Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

BENTUK BULLYING DAN CARA MENGATASI MASALAH BULLYING DI SEKOLAH DASAR Sofyan, Fuaddilah Ali; Wulandari, Cherrysa Ariesty; Liza, Levi Lauren; Purnama, Lidia; Wulandari, Rini; Maharani, Nabilah
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 04 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v1i04.400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksi bullying disekolah dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus yang indentik untuk mengetahui dan memahami seseorang lewat praktek yang dilakukan, peneliti akan mengumpulkan individu yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara, wawancara ini dilakukan dengan beberapa subjek. Hasil wawancara ini menunjukkan bahwa aksi bullying sering terjadi di sekolah dasar Bullying ini sifatnya menganggu orang lain karena dampakknya dari perilaku negatif yang kini sedang populer dikalangan masyrakat,aksi ini membuat ketidaknyaman orang lain atau bullying itu sendiri. Bullying memiliki pengaruh yg besar bagi kehidupan korbannya sampai dewasa. waktu masa sekolah akan mengakibatkan depresi dan perasaan tidak bahagia buat mengikuti sekolah, sebab dihantui oleh perasaan tidak bahagia untuk mengikuti sekolah, karena dihantui sang perasaan cemas dan ketakutan. Hal tersebut kemudian akan mempengaruhi prestasi akademik para korbannya. penelitian ini menunjukan bahwa alasan subjek melakukan bullying karena meniru perilaku teman dan meniru perilaku yang ada pada lingkungan sosial dan balas dendam. Faktor yang mempengaruhi perilaku bullying subjek adalah faktor teman sebaya, lingkungan sosial, dan karakter individu pelaku seperti dendam. Bentuk bullying yang dilakukan oleh kedua subjek adalah bullying fisik, verbal, dan psikologis. Bullying fisik yang dilakukan adalah menedang, bullying verbal yang dilakukan adalah mengejek dan mengolok-olok, dan bullying psikologis yang dilakukan adalah memandang sinis. Pikiran dan perasaan subjek sesaat dan setelah melakukan bullying adalah merasa puas atau dengan kata lain subjek merasakan kepuasan tersendiri setelah melakukan bullying. Akibat bullying pada korban yaitu merasa malas untuk pergi ke sekolah, mengganggu konsentrasi belajar di kelas, mempengaruhi nilai akademik di sekolah, merasa sakit hati, dan merasa malu. Selain itu, korban yang mengalami bullying fisik juga merasakan sakit dan meninggalkan luka lebam pada bagian tubuhnya. Tidak adanya sebuah bentuk penyesalan dari subjek karena kurangnya rasa empati pelaku terhadap korban.
PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK NILAI-NILAI SOSIAL DAN NILAI BUDAYA SISWA DI SD NEGERI 12 RANTAU ALAI Anisah, Nia; Sartika, Sri Dewi; Wulandari, Rini
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 3 No. 01 (2024): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v3i01.1007

Abstract

This study aims to understand the role of education in shaping students' social and cultural values. The role of education in shaping students' social and cultural values is very important. Character education given to students as the next generation of the nation leads to respect and honesty. Character education based on cultural values can help students understand and internalize values that are commonly accepted by society, such as justice, respect and honesty. Thus, students can become capable individuals in all aspects, including mental, social, and moral. Effective character education can help students develop the ability to practice their moral behavior through activities such as providing services, and help students understand the importance of social values in counteracting the influence of other incompatible values.
Sources of Indonesia Manufacturing Productivity Growth Wulandari, Rini; Prasetyo, Alvin Sugeng; Susandika, M Devis
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Riset Ilmu Ekonomi (JRIE) Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jrie.v4i2.90

Abstract

Manufacturing industry productivity is a basic element in Indonesia's economic progress, so it is needed to accelerate Indonesia's economic growth. The advantage of the Manufacturing industry sector is that it has forward and backward linkages between sectors so that through manufacturing industry development, Indonesia higher economic growth. This research examines and analyzes the sources of manufacturing industry productivity growth in Indonesia for the 2010-2022 period. The research method used is panel data regression. The estimation results show that based on the panel data regression results the selected model is the FEM model so that all independent variables (raw materials, labor, energy, and capital) have a significant positive effect on the output of the Indonesian manufacturing industry. The estimation results in this study also found that labor and capital are inelastic.
Analisis Pengelolaan Beduk Sedekah Subuh dalam Meningkatkan Kemanfaatan Program Filantropi Gustiani , Latifah; Wulandari, Rini
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah Uin Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jmd.v1i1.7514

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan untuk peningkatan kemanfaatan program serta kendala yang dihadapai DSH Klaten dalam pelaksanaan program beduk sedekah subuh. Penelitian ini menggunaka penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen yang digunakan DSH yaitu dengan menerapkan empat fungsi manajemen perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controlling). Kendala yang dihadapi DSH dalam program beduk sedekah subuh adalah adanya rolling para karyawan dan strategi dalam mempertahankan donatur.
Pengaruh Promo Gratis Ongkir dan Kepercayaan Marketplace Terhadap Keputusan Pembelian Online Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Wulandari, Rini; Efendi, Riyanto; Hudha, Choirul; Kusumawati, Astrian; Setyono, Vicky Indarto
JMEB Jurnal Manajemen Ekonomi & Bisnis Vol. 3 No. 02 (2025): JMEB : Jurnal Manajemen Ekonomi & Bisnis
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyelidiki meningkatnya pemanfaatan pasar online oleh mahasiswa Ekonomi, yang sangat dipengaruhi oleh insentif pengiriman gratis dan tingkat kepercayaan terhadap pilihan pembelian online mereka. Studi ini bertujuan untuk menilai pengaruh promosi pengiriman gratis dan kepercayaan terhadap pasar online terhadap keputusan pembelian mahasiswa Ekonomi. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei, yang menargetkan populasi mahasiswa Ekonomi yang terlibat dalam belanja online, dengan sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data yang terkumpul diuji dengan regresi berganda untuk mengevaluasi dampak variabel independen terhadap variabel dependen. Temuan studi ini menunjukkan bahwa promosi pengiriman gratis dan kepercayaan terhadap pasar online memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian online, dengan promosi pengiriman gratis memiliki pengaruh yang agak lebih besar. Studi ini menyarankan agar pelaku pasar online secara sengaja menyediakan pengiriman gratis dan meningkatkan kepercayaan konsumen melalui layanan berkualitas untuk mendorong keputusan pembelian. Penelitian selanjutnya sebaiknya bertujuan untuk memperluas cakupan populasi dan memasukkan lebih banyak karakteristik yang dapat memengaruhi keputusan belanja online.
Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Upaya Aplikasi Anggaran 20% Penyelenggaraan Pendidikan Nasional: Implications of the Constitutional Court Decision in the Effort of 20% Budget Application for the Implementation of National Education Wulandari, Rini
PUSKAPSI Law Review Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (PUSKAPSI) FH UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/puskapsi.v1i1.23648

Abstract

Amandemen atau Perubahan ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah melahirkan lembaga Mahkamah Konstitusi yang bertugas sebagai pelindung atas pelaksanaan amanat konstitusi dan menjamin terlaksananya hak konstitusional bagi setiap warga negara Indonesia. Putusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat sehingga seharusnya dapat berlaku juga secara konsisten terhadap permasalahan yang sama. Sementara itu, jika Mahkamah Konstitusi adalah sebagai the guardian of contitution, di sisi lain Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah sebuah konstitusi negara Indonesia yang harus dijaga dan dijamin pelaksanaannya oleh Mahkamah Konstitusi. Dalam upaya menunjang pendidikan yang bermutu, pemerintah mengalokasikan anggaran minimal pendidikan sebesar 20% dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan Daerah sebagaimana termaktub dalam UUD 1945. Namun sayangnya anggaran pendidikan sebesar 20% pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya formalitas. Sementara itu, sejak tahun 2005 Mahkamah Konstitusi pernah memutus beberapa pengujian terkait anggaran minimal pendidikan. Diantaranya Mahkamah Konstitusi membatalkan dan menjadikan ketentuan ‘bertahap’ menjadi tidak berlaku. Tetapi diwaktu yang sama, Mahkamah Konstitusi juga memutus tidak dapat menerima (niet ontvankelijk verklaard) pengujian Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2004 yang belum menerapkan anggaran pendidikan minimal 20% pada APBN 2005. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif didapati bahwa pertimbangan dan putusan Mahkamah Konstitusi turut mempengaruhi upaya mewujudkan anggaran minimal 20% bagi pendidikan. Hingga saat ini menurut Neraca Pendidikan Daerah yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), masih banyak Kota dan Kabupaten yang mengalokasikan kurang dari 10 persen APBD untuk pendidikan. Third Amendment of the Constitution 1945 of the Republic of Indonesia has established a Constitutional Court which asks for protection of the implementation of the mandate of the constitution and guarantees the implementation of constitutional rights for every Indonesian citizen. His verdict against the end and binding can finally be applied also against the end of the same. Meanwhile, if the Constitutional Court is the guardian of the constitution, on the other hand the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia is the constitution of the Indonesian state which must be safeguarded and approved by the Constitutional Court. To support education, the government allocates a minimum education budget 20% of the State and regional Budget. However, the education budget of 20% of the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) and the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) are only formalities. Meanwhile, since 2005 the Constitutional Court has decided on several trials related to the minimum education budget. Among them, the Constitutional Court canceled and made the 'gradual' provision invalid. But at the same time, the Constitutional Court also decided that it could not accept (niet ontvankelijk verklaard) the review of Law Number 26 of 2004 which had not implemented a minimum education budget of 20% in the 2005 State Budget. By using the normative legal research method, found that the considerations and decisions of the Constitutional Court also influence efforts to realize a minimum budget of 20% for education. Until now, there are still many Cities and Regencies that allocate less than 10 percent of the APBD for education.
Students’ critical thinking across self-efficacy levels in STEM website-supported challenge-based differentiated learning Khairunnisa, Fadhila Salvia; Ardiansyah, Adi Satrio; Wulandari, Rini
Jurnal Elemen Vol 12 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v12i1.32330

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of implementing Challenge-Based Differentiated Learning supported by a STEM website, analyze the influence of self-efficacy on critical thinking, and describe students’ critical thinking skills in relation to self-efficacy. The research employed a mixed-methods approach, a sequential explanatory design, and simple random sampling. Class VIII B served as the experimental group implementing the CB-DL model, and VIII A as the control group implementing problem-based learning, with each group consisting of 33 students. The results showed that the CB-DL model was effective in improving critical thinking skills, as indicated by an increase in the average pretest score from 65.15 to 83.33 on the posttest and a Cohen's D of 0.57. In addition, self-efficacy has a significant effect on critical thinking skills with a value R2 of 0.3542. Subjects with high self-efficacy met all six indicators of critical thinking skills, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. Those with moderate self-efficacy did not meet the self-regulation indicator, and those with low self-efficacy did not meet the explanation and self-regulation indicators. These findings confirm that the CB-DL supported by a STEM website, along with self-efficacy reinforcement, can optimize students’ critical thinking skills.