Vonny N. S. Wowor
Universitas Sam Ratulangi

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 43 Documents
Search
Journal : e-GIGI

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI HERBAL DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI Oroh, Edward S.; Posangi, Jimmy; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10020

Abstract

Abstract: Plaque control is an attempt to remove and prevent the plaque accumulation on the tooth surface. Brushing teeth is an effective method in controlling plaque. Plaque control is equipped by additional active ingredients in toothpaste form. The addition of herbal ingredients in toothpaste expected to inhibit the growth of plaque because it as the ability to inhibit the growth of microbes. This study aimed to compare the effectiveness of herbal toothpaste and non herbal toothpaste in reducing plaque index. This was a quasy experimental study using a pretest-postest group design. Thirty subjects were taken by simple random sampling method and divided into 2 groups. Fifteen subjects of first group used herbal toothpastes and 15 subjects of the second group used non herbal toothpaste. This study held on one day only. Plaque indices were recorded according to Loe and Sillness plaque index. Paired t-test was used to compare the effectiveness of herbal toothpaste and non herbal toothpaste in reducing plaque index. The result showed that there was statistically significant difference reductions of plaque index before and after intervention of both group. Paired t-test statistical test showed p=0,000 (p<0,05) that indicated there were statistically significant difference beetwen plaque index of brushing with herbal toothpaste and non herbal toothpaste. Conclusion: There was differences in effectiveness between herbal toothpaste and non herbal toothpaste in reducing plaque index. Herbal toothpaste was more effective to reduce plaque index.Keywords: herbal toothpaste, non herbal toothpaste, plaque indexAbstrak: Pengendalian plak merupakan upaya membuang dan mencegah penumpukan plak pada permukaan gigi. Menyikat gigi merupakan metode yang efektif dalam mengendalikan plak gigi. Penambahan kandungan herbal pada pasta gigi diharapkan dapat menghambat pertumbuhan plak karena memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pasta gigi herbal dengan pasta gigi non herbal terhadap penurunan indeks plak. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experimental dengan rancangan pre test post test group. Tiga puluh sampel diambil dengan metode simple random sampling dan dibagi dalam dua kelompok. Lima belas sampel pada kelompok pertama menggunakan pasta gigi herbal dan 15 sampel pada kelompok kedua menggunakan pasta gigi non herbal. Penelitian ini dilaksanakan hanya dalam satu hari. Indeks plak diukur berdasarkan indeks plak Loe and Sillness. Uji t berpasangan digunakan untuk membandingkan perbandingan efektivitas pasta gigi herbal dengan yang non herbal terhadap penurunan indeks plak gigi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan penurunan indeks plak gigi sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok. Uji t berpasangan menunjukkan p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara penggunan pasta gigi herbal dan pasta gigi non herbal terhadap penurunan indeks plak gigi. Pasta gigi herbal lebih efektif menurunkan indeks plak dibandingkan pasta gigi non herbal.Kata kunci: pasta gigi herbal, pasta gigi non herbal, indeks plak gigi
Perbandingan efektivitas pendidikan kesehatan gigi menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak Kantohe, Zakarias R.; Wowor, Vonny N. S.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13490

Abstract

Abstract: Currently, the oral health of children in Indonesia is still a problem dominated by caries and periodontal disease. A highly influential factor to these two diseases is behavior. One way to change that behavior is by intervening through education to improve children knowledge by using media or tools. This study aimed to compare the effectiveness of dental health education using video media and flip chart in increasing children knowledge about oral health. This was a quasi experiment with a non equivalent control group design. Samples were students of SDN Kolongan aged 10-11 years old obtained by using total sampling method and were divided into two treatment groups: video media and flip chart. This study used the Mann-Whitney hypothesis test with a confidence level of 95% (p<0.05). The results showed that the p-value of dental health education influence using video media and flip chart to the improvement of oral health knowledge of children was 0.000 for each media. The statistical test comparing the effectiveness of dental health education using both media showed a p-value of 0.007. Conclusion: Dental health education using video and flip chart media improved effectively the oral health knowledge of students. Moreover, dental health education using video media was more effective in improving the oral health knowledge of students than using flip chart media.Keywords: dental health education, video media, flip chart media, children knowledgeAbstrak: Saat ini kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia masih menjadi masalah yang didominasi oleh penyakit karies gigi serta periodontal. Faktor yang sangat bepengaruh pada kedua penyakit ini yaitu faktor perilaku. Salah satu cara untuk merubah perilaku yakni dengan melakukan intervensi lewat pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan anak. Pemberian pendidikan kesehatan gigi dan mulut (PKG) pada anak akan lebih efektif dan optimal bila menggunakan media atau alat bantu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas PKG menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Jenis penelitian ialah quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group. Sampel yaitu siswa SDN Kolongan yang berusia 10-11 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang menggunakan media video dan kelompok yang menggunakan media flip chart. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKG menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak masing-masing dengan nilai p=0,000. Hasil uji statistik perbandingan efektivitas PKG dengan menggunakan kedua media tersebut mendapatkan nilai p= 0,007. Simpulan: PKG menggunakan media video dan flip chart efektif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. PKG menggunakan media video lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak dibandingkan menggunakan media flip chart.Kata kunci: PKG, media video, media flip chart, pengetahuan anak
Status Periodontal Anak Usia 8-12 Tahun di Sekolah Dasar Negeri 126 Manado Mantiri, Amanda N. P.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.21207

Abstract

Abstract: Periodontal disease is a serious chronic infection that involves the destruction of tooth supporting tissues, including gum, periodontal ligaments, and alveolar bone. It is the second most common dental and oral disease suffered by people in the world after dental caries. According to WHO, age 12 years has been chosen as an age group of global indicators for international comparison and surveillance of disease trends. This study was aimed to obtain the periodontal status of students 8-12 years old at SD Negeri 126 Manado (elementary school). This was a descriptive study with a cross sectional design. Respondents were 76 students obtained by using purposive sampling technique. Data of gum examination of all subjects were obtained by using WHO CPI probe and flat dental mirror and were analyzed univariately and presented in distribution tables. The results showed that 7 students (9.2%) had healthy gums, meanwhile 69 students (90.8%) had unhealthy gums, consisting of 66 students (86.8%) with bleeding gums ≤50%, and 3 students (4%) with bleeding gums ≥51%. Conclusion: Most students in this study had bleeding gum ≤50%. Albeit, some students still had healthy gums.Keywords: students aged 8-12 years, periodontal status, gingival bleeding Abstrak: Penyakit periodontal adalah infeksi kronis serius yang melibatkan penghancuran jaringan pendukung gigi, termasuk gingiva, ligamen periodontal, dan tulang alveolar. Penyakit ini tergolong penyakit gigi dan mulut kedua terbanyak yang diderita masyarakat di dunia setelah karies gigi. Menurut WHO, usia 12 tahun dipilih sebagai kelompok usia indikator global untuk perbandingan internasional dan surveilans kecenderungan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status periodontal siswa usia 8-12 tahun di SD Negeri 126 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah 76 siswa, diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan pemeriksaan gingiva terhadap subyek menggunakan probe CPI WHO dan kaca mulut, kemudian diolah dengan cara analisis univariat serta disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 siswa (9,2%) memiliki gingiva sehat, dan 69 siswa (90,8%) yang tidak sehat terdiri dari 66 siswa (86,8%) mengalami perdarahan gingiva ≤50%, dan 3 siswa (4%) mengalami perdarahan gingiva ≥51%. Simpulan: Sebagian besar siswa usia 8-12 tahun di SD Negeri 126 Manado mengalami perdarahan gingival ≤50%. Walaupun demikian, sebagian kecil siswa masih memiliki gingiva yang sehat.Kata kunci: anak usia 8-12 tahun, status periodontal, perdarahan gingiva
Efektivitas Penggunaan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan terhadap Fungsi Pengunyahan pada Masyarakat Desa Pinasungkulan Kecamatan Modoinding Mangundap, Gledis C. M.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.24161

Abstract

Abstract: Removable partial denture is indicated to patients who lose some of their original teeth. The use of denture plays an important role in the recovery of masticatory system lost or disturbed due to tooth loss. This study was aimed to obtain the effectiveness of the use of removable partial dentures on the function of mastication. This was a quasi experimental study with one group pre and post test design. Population consisted of the community using removable dentures at Desa Pinasungkulan Modoinding, based on the prevalence of 879 denture users. There were 16 denture users as samples obtained by using purposive sampling method. We used questionnaire that had been tested for validity and reliability and the Wilcoxon test for data analysis. The results showed that the score of the effectiveness of mastication without using dentures was 207, categorized as 'less effective', meanwhile, the score of with using denture was 293, categorized as 'effective'. The Wilcoxon test resulted in a p-value of 0.004 which meant that there was a difference in masticatory function between using denture and without using denture. In conclusion, the use of removable partial denture was effective on the masticatory function of the community at Desa Pinasungkulan, Modoinding.Keywords: partial removable denture, effectiveness of mastication Abstrak: Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) diindikasikan pada pasien yang kehilangan sebagian gigi aslinya. Penggunaan gigi tiruan berperan penting dalam pemulihan sistem pengunyahan yang hilang atau terganggu akibat kehilangan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan GTSL terhadap fungsi pengunyahan. Jenis penelitian ialah quasi eksperimental dengan one group pre and post test design. Populasi penelitian yakni masyarakat pengguna GTSL di Desa Pinasungkulan Kecamatan Modoinding yang dihitung berdasarkan prevalensi pengguna gigi tiruan sebanyak 879, dengan besar sampel 16 pengguna GTSL diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis hasil penelitian menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian mendapatkan skor pengukuran efektivitas pengunyahan tanpa memakai GTSL sebesar 207 (kategori ‘kurang efektif’) sedangkan setelah pemakaian GTSL perolehan skor sebesar 293 (kategori ’efektif’). Hasil uji Wilcoxon mendapatkan nilai p=0,004, yang berarti terdapat perbedaan fungsi pengunyahan tanpa menggunakan GTSL dan setelah menggunakan GTSL. Simpulan penelitian ini ialah penggunaan GTSL efektif terhadap fungsi pengunyahan pada masyarakat Desa Pinasungkulan Kecamatan ModoindingKata kunci: gigi tiruan sebagian lepasan, efektivitas pengunyahan
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Silang pada Tindakan Ekstraksi Gigi di Poli Gigi Puskesmas Kakaskasen Tomohon Lumunon, Novita P.; Wowor, Vonny N. S.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 7, No 1 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.1.2019.23311

Abstract

Abstract: Prevention and control of infection are needed in dentistry treatment. Tooth extraction is an invasive treatment, therefore, it plays an important role in the transmission of infection. This study was aimed to determine the prevention and control of cross infection in dental extractions at the Dental Clinic of Kakaskasen Tomohon Health Center. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. There were 40 patients as subjects, obtained by using purposive sampling method. Data were obtained by using the checklist sheet. The results showed that the prevention of cross infection before tooth extraction achieved 56,87%; during tooth extractions 78%; and after tooth extraction 66,7%. In general, the prevention and control of cross-infection in dental extractions at the health center achieved 67.19%. Conclusion: The prevention and control of cross infection in dental extractions at the Dental Clinic of Kakaskasen Tomohon Health Center was still below maximum level.Keywords: prevention and control of cross-infection, tooth extraction action Abstrak: Pencegahan dan pengendalian infeksi dibutuhkan dalam setiap tindakan perawatan di bidang kedokteran gigi. Tindakan ekstraksi gigi merupakan salah satu jenis tindakan invasif sehingga berisiko tinggi dalam penularan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencegahan dan pengendalian infeksi silang pada tindakan ekstraksi gigi di Poliklinik Gigi Puskesmas Kakaskasen Tomohon. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan menggunakan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Terdapat 40 pasien sebagai subyek penelitian. Data diperoleh dengan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian mendapatkan bahwa tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi silang sebelum ekstraksi gigi dilakukan sebesar 56,87%; selama ekstraksi gigi sebesar 78%; dan setelah ekstraksi gigi sebesar 66,7%. Tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi silang secara umum sebesar 67,19%. Simpulan: Pencegahan dan pengendalian infeksi silang pada tindakan ekstraksi gigi baik sebelum, selama, dan sesudah tindakan di Poliklinik Gigi Puskesmas Kakaskasen Tomohon belum maksimal.Kata kunci: Pencegahan dan pengendalian infeksi silang, tindakan ekstraksi gigi
Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya California dan Pepaya Hawai terhadap Penurunan Indeks Debris Anak Tumembow, Swisela O.; Wowor, Vonny N. S.; Tambunan, Elita
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.20458

Abstract

Abstract: Poor oral hygiene as well as bad diet may affect teeth and oral health, resulting in tooth disordes such as caries. Consumption of fruits rich of fibers and water can accelerate tooth cleansing, therefore, debris can be reduced and tooth caries can be avoided. Papaya (Carica papaya) contains vitamins, minerals, and enzymes for digestion as well as fibers and water. This study was aimed to determine the effect of Californian and Hawaiian papaya consumption on reduction of debris index among children. This was an experimental study with a one-shot case study pre-experimental design and a pretest-postest approach. In this study, there were 32 respondents of third grade students of Sekolah Dasar Inpres Kaiwatu Manado (elementary school) with an age range of 8-10 years obtained by using total sampling technique. The results of t-tests in debris index before and after Hawaiian and Californian papaya consumption showed significant P-values (P <0.0001). The average reduction of debris index after Californian papaya consumption was 1.31 and after Hawaiian papaya consumption was 1.71. The independent T-test showed a P value of 0.010 (P <0.05). Conclusion: Consumption of Hawaiian and Californian papayas could reduce debris index among children. Moreover, consumption of Hawaiian papaya was more effective in reducing debris index compared to Califonian papaya.Keywords: Californian papaya, Hawaiian papaya, debris index Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut serta pola konsumsi makanan yang kurang baik dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut, salah satunya yaitu kerusakan pada gigi seperti karies gigi. Konsumsi buah yang banyak mengandung serat dan air dapat melancarkan pembersihan pada gigi, sehingga luas permukaan debris dapat dikurangi dan karies gigi dapat dicegah. Pepaya (Carica papaya) mengandung vitamin, mineral, dan enzim yang berguna untuk pencernaan, serta serat dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pepaya California dan pepaya Hawai terhadap penurunan indeks debris pada anak. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan rancangan pra-eksperimental one-shot case study pendekatan pretest-posttest. Responden penelitian yaitu 32 siswa kelas 3 SD Inpres Kaiwatu Manado berusia 8-10 tahun, diperoleh berdasarkan total sampling. Hasil penelitian indeks debris sebelum dan sesudah mengonsumsi pepaya California dan pepaya Hawai mendapatkan nilai signifikansi hasil uji-t berpasangan keduanya masing-masing dengan P < 0,0001. Rerata penurunan indeks debris setelah mengonsumsi pepaya California 1,31 dan setelah mengon-sumsi pepaya Hawai 1,71. Hasil uji-t tidak berpasangan mendapatkan nilai P = 0,010 (<0,05). Simpulan: Konsumsi pepaya California dan pepaya Hawai dapat menurunkan indeks karies secara bermakna pada anak. Selain itu, konsumsi pepaya Hawai lebih berpengaruh terhadap penurunan indeks karies dibandingkan konsumsi pepaya California.Kata kunci: pepaya California, pepaya Hawai, indeks debris
Perilaku pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan pada masyarakat Desa Kema II Kecamatan Kema Kaliey, Inda P.; Wowor, Vonny N. S.; Lampus, Benedictus S.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13653

Abstract

Abstract: The main purpose of using denture is to restore the aesthetic function, speech function, and masticatory function which are disturbed due to tooth loss. Unclean oral condition can cause the oral cavity become susceptible to caries and periodontal disease. Poor behavior to maintain dental and oral hygiene of removable denture users plays an important role in the occurrence of these two diseases. Removable denture that is kept unclean is harmful to the hard tissue as well as the soft tissue of the oral cavity. This study aimed to determine the behavior of removable denture maintenance among Kema II villagers in Kema. This was a descriptive study with a cross sectional design. There were 62 respondents as samples. The results of the behavior score of denture hygiene maintenance were as follows: score of knowledge was 552; score of attitude was 581; and score of action was 572. Conclusion: The behavior to maintain the removable denture hygiene of Kema II villagers which included knowledge, attitude, and action was classified as poor category.Keywords: behavior, maintenance of hygiene dentures, removable dentureAbstrak: Tujuan utama penggunaan gigi tiruan yaitu untuk memulihkan fungsi estetik, fungsi bicara, serta fungsi pengunyahan yang terganggu akibat kehilangan gigi. Kondisi rongga mulut yang kurang terjaga kebersihannya dapat menyebabkan rongga mulut rentan terhadap karies dan penyakit periodontal. Perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut yang kurang baik dari pengguna gigi tiruan lepasan berperan penting pada terjadinya kedua penyakit tersebut. Gigi tiruan lepasan yang kurang terjaga kebersihannya bukan saja menimbulkan gangguan pada jaringan keras gigi namun juga pada jaringan lunak mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan pada masyarakat Desa Kema II Kecamatan Kema. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 62 responden. Hasil penelitian menunjukkan skor pengukuran perilaku pemeliharaan kebersihan gigi tiruan yang terdiri dari skor pengetahuan sebesar 552; skor sikap sebesar 581; dan skor tindakan sebesar 572. Simpulan: Perilaku pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan masyarakat Desa Kema II Kecamatan Kema yang meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan kesemuanya tergolong kurang baik.Kata kunci: perilaku, pemeliharaan kebersihan gigi tiruan, gigi tiruan lepasan
PENGARUH TEKNIK MENYIKAT GIGI VERTIKAL TERHADAP TERJADINYA RESESI GINGIVA Christiany, Joan; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10484

Abstract

Abstract: Gingival recession is a state or condition of the marginal gingiva that is more apical than the cementoenamel junction and is usually accompanied by opening of the root surface of teeth. Wrong brushing technique is the most common cause of gingival recession. Brushing technique that is most widely used is vertical direction. This study aimed to determine the influence of vertical brushing technique to the occurrence of gingival recession in students of Dentistry study program Sam Ratulangi University. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Samples were obtained by using the purposive sampling method. Data of brushing technique were obtained by observing the vertical movement of tooth brushing used by respondents and were filled in a check list. Gingival recession was obtained by examination of the oral cavity and the severity of gingival recession was determined. There were 71 students as samples. Data were analyzed with the chi-square test. The results showed the influence of vertical brushing technique to gingival recession with a p value = 0.000 (p = <0.005).Keywords: gingival recession, vertical techniques, brushing techniqueAbstrak: Resesi gingiva adalah kondisi marginal gingiva yang lebih ke apikal dari Cemento Enamel Junction dan biasanya disertai dengan terbukanya permukaan akar gigi. Kesalahan dalam menyikat gigi merupakan penyebab resesi gingiva yang paling umum. Kesalahan yang dimaksud yaitu kesalahan dalam teknik menyikat gigi. Teknik menyikat gigi yang paling banyak di gunakan ialah teknik menyikat gigi vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh teknik menyikat gigi vertikal terhadap terjadinya resesi gingiva pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan data teknik menyikat gigi vertikal dengan cara melihat gerakan menyikat gigi yang digunakan subjek penelitian. Hasil pengamatan dimasukkan pada check list sesuai dengan teknik menyikat gigi yang digunakan. Resesi gingiva didapat dengan melakukan pemeriksaan rongga mulut kemudian dihitung tingkat keparahan resesi gingiva. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil data menunjukkan adanya pengaruh teknik menyikat gigi vertikal terhadap resesi gingiva dengan nilai p = 0,000 (p = <0,005).Kata kunci: resesi gingiva, teknik vertikal, teknik menyikat gigi
POLA KEHILANGAN GIGI PADA MASYARAKAT DESA ROONG KECAMATAN TONDANO BARAT MINAHASA INDUK Mangkat, Yuriansya; Wowor, Vonny N. S.; Mayulu, Nelly
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10015

Abstract

Abstract: The use of denture aims to improve the function of mastication, restoring the aesthetic function, improve the function of phonetics, and maintain the remaining oral tissues to be healthy. This study aimed to obtain the pattern of tooth loss among people in Tondano District Roong Village West. The study population was the whole villagers of Roong who used removable partial dentures acrylic-based. There were 75 people obtained by a preliminary survey in October 2014. Sampling was conducted by using total sampling method. The results showed that tooth loss occured mostly of the lower jaw partly tooth loss (80.33%). The mostly used type was RPDs with a total of 50.43% (17.10% of the upper jaw, 33.33% of the lower jaw). The pattern of partly tooth loss was based on the Applegate-Kennedy clasification, and the most frequent was class VI 22.10% (32.14% of the upper jaw and lower jaw 16.33%). RPDs were use based on the pattern of tooth loss, the most frequent was class VI 22.10% (32.14% RPDs of the upper jaw and 16.33% of the lower jaw). Based on the pattern of tooth loss, the usage of GTC was most frequent of the class IV 27.27% (GTC maxilla 1 (5.55%).Keywords: pattern of tooth lossAbstrak: Penggunaan gigi tiruan bertujuan untuk memperbaiki fungsi pengunyahan, memulihkan fungsi estetik, meningkatkan fungsi fonetik, serta mempertahankan jaringan mulut yang masih ada agar tetap sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pola kehilangan gigi pada masyarakat Desa Roong Kecamatan Tondano Barat. Populasi penelitian yaitu seluruh masyarakat desa Roong yang menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan berbasis akrilik yang berjumlah 75 orang, diperoleh berdasarkan survei awal pada bulan Oktober 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada kehilangan gigi kebanyakan terjadi pada rahang bawah kehilangan gigi sebagian sebanyak 80,33%. Penggunaan terbanyak jenis GTSL dengan jumlah 50,43% (rahang atas 17,10%, rahang bawah 33,33%). Pola kehilangan gigi sebagian berdasarkan klasifisikasi Applegate-Kennedy, terbesar kelas VI sebanyak 22,10% (rahang atas 32,14% dan rahang bawah 16,33%). Penggunaan GTSL berdasarkan pola kehilangan gigi, terbesar kelas VI sebanyak 22,10% (GTSL rahang atas 32,14% dan rahang bawah 16,33%). Penggunaan GTC berdasarkan pola kehilangan gigi, terbesar kelas IV sebanyak 27,27% (GTC rahang atas 1 orang yaitu 5,55%).Kata kunci: pola kehilangan gigi
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Tingkat Kepatuhan Pemakai Gigi Tiruan Lepasan di Kelurahan Batu Kota Iksan, Nurwahid P.; Wowor, Vonny N. S.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.20151

Abstract

Abstract: The purpose of artificial teeth is to replace the lost teeth and to maintain the function of mastication and speech. Lack of personal mindset to wear denture leads to poor compliance. Motivation can affect personal mindset or attitude. Extrinsic motivation can make the denture wearers become more compliant. This study was aimed to determine the effect of extrinsic motivation on the compliance of removable denture wearers as well as the compliance level of the denture wearers at Batu Kota Manado. This was an analytical descriptive study using a cross sectional design. There were 81 respondents in this study obtained by using purposive sampling method. We used questionnaires which were already tested in terms of validity and reliability. Data were analyzed by using the simple regression test. The results showed that the extrinsic motivation of 60.5% respondents belonged to moderate category, 23.5% to high category, and 16% to low category. Based on the compliance level, 55.6% of respondents were in moderate level, 24.7% in low level, and 19.7% in high level. The simple regression test showed a P value of 0.000 (<0.05). Conclusion: Extrinsic motivation and compliance level of removable denture wearers were generally moderate. Moreover, extrinsic motivation could influence the level of compliance of the removable denture wearers at Batu Kota Manado.Keywords: extrinsic motivation, compliance, removable denture Abstrak: Pemakaian gigi tiruan bertujuan untuk menggantikan gigi yang hilang dan mence-gah terjadinya gangguan fungsi pengunyahan hingga fungsi bicara. Kurangnya pola pikir seseorang terhadap pemakaian gigi tiruan menyebabkan kepatuhan yang rendah. Motivasi dapat memengaruhi pola pikir atau sikap seseorang. Motivasi ekstrinsik dapat menjadikan pengguna gigi tiruan menjadi taat dan patuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap tingkat kepatuhan pemakai gigi tiruan di Kelurahan Batu Kota. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 81 responden diperoleh dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis hasil penelitian menggunakan uji statistik regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,5% masyarakat Kelurahan Batu Kota memiliki motivasi ekstrinsik sedang, 23,5% tinggi, dan sebanyak16% rendah. Sebanyak 55,6% masyarakat memiliki tingkat kepatuhan sedang, 24,7% rendah, dan 19,7% tinggi. Hasil uji regresi sederhana mendapatkan P=0,000 (<0,05). Simpulan: Motivasi ekstrinsik masyarakat pemakai gigi tiruan lepasan dan tigkat kepatuhan umumnya tergolong sedang. Terdapat pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap tingkat kepatuhan pemakai gigi tiruan lepasan di Kelurahan Batu Kota Manado.Kata kunci: motivasi ekstrinsik, kepatuhan, gigi tiruan lepasan