Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Briket Arang Dari Sekam Dan Jerami Padi Fonny Rianawati; Muhammad Naparin
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i3.6580

Abstract

Kebakaran hutan pada lahan Gambut hampir setiap tahun selalu terjadi, dimana penyebab utamanya kebanyakan adalah akibat adanya aktivitas manusia dalam kegiatan pembukaan maupun pembersihan lahan, selain karena factor alam seperti adanya efek el nino yang menyebabkan peningkatan suhu muka bumi yang cukup tinggi yang menyebabkan banyak bahan bakar menjadi kering. Berdasarkan hasil dialog dengan masyarakat Desa Guntung Ujung, khususnya kelompok Pemuda Harapan diperoleh informasi bahwa selama ini mereka tidak pernah mendapatkan informasi, penyuluhan maupun pelatihan untuk memanfaatkan limbah tersebut, sehingga untuk menghilangkan jerami dan sekam padi yang ada di areal persawahan mereka lakukan dengan pembakaran, karena mereka beranggapan cara itulah yang paling mudah dan murah untuk dilakukan.  Oleh karenanya diperlukan suatu inovasi teknologi yang aplikatif dan mudah dilaksanakan oleh masyarakat untuk memanfaatkan limbah pasca panen tersebut sehingga menjadi suatu produk yang bernilai tambah dan dapat meningkatkan   kesejahteraan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain 1) pembinaan dan edukasi tentang bahaya yang ditimbulkan karena aktivitas tebas bakar dan dampaknya terhadap lingkungan 2) Pelatihan/bimbingan teknis pembuatan briket arang; 3) Pemotivasian; 4) Monitoring.  Hasil dari kegiatan ini adalah diperolehnya ketrampilan bagi mitra  untuk memanfaatkan limbah pasca panen untuk dijadikan briket.  sehingga dalam kegiatan pembersihan lahan mereka tidak lagi melakukan pembakaran, sehingga diharapkan dapat menekan tingginya hotspot karena pembakaran lahan oleh masyarakat dan dapat dijadikan suatu alternatif dalam upaya pengendalian kebakaran dilahan gambut.Kata kunci: Pengendalian kebakaran hutan dan lahan, pemanfaatan limbah pasca panen, briket arang
Pelatihan Pembudidayaan Dan Pemanfaatan Sirih Merah (Piper Crocatum) Menjadi Minuman Herbal Fonny Rianawati; Muhammad Naparin; Muhammad Helmi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i3.6530

Abstract

It has been almost six months that Indonesia has been shocked by the outbreak of the corona virus (Covid 19) which is characterized by illnesses ranging from mild ones such as the common cold to severe ones such as Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Red betel is a vine that can be planted in the yard of the house which is beneficial to the human body, because of its medicinal properties and the beauty of the leaves. The objectives of this Student Creativity Program are 1) How to cultivate red betel plants; 2) How to process red betel leaves into herbal drinks and 3) How to educate and motivate people to like these herbal beverage products to increase their body's resistance and immunity. The tools used in this study included dried and fresh red betel leaves, glasses, red betel cuttings, pots, organic fertilizer, sponge/cork, basin, and camera. The results of this technical guidence activities are in the form of 1) Herbal beverage products from red betel leaves, both in liquid and powder forms; 2) Red sirh puppies resulting from cultivation; 3) There is an increase in the skills of the community to utilize their yards by planting medicinal plants that are beneficial to increase endurance during the covid-19 pandemic. The results of this technical guidence, in addition to personal needs, can also be sold and used by other people so that they can increase family income. The technical guidence ran smoothly and the community enthusiastically participated in the whole series of activities marked by their active response to the material presented. Keywords: red betel leaves, herbal beverage, covid-19.
DAMPAK DIBUKANYA KEMBALI EKOWISATA TAHURA SULTAN ADAM MANDIANGIN SETELAH PANDEMI COVID-19 TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR Muhammad Naparin
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18203

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi dan pembangunan bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya. Taman Hutan Raya Sultan Adam (TAHURA) Mandiangin merupakan salah satu tempat wisata alam yang terdiri atas berbagai macam objek wisata, seperti potensi flora dan fauna, bangunan-bangunan sejarah, panorama alam, serta wisata pendidikan. Beberapa spot yang dijadikan sebagai tempat wisata antara lain bukit besar, kolam Belanda, benteng, pesanggrahan Belanda, dan air terjun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar Taman Hutan Raya Sultan Adam Mandiangin dan membandingkan pendapatan masyarakat sebelum dan setelah adanya aktifitas ekowisata di Taman Hutan Raya (TAHURA) Sultan Adam Mandiangin. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan sampel yang ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu. Jumlah sampel sebanyak 90 responden. Analisis data menggunakan pendekatan statistik dengan uji parametric T-Sampel Berpasangan. Hasil studi menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat sebelum dan setelah dibukanya kembali Taman Hutan Raya (TAHURA) Sultan Adam Mandiangin setelah pandemi covid-19 berbeda signifikan dan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat sekitar tempat wisata.
DAMPAK PENGEMBANGAN PANTAI TANJUNG DEWA TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT Shofiah Shofiah; Muhammad Naparin; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11037

Abstract

The sector that has the potential for development as an economic driver and development for coastal communities is tourism. One of the tourist destinations in Tanjung Dewa Beach, South Kalimantan Province, Indonesia is unique and different from general tourism due to its distinctive natural scenery such as Pulau Datu, a religious tourism site. This study aims to analyze the economic income of the community around Tanjung Dewa Beach and compare the income of the community before and after the tourism activities at Tanjung Dewa Beach. Data collection was carried out using a purposive sampling method through interviews with 90 respondents from the community of Tanjung Dewa Village using a questionnaire, and data were analyzed quantitatively using the Likert Scale method and scaling from 1-5. The result of the study shows that the community's income has increased due to the development of Tanjung Dewa Beach, which provides employment opportunities and business opportunities, thus increasing the income or earnings of the surrounding community. The development of tourism in Tanjung Dewa Beach has a significant impact on the community's income as shown by the Paired-Sample T-Test. The impact of tourism development has led to an increase in the income of the community.Sektor yang mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan yang menjadi penggerak ekonomi maupun pembangunan terhadap masyarakat pesisir yaitu pariwisata. Daerah di Indonesia yang mempunyai pesisir pantai salah satunya terdapat di Pantai Tajung Dewa Provinsi Kalimantan Selatan yang unik serta berbeda dari wisata pada umumnya karena memiliki pemandangan alam yang khas seperti Pulau Datu yang merupakan wisata religi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan ekonomi masyarakat disekitar Pantai Tanjung Dewa dan membandingkan pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah adanya aktifitas pariwisata di Pantai Tanjung Dewa. Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling secara wawancara menggunakan kuisioner kepada 90 responden masyarakat Desa Tanjung Dewa dan observasi dan analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Skala Likert dan penskalaan 1-5. Hasil dari penelitian yaitu Pendapatan masyarakat dengan adanya pengembangan Pantai Tanjung Dewa memberikan pengaruh terhadap meningkatnya pendapatan masyarakat, seperti terbukanya lapangan pekerjaan dan peluang untuk berusaha sehingga memberikan penambahan pendapatan atau penghasilan masyarakat sekitar. Pengembangan wisata Pantai Tanjung Dewa terhadap pendapatan masyarakat yang telah dilakukan Uji Parametrik T - sampel Berpasangan bahwa adanya pengaruh yang sangat nyata terhadap pendapatan masyarakat. Pengaruh adanya pengembangan wisata ini membuat pendapatan masyarakat menjadi meningkat.
PENGARUH PROGRAM HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI HUTAN DI DESA BATUAH KECAMATAN PAMUKAN BARAT Nofiantura Yosafat Goa; Muhammad Naparin; Muhammad Helmi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.8313

Abstract

Desa Batuah merupakan salah satu desa yang masyarakatnya terlibat dalam program HKm dan memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta belum pernah ada penelitian terkait pengaruh program HKm terhadap kesejahteraan masyarakat kelompok tani hutan di Desa Batuah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh program hutan kemasyarakatan terhadap kesejahteraan masyarakat kelompok tani hutan di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat. Analisis data menggunakan teknik analisis PLS-SEM dengan software Smart-PLS3 untuk uji validitas, pengukuran model struktural, dan goodness of fit. Hasil dari penelitian adalah program Hutan Kemasyarakatan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan kelompok tani hutan di Desa Batuah. Hal ini ditunjukan dengan nilai T value (2,953) dan nilai P value (0,003). Artinya Semakin baik program semakin baik pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat kelompok tani hutan, serta berdasarkan uji validitas indikator yang mengukur variabel program hutan kemasyarakatan, dimana dari 4 indikator pengukur terdapat 3 indikator yang tidak valid yaitu, penyuluhan, pengadaan bibit, dan kemampuan SDM sehingga yang menjadi pengukur HKm satu-satunya adalah kecukupan dana. Hal ini berarti faktor penyuluhan, pengadaan bibit, dan kemampuan sdm tidak dapat menjadi pengukur keberhasilan HKm. Hal ini berimplikasi pada fenomena di lapangan bahwa ketiga faktor tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap keberhasilan HKm, oleh karena itu fenomena ini dapat menjadi koreksi bagi pelaksana pendampingan program HKm di Desa Batuah, untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pendampingan karena dari hasil penelitian ini satu-satunya faktor pendorong keberhasilan program hkm adalah semata-mata kecukupan dana.
Analisis Program Hutan Kemasyarakatan Di KTH Batu Kura dan KTH Pinang Muda Kabupaten Tanah Laut Muhammad Adieb Rasyadi; Muhammad Naparin; Hafizianor Hafizianor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9631

Abstract

The social forestry program has been running since 2014 until now. The social forestry program has 5 schemes, one of which is community forestry which invites the community to intervene in implementing the social forestry program. The purpose of this research is to analyze the implementation of community forestry programs through institutional, technical, economic and ecological aspects. The respondents of this study were members of the Batu Kura and Pinang Muda forest farmer groups. The results obtained were tested through SPSS with an unpaired t test. The results of the analysis obtained sig 0.091 which has a not significant different meaningProgram perhutanan sosial berjalan semenjak tahun 2014 hingga sekarang. Program perhutanan sosial memiliki 5 skema salah satunya adalah hutan kemasyarakatan yang mengajak masyarakat untuk ikut campur tangan dalam melaksanakan program perhutanan sosial. Tujuan penelitian ini ada untuk menganalisa pelaksanaan program hutan kemasyarakatan melalui aspek kelembagaan, teknis, ekonomi dan ekologi. Responden dari penelitian ini merupakan anggota kelompok tani hutan Batu Kura dan Pinang Muda. Hasil yang didapatkan dilakukan pengujian melalui SPSS dengan pengujian uji t tidak berpasangan. Hasil Analisa didapatkan sig 0.091 yang memiliki arti berbeda tidak signifikan
Pengaruh Program Hutan Kemasyarakatan (HKm) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Kelompook Tani Hutan Batu Kura di Desa Galam Kceamatan Bajuin Menggunakan Metode Partial Least Square (PLS) Ayu Yunita Lolo; Muhammad Naparin; Syam'ani Syam'ani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9400

Abstract

ABSTRACT, An ecosystem with vast expanses of land where the dominant natural resources are composed of interconnected trees that are inseparable from their environment is called a forest. Forests are regulated by the government to provide positive impacts on sustainable forest management to ensure their continued utilization. Forests also play a role as managers of various cycles and providers of various natural resources needed by humans. The social forestry program has been implemented throughout the archipelago, including in South Kalimantan. Galam Village, located in the Bajuin District of Tanah Laut Regency, is one of the villages that has developed a social forestry program under the Community Forest (HKm) scheme and formed the Batu Kura Forest Farmers Group. Since the issuance of the Community Forest management permit by the Ministry of Environment and Forestry, the Batu Kura Forest Farmers Group has been engaged in HKm activities, focusing on the production of non-timber forest products, specifically candlenut fruit, which has been actively produced since 2019.ABSTRAK.  Ekosistem yang memiliki hamparan lahan yang luas dimana dominasi sumber daya alam hayati yang tersusun di dalamnya berupa pepohonan yang memiliki hubungan dengan alam lingkungannya dan tidak bisa dipisahkan merupakan hutan. Hutan diatur oleh pemerintah untuk menyediakan dampak positif terhadap pengelolaan hutan secara lestari agar tetap dapat dimanfaatkan hasilnya. Hutan juga berperan sebagai pengelola berbagai siklus sekaligus penyedia berbagai kebutuhan sumber daya alam yang dibutuhkan oleh manusia. Program dari perhutanan sosial telah dilaksanakan di seluruh Nusantara termasuk di Kalimantan Selatan. Desa Galam Kecamatan Bajuin yang berada dalam wilayah Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu dari Desa yang telah mengembangkan program dari perhutanan sosial dengan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan membentuk Kelompok Tani Hutan Batu Kura. Sejak penerbitan SK izin pengelolaan Hutan Kemasyarakatan dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KTH Batu Kura memulai kegiatan HKm dengan memproduksi hasil hutan bukan kayu berupa buah kemiri yang aktif diproduksi sejak tahun 2019.
PENGARUH TINGKAT KEBERHASILAN WISATA PANTAI BATAKAN BARU TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR Sri Rahayu; Muhammad Naparin; Asysyifa Asysyifa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.12794

Abstract

The development of increasingly advanced tourism is expected to be able to provide an increase in people's welfare. The purpose of this study is to analyze the influence of the success rate of Batakan Baru Beach tourism on the welfare of the surrounding community. The object of this study is the people of Batakan Village with a total of 130 respondents calculated using the slovin formula. The data analysis used in this study is the PLS-SEM analysis technique with Smart-PLS3 software. The results obtained in this study are that the tourism success rate variables which include conservation, participation, and education have a significant influence on community welfare variables in the form of income, education, and health, this can be seen by the T Value (3.935) and P Value (0.000). The magnitude of the influence of the success rate variable on community welfare can be seen based on the results of the R Square test, the magnitude of the effect is 0.134 or 13.4%, while 86.6% is influenced by other factors that are not not examinedPerkembangan pariwisata yang semakin maju diharapkan mampu memberikan peningkatan terhadap kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh tingkat keberhasilan wisata Pantai Batakan Baru terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Objek pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Batakan dengan jumlah responden sebanyak 130 dihitung menggunakan rumus slovin. Analisis data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu teknik analisis PLS-SEM dengan software Smart-PLS3. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu variabel tingkat keberhasilan wisata yang meliputi konservasi, partisipasi, dan edukasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kesejahteraan masyarakat berupa pendapatan, pendidikan, dan kesehatan, hal ini dapat dilihat  dengan nilai T Value (3,935) dan nilai P Value (0,000). Besar pengaruh  variabel tingkat keberhasilan wisata terhadap kesejahteraan masyarakat dapat dilihat berdasarkan hasil pengujian R Square, besar pengaruhnya yaitu  0,134 atau 13,4%, sedangkan 86,6% dipengaruhi oleh hal lainnya yang tidak diteliti.
Upaya Peningkatan Orientasi Wirausaha UMKM Lahan Basah di Sentra Industri Kerajinan Purun Banjarbaru Naparin, Muhammad; Achmad, Basir
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i1.13027

Abstract

Potensi lahan basah di Kalimantan Selatan yang kaya akan flora dan faunanya berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tumbuhan khas lahan basah seperti purun tikus (Eleocharis dulcis) dan purun danau (Lepironia articulata Retz.) merupakan tumbuhan berserat panjang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan bernilai tinggi yang dapat menopang perekonomian masyarakat dan menciptakan lingkungan lestari. Dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan dan nilai tambah potensi lahan basah bagi masyarakat dengan asas kelestarian (lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi) diperlukan upaya-upaya meningkatkan orientasi wirausaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di dalam dan di sekitar lahan basah, dimana orientasi wirausaha tersebut dicirikan dengan daya inovasi, sikap proaktif dan perilaku pengambilan resiko yang menunjang bagi pertumbuhan dan perkembangan usaha masyarakat. Pengukuran dan analisis menggunakan metode kuantitatif deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi indikator tahap pre-test dan post-test. Hasil analisis menunjukkan semua elemen orientasi wirausaha pengrajin purun meningkat setelah delapan minggu sejak dilaksanakannya pelatihan dimana skor daya inovasi meningkat dari skor 2.19 menjadi 3.04, sikap proaktif meningkat dari skor 2.65 menjadi 3.28, dan perilaku pengambilan resiko meningkat dari skor 2.07 menjadi 2.47. Dengan demikian orientasi wirausaha sangat membantu para wirausaha pengrajin purun dalam meningkatkan daya saing berkelanjutan, serta meningkatkan kepercayaan, kepuasan dan loyalitas pelanggan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja usaha baik kinerja finansial berupa laba usaha, maupun kinerja strategis seperti peningkatan andil pasar, dan segmen pasar.  Kata kunci: Orientasi wirausaha;  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM);  Kelestarian lingkungan; Keberlanjutan ekonomi-sosial-ekonomi lahan basah
ANALISIS DESKRIPTIF UPAYA PENINGKATAN ORIENTASI WIRAUSAHA LAHAN BASAH DI SENTRA KERAJINAN BANJARBARU Naparin, Muhammad
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 3 Edisi September 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i3.20562

Abstract

The wetlands of South Kalimantan, which are rich in flora and fauna, play an important role in improving community welfare. To maximize the utilization and added value of wetland potential for the community in sustainability (environment, socio-culture, and economy), efforts were required to improve the entrepreneurial orientation of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) located in and around the wetlands. In this study, entrepreneurial orientation was measured by innovativeness, proactiveness, and risk-taking behavior. The urgency of this study were: (1) creating added value of wetland natural resources; (2) creating resilient MSME entrepreneurs based on wetland environments; 3) encouraging the creation of eco-friendly products to replace plastic, (4) creating synergy between wetland environments and the community. This study was performed by implementing measurable training activities equipped with monitoring and evaluation activities for 8 (eight) weeks. Analysis were carried out using descriptive quantitative methods based on the frequency distribution of pre-test and post-test stages. The results showed all elements of the entrepreneurial orientation increased after eight weeks since the training was carried out where the innovativeness score increased from 2.19 to 3.04, proactiveness increased from 2.65 to 3.28, and risk-taking behavior increased from 2.07 to 2.47. Thus, the training activities of entrepreneurial orientation help craftsmen entrepreneurs to increase thier sustainable competitiveness, as well as customer trust, satisfaction and loyalty. In addition, this wetland plant craftsmen training was also an effort to develop environmentally friendly products made from renewable natural resources that will have great potential to replace plastic-based products.