Weny Wiyono
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PKM KELOMPOK PKK DAN DASAWISMA DI KELURAHAN GIRIAN WERU DUA KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG MELALUI PELATIHAN DAN PEMBUATAN JAHE WANGI DAN KUNYIT ASAM INSTAN DARI TANAMAN OBAT Citraningtyas, Gayatri; Wewengkang, Defny; Wiyono, Weny
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman obat sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk herbal baik berupa obatobatan, kosmetik bahkan makanan dan minuman. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan tentang tanaman obat dan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman jahe dan kunyit sebagai produk minuman instan untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Pengabdian masyarakat ini ditargetkan untuk kelompok PKK dan kelompok Dasawisma. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap yaitu penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman obat dan pelatihan pembuatan jahe wangi dan kunyit asam instan. Hasil menunjukkan bahwa minuman instan dari sari hasil perasan lebih diminati dan tahan lama dibandingkan minuman instan dari simplisia jahe dan kunyit. Hal ini disebabkan karena proses pengeringan rajangan jahe dan kunyit yang tidak sempurna (tidak dijemur di bawah matahari langsung) sehingga menyebabkan rajangan tersebut rentan terhadap mikroorganisme dan cepat berjamur. Kesimpulannya antara lain ada peningkatan pengetahuan kelompok Mitra terhadap pemanfaatan tanaman obat lewat penyuluhan yang diberikan, dilihat dari antusiasme tanya jawab serta diskusi aktif dari para peserta, serta ada produk jahe wangi dan kunyit asam instan yang dibuat oleh kelompok Mitra beserta dokumentasinya._____________________________________________________________________________Kata Kunci: Tanaman Obat, Jahe Wangi, Kunyit Asam, Minuman Instan
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN SESEWANUA (CLERODENDRON SQUAMATUM VAHL.) Pratasik, Meyla; Yamlean, Paulina; Wiyono, Weny
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Sesewanua Leaves (Clerodendron squamatum Vahl.) have the potential to be made as skin care cosmetic preparations but must be in the right formulation to achieve the desired effect. The aim of this study was to determine the physical stability of a cream from Sesewanua leaf extract. This study used a experimental method by making ethanol extract of Sesewanua leaves with a concentration of 0.5% and physical stability test. Physical evaluation was carried out before and after cycling test through organoleptic observation, homogenety test, pH test, dispersion test, adhesion test, viscosity test, centrifugation test and cream type determination. The results of the physical evaluation showed that F1 without Sesewanua leaf extract and F2 with Sesewanua leaf extract creams met the requirements of physical stability, so can be concluded that Sesewanua leaf extract can be formulated into cream preparations with concentration of 0.5% which is physically stable before and after cycling test. Keywords: Sesewanua Leaves, Cream, Physical Stability  ABSTRAK Daun Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.) berpotensi untuk dibuat sebagai sediaan kosmetik perawatan kulit namun harus dengan formulasi yang tepat agar mencapai efek yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan krim ekstrak daun sesewanua. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat krim ekstrak etanol daun Sesewanua dengan konsentrasi 0,5% dan uji stabilitas fisik. Evaluasi fisik dilakukan sebelum dan sesudah cycling test melalui pengamatan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji sentrifugasi dan penentuan tipe krim. Hasil evaluasi fisik menunjukkan krim F1 tanpa ekstrak daun Sesewanua dan F2 dengan ekstrak daun Sesewanua memenuhi persyaratan stabilitas fisik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ekstrak daun sesewanua dapat diformulasi menjadi sediaan krim dengan konsentrasi 0,5% yang stabil secara fisik sebelum dan sesudah cycling test. Kata Kunci : Daun Sesewanua, Krim, Stabilitas Fisik
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN TERHADAP PELAPORAN DAN SISTEM PELAPORAN MEDICATION ERROR DI RSU MONOMPIA GMIBM KOTA KOTAMOBAGU Baluntu, Dwi; Wiyono, Weny; Mamarimbing, Marina
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research to determine the knowledge and attitudes of health workers regarding reporting and reporting systems of medication errors has been carried out. Medication errors is any event that can cause or resulted  in improper health services or harm to patients that actually can be avoided. This research is a qualitative descriptive study using in-depth interviews with data analysis conducted using thematic analysis. The results showed that the health workers at Monompia General Hospital GMIBM Kotamobagu did not understand the reporting of medication errors, decision making to report medication errors was determined by the severity of the result of errors and lack of reporting due to fear of disciplinary action and fear of losing their jobs. Monompia General Hospital GMIBM Kotamobagu City continues to strive to improve the quality of health services, but the limitations of facilities and infrastructure as well as human resources were the obsracles. Keywords : Knowledge, Medication Errors, Reporting System ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan mengenai pelaporan dan sistem pelaporan medication error. Medication error merupakan setiap kejadian yang dapat menyebabkan atau berakibat pada  pelayanan kesehatan yang tidak tepat atau membahayakan pasien yang sebenarnya dapat dihindari. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif menggunakan wawancara mendalam dengan analisis data yang dilakukan menggunakan tematik analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa tenaga kesehatan  di RSU Monompia GMIBM Kota Kotamobagu belum memahami mengenai pelaporan medication error, pengambilan keputusan untuk melaporkan kesalahan pengobatan ditentukan oleh tingkat keparahan hasil dari kesalahan dan minimnya tingkat pelaporan disebabkan karena tenaga kesehatan takut tindakan disiplin serta takut kehilangan pekerjaan. RSU Monompia GMIBM Kota Kotamobagu terus berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, tetapi keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia menjadi kendala tesendiri. Kata kunci : Pengetahuan, Medication error, sistem pelaporan
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL HERBA SELEDRI (Apium graveolens L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Hutauruk, Hamido; Yamlean, Paulina V. Y.; Wiyono, Weny
PHARMACON Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.27412

Abstract

ABSTRACT Celery plants (Apium graveolens L.) contain flavonoids, saponins, 1% tannins, 0.033% essential oils, apiin, apigenin, choline, lipase, asparagine. which can inhibit bacterial activity. This study aims to formulate, and test the antibacterial activity of liquid celery herbal soap (Apium graveolens L) liquid soap preparations at concentrations of 1%, 2%, 4% and 8%. This study uses an experimental method by testing the parameters of the physical evaluation requirements of liquid soap preparations. Physical evaluation of the preparation includes organoleptic test, pH test, high test and foam stability, water content test, free alkali test, specific gravity test and irritation test. The results of the study on the quality test or physical evaluation of celery herbal liquid soap liquid with a concentration of 1%, 2%, 4% and 8% meet the requirements set by SNI. Antibacterial testing of celery herbal liquid soap preparations against Staphylococcus aureus bacteria observed on UV-Vis spectrophotometer produced a minimum inhibitory level of 1.267 for a concentration of 1%, 0.45 for a concentration of 2%, -0.037 for a concentration of 4%, and -0.124 for a concentration of 8 %. It can be concluded that liquid soap concentrations of 1%, 2%, 4% and 8% of celery herbal extract can be formulated as liquid soap preparations and have antibacterial activity at concentrations of 1%, 2%, 4%, and 8%. Keywords: Celery (Apium graveolens L), Liquid soap, Staphylococcus aureus, Antibacterial ABSTRAK Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) mengandung flavonoid, saponin, tannin 1%, minyak atsiri 0,033 %, apiin, apigenin, kolin, lipase, asparagine. yang mampu menghambat aktivitas bakteri.  Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi, serta menguji aktivitas antibakteri sediaan sabun cair ekstrak etanol herba Seledri (Apium graveolens L) pada kosentrasi 1%, 2%, 4% dan 8%. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan melakukan pengujian parameter persyaratan evaluasi fisik sediaan sabun cair. Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji tinggi dan kestabilan busa, uji kadar air, uji alkali bebas, uji bobot jenis dan uji iritasi. Hasil penelitian pada uji kualitas atau evaluasi fisik dari sabun cair Ekstrak Etanol Herba Seledri dengan konsentrasi 1%, 2%, 4% dan 8%   memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh SNI. Pengujian antibakteri sediaan sabun cair Ekstrak Etanol Herba Seledri pada bakteri staphylococcus aureus yang diamati pada spektrofotometer UV-Vis menghasilkan kadar hambat minimum 1,267 untuk konsentrasi 1%, 0,45 untuk konsentrasi 2%, -0,037 untuk konsentrasi 4%, dan -0,124 untuk konsentrasi 8%. Dapat disimpulkan bahwa sabun cair kosentrasi 1%, 2%, 4% dan 8% Ekstrak Etanol Herba Seledri dapat diformulasi sebagai sediaan sabun cair yang stabil dan memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1%, 2%, 4%, dan 8%.Kata kunci : Seledri (Apium graveolens L), Sabun cair, Staphylococcus aureus, Antibakteri
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumonia ISOLAT URIN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH Puasa, Novanda S.; Fatimawali, Fatimawali; Wiyono, Weny
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29379

Abstract

ABSTRACTRed galangal rhizome is a plant that has various properties including as an antibacterial and antifungal. Red galangal rhizome in addition to containing essential oils also contains flavonoid, phenol and terpenoid compounds. Red galangal is also used as a basic ingredient of modern medicine. The content of flavonoid compounds which are thought to inhibit the growth of bacteria. This study aims to determine the antibacterial activity of red galangal rhizome extract (Alpinia purpurata K.Schum) against the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria of urine isolates in urinary tract infections patients. Red galangal rhizome plants were extracted by maceration method using 96% ethanol solvent. Antibacterial activity test was carried out using the disc and wells method. The results showed that the red galangal rhizome extract has antibacterial activity against the bacteria Klebsiella pneumoniae. In the disc method for concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% the average diameter of the clear zone is 13 mm, 12.3 mm, 10.6 mm, 10.5 mm and 9.8 mm. The ability of antibacterial activity is included in the strong category because it has an inhibition of 10-20 mm. In the method of wells the average diameter of the clear zone is 15.6 mm, 14.6 mm, 13.6 mm, 13 mm and 11.3 mm. The ability of antibacterial activity in the well method of concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% is included in the strong category because the average diameter of inhibition is 10-20 mm.Keywords: Alpinia purpurata K. Schum, Klebsiella pneumoniae, Red Galangal Rhizome ABSTRAKRimpang Lengkuas merah merupakan tanaman yang memiliki berbagai khasiat di antaranya sebagai antibakteri dan antijamur. Rimpang Lengkuas merah selain mengandung minyak atsiri juga mengandung golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid. Lengkuas Merah juga digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan moderen. Kandungan senyawa flavonoid yang diduga dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang telah resisten antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak rimpang Lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum) terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat urin pada penderita infeksi saluran kemih. Tanaman rimpang Lengkuas merah di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode cakram dan sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang Lengkuas merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram untuk konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% rata-rata diameter zona beningnya 13 mm, 12,3 mm, 10,6 mm, 10,5 mm dan 9,8 mm. Kemampuan aktivitas antibakteri termasuk dalam kategori kuat karena memiliki daya hambat 10 – 20 mm. Pada metode sumuran rata-rata diameter zona beningnya ialah 15,6 mm, 14,6 mm, 13,6 mm, 13 mm dan 11,3 mm.  Kemampuan aktivitas antibakteri pada metode sumuran konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% termasuk dalam kategori kuat karena rata-rata diameter daya hambatnya 10 – 20 mm.Kata kunci : Rimpang Lengkuas merah, Alpinia purpurata K.Schum, Klebsiella pneumoniae
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI INSTALASI RAWAT INAP BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2010 Simamora, Vethreeany; Tjitrosantoso, Heedy; Wiyono, Weny
PHARMACON Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.1.2012.442

Abstract

This study aims to examine the patterns of the use of antituberculosis drugs (OAT) and to evaluate thesuitability of the use of OAT based on the Guidelines for Tuberculosis Control 2009 by Ministry ofHealth RI, in hospitalized patients with pulmonary tuberculosis in BLU RSUP Prof. Dr. R. D. KandouManado period January to December 2010. This study is a descriptive survey research and datacollection carried out retrospectively. Data was analyzed with descriptive analysis. The resultsshowed patients with category 1 of an intensive phase is given the alloy HRZE or 4FDC andcontinoum phase patients is given the alloy HR. Category 2 patients, the 2-month intensive phase isgiven the alloy HRZES and for category 2 patients at 1-month intensive phase is given the alloyHRZE. A total of 97.7% of patients prescribed a single drug dosage OAT (generic) and 2.3% ofpatients prescribed OAT FDC. Based on the suitability of the selection of alloys OAT, for thetreatment of category 1 have met the suitability of 94.7% and category 2 is 66.7%, compliance withthe standards of the Guidelines for Tuberculosis Control 2009 by Ministry of Health RI.Keywords: OAT, pulmonary tuberculosis, hospitalized patients
IDENTIFIKASI INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA PASIEN STROKE RAWAT INAP DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Solang, Natasia G; Wiyono, Weny; Mpila, Deby Afriani
PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.32749

Abstract

ABSTRACTMost stroke patients receive polypharmacy, because most stroke patients have complications. Stroke therapy is important because if an interaction occurs, it can cause an increased risk of hospitalized patients and higher health care costs. This study is a descriptive study which aims to determine the prevalence of potential drug interactions that occur in inpatients of stroke hospitalization at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado with retrospective data collection in October-December 2017. Samples were obtained as many as 40 patients. The results showed potential drug interactions in 20 patients (50%), with 57 potential interactions. Based on the mechanism, 30 events (52.63%) were pharmacokinetic, 15 events (26.31%) included in the pharmacokinetic and pharmacodynamic combination and 12 events (21.05%) were pharmacodynamic. The potential severity of the drug, at the moderate level was found to be 27 potential (47.36%), at the minor level 16 potential (28.07%) and at the major level with 14 potential (24.56%). Keywords: Drug Interaction, Stroke ABSTRAKKebanyakan pasien stroke menerima obat polifarmasi karena sebagian besar pasien stroke mengalami komplikasi. Terapi penyakit stroke sangat penting karena jika terjadi interaksi dapat menyebabkan peningkatan risiko pasien dirawat rawat inap dan biaya perawatan kesehatan akan lebih tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui prevalensi interaksi obat potensial yang terjadi pada pasien stroke rawat inap di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dengan pengambilan data secara retrospektif pada bulan oktober-desember 2017. Sampel diperoleh sebanyak 40 pasien. Hasil penelitian menunjukan adanya interaksi obat potensial pada 20 pasien (50%), dengan jumlah potensial interaksi sebanyak 57 kejadian. Berdasarkan mekanismenya, 30 kejadian (52,63%) merupakan farmakokinetik, 15 kejadian (26,31%) termasuk dalam kombinasi farmakokinetik dan farmakodinamik dan 12 kejadian (21,05%) merupakan farmakodinamik. Tingkat keparahan potensial interaksi obat, pada tingkat moderate didapati 27 potensi (47,36%), pada tingkat minor 16 potensi (28,07%) dan pada tingkat major dengan 14 potensi (24,56%). Kata Kunci: Interaksi Obat, Stroke
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN PPOK (PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS) DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO Hathasary, Rochmat Hidayat; Wiyono, Weny; Mpila, Deby Afriani
PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.32748

Abstract

ABSTRACTChronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic lung disease characterized by limited airflow in the airways that is not completely reversible and is progressive. The accuracy of drug use in this study is that patients receive treatment which is then evaluated for its accuracy based on the right category of indication, right drug, right patient, and right dose. This study aims to identify the characteristics and presentation of the accuracy of drug use in COPD patients. This study is a descriptive study with retrospective data collection from 30 medical records of  COPD patients for the period July - September 2020. The results of the study based on the characteristics of COPD patients showed that the number of male patients was greater than that of women, namely 23 patients (76.67%) and The highest number of patients was in the 56-65 years age group of 13 patients (43.33%). Diseases of the digestive system were the most common comorbidities found in 2 patients (6.67%) and 3-4 drugs were prescribed more, namely in 16 patients (53.34%). The percentage of accuracy of drug use consisted of 93.33% right indication, 53.33% right drug, 100% correct patient, and 96.67% correct dose. Keywords: drug evaluation , COPD, outpatient  ABSTRAKPenyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara di dalam saluran napas yang tidak sepenuhnya reversible dan bersifat progresif. Ketepatan penggunaan obat dalam penelitian ini adalah pasien menerima pengobatan yang kemudian di evaluasi ketepatannya berdasarkan kategori tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan presentasi ketepatan penggunaan obat pada pasien PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari 30 catatan rekam medik pasien PPOK periode Juli - September 2020. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien PPOK menunjukkan jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibanding perempuan yaitu sebesar 23 pasien (76,67%) dan jumlah pasien terbanyak pada kelompok usia 56-65 tahun sebesar 13 pasien (43,33%). Penyakit pada sistem pencernaan merupakan penyakit penyerta terbanyak yang ditemukan pada 2 pasien (6,67%) dan 3-4 obat diresepkan lebih banyak yaitu pada 16 pasien (53,34%). Persentase ketepatan penggunaan obat terdiri dari tepat indikasi 93,33%, tepat obat 53,33%, tepat pasien 100%, dan tepat dosis 96,67%. Kata kunci: Evaluasi Obat, PPOK, rawat jalan
UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH LABU KUNING (Cucurbita moschata D.) TERHADAP EDEMA PADA TELAPAK KAKI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus novergicus) Senewe, Merry; Yamlean, Paulina V.Y; Wiyono, Weny
PHARMACON Vol 2, No 1 (2013): pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.2.2013.1016

Abstract

ABSTRACT Inflamation is a protective response of body from injury of cell.Edema is an indication of inflammation.Pumpkin pericarp contains of flavonoid which has potency to decrease edema.The aims of this research were to study antiinflamation effect of ethanolic extract of pumpkin pericarp (Cucurbita moschata D.) with concentration 5, 10 and 20%on edema of white rat legs strain wistar.The subjects in this research were 15 white male rat strain wistar which divided into 5 groups, namely negative control (CMC),  positive control (Piroksikam) and extract group with concentration 5, 10 and 20%.Induction of 5% of chicken albumin on rats left leg lead to edema formation, followed with induction of CMC, Piroksikam solution and extractper oral. Measurement of edema volume was done using plestimometer, and observation of edema were made every 6 hours. The result shows that there were significant administration effects of pumpkin pericarp extract with concentration 5 and 10%. As a conclusion, ethanol extract of pumpkin pericarp exhibit potency to decrease edema.
Evaluasi Kepatuhan Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Simpang Raya, Banggai. Ni Made Novi Trisnayanti; Weny Wiyono; Deby Mpila
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NI MADE NOVI TRISNAYANTI. Evaluasi Kepatuhan Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Simpang Raya, Banggai Di bawah bimbingan WENY I. WIYONO sebagai ketua dan DEBY A. MPILA sebagai anggotaHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Kepatuhan terhadap penggunaan antihipertensi diperlukan untuk menjaga agar tekanan darah tetap terkontrol dan mencegah terjadinya komplikasi yang berujung pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam menggunakan antihipertensi di Puskesmas Simpang Raya, Banggai. Penelitian ini menggunakan kueisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 57 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi sebesar 21,05%, tingkat kepatuhan sedang sebesar 31,58%, dan tingkat kepatuhan rendah sebesar 47,37%. Dengan demikian tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Simpang Raya Banggai termasuk dalam kategori rendah.Kata kunci:    Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, MMAS-8.