Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Performa dan Profil Darah Sapi Bali Jantan dengan Warna Rambut Berbeda di Kupang, Timor, Nusa Tenggara Timur Arnold Tabun; Ferdinan S Suek; Cardial Leverson Oktavianus Leo Penu; Johanis A. Jermias; Thomas Lapenangga; Yanse Yane Rumlaklak rumlaklak
Jurnal Veteriner Vol. 26 No. 3 (2025)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2025.26.3.348

Abstract

Perbedaaan warna rambut pada sapi bali jantan, dapat berpengaruh terhadap performa ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa dan profil darah sapi bali jantan dengan warna rambut berbeda pada sistem penggemukan secara intensif dan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan setiap perlakuan terdiri atas empat ulangan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah pertambahan bobot badan, dimensi tubuh (panjang badan, lingkar dada, tinggi gumba), konsumsi pakan, jumlah leukosit, eritrosit dan kadar hemoglobin. Rata-rata konsumsi pakan daun lamtoro dan putak sapi bali jantan cokelat kemerahan dan hitam pada sistem penggemukan secara intensif sebesar 1.073,55 kg dan 863,45 kg. sedangkan sistem penggemukan tradisional sebesar 1.090 kg dan 761,50 kg. Pertambahan bobot badan harian pada sistem penggemukan intensif dan tradisional sebesar 0,61–0,95 kg/ekor/hari. jumlah leukisit, eritrosit dan hemoglobin adalah 9.78±1.85 103/μl, 7.06±1.12 106/μl, 11.25±0.89 g/dL. Simpulan penelitian adalah warna rambut pada sapi bali jantan yang digemukan secara intensif dan tradisional yang diberikan pakan daun lamtoro tidak memberikan pengaruh terhadap petumbuhan dan ukuran dimensi tubuh. Sapi bali jantan dengan warna rambut cokelat kemerahan dan hitam yang digemukan secara intensif dan tradisional mempunyai jumlah leukosit, eritrosit dan kadar hemoglobin yang normal. Pemberian pakan daun lamtoro dan putak dapat mempertahankan jumlah normal leukosit, eritrosit dan kadar hemoglobin darah.
Profil Leukosit dan Parasit Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) pada Media Kolam Beton, Kolam Terpal dan Ember Naharuddin Sri; Yanse Yane Rumlaklak; Alexander Simon Tanody; I Gusti Komang Oka Wirawan; Sirajudin .; Kartono Gigih Nugroho; Muhammad Fajar Panuntun
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v14i1.27440

Abstract

This study aimed to evaluate the physiological responses and health status of pearl catfish (Clarias gariepinus) based on hematological parameters and parasite infestation under three culture systems: concrete pond (2×3×1 m, P1), tarpaulin pond (2 m diameter, P2), and 50 L bucket/budikdamber (P3), with rearing durations of 90, 70, and 80 days, respectively. Blood samples and swabs from gill mucus and intestinal fluid were collected 10 days before harvest to analyze differential leukocytes (monocytes, lymphocytes, heterophils) and identify parasites microscopically. Water quality measurements showed temperatures of 24–27°C, pH 7.0–7.1, and respiration ratios (R/CR) >1, indicating optimal environmental conditions. Lymphocyte percentages were highest in the concrete pond (67.67 ± 13.65%), followed by the tarpaulin pond (64.33 ± 19.76%) and bucket (59.00 ± 3.61%), but differences were not statistically significant (Kruskal–Wallis, p>0.05). Parasite identification revealed three species in the concrete pond (Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Vorticella sp.), two species in the tarpaulin pond (Vorticella sp., Procamallanus sp.), and no parasites in the bucket. In conclusion, variations in culture systems influenced differential leukocyte profiles and parasite presence adaptively, without causing significant health disturbances. These findings provide a scientific basis for selecting culture systems that support immune health and welfare of pearl catfish.