the use and how to take drugs. Meanwhile, the public can only provide descriptions related to counseling services, home pharmacy care, therapeutic drug monitoring and monitoring of drug side effects. The public hopes that the Pharmacist at the Pharmacy can provide telemedicine services during the Covid-19 pandemic. The community also expects Pharmacists to introduce their profession to the community, increase the presence of Pharmacists in Pharmacies and provide comprehensive pharmaceutical care.Keywords: Public, pharmaceutical care, knowledge, perception, expectationABSTRAKApoteker merupakan sarjana farmasi yang telah lulus Apoteker dan mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Apoteker dituntut untuk melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 73 tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, persepsi dan harapan masyarakat terhadap profesi Apoteker selama pandemi Covid-19 di beberapa Apotek Kecamatan Sario. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 28 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian diperoleh yaitu masyarakat mengetahui keberadaan Apoteker di Apotek dan pelayanan kefarmasian yang dilakukan hanya pada pelayanan resep dan pelayanan informasi obat, berupa informasi kegunaan dan cara penggunaan obat. Sedangkan masyarakat hanya memberikan gambaran terkait pelayanan konseling, pelayanan kefarmasian di rumah, pemantauan terapi obat dan monitoring efek samping obat. Masyarakat berharap profesi Apoteker di Apotek dapat memberikan pelayanan telemedicine selama pandemi Covid-19. Masyarakat juga mengharapkan Apoteker dapat memperkenalkan profesinya ke masyarakat luas, meningkatkan kehadiran Apoteker di Apotek dan memberikan pelayanan kefarmasian secara menyeluruh.Kata kunci: Masyarakat, pelayanan kefarmasian, pengetahuan, persepsi, harapan
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Covid-19 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari-Maret 2021 Christian Aseng; Weny Wiyono; Meilani Jayanti
PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.42200

Abstract

Covid-19 adalah penyakit infeksi jenis baru yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan dan kuantitas penggunaan antibiotik yang diberikan pada pasien Covid-19 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari-Maret 2021. Didapatkan sebanyak 60 sampel rekam medis, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD. Didapat 7 jenis antibiotik yang diberikan pada pasien Covid-19 yaitu  Azitromisin (51,72%), Seftriakson (22,99%), Levofloksasin (17,24%), Sefadroksil (2,30%), Meropenem (2,30%), Moksifloksasin (2,30%) dan Siprofloksasin (1,15%). Diperoleh nilai total DDD/100 pasien-hari sebesar 97,36 DDD/100 pasien-hari, antibiotik Azitromisin memiliki nilai DDD/100 hari-pasien tertinggi sebesar 44,54 DDD/100 pasien-hari, dan antibiotik yang masuk dalam segmen 90% adalah Azitromisin (45,75%), Seftriakson (29,85%) dan Levofloksasin (16,02%).