Vonny N. S. Wowor
Universitas Sam Ratulangi

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 43 Documents
Search
Journal : e-GIGI

HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN INDEKS GINGIVA SISWA SD KATOLIK 03 FRATER DON BOSCO MANADO Lossu, Fara M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10489

Abstract

Abstract: The knowledge about healthy teeth and mouth is very important at this time. At their early ages, children start to acknowledge how important their tooth health is and their bad habbits which effect their teeth. If they can not keep their teeth clean, it can increase the risk og gingival inflammation. This study aimed to obtain the relationship between the knowledge of healthy teeth and the gingival indexes of students in SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Data were collected by using a questionairre and checking the gingival status with gingival index of Loe and Silness. There were 42 students in grade VB and VIB as samples obtained by using total sampling method. The chi square test showed a p value of >0.05. Conclusion: There was no significant relationship between the knowledge of healthy teeth and their gingival indexes among students in SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado.Keywords: knowledge, healthy teeth and mouth, gingival indexAbstrak: Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sangat penting pada usia dini. Pada usia dini anak-anak mulai memahami pentingnya kesehatan serta pembatasan yang harus dijauhi atau kebiasaan yang dapat memengaruhi keadaan gigi dan mulut termasuk gingiva mereka. Bila kondisi rongga mulut tidak terjaga kebersihannya maka akan meningkatkan resiko terjadinya inflamasi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan indeks gingiva siswa SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status gingiva menggunakan indeks gingiva Loe dan Silness. Sejumlah 42 responden pada siswa kelas VB dan VIB dengan menggunakan teknik total sampling. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil analisis data menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p>0,05. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan indeks gingiva.Kata kunci: pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, indeks gingiva.
Perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado Bagaray, Felisa E. K.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13487

Abstract

Abstract: Oral health is still a problem in Indonesia, including Manado. General sources of dental health problems are closely related to the behavior of dental and oral hygiene maintenance. Although Dental Health Education (DHE) could change the bad behavior, it still depends on the media or educational tools. This study aimed to analyze the differences in the effectiveness of DHE with booklet and flipchart media on the improvement of dental health knowledge of students in SDN 126 Manado. This was a quasi experiment with two group pre-test post-test design. Samples were students of SDN 126 aged 8-10 years obtained by using total sampling method. The samples were divided into two treatment groups: booklet media and flip chart media. Data were statistically analyzed by using the Mann-Whitney test with a confidence level of 95% (p<0.05). The results showed that in improving dental health knowledge of students the DHE using booklet media had a p-value = 0.025 and the DHE using flip chart media had a p-value = 0.008. The statistical test comparing the effectiveness of DHE using both media showed a p-value = 0.688. Conclusion: DHE using booklet media was as effective as DHE using flip chart media in improving the oral health knowledge of students of SDN 126 Manado.Keywords: DHE, booklet media, flipchart media, students’ knowledgeAbstrak: Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk di kota Manado. Sumber masalah kesehatan gigi umumnya berkaitan erat dengan perilaku pemeliharan kebersihan gigi dan mulut. Untuk merubah perilaku yang buruk, salah satunya dengan melakukan intervensi melalui pendidikan, yaitu melalui Dental health education (DHE). Keberhasilan DHE antara lain dipengaruhi oleh adanya media atau alat bantu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment, dengan two group pre-test post-test design. Sampel penelitian yaitu siswa SDN 126 Manado yang berusia 8-10 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang menggunakan media booklet dan kelompok yang menggunakan media flip chart. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,025 pada DHE menggunakan media booklet dan p=0,008 pada DHE menggunakan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Hasil uji statistik perbandingan efektivitas DHE dengan menggunakan kedua media tersebut, mendapatkan p= 0,688. Simpulan: DHE menggunakan media booklet dan flip chart keduanya sama efektif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak SDN 126 Manado.Kata kunci: DHE, media booklet, media flip chart, pengetahuan anak
STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PASIEN POLIKLINIK GIGI PUSKESMAS PANIKI BAWAH MANADO Tuhuteru, Daul R.; Lampus, B. S.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5437

Abstract

Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut yang baik berdampak pada kesehatan mulut, sebaliknya kebersihan mulut yang kurang terjaga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada rongga mulut sebagai akibat akumulasi debris dan kalkulus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut pasien Poliklinik Gigi Puskesmas Paniki Bawah Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional studydengan populasi terjangkau pasien pengunjung poliklinik gigi yang berusia 20-44 tahun dan jumlah sampel 55. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin indeks debris tererndah pada perempuan sebesar 1,1 dan indeks kalkulus terrendah juga pada perempuan sebesar 1,2; berdasarkan kelompok usia, indeks debris  terrendah pada kelompok usia 26-35 tahun  sebesar 1,1; indeks kalkulus terrendah pada kelompok usia 26-35 tahun dan 36-44 tahun sebesar 1,3; indeks kebersihan mulut (OHI-S) terrendah pada perempuan sebesar  2,3; berdasarkan kelompok usia, indeks kebersihan mulut (OHI-S) terrendah berada pada usia 26-35 tahun sebesar 2,4. Indeks kebersihan mulut rata-rata keseluruhan  adalah 2,5.  Sebagai kesimpulan bahwa indeks debris dan indeks kalkulus terbaik pada pasien berjenis kelamin perempuan sedangkan berdasarkan kelompok usia, indeks debris terbaik pada pada kelompok usia 26-35 tahun; dan indeks kalkulus terbaik pada pasien kelompok usia 26-35 tahun dan kelompok usia 36-44 tahun. Status kebersihan mulut (OHI-S) rata-rata pasien  baik laki-laki maupun perempuan termasuk dalam kategori sedang, sedangkan status kebersihan mulut (OHI-S) rata-rata berdasarkan kelompok usia semuanya juga termasuk kategori sedang. Saran penulis, pemerintah hendaknya lebih memerhatikan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat, melalui berbagai program peningkatan  pelayanan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas. Kata kunci: Status Kebersihan Mulut, Indeks Kebersihan Mulut, Indeks Debris, IndeksKalkulus
GAMBARAN KERUSAKAN GIGI PENYANGGA PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN SEBAGAI LEPASAN DI KELURAHAN BATU KOTA Fernatubun, Cicilia A.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6452

Abstract

Abstract: Removable partial denture is inserted in the mouth after remained generally require maintenance. Most people who think that the problem of missing teeth in the oral cavity has been overcome with the use of dentures, but in fact the use of denture without maintenance of good oral health can lead to disrupted. Oral hygiene that is not maintained properly can result in an increase in plaque and caries and periodontal disease more. The aim of this study was to assess the damage abutment on the user partial dentures in Kota Batu village. This study is a descriptive study with cross sectional study. The sampling technique used purposive sampling with a sample size in this study of 81 patients. The data were collected with intra oral examinatio. The results of this study indicate damage to the gear elements that serve as a buffer in the form of caries and fractures by 59 damage and damage to the tissues supporting the teeth in the form of mobility of teeth, gingivitis, bleeding and periodontitis by 72 damage. In this study found the majority of respondents suffered damages in abutment with the most damage occurred on the elements of the teeth that serve as the backbone is in the form of caries damage and damage most of the tissues supporting the abutment is damage in the form of gingivitis. Keywords: removable partial dentures, tooth decay bufferAbstrak: Gigi Tiruan Sebagian Lepasan setelah dipasang dalam mulut pada umumnya tetap memerlukan pemeliharaan. Kebanyakan individu yang kehilangan gigi berpikir bahwa masalah pada rongga mulut sudah teratasi dengan pemakaian gigi tiruan, namun kenyataannya penggunaan gigi tiruan tanpa pemeliharaan yang baik dapat mengakibatkan kesehatan rongga mulut terganggu. Kebersihan mulut yang tidak dijaga dengan baik dapat mengakibatkan meningkatnya plak dan terjadi peningkatan karies dan penyakit periodontal lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kerusakan gigi penyangga pada pengguna Gigi Tiruan Sebagian Lepasan di Kelurahan Batu Kota. Penelitian ini merupakan penelian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 orang. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan intra oral. Hasil penelitian ini menunjukkan kerusakan pada elemen gigi yang dijadikan sebagai penyangga berupa karies dan fraktur sebesar 59 kerusakan dan kerusakan pada jaringan pendukung gigi berupa mobilitas gigi, gingivitis, perdarahan dan periodontitis sebesar 72 kerusakan. Pada penelitian ini ditemukan sebagian besar responden mengalami kerusakan pada gigi penyangga kerusakan yang paling banyak terjadi pada elemen gigi geligi yang dijadikan sebagai penyangga ialah kerusakan berupa karies dan kerusakan terbanyak pada jaringan penunjang gigi penyangga ialah kerusakan berupa gingivitis. Kata kunci: gigi tiruan sebagian lepasan, kerusakan gigi penyangga
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN ERUPSI GIGI PERMANEN SISWA SD NEGERI 70 MANADO Lantu, Virginia A. R.; Kawengian, Shirley E. S.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6849

Abstract

Abstract: Tooth eruption is defined as movements of the teeth to oral cavity or as a process appearance of the teeth which begins during teeth inside the jaws. It was a different variation to each childre’s. Nutritional status is one of important that play role during tooth eruption process. Related to another research that has found children with normal category of nutritional status have a normal process of tooth eruption. Instead, there was interference to children’s with a malnutrition status. This study aimed to analyze the relation between nutritional status and tooth eruption of children in SDN 70 Manado. Total population of this study was taken from 1st up to 6th grades within the age group 6-12 years old. Samples were 83 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. Anthropomentric and visual checking was used for measurement of nutritional status and permanent tooth eruption status. The results showed that most respondents had normal height and weight as well as normal process of permanent tooth eruption. Children who had malnutrition status were also had failure in permanent tooth eruption. The chi-square test showed a significant relation between nutritional status and permanent tooth eruption in SDN 70 Manado.Keywords: nutritional status, permanent tooth eruptionAbstrak: Erupsi gigi didefinisikan sebagai pergerakan atau proses munculnya gigi ke arah rongga mulut yang dimulai sejak gigi berada di dalam tulang alveolar dan merupakan proses yang bervariasi pada setiap anak. Status gizi merupakan salah satu faktor yang berperan penting pada pertumbuhan dan perkembangan gigi termasuk tahapan erupsi gigi. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu ditemukan bahwa anak-anak dengan status gizi baik, proses erupsi gigi permanen umumnya berjalan normal sedangkan anak-anak dengan status gizi kurang baik beresiko mengalami gangguan pada proses erupsi gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara status gizi dengan erupsi gigi permanen siswa SD Negeri 70 Manado. Populasi pada penelitian ini yakni siswa kelas I hingga kelas VI yang berusia 6 – 12 tahun, Sampel penelitian ialah seluruh anggota populasi dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan jumlah 83 sampel dengan menggunakan metode total sampling. Data diambil melalui pengukuran antropometri dan pemeriksaan visual pada rongga mulut. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan sebagian besar responden memiliki tinggi dan berat badan normal sesuai usianya, diikuti oleh yang berstatus gizi kurus, obesitas dan gemuk. Status erupsi gigi permanen sebagian besar menunjukkan telah erupsi. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan erupsi gigi permanen siswa SD Negeri 70 Manado.Kata kunci: status gizi, erupsi gigi permanen
PERBANDINGAN PERILAKU KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANTARA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI UNSRAT SEMESTER I DAN SEMESTER V Wowor, Stephanie G.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 7, No 1 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.1.2019.22418

Abstract

Abstract: Oral health is still a problem in Indonesia, including in North Sulawesi. Oral health is affected by oral health behavior. Dental students have good knowledge about oral health, therefore, they can become good models for their families and society. Oral health behavior become more positive and better with increasing education. This study was aimed to analyze the difference in oral health behavior between first semester and fifth semester dental students at PSPDG FK Unsrat (Dental Program Study of Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University). This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Data were obtained by using questionnaires. Samples were obtained by using total sampling method. Data were analyzed with the Mann-Whitney test to obtain the difference between both groups. The results showed that there were 41 respondents divided into two groups: first semester students and fifth semester students. Both groups had good oral health behavior with an average score of 89.1 for the first semester students and of 98.7 for the fifth semester students. The statistical test comparing the oral health behavior of both groups showed a P value of 0.001. Conclusion: There were a significant difference in oral health behavior between the first semester and the fifth semester dental students at PSPDG FK Unsrat. The fifth semester students had better oral health behavior than the first semester students.Keywords: oral health behavior, dental studentsAbstrak: Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Kesehatan gigi dan mulut dipengaruhi oleh perilaku kesehatan gigi dan mulut. Mahasiswa kedokteran gigi memiliki pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dapat menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat. Perilaku kesehatan gigi dan mulut menjadi lebih positif dan lebih baik dengan meningkatnya tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perilaku kesehatan gigi dan mulut antara mahasiswa PSPDG FK Unsrat semester I dan semester V. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling berjumlah 41 sampel yang terbagi dalam dua kelompok yaitu mahasiswa semester I dan mahasiswa semester V. Perbedaan perilaku kedua kelompok dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan seluruh mahasiswa pada kedua kelompok memiliki perilaku kesehatan gigi dan mulut yang baik dengan skor rerata pada mahasiswa semester I sebesar 89,1 dan pada mahasiswa semester V sebesar 98,7. Hasil uji statistik perbandingan perilaku kesehatan gigi dan mulut antara kedua kelompok menunjukkan nilai P=0,001. Simpulan: Terdapat perbedaan bermakna pada perilaku kesehatan gigi dan mulut mahasiswa PSPDG Unsrat semester I dan semester V. Mahasiswa semester V memiliki perilaku kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik dibandingkan mahasiswa semester I.Kata kunci: perilaku kesehatan gigi dan mulut, mahasiswa kedokteran gigi
Hubungan Status Ekonomi dengan Keputusan Tidak Menggunakan Gigi Tiruan di Kelurahan Teling Atas Dewi, Kusuma; Siagian, Krista V.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.25408

Abstract

Abstract: High rate of tooth loss in Indonesia indicates that oral health is still a problem. Ideally, people who lose teeth will replace the missing teeth with using denture but not in the reality. Many factors could influence the background of people’s decisions, including cost. The relatively expensive cost of denture becomes an obstacle if the community is faced to various other needs that must be fulfilled including basic needs. Economic status will take a great deal in making decision. This study was aimed to assess whether there was a relationship between economic status and the decision of not using denture among people at Kelurahan Teling Atas. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Population consisted of people who had tooth loss but did not replace it with using denture as many as 123 people. Samples were 55 people obtained by using purposive sampling method. The instrument in this study was a questionnaire. The results showed that 38.2% of respondents had low economic status, 25.4% had medium economic status, and 36.4% had high economic status. Respondents with positive decisions of not using dentures related to the cost were 62.09%. The Pearson chi-square showed a p-value of 0.003. In conclusion, there was a significant relationship between economic status and decision to not using denture.Keywords: economic status, decision of using denture Abstrak: Tingginya angka kehilangan gigi di Indonesia menandakan bahwa kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah. Idealnya masyarakat yang kehilangan gigi akan menggantikan gigi asli yang hilang dengan gigi tiruan, namun kenyataannya belum demikian. Banyak faktor yang melatarbelakangi keputusan masyarakat, antara lain faktor biaya. Biaya perawatan gigi tiruan yang relatif mahal menjadi kendala jika masyarakat diperhadapkan dengan berbagai alternatif kebutuhan yang harus dipenuhi, termasuk kebutuhan pokok. Status ekonomi dalam hal ini adalah daya beli masyarakat akan turut berperan dalam pengambilan keputusan dimaksud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara status ekonomi dengan keputusan tidak menggunakan gigi tiruan pada masyarakat di Kelurahan Teling Atas. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini yaitu individu yang telah kehilangan gigi namun tidak menggantikannya dengan gigi tiruan, berjumlah 123 orang. Jumlah sampel sebesar 55 orang, diambil dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menda-patkan responden dengan status ekonomi rendah sebesar 38,2%, status ekonomi menengah sebesar 25,4%, dan status ekonomi tinggi sebesar 36,4%. Responden dengan keputusan positif tidak menggunakan gigi tiruan terkait biaya sebesar 62,09%. Hasil uji statistik menggunakan Pearson chi square mendapatkan nilai p=0,003. Simpulan peneleitian ini ialah terdapat hubungan antara status ekonomi dengan keputusan tidak menggunakan gigi tiruan.Kata kunci: status ekonomi, keputusan menggunakan gigi tiruan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PEMAKAIAN GIGI TIRUAN DI KECAMATAN TONDANO BARAT Padu, Fonda; Lampus, Bennedictus S.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5831

Abstract

Abstract: Teeth are one of the important components in the mouth that has a function of speech and mastication process. Although the science and technology of dentistry allows preventing tooth decay as early as possible, but there are still many cases of tooth loss. Treatment with the use of dentures as a replacement for the loss of the teeth is very important, but not all the people who have lost teeth are wearing dentures. In Indonesia, there are many cases of tooth loss but not in proportion to the number of users denture. According to a survey there are still a few people who wear dentures. Knowledge is one of the factors that cause a person to do things. The purpose of this study is to describe the level of public knowledge of Tondano Barat about dentures. This descriptive type of reasearch with a cross-sectiona study involving 67 respondents which is representative of a population of 3.295 people. Collecting data obtained through a questionnaire which includes characteristics of the respondents, level of knowledge about the use of denture. The results showed the level of public knowledge about the purpose of the use of denture is good with a percentage of 77,1% and the level of public knowledge about the benefits of the use of denture relatively good with a percentage of 71,4%. The conclusion of this study, the average level of public knowledge about denture use is good. Keywords: Public knowledge, use of denture   Abstrak: Gigi geligi merupakan salah satu komponen penting dalam mulut yang berperan dalam proses bicara maupun pengunyahan. Walaupun ilmu dan teknologi kedokteran gigi memungkinkan mencegah kerusakan gigi sedini mungkin, namun masih saja banyak dijumpai kasus kehilangan gigi. Perawatan dengan pemakaian gigi tiruan sebagai pengganti daerah yang kehilangan gigi sangat penting, akan tetapi tidak semua orang yang kehilangan gigi memakai gigi tiruan. Di Indonesia banyak terdapat kasus kehilangan gigi namun tidak sebanding dengan jumlah pemakai gigi tiruan. Menurut survei yang ada, pemakai gigi tiruan masih sangat sedikit. Pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat di kecamatan Tondano Barat terhadap pemakaian gigi tiruan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study yang melibatkan 67 responden yang merupakan perwakilan dari populasi sebesar 3.295 jiwa. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner yang meliputi karakteristik serta tingkat pengetahuan masyarakat mengenai tujuan dan manfaat pemakaian gigi tiruan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap tujuan dari pemakaian gigi tiruan tergolong baik dengan persentase sebesar 77,1% dan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap manfaat dari pemakaian gigi tiruan tergolong baik dengan persentase sebesar 71,4%. Kesimpulan dari penelitian ini, rata – rata tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pemakaian gigi tiruan tergolong baik. Kata kunci:Pengetahuan masyarakat, pemakaian gigi tiruan
STATUS KEBERSIHAN MULUT DAN STATUS KARIES GIGI MAHASISWA PENGGUNA ALAT ORTODONTIK CEKAT Mantiri, Stany Cecilia; Wowor, Vonny N. S.; Anindita, P. S.
e-GiGi Vol 1, No 1 (2013): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.1.2013.1923

Abstract

Abstract: Fixed orthodontic appliance are now widely used in society, but people often do not realize the risks of using this appliance such as oral hygiene and caries problem. The design of this appliance is more difficult to clean than removable orthodontic appliance, so that patient is more difficult to maintain oral hygiene. Poor oral hygiene can also cause caries. The purpose of this study is to obtain a description of the oral hygiene status and caries status of dental student using fixed orthodontic appliance in Faculty of Dentistry, Sam Ratulangi University Manado. Oral hygiene examination is using Patient Hygiene Performance (PHP) Index and caries examination is using Decay Missing Filling Teeth (DMF-T) index. This study is descriptive study. The population are all dental student using fixed orthodontic appliance in Faculty of Dentistry, Sam Ratulangi University Manado. Total sample is 38 people and the data taking with total sampling method. The distribution of oral hygiene showed that 34 people had a good oral hygiene (89.47%), 4 people had a fair oral hygiene (10.53%) and there were no respondents with bad oral hygiene. Distribution of dental caries indicates the average of DMF-T number was 0.631 and by category of WHO, included in the very low category. Keywords: fixed orthodontic appliance, oral hygiene status, caries status.   Abstrak: Alat ortodontik cekat saat ini sudah banyak digunakan di masyarakat, namun masyarakat sering tidak menyadari risiko penggunaan alat ortodontik cekat seperti masalah kebersihan mulut dan karies. Alat ortodontik cekat memiliki desain yang lebih sulit untuk dibersihkan dibandingkan dengan alat ortodontik lepasan, sehingga pengguna alat ortodontik cekat lebih sulit untuk memelihara kebersihan mulut selama perawatan. Kebersihan mulut yang buruk dapat menyebabkan karies selama perawatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh gambaran status kebersihan mulut dan status karies mahasiswa pengguna alat ortodontik cekat di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Status kebersihan mulut diperoleh dengan pemeriksaan menggunakan Patient Hygiene Performance (PHP) Index dan status karies diperoleh dengan pemeriksaan menggunakan indeks Decay Missing Filling Teeth (DMF-T). Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif. Populasi penelitian yaitu semua mahasiswa pengguna alat ortodontik cekat di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Sampel berjumlah 38 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Hasil penelitian tentang kebersihan mulut menunjukkan 34 orang memiliki kebersihan mulut yang baik (89,47%), 4 orang memiliki kebersihan mulut sedang (10,53%) dan tidak terdapat responden yang memiliki kebersihan mulut yang buruk. Status karies gigi menunjukkan rata-rata jumlah DMF-T ialah 0,631 dan menurut kategori indeks DMF-T dari WHO termasuk pada kategori sangat rendah. Kata kunci: alat ortodontik cekat, status kebersihan mulut, status karies.
PENILAIAN RISIKO KARIES MELALUI PEMERIKSAAN ALIRAN DAN KEKENTALAN SALIVA PADA PENGGUNA KONTRASEPSI SUNTIK DI KELURAHAN BANJER KECAMATAN TIKALA Senawa, I Made W. A.; wowor, Vonny N. S.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6601

Abstract

Abstract: Caries still becomes a problem in many countries include Indonesia. Basic Health Research in 2007 showed that caries experience of Indonesian population reach 72,1% and North Sulawesi stand at third rank with 82,8%. Determination of caries activity of individual can be done with caries risk assessment. Salivary flow and viscosity is included in caries risk assessment. Low salivary flow and high viscosity can show the presence of caries process. Hormonal contraception by injection is used more in Indonesia. In 2013 women who use injection KB was 49,42 % and in North Sulawesi was 41,30 %. Estrogen and progesterone hormone compound in injectable contraception are suspected to have ability to increase saliva secretion. Study type was descriptive with cross-sectional design and sampling method with purposive sampling by collect saliva in 5 minute that filled in a container. It is done in Kelurahan Banjer Kecamatan Tikala. The result showed that the majority (43.1 %) had normal salivary flow. Salivary viscosity result showed mostly 61.4 % had injectable contraception users in Kelurahan Banjer mostly had normal flow and placed in medium caries risk category. Salivary viscosity of injectable contraception users were watery category and placed in low caries riskKeywords: caries risk, salivary flow, salivary viscosity, injectable contraception users.Abstrak: Penyakit karies masih menjadi masalah di berbagai negara termasuk di Indonesia. Hasil Riset kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan pengalaman karies yang diderita penduduk Indonesia mencapai 72,1% dan Sulawesi Utara menempati urutan ketiga dengan 82,8%. Penentuan aktivitas karies pada individu dapat dilakukan melalui penilaian risiko karies. Pemeriksaan aliran dan kekentalan saliva dapat digunakan untuk menilai risiko karies. Kecepatan aliran saliva dan dan kekentalan saliva dapat menunjukkan risiko karies individu. Kontrasepsi suntik merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang semakin banyak dipakai di Indonesia. Tahun 2013 wanita pengguna Kontrasepsi Suntik di Indonesia sebanyak 49,42% dan di Sulawesi Utara sebanyak 41,30%. Kandungan hormon esterogen dan progesteron dalam Kontrasepsi Suntik diduga dapat meningkatkan sekresi saliva. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional serta pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan cara mengumpulkan saliva selama 5 menit yang ditampung ke dalam wadah. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Banjer Kecamatan Tikala. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas (43,1%) memiliki aliran saliva normal dan 61,4% memiliki kekentalan saliva yang tergolong encer. Kesimpulan penelitian ini yaitu aliran saliva pengguna Kontrasepsi Suntik di Kelurahan Banjer sebagian besar berada pada kategori normal dan risiko karies tergolong sedang. Kekentalan saliva pengguna KB suntik di Kelurahan Banjer berada pada kategori yang encer dan dikategorikan risiko karies rendah.Kata kunci: risiko karies, aliran saliva, kekentalan saliva, pengguna kontrasepsi suntik