Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENDAMPINGAN DALAM PROSES KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK SULING BAMBU SEBAGAI UPAYA MENGENALKAN ALAT MUSIK DAERAH SETEMPAT DI SD INPRES RUTOSORO Dedy Setyawan; Kanzul Fikri; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v1i1.87

Abstract

Pengabdian ini bertujuan sebagai upaya untuk mengenalkan alat musik tradisional setempat kepada peserta didik dan sebagai wadah kesenian budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler musik. Ekstrakurikuler musik yang diselenggarakan lebih mengacu pada pembelajaran alat musik tradisional setempat, yaitu kesenian musik suling bambu. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu, (1) Proses pembentukan kegiatan ekstrakulikuler musik suling bamboo yang bertujuan agar siswa lebih mengenal alat musik daerah setempat. Hal ini sebagai upaya melestarikan kesenian daerah setempat sedini mungkin, baik dari instrument musik maupun lagu daerahnya, (2) Penentuan jadwal kegiatan ekstrakurikuler musik yang diselengarakan selama 2 jam dalam satu kali pertemuan dengan penjadwalan secara rutin dan reguler, (3) Pelaksanaan kegiatan pendampingan ekstrakurikuler musik suling bambu yang dilaksanan selama 3 bulan, dan (4) Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler musik dalam upaya untuk mengetahui permasalahan yang timbul ketika proses kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat program pendampingan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun selama 3 bulan. Meskipun belum semua peserta menguasai dengan baik teknik permainan dan materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan dan antusias peserta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAKNA SYAIR LAGU O UWI DALAM TRADISI ADAT REBA PADA MASYARAKAT LANGA DESA BORADHO KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Lembu, Susana; Setyawan, Dedy; Dopo, Florentianus
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v1i3.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran umum tradisi reba Langa, 2) makna syair lagu o uwi dalam tradisi adat reba pada masyarakat Langa Desa Boradho Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, 3) implementasi makna syair lagu o uwi dalam pendidikan karater. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berlokasi di Langa Desa Boradho, dengan waktu pelaksanaan penelitian 19 Juni sampai 19 Juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alatperekam. Subjek penelitian adalah tua-tua adat, tokoh masyarakat, penyair, dan kaum muda. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan menggunakan dua teknik yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif dari Patton dalam Moleong dengan komponennya yakni pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tradisi reba Langa, menggabungkan inkulturasi antara budaya dan agama dan memiliki tiga upacara inti yakni kobhe dheke, kobhe doi dan kobhe su’i. Syair-syair lagu o uwi mengandung makna yang dapat dijadikan pedoman dan ajaran hidup bagi generasi muda. Adapun beberapa makna yang terkandung dalam syair lagu o uwi diantaranya : makna historis/sejarah, makna persaudaraan, persahabatan, ajakan atau himbauan, rintihan , percintaan, sumber kehidupan. Makna syair lagu o uwi dapat diimplementasi dalam pendidikan karakter. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa syair lagu o uwi mengandung makna yang mendalam, serta dapat diimplementasikan ke dalam pendidikan.
KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI MUSIK GALAK DALAM UPACARA SYUKUR PANEN PADA MASYARAKAT MBAZANG DESA BENTENG TAWA 1 KECAMATAN RIUNG BARAT NDIANG, VERONIKA OKTAVIANA; SETYAWAN, DEDY; BATE DOPO, FERDINANDUS
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.452

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang bentuk penyajian musik galak dalam upacara syukur panen dan untuk mengetahui fungsi musik galak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di kampung Mbazang dengan waktu pelaksanaan 21 juni- 21 juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua suku, lembaga pemangku adat, tokoh masyarakat dan kaum muda. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa fungsi musik galak terdiri dari pengungkapan ekspresi atau perasaan, kenikmatan estetis, fungsi menghibur dan fungsi komunikasi. Bentuk musik galak terdiri dari bentuk kumpulan, bentuk notasi syair , tempo, dinamika dan ekspresi. Bentuk penyajian terdiri dari urutan penyajian, tata busana dan formasi.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAKNA SYAIR LAGU O UWI DALAM TRADISI ADAT REBA PADA MASYARAKAT LANGA DESA BORADHO KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Lembu, Susana; Setyawan, Dedy; Dopo, Florentianus
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v1i3.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran umum tradisi reba Langa, 2) makna syair lagu o uwi dalam tradisi adat reba pada masyarakat Langa Desa Boradho Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, 3) implementasi makna syair lagu o uwi dalam pendidikan karater. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berlokasi di Langa Desa Boradho, dengan waktu pelaksanaan penelitian 19 Juni sampai 19 Juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alatperekam. Subjek penelitian adalah tua-tua adat, tokoh masyarakat, penyair, dan kaum muda. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan menggunakan dua teknik yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif dari Patton dalam Moleong dengan komponennya yakni pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tradisi reba Langa, menggabungkan inkulturasi antara budaya dan agama dan memiliki tiga upacara inti yakni kobhe dheke, kobhe doi dan kobhe su’i. Syair-syair lagu o uwi mengandung makna yang dapat dijadikan pedoman dan ajaran hidup bagi generasi muda. Adapun beberapa makna yang terkandung dalam syair lagu o uwi diantaranya : makna historis/sejarah, makna persaudaraan, persahabatan, ajakan atau himbauan, rintihan , percintaan, sumber kehidupan. Makna syair lagu o uwi dapat diimplementasi dalam pendidikan karakter. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa syair lagu o uwi mengandung makna yang mendalam, serta dapat diimplementasikan ke dalam pendidikan.
KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI MUSIK GALAK DALAM UPACARA SYUKUR PANEN PADA MASYARAKAT MBAZANG DESA BENTENG TAWA 1 KECAMATAN RIUNG BARAT NDIANG, VERONIKA OKTAVIANA; SETYAWAN, DEDY; BATE DOPO, FERDINANDUS
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.452

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang bentuk penyajian musik galak dalam upacara syukur panen dan untuk mengetahui fungsi musik galak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di kampung Mbazang dengan waktu pelaksanaan 21 juni- 21 juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua suku, lembaga pemangku adat, tokoh masyarakat dan kaum muda. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa fungsi musik galak terdiri dari pengungkapan ekspresi atau perasaan, kenikmatan estetis, fungsi menghibur dan fungsi komunikasi. Bentuk musik galak terdiri dari bentuk kumpulan, bentuk notasi syair , tempo, dinamika dan ekspresi. Bentuk penyajian terdiri dari urutan penyajian, tata busana dan formasi.
MENGENALKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SULING BAMBU DI SD INPRES RUTOSORO Dedy Setyawan
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai upaya untuk mengenalkan alat musik tradisional setempat kepada peserta didik dan sebagai wadah kesenian budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler musik. Ekstrakurikuler musik yang diselenggarakan lebih mengacu pada pembelajaran alat musik tradisional setempat, yaitu kesenian musik suling bambu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research), karena penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan secara kualitatif. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 dan 5 SD Inpres Rutosoro yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu secara umum sudah baik, namun keterbatasan waktu yang disediakan mengakibatkan tidak semua materi kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu disampaikan secara keseluruhan. Namun, jika dilihat dari hasil kegiatan dan latihan para peserta ekstrakurikuler, dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ini dapat tercapai.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAKNA SYAIR LAGU O UWI DALAM TRADISI ADAT REBA PADA MASYARAKAT LANGA DESA BORADHO KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Lembu, Susana; Setyawan, Dedy; Dopo, Florentianus
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v1i3.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran umum tradisi reba Langa, 2) makna syair lagu o uwi dalam tradisi adat reba pada masyarakat Langa Desa Boradho Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, 3) implementasi makna syair lagu o uwi dalam pendidikan karater. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berlokasi di Langa Desa Boradho, dengan waktu pelaksanaan penelitian 19 Juni sampai 19 Juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alatperekam. Subjek penelitian adalah tua-tua adat, tokoh masyarakat, penyair, dan kaum muda. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan menggunakan dua teknik yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif dari Patton dalam Moleong dengan komponennya yakni pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tradisi reba Langa, menggabungkan inkulturasi antara budaya dan agama dan memiliki tiga upacara inti yakni kobhe dheke, kobhe doi dan kobhe su’i. Syair-syair lagu o uwi mengandung makna yang dapat dijadikan pedoman dan ajaran hidup bagi generasi muda. Adapun beberapa makna yang terkandung dalam syair lagu o uwi diantaranya : makna historis/sejarah, makna persaudaraan, persahabatan, ajakan atau himbauan, rintihan , percintaan, sumber kehidupan. Makna syair lagu o uwi dapat diimplementasi dalam pendidikan karakter. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa syair lagu o uwi mengandung makna yang mendalam, serta dapat diimplementasikan ke dalam pendidikan.
KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI MUSIK GALAK DALAM UPACARA SYUKUR PANEN PADA MASYARAKAT MBAZANG DESA BENTENG TAWA 1 KECAMATAN RIUNG BARAT NDIANG, VERONIKA OKTAVIANA; SETYAWAN, DEDY; BATE DOPO, FERDINANDUS
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.452

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang bentuk penyajian musik galak dalam upacara syukur panen dan untuk mengetahui fungsi musik galak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di kampung Mbazang dengan waktu pelaksanaan 21 juni- 21 juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua suku, lembaga pemangku adat, tokoh masyarakat dan kaum muda. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa fungsi musik galak terdiri dari pengungkapan ekspresi atau perasaan, kenikmatan estetis, fungsi menghibur dan fungsi komunikasi. Bentuk musik galak terdiri dari bentuk kumpulan, bentuk notasi syair , tempo, dinamika dan ekspresi. Bentuk penyajian terdiri dari urutan penyajian, tata busana dan formasi.
PERAN AKADEMISI DAN MAHASISWA DALAM WORKSHOP SENIMAN FESTIVAL GAYAIN DI KABUPATEN NGADA Setyawan, Dedy; Dopo, Ferdinandus Bate; Bupu, Hermania; Samino, Sena Radya Iswara; Fikri, Kanzul; Taa, Tobias; Korsini, Perseveranda Putra
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jckkn.v3i4.6304

Abstract

Kegiatan Workshop Seniman sebagai bagian dari Festival Gayain 2025 di Kabupaten Ngada merupakan wujud pengabdian masyarakat berbasis seni yang menekankan kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas seni, dan pemerintah daerah. Program Studi Pendidikan Musik STKIP Citra Bakti Ngada mengambil peran aktif melalui penyuluhan, pendampingan, dan partisipasi langsung mahasiswa dalam forum budaya ini. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-reflektif, meliputi edukasi kebudayaan, lokakarya interaktif, evaluasi teknis, dan simulasi pementasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas kelompok seni, penguatan jejaring kolaboratif, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam pendampingan komunitas. Kegiatan ini juga menghasilkan produk luaran berupa dokumentasi visual, draft modul pelatihan seni, dan kurikulum mikro berbasis budaya lokal. Pembahasan mengacu pada teori Transformative Learning dan pendidikan kontekstual yang menunjukkan bahwa pengalaman seni lapangan mampu membentuk kompetensi sosial, kesadaran budaya, dan refleksi kritis mahasiswa. Kegiatan ini dapat dijadikan model pengabdian berkelanjutan dalam membangun ekosistem budaya yang partisipatif dan adaptif.
Exploring the Impact of Reflective Learning in Teaching Basic Music Theory: A Qualitative Study Dedy Setyawan; Juju Masunah; Rita Milyartini; Yudi Sukmayadi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5819

Abstract

This study investigates challenges in the basic music theory course within the Music Education Study Program at STKIP Citra Bakti, focusing on identifying key learning issues and analyzing student reflections on the course experience. A descriptive approach with a survey method was employed. Data collection included questionnaires and interviews, and analysis was conducted using Miles and Huberman's model, which involves data reduction, data presentation, and data verification. The findings categorize the primary challenges in basic music theory learning into eight areas: (1) Student Characteristics, (2) Learning Attitudes, (3) Motivation, (4) Media/Teaching Materials, (5) Instructor Influence, (6) Family Support, (7) Social Environment, and (8) Infrastructure. Notably, 93.3% of students cited media and teaching materials as a significant issue, while 90% pointed to inadequate infrastructure as a key barrier to effective learning. The analysis highlights a critical need to improve media and teaching materials, as well as infrastructure, to enhance learning experiences. Addressing these issues may foster better engagement and understanding in basic music theory. The study underscores the importance of prioritizing resource allocation for teaching materials and facilities in the Music Education program. Future research should explore strategies to strengthen student interaction with learning materials and promote collaboration between educational institutions and resource providers to support music theory education effectively.