Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI GLUTEN FREE COOKIES DARI TEPUNG PISANG KEPOK, TEPUNG KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) (Blanching dan Non-Blanching) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG ALMOND (Prunus dulcis) Samsoedin, Fadhila Marwa; Saati, Elfi Anis; Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i1.22008

Abstract

Pangan bebas gluten disasarkan kepada penyandang intolerant gluten harus mempertimbangkan bahan pangan yang digunakan. Pemanfaatan produk lokal seperti tepung pisang kepok, tepung kulit pisang dan tepung almond yang termasuk tepung gluten free. Oleh karena itu, pengembangan tepung-tepungan perlu dilakukan agar bermanfaat bagi manusia sebagai bahan pangan campuran atau substitusi pada makanan salah satunya pembuatan cookies. 6 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Sederhana. Terdapat 9 taraf perlakuan serta terdiri dari tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, karbohidrat, serat kasar uji hedonik organoleptik dan perlakuan terbaik. Setiap data yang diperoleh serta diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada α = 5%. Apabila berpengaruh nyata maka data yang diperoleh dilanjutkan dengan uji pembeda menggunakan uji DMRT (Duncan Multiplerange Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat tepung pisang kepok, tepung kulit pisang kepok dan tepung almond berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar protein, karbohidrat, serat kasar, tekstur, warna (kenampakan), aroma, rasa dan kesukaan. Berdasarkan penilaian perlakuan terbaik dengan nilai organoleptik yang disukai didapatkan pada formulasi F4 dengan perbandingan 60% Tepung Pisang Kepok:30% Tepung Kulit Pisang Kepok:10% Tepung Almond. Sedangkan untuk produk terbaik dengan nilai serat kasar tertinggi pada formulasi F8 (60% Tepung Pisang Kepok:30%Tepung Kulit Pisang (Blanching):10% Tepung Almond )
Karakteristik Fisikokimia Turkish Delight Jeruk Nipis dengan Penambahan Berbagai Sari Buah dan Penggunaan Pati Jagung sebagai Gelling Agent Ma'ruf, Muhammad Amar; Harini, Noor; Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i2.28316

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu langkah untuk memperkenalkan produk makanan yang berasal dari Turki agar bisa dikembangkan dan menjadi peluang usaha yang menguntungkan di Indonesia, karena turkish delight memiliki rasa manis yang sangat khas. Oleh sebab itu adanya inovasi penambahan rasa asam yang berasal dari jeruk nipis dapat menambahkan sensasi segar. Selain itu penambahan buah-buah lain dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada turkish delight. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari jeruk nipis dan berbagai sari buah terhadap karakteristik fisikokimia turkish delight sari jeruk nipis serta mendapatkan perlakuan yang menghasilkan turkish delight sari jeruk nipis dengan karakteristik fisikokimia terbaik. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Sederhana yaitu dengan perlakuan perbedaan konsentrasi sari buah nipis dan konsentrasi sari buah-buahan lainnya (anggur, naga, nanas) sehingga terdapat 9 level perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Parameter pengamatan yang dilakukan meliputi analisis kadar air, tekstur, aktivitas antioksidan, kadar vitamin C, kadar pH, kadar antosianin, Intensitas warna, organoleptik, dan perlakuan yang terbaik pada turkish delight. Turkish delight jeruk nipis dengan penambahan sari buah yang berbeda terbaik didapatkan oleh perlakuan F1 dengan rasio penambahan sari jeruk nipis 25% dan sari buah naga 75% menghasilkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik dengan nilai kadar air 18,03%, tekstur 3,39 N, aktivitas antioksidan 29,78%, vitamin C 30,22 mg/100g, kadar pH 3,33 (asam), total antosianin 0,054 mg/L, intensitas warna L (kecerahan) 35,60; tingkat kemerahan (a+) 5,4; tingkat kekuningan (b+) -1,9, dan hasil organoleptik rasa 4,63 (manis), tekstur 3,31 (agak tidak kenyal), warna 3,94 (agak cerah), kesukaan 4,42 (agak suka).
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA PRODUK MAKANAN RINGAN OAT COOKIES “OKUKKI” Rahmadani, Yesika; Saati, Elfi Anis; Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i1.28317

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman seperti di era modern saat ini mulai banyak dikembangkan berbagai macam produk pangan dengan membuat modifikasi terbaru agar dapat disesuaikan dengan pola konsumsi masyarakat. Aktivitas yang cukup padat membuat masyarakat cenderung mengonsumsi makanan yang praktis dan instan. Salah satu contoh produk pangan yang mulai dikembangkan dan dimodifikasi yaitu produk cookies. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kelayakan usaha Oat Cookies “OKUKKI” meliputi Break Even Point (BEP), Revenue/Cost (R/C), Return of Investment (ROI), Payback Period (PP). Hasil analisis bisnis Oat Cookies “OKUKKI” layak untuk dikembangkan karena R/C > 1 yaitu 1,28 maka usaha yang dijalankan mengalami keuntungan. Break Even Point (BEP) titik impas ketika dapat menjual sebanyak 85 unit/bulan dengan harga sebesar Rp.12.000/porsi menghasilkan omset sebesar Rp.698.129/bulan. Return On Investment (ROI) sebesar 28,5% keuntungan dari besarnya modal yang dikeluarkan selama 1 tahun. Payback Periode (PP) jangka waktu pengembalian modal usaha Oat Cookies “OKUKKI” yaitu kurang dari 1 tahun, yakni 3 sampai 4 bulan.
Pengaruh Proporsi Angkak (Red Mold Rice) Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Sosis Ikan Nila Qois, Jihan Lisa Puspitasari; Sukardi, Sukardi; Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i1.28336

Abstract

The boiling process causes the color of the meat in the sausage to fade, so efforts are needed to improve the color of tilapia sausage using natural dyes that are safe for consumption. The addition of angkak was chosen for food coloring so that it can affect the level of consumer acceptance. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of angkak proportion on the physicochemical characteristics and organoleptic score of tilapia sausage produced. The treatment added is the proportion of angkak which consists of 6 concentrations, namely 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2% and 2.5% (% calculated from the total weight of tilapia and tapioca flour). The test parameters were water content, fat content, protein content, antioxidant activity, color intensity, hardness, and organoleptic test of taste, aroma, color, and texture. The best treatment was tilapia sausage with the addition of 1.5% angkak proportion (A3) with an average moisture content of 61.85%; protein 15.87%; fat 15.35%; antioxidant activity 40.49%; texture hardness 31.59 N; color intensity: brightness (L) 44.85; redness (a) 23.37; yellowness (b) 13.05; organoleptic: color 4.23 (red); taste 3.86 (moderately savory); aroma 2.63 (not fishy); texture 4.43 (chewy). Keywords: tilapia sausage, angkak
Pengaruh Formulasi Tepung Mocaf dan Tepung Sorgum (Sorghum Bicolor L. Moench) Terhadap Karakteristik Fisikokimia Dan Organoleptik Donat Bomboloni Gluten Free Ardhani, Reza Fadilah; Anggriani, Rista; Sukardi, Sukardi
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i2.28379

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung mocaf dan tepung sorgum terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik donat bomboloni serta mengetahui perlakuan terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan formulasi rasio antara penggunaan tepung mocaf dan tepung sorgum yang terdiri dari 6 taraf, yaitu P1 (60 gram Tepung Mocaf dan 10 gram Tepung Sorgum), P2 (50 gram Tepung Mocaf dan 20 gram Tepung Sorgum), P3 (40 gram Tepung Mocaf dan 30 gram Tepung Sorgum), P4 (30 gram Tepung Mocaf dan 40 gram Tepung Sorgum), P5 (20 gram Tepung Mocaf dan 50 gram Tepung Sorgum), dan P6 Kontrol (50 gram Tepung Terigu). Pada penelitian ini setiap perlakuannya dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali dan dilakukan pengujian karakteristik kimia meliputi kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar serat, kadar gula reduksi, daya serap minyak, daya kembang, porositas, intensitas warna, dan organoleptik (rasa, warna, aroma, tekstur, keseluruhan). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik atau ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada α = 5%. Presentase penggunaan tepung mocaf dan tepung sorgum memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar serat, kadar gula reduksi, daya kembang, porositas, dan intensitas warna. Formulasi donat bomboloni terbaik didapatkan pada perlakuan P1 (60 gram Tepung Mocaf dan 10 gram Tepung Sorgum) yang menghasilkan kadar air dan lemak yang masih memenuhi SNI donat yakni SNI 01-2000.
Daftar Isi Vol 6 No 1 Tahun 2023 Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Vol 6 No 2 Tahun 2023 Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas Zerumbone Lempuyang Wangi (Zingiber Aromaticum Val.) Dengan Xylitol Ampas Tebu Dalam Pembuatan Permen Antihiperglikemik Rosita, Herlina Diah Ayu; Wilasari, Rina Ayu; Novembrianti, Agnes Vivi; Muhaimin, Rizki Tri; Fatikhin, Muhammad Khoirul; Anggriani, Rista; Damat, Damat
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i1.8836

Abstract

Menurut pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Januari 2023, kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat dibandingkan dengan Tahun 2010. Salah satu penyebabnya adalah pola konsumsi permen. Senyawa zerumbon yang ada pada lempuyang wangi (Zingiber aromaticum) diketahui dapat menurunkan gula darah yang akan dipadukan dengan xylitol dari ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lempuyang wangi untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Proses pembuatan ekstrak zerumbon menggunakan metode destilasi pada suhu 90°C dengan pelarut aquades. Pembuatan xylitol diawali dengan pengeringan dan penghalusan ampas tebu selanjutnya dihidrolisi dengan larutan buffer phosphate pH 6,00 dan buffer asetat pH 3 dan ditambahakan enzim xylanase Hidrolisat dari fermentasi enzim di sentrifugasi Pembuatan permen dengan perbandingan F1= 14%:21%, F2= 21%;20%, F3=28%;18% dan F4=35%:17% dan mencampur semua bahan yaitu corn syrup, gelatin, dan sedikit perasan lemon. Hasil permen dilanjutkan dengan uji karakteristik fisik seperti intenitas warna, teksture dilanjutkan uji organoleptic dengan metode hedonic dan dilanjutkan uji keefektivan dalam penurunan gula darah pada mencit Hasil pengujian KLT mendapatkan nilai Rf 0,57. pada hasil tekstur hardness dan gummines menghasilkan nilai tertinggi ada pada f1 dengan hardness dengan angka 3,23 dan gummines 1,11. Pada hasil intensitas warna tidak memberikan pengaruh yang nyata namun f1 memberikan hasil warna yang diinginkan L* 42, a*2 dan b*17. Dari hail uji gula darah pada mencit yang telah di beri perlakuan selama 7 hari hasil penurunan terbaik ada pada F3 sebear 128mg/dl. Untuk hasil uji organoleptic dilakukan pada 60 anak berusia 8-12 thn permen dengan perlakuan F1 paling banyak digemari oleh anak-anak.
Pengaruh Penambahan Ubi Jalar Kuning (Ipomoea Batatas L.) dan Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Saus Tomat Fatin, Naila Salsabila Nurul; Saati, Elfi Anis; Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.28337

Abstract

Abstract. Tomato sauce is a product produced from a mixture of tomato puree or tomato paste or tomato solids obtained from ripe tomatoes, which is processed with spices, with or without the addition of other food ingredients and permitted food additives. The addition of yellow sweet potato was chosen as a natural thickener and rosella flowers to replace the role of synthetic dyes in tomato sauce. The research design used in this study was a randomized factorial block design consisting of 2 factors, namely the addition of yellow sweet potato (0%,15% and 30%) and the addition of rosella flowers (0%, 5% and 10%). Parameters tested are water content, total dissolved solids, pH, total carotene, antioxidant activity, color intensity and organoleptic. The results showed that there was an interaction between the addition of yellow sweet potato and rosella flower on water content, total dissolved solids, pH, antioxidant activity. The addition of yellow sweet potato affected the water content, total dissolved solids, pH, total carotene, antioxidant activity, brightness (L) and redness (a+). The addition of rosella flowers affected the water content, total dissolved solids, pH, total carotene, antioxidant activity and brightness (L). The best treatment was A2B1 with a value of water content (63.32%), total dissolved solids (19.33°Brix), pH (3.89), total carotene (22.32µg), antioxidant activity (76.71%), color intensity (L 39.63; a* 15.6; b* 16.2); aroma 4.24 (rather delicious), color 4.12 (rather bright), taste 4.56 (delicious), texture 4.88 (thick), preference 4.36 (rather like).
Pengaruh Variasi Pengupasan Kulit dan Jenis Daun Sebagai Kemasan Terhadap Karakteristik Tempe Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Sanjaya, Basanty Pramesthi; Harini, Noor; Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.35920

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) berpotensi untuk diolah menjadi pangan fungsional berupa tempe. Penggunaan kemasan daun sebagai pembungkus tempe masih banyak diminati karena memberikan citarasa dan aroma tersendiri terhadap produk tempe. Kulit pada kacang merah memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi berupa antosianin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara variasi pengupasan kulit kacang merah serta perbedaan jenis pembungkus daun yang digunakan terhadap karakteristik tempe kacang merah yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu jenis pembungkus (daun jati dan daun kunyit) dan variasi pengupasan kulit kacang merah yang diulang sebanyak 3 kali untuk setiap perlakuan. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis ragam dengan taraf 5% dan dilakukan uji pembeda DMRT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perbedaan jenis pembungkus daun dan variasi pengupasan kulit kacang merah terhadap aktivitas antioksidan, total kandungan fenolik, dan total kandungan flavonoid. Perlakuan variasi pengupasan kulit berpengaruh terhadap hasil kadar air, kadar protein, intensitas warna, dan organoleptik (aroma, rasa, tekstur, kesukaan). Perlakuan yang paling disukai berdasarkan uji organoleptik adalah variasi pengupasan kulit dengan skor kesukaan 4,43-4,57 yaitu suka.
Co-Authors Adnan, Syaiful Amalia, Wahyu Anggie Audya Arwinda Rudiawaty Ardhani, Reza Fadilah Ardiana Desi Ayu Taufani Aulia Shalsabilla Nanda Sahrevi Ayu Rosita, Herlina Diah Azizah, Sabila Asmi Nur Cheryll Chameloza Chodijayanti, Ary Damat, Damat Dana Marsetya Utama Desak Gede Putri Wijayanthi Devi Dwi Siskawardani Dila Yunita Ardianti Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Evi Lusiana Dwi Safitri Faradiba Hijriani Harahap Fatikhin, Muhammad Khoirul Fatin, Naila Salsabila Nurul Fina Innama Listin Fitri, Farah Maulida Hafid, Ibnu Husna, Afifa Irjayanti, Rika Cahyani Khoidir, Syntiya Inanda Ma'ruf, Muhammad Amar Marcya Hulwatul Purtanti Maulana, Abel Alqurni Melinda Anggita Putri Mochammad Arif Saputra Muhaimin, Rizki Tri Nafis, Dzakia Nasifah, Dzurotun Nikmatul Rizky Nina Nurazizah Purnomo Putri Noor Harini Novembrianti, Agnes Vivi Novianto, Muhamad Fajar Novita Ratna Satiti NS, Maureen Danysha Nur Aini Dwi Cahyo Nur Fitriana Nurul Ain, Nurul Nurul Laelatunisa Purnama, Annisa Jihan Puryani . Puspitasari, Ade Putri, Nina Nurazizah Purnomo Qois, Jihan Lisa Puspitasari Rachmadanti Arum Rachmadhanti Arum Rahmadani, Yesika Retno Muji Rahayu Rizki Khoirun Nisa Rosita, Herlina Diah Ayu Safitri, Adella Audina Salsabila, Andalusia Trisna Samsoedin, Fadhila Marwa Sanjaya, Basanty Pramesthi Sarie, Audina Aura Shandra Berliana Shandra Berliana Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Susi Oxyvia Rosenansi Viajeng Purnama Putri Vritta Amroini Wahyudi Wafi, Fakhri Ahmad Wakhidah, Nastiar Majidatun Wardhani, Rike Maya Warkoyo Warkoyo . Wilasari, Rina Ayu