Vonny N. S. Wowor
Universitas Sam Ratulangi

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 43 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Uji Perbandingan Kekuatan Kompresi Tumpatan Resin Komposit dengan Teknik Incremental Horizontal dan Teknik Bulk Mundung, Claudya; Wowor, Vonny N. S.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.19940

Abstract

Abstract: Composite resin is one of the restoration material used in dental practice. Its strength and resistance factors toward usage and stability dimension lead to high compression strength to withstand mastication burden. This capacity has to be considered in choosing the composite resin as restoration material. This study was aimed to compare the compression strength of resin composites formed with horizontal incremental restoration technique and with bulk restoration technique. This was an experimental study conducted at Material Engineering Laboratory of the Faculty of Engineering Sam Ratulangi University Manado. There were six samples divided into 2 groups, each of 3 samples. The results showed that compression strength of resin composite formed with horizontal incremental technique was 199.45 MPa meanwhile of resin composite formed with bulk technique was 191.65 MPa. Conclusion: Compression strength of resin composite formed with horizontal incremental technique was higher than of resin composite formed with bulk technique.Keywords: resin composite, compression strength, incremental technique, bulk technique Abstrak: Resin komposit merupakan salah satu bahan restorasi yang sering digunakan di kedokteran gigi. Faktor kekuatan dan ketahanan terhadap penggunaan dan stabilitas dimensi memungkinkannya memiliki kekuatan kompresi yang besar untuk menahan beban kunyah. Hal ini merupakan salah satu keunggulan yang menjadi dasar pertimbangan saat memilih resin komposit sebagai bahan tumpatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan teknik penumpatan incremental horizontal dan teknik penumpatan bulk untuk kekuatan kompresi resin komposit. Jenis penelitian ialah eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Rekayasa Material Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Sampel berjumlah 6 buah dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing terdiri dari 3 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan kompresi tumpatan resin komposit dengan teknik incremental horizontal sebesar 199,45 MPa dan tumpatan resin komposit dengan teknik bulk sebesar 191,65 MPa. Simpulan: Kekuatan tekanan kompresi tumpatan resin komposit menggunakan teknik incremental horizontal lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan teknik bulk.Kata kunci: resin komposit, kekuatan kompresi, teknik penumpatan incremental horizontal, teknik penumpatan bulk
Uji Daya Hambat Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Parengkuan, Henaldy; Wowor, Vonny N. S.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 8, No 1 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.1.2020.27815

Abstract

Abstract: Hibiscus plant (Hibiscus rosa-sinensis L.) contains several antibacterial compounds such as tannin, alkaloids, triterpenoids, cyanidine, glycosides, and quercetin. One alternative to deal with diseases such as caries caused by bacterial infections is the use of hibiscus (Hibiscus rosa-sinensis L.). This study was aimed to determine the inhibitory effect of hibiscus flower extract on the growth of Streptococcus mutans bacteria causing caries. This was an experimental study with the modified Kirby-Bauer method using disks. Hibiscus flowers were obtained from Kotamobagu, North Sulawesi, and extracted by using maceration method and 96% ethanol as the solvent. The results showed that the total inhibition zone diameter resulted by hibiscus flower extract in five Petri dishes was 23.5 mm with an average of 4.6 mm. In conclusion, hibiscus flower extract had a weak inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans.Keywords: Hibiscus rosa-sinensis L., Streptococcus mutans, caries, inhibition zone Abstrak: Tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung beberapa senyawa yang bersifat antibakteri seperti tannin, alkaloid, triterpenoid, sianidin, glikosida, kuersetin. Salah satu alternatif untuk menanggulangi infeksi bakteri seperti karies yaitu dengan penggunaan bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak bunga kembang sepatu terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan cakram. Bunga kembang sepatu diperoleh dari daerah Kotamobagu, Sulawesi Utara, dan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Hasil penelitian menunjukkan total diameter zona hambat yang dihasilkan ekstrak daun bunga sepatu pada lima cawan Petri sebesar 23,5 mm dengan nilai rerata 4,6 mm. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak bunga kembang sepatu memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yang tergolong lemah.Kata kunci: bunga kembang sepatu, Streptococcus mutans, karies, daya hambat
Uji daya hambat rebusan daun pepaya (carica papaya) terhadap pertumbuhan Candida albicans pada plat resin akrilik polimerisasi panas Suni, Nurul A.; Wowor, Vonny N. S.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15524

Abstract

Abstract: Unclean acrylic removable denture will be the gathering place of plaques that further become media for the growth of microorganisms, inter alia Candida albicans. Abnormal growth of fungi could result in denture stomatitis. Prevention can be done by using cleaning materials, however, these materials contain many chemical substances and are relatively expensive. Carica papaya is one of the herbs that contain active compounds which are antifungal. This study was aimed to determine the inhibition effect of papaya leaves on the growth of C. albicans isolated from the hot plate acrylic resin polymerization. This was a pure experimental study with a post test only control group design. Absorbance values were obtained by using a standard spectrophotometer with Mc Farland No. 1. The absorbance values were incorporated into Stainer formula to determine the total number of colonies of C. albicans. The results of the converted absorbance values were as follows: the papaya leaf 0.51 x 108 CFU; the positive control (polident) 2.5 x 108 CFU; and the negative control (sterile distilled water) 3.6 x 108 CFU. Conclusion: Papaya leaves (Carica papaya) had inhibitory effect on the growth of Candida albicans.Keywords: papaya leaf (Carica papaya), removable denture acrylic plate, Candida albicansAbstrak: Kebersihan gigi tiruan lepasan akrilik yang kurang diperhatikan akan menjadi tempat berkumpulnya plak yang dapat menjadi media untuk bertumbuhnya mikroorganisme, antara lain Candida albicans. Pertumbuhan jamur yang abnormal dapat mengakibatkan denture stomatitis. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan pembersih, namun pembersih yang beredar saat ini banyak mengandung bahan kimia dan harga yang relatif mahal. Daun pepaya (Carica papaya) merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif yang bersifat antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat rebusan daun pepaya terhadap pertumbuhan C. albicans yang diisolasi dari plat resin akrilik polimerisasi panas. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan post test only control group design. Nilai absorbansi diperoleh dengan menggunakan spektrofotometer standar Mc Farland no 1, kemudian nilai absorbansi dimasukan ke dalam rumus Stainer untuk mengetahui jumlah total koloni C. albicans. Hasil penelitian menunjukkan nilai absorbansi setelah dikonversikan ke dalam rumus ialah pada rebusan daun pepaya 0,51 x 108 CFU; kontrol positif (polident) 2,5 x 108 CFU; dn kontrol negatif (akuades steril) 3,6 x 108 CFU. Simpulan: Air rebusan daun pepaya (Carica papaya) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans.Kata kunci: daun pepaya (carica papaya), plat gigi tiruan
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI SILANG PADA TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PSPDG FK UNSRAT Suleh, Meilan M.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10482

Abstract

Abstract: Tooth extraction is one of the high risk actions that can cause cross-infection. Prevention and control of a cross-infection is needed in tooth extraction because the field of dentistry work contacts directly with blood and saliva. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. There were 44 samples obtained by using purposive sampling method. This study aimed to determine the prevention and control of cross infection in dental extractions at the Dental Hospital PSPDG FK Unsrat. The results showed that the prevention and control of cross-infection pre-action tooth extraction was 37.4%. The prevention of cross infection control during dental extractions was 60.26%. The prevention of cross infection control after tooth extraction was 47.16%. In general, prevention and cross-infection control in dental extractions at the Dental Hospital PSDDG FK Unsrat was only done by 48.23%.Keywords: prevention and control of cross-infection, tooth extraction actionAbstrak: Ekstraksi gigi merupakan salah satu tindakan berisiko tinggi menyebabkan terjadinya infeksi silang. Pencegahan dan pengendalian infeksi silang sangat dibutuhkan pada tindakan ekstraksi gigi, karena bidang kerja kedokteran gigi berhubungan langsung dengan darah dan saliva. Jenis penelitian ini deskritif observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 44 sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencegahan dan pengendalian infeksi silang pada tindakan ekstraksi gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut PSPDG FK Unsrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dan pengendalian infeksi silang pra tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 37,4%. Pencegahan dan pengendalian infeksi silang selama tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 60,26%. Pencegahan dan pengendalian infeksi silang paska tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 47,16%. Secara umum, pencegahan dan pengendalian infeksi silang pada tindakan ekstraksi gigi di RSGM PSDDG FK Unsrat hanya dilakukan sebesar 48,23%.Kata kunci: pencegahan dan pengendalian infeksi silang, tindakan ekstraksi gigi.
Kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea Massie, Nikita S. W.; Wowor, Vonny N. S.; Tendean, Lydia
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13651

Abstract

Abstract: A qualified life is the hope of every elderly, which means that they can enjoy they elderly life happily. Tooth loss can cause dysfunction that affect the quality of life. Well-made denture can replace the missing teeth and restore the dysfunction. This study aimed to obtain the life quality of elderly at Kecamatan Wanea. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population in this study consisted of elderly as many as 329 people that used dentures. The total samples were 77 respondents obtained by using purposive sampling method. This study was carried out at Kecamatan Wanea from February till August 2016. OHIP 14 quitionary was used as the instrument in this study. The life quality measurement score showed that the functional limitation dimension was 151.5; physical disability dimension was 140; psychical disability dimension was 106; social disability dimension was 99.5; hampered dimension was 102.5; and life quality measurement score was 122.7. Conclusion: The life quality of elderly using dentures at Kecamatan Wanea was quite good.Keywords: life quality, elderly, denture user.Abstrak: Hidup yang berkualitas merupakan sesuatu yang diinginkan lansia sehingga bisa menikmati masa tua dengan penuh makna, membahagiakan, dan berguna. Kehilangan gigi dapat menimbulkan gangguan fungsi yang berpengaruh pada kualitas hidup. Gigi tiruan yang dibuat dengan baik untuk menggantikan gigi yang hilang dapat memulihkan fungsi yang terganggu, dan akan berdampak pada kualitas hidup penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini ialah lansia yang memakai gigi tiruan sebanyak 329 orang. Sampel berjumlah 77 lansia yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di Kecamatan Wanea pada bulan Febuari sampai dengan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner OHIP 14. Hasil penelitian menunjukkan skor pengukuran kualitas hidup berdasarkan dimensi keterbatasan fungsi sebesar 151,5; dimensi rasa sakit fisik sebesar 148; dimensi ketidaknyamanan psikis sebesar 112; dimensi ketidakmampuan fisik sebesar 140; dimensi ketidakmampuan psikis sebesar 106; dimensi ketidakmampuan sosial sebesar 99,5; dimensi keterhambatan sebesar 102,5; dan skor pengukuran kualitas hidup sebesar 122,7. Simpulan: Kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea umumnya tergolong baik.Kata kunci: kualitas hidup, lansia, pengguna gigi tiruan
Kualitas Hidup Lansia Pengguna dan Bukan Pengguna Gigi Tiruan Korah, Sanny C.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 8, No 2 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.2.2020.29906

Abstract

Abstract: Loss of natural teeth, whether it is replaced with artificial teeth or not, can affect the quality of life (QoL), especially in relation to oral health. This study was aimed to determine the differences in the QoL of elderly between denture wearers and non denture wearers. This was a literature review study. There were five literatures in this study; three literatures used the GOHAI questionnaire as a research instrument meanwhile the others used the OHIP-14 questionnaire. The results showed that the measuring instrument most widely used was GOHAI. Based on age, the QoL of denture wearers and non denture wearers became worse as they became older. Based on sex, the QoL of the non denture wearers was better in males than in females, albeit, there was no difference between sex among the denture wearers. In conclusion, the QoL of denture wearers was better than of non denture wearers. Moreover, the QoL of denture wearers was relatively good, meanwhile the QoL of non denture wearers was poor.Keywords: quality of life, elders, denture, tooth loss Abstrak: Kehilangan gigi asli yang digantikan dengan gigi tiruan maupun tidak, dapat meme-ngaruhi kualitas hidup, khususnya kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan. Jenis penelitian ialah studi pustaka. Total pustaka yang diteliti berjumlah lima buah. Terdapat tiga pustaka yang menggunakan kuesioner GOHAI sebagai instrumen penelitian, sedangkan dua lainnya menggunakan kuesioner OHIP-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ukur yang paling banyak digunakan yaitu GOHAI. Berdasarkan usia, semakin bertambahnya usia, kualitas hidup lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan semakin buruk. Berdasarkan jenis kelamin, kualitas hidup lansia bukan pengguna gigi tiruan lebih baik pada laki-laki daripada perempuan, sedangkan pada lansia pengguna gigi tiruan, hasilnya seimbang. Simpulan penelitian ini ialah kualitas hidup lansia pengguna gigi tiruan lebih baik daripada bukan pengguna gigi tiruan. Kualitas hidup lansia pengguna gigi tiruan tergolong baik sedangkan kualitas hidup lansia bukan pengguna gigi tiruan tergolong buruk.Kata kunci: kualitas hidup, lansia, gigi tiruan, kehilangan gigi
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Perilaku Menyikat Gigi pada Anak Wanti, Melyana; Mintjelungan, Christy N.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32365

Abstract

Abstract: Dental caries is a dental health problem that often affects children aged 6-12 years. Children who have bad habits in maintaining oral hygiene are at greater risk to suffer from dental caries. A good habit that can be developed to obtain a good behavior is tooth brushing. The behavior of tooth brushing in children can be influenced by many things, inter alia intrimsic or extrinsic motivation. This study was aimed to determine whether there was an extrinsic motivation on tooth brushing behavior among elementary school students. This was a literature review study using databases of Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and Indonesia Onesearch. There were five literatures with cross-sectional design used in this study. The results showed that extrinsic motivation could influence the tooth brushing behavior of the students. Parents and teachers had a major role in influencing the students for tooth brushing behavior. In conclusion, there is an influence of extrinsic motivation on children's tooth brushing behavior.Keywords: motivation, behavior, tooth brushing, children Abstrak: Karies gigi merupakan masalah gigi yang sering menyerang anak usia 6-12 tahun. Anak yang memiliki kebiasaan buruk dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulutnya berisiko lebih besar terkena karies gigi. Kebiasaan baik yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan perilaku yang baik, yakni kebiasaan menyikat gigi. Perilaku menyikat gigi pada anak dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya ialah motivasi yang dapat berasal dari dalam (intrinsik) maupun dari luar diri seseorang (ekstrinsik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap perilaku menyikat gigi siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan empat database yaitu Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Indonesia Onesearch. Lima literatur yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Hasil penelitian memperlihatkan motivasi ekstrinsik berpengaruh terhadap perilaku menyikat gigi anak. Orang tua dan guru memiliki peran utama dalam memengaruhi motivasi menyikat gigi anak. Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap perilaku menyikat gigi anak.Kata kunci: motivasi, perilaku, menyikat gigi, anak
Pengaruh Penggunaan Metode Irene’s Donut terhadap Penurunan Skor Risiko Karies pada Anak Muntu, Ladiza F. J.; Wowor, Vonny N. S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32605

Abstract

Abstract: Caries is an oral disease that is often found in the community. Riset Kesehatan Dasar (Basic Health Research) showed that 54.0% of the caries problems were found in the ge of 5-9 years. One of the government's efforts to reduce the risk score of caries causes is to promote a dental and oral health education program; one of them is the Irene's Donut method. This study was aimed to obtain an overview of the use of Irene's Donut method in reducing the caries risk score. This was a literature review study using databases of Google Scholar and Digital Reference Garba. The results showed that there were five journals fulfilling the inclusion and exclusion criteria.  There was a change in the level of cleanliness and significant increases of knowledge, attitude, and practice of the respondents. In conclusion, the Irene Donut method is effective in reducing the caries risk score in children by installing knowledge to the parents to guide their children related to good oral health maintenance behavior.Keywords: Irene's donut, dental caries in children, caries risk score Abstrak: Karies merupakan masalah penyakit mulut yang sering ditemukan pada masyarakat. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan sebanyak 54,0% masalah karies ditemukan pada kelompok usia 5-9 tahun. Salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan skor risiko penyebab karies yakni menggalakan program pendidikan kesehatan gigi dan mulut; salah satunya ialah metode Irene’s Donut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan metode Irene’s Donut terhadap penurunan skor risiko karies. Jenis penelitian ialah literature review menggunakan database Google Scholar dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan lima jurnal yang memenuhi kriteria penelitian. Didapatkan perubahan tingkat kebersihan gigi serta peningkatan yang bermakna secara statistik pada pengetahun, sikap, dan praktik responden. Simpulan penelitian ini ialah metode Irene’s Donut dinilai efektif dalam menurunkan skor risiko karies pada anak dengan cara menanamkan pengetahuan pada orang tua untuk membimbing anak dalam hal menanamkan perilaku pemelihara kesehatan gigi dan mulut yang baik.Kata kunci: Irene’s donut, karies gigi pada anak, skor risiko karies
Kebersihan Gigi Mulut dan Kejadian Gingivitis pada Anak Sekolah Dasar Pontoluli, Zefanya G.; Khoman, Johanna A.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32366

Abstract

Abstract: Poor oral hygiene could cause a variety of diseases in the oral cavity. Oral diseases can occur in various age groups, including children. World Health Organization survey showed that 90% of the world population suffer from gingivitis; 80% of them are children under 12 years of age. Gingivitis is an early stage of periodontal disease in the form of gingival inflammation due to poor oral dental hygiene. Therefore, biofilms are accumulated on the plaques along the gingival margins. This study was aimed to determine the oral dental hygiene and the incidence of gingivitis in elementary school children. This was a literature review study using three databases, namely: Google Scholar, PubMed, and Digital Reference Garba. The results obtained nine journals that were relevant to the topic of discussion. Moreover, oral dental hygiene was influenced by knowledge of oral dental health and oral dental hygiene maintenance behavior such as tooth brushing and diet. The incidence of gingivitis among elementary school children ranged from 74.4% to 91.94%. In conclusion, oral hygiene status of elementary school children was in the medium category and the incidence of gingivitis among them was high.Keywords: oral hygiene, incidence of gingivitis, elementary school children Abstrak: Kebersihan gigi mulut yang kurang dapat menyebabkan berbagai masalah dalam rongga mulut. Penyakit gigi mulut dapat dialami oleh semua kelompok usia, tidak terkecuali pada anak. Hasil survei World Health Organization menumjukkan 90% penduduk di dunia menderita penyakit gingivitis dan 80% di antaranya merupakan anak usia di bawah 12 tahun. Gingivitis merupakan tahap awal penyakit periodontal berupa peradangan pada gingiva yang disebabkan oleh kebersihan gigi mulut yang buruk sehingga terjadi akumulasi biofilm pada plak di sepanjang margin gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebersihan gigi mulut dan kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan sembilan jurnal yang relevan dengan topik bahasan. Kkebersihan gigi mulut dipengaruhi oleh pengetahuan kesehatan gigi mulut dan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi mulut seperti menyikat gigi dan pola makan. Distribusi kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar antara 74,4%-91,94%. Simpulan penelitian ini ialah status kebersihan gigi mulut anak sekolah dasar termasuk dalam kategori sedang dan angka kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar tergolong tinggi.Kata kunci: kebersihan gigi mulut, kejadian gingivitis, anak sekolah dasar
Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut Siswa SD Dengan dan Tanpa Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Gerung, Ayumi Y.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.32958

Abstract

Abstract: Behavior is the second major factor that affects the health status of an individual or society. Good behavior in maintaining oral hygiene will have a positive impact on the status of children’s oral health. One of the efforts to reduce the number of caries is through the Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) program. This study was aimed to obtain the oral health care behavior of elementary school students with UKGS and without UKGS. This was a literature review study. There were four relevant literatures with related topics obtained from different databases, as follows: Google Scholar, PubMed, and Garba Rujukan Digital. The results showed that the UKGS program was effective in increasing the status of students’ oral health. Besides education about oral health at schools, parents and the media played some important roles in providing information of oral care. In conclusion, oral health care behavior of elementary school students with and without UKGS were in good category as long as teachers, parents, and internet media as well as print media were involved.Keywords: behavior; oral health; Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)  Abstrak: Perilaku merupakan faktor kedua terbesar yang berpengaruh terhadap status kese-hatan individu atau masyarakat. Perilaku yang baik dalam pemeliharaan kebersihan mulut akan berdampak positif pada derajat kesehatan gigi mulut anak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka karies yaitu melalui program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kesehatan gigi mulut siswa SD dengan UKGS dan tanpa UKGS. Jenis penelitian ialah literature review. Terdapat empat pustaka yang relevan dengan topik terkait. Pustaka dalam penelitian didapat dari database Google Scholar, PubMed, dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian menunjukkan program UKGS efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi mulut siswa. Pendidikan tentang kesehatan gigi mulut tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi orang tua dan media berperan penting dalam memberikan informasi tentang pemeliharaan gigi mulut. Simpulan penelitian ini ialah perilaku pemeliharaan kesehatan gigi mulut siswa SD dengan UKGS dan tanpa UKGS keduanya dalam kategori baik sepanjang adanya keterlibatan guru, orang tua, dan media internet maupun cetak.Kata kunci: perilaku; kesehatan gigi mulut; Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)